Compartir

Bab 3

Autor: Makjos
Melihat unggahan terbaru yang dipajangnya, tertulis:

[Apakah menjiplak kode orang lain juga masih bisa dipakai untuk ikut lomba?]

Hatiku bergetar. Tiba-tiba muncul sebuah dugaan: mungkin unggahan Instagram inilah awal mula aku dimaki habis-habisan oleh teman-teman sekolah di kehidupan lalu.

Ruvina cukup populer di kampus, dan ditopang orang tua yang profesinya profesor, sedangkan aku hanyalah mahasiswi berwajah biasa tanpa latar belakang apa pun.

Di dunia yang memandang rupa ini, dia memang selalu lebih diistimewakan.

Tak lama, unggahan ambigu itu pun dipenuhi banyak komentar.

[Ada apa, Ruvina? Ada yang menjiplak kodemu?]

[Cepat bilang ke orang tuamu, suruh pimpinan kampus menyelidiki baik-baik dan mengusir si penjiplak dari sekolah!]

[Penjiplak itu benar-benar aib Universitas Oaklin! Lomba sudah dekat, dia benar-benar mencelakakan orang lain.]

Melihat kata-kata itu, darahku terasa berbalik arah, seakan aku kembali terseret ke dalam bayang-bayang perundungan daring di kehidupan lalu.

Saat itu, setiap hari aku menerima ribuan pesan makian, bahkan ada yang sengaja memajang dataku di platform "jual diri", membuat pria-pria mesum terus menelepon dan menggangguku.

"Sok suci apa, toh setelah lulus kamu juga bakal melayani profesor tua, mending main denganku."

"Aku tahu alamat rumahmu, kalau kamu nggak mau tidur denganku, aku akan datang sendiri mencarimu."

Karena itulah orang tuaku memilih pindah rumah, tetapi akhirnya mengalami kecelakaan dan meninggal.

Kenangan menyakitkan itu menghantamku. Tanpa sadar aku ingin kabur, tetapi tepat sebelum menutup ponsel, aku melihat namaku muncul di kolom komentar unggahan itu.

[Yang dimaksudkan Ruvina itu Lisdania, 'kan? Beberapa hari lalu aku melihat programnya di dosen, dan itu benar-benar sama total dengan milik Ruvina.]

Begitu komentar ini muncul, kolom komentar Instagram segera menjadi riuh dengan perdebatan.

[Lisdania? Mahasiswi jalur prestasi lomba itu? Kamu benar-benar melihat punya dia sama persis dengan Ruvina?]

[Nggak mungkin, 'kan dia langganan peringkat satu di jurusan, masa perlu menjiplak? Bicara itu harus pakai bukti.]

[Heh, dari mana kamu tahu peringkat pertamanya bukan hasil menjiplak? Lagian Ruvina juga nggak menyebut namanya, kamu sok jadi penengah apa!]

Segera banyak orang bertengkar hanya karena satu dugaan.

Bahkan banyak mahasiswa sampai sengaja mengunggah postingan untuk berpihak dan memberi dukungan pada Ruvina.

Yang paling aktif di antaranya adalah pacarku, Cassian. Dia sampai mengunggah tiga postingan Instagram berturut-turut, semuanya memakai selfie Ruvina.

[Kerja keras Ruvina itu nyata dan terlihat. Demi lomba tim, dia sering bergadang sampai dini hari. Aku berharap pihak yang diduga menjiplak bisa keluar sendiri dan mengakui kesalahannya. Kalau nggak, aku pasti akan melapor ke polisi untuk menuntut keadilan bagi Ruvina!]

Hampir semua mahasiswa pria di jurusan menyukai unggahannya, dan Ruvina meninggalkan komentar di bawahnya.

[Terima kasih, Kak Cassian, senang sekali ada kamu ....]

Hatiku dipenuhi rasa perih yang rapat, tetapi sekaligus aku sangat bersyukur.

Untung kemarin aku tidak menyerahkan program yang sudah selesai. Kalau tidak, sekarang aku pasti sudah kembali dihantam perundungan daring.

Setelah menenangkan diri, aku bersiap meninggalkan ruang kelas untuk berdiskusi dengan tim tentang program baru yang kutulis, ketika tiba-tiba aku melihat postingan terbaru Ruvina di Instagram.

[Terima kasih atas penghiburan kalian. Meski dijiplak orang, aku tetap bisa langsung merancang ulang program, karena bakat ini adalah sesuatu yang nggak bisa dicuri oleh penjiplak. Di bawah ini adalah program baruku, silakan semua menyaksikan ya ....]

Dengan gelisah aku membuka tautan yang dia bagikan, lalu mendapati ....

Ini ternyata sama persis dengan program versi keduaku!
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Balasan Reinkarnasi pada Sahabat Munafik Pacarku   Bab 12

    Setelah itu, Kakek Trido mengeluarkan sebuah jimat dan membakarnya sampai habis, lalu melarutkannya dalam air dan menyuruhku meminumnya."Minum air jimat emas ini. Entah itu serangga ilmu hitam atau kutukan apa pun, semuanya tak akan lagi berpengaruh padamu."Benar saja, setelah aku meminumnya, kalung itu tiba-tiba mengendur dan bisa dilepas dengan sangat mudah.Kakek Trido menempelkan sebuah jimat pada liontin kalung itu, lalu berkata sambil tersenyum lebar, "Anak serangga ini, kucingku Noxy paling suka memakannya. Begitu anak serangga mati, baik orang yang memasang serangga dan induk serangga juga pasti akan terkena serangan balik.""Nak, kamu nggak perlu khawatir. Pergilah lakukan apa yang harus kamu lakukan."Setelah itu, kucing hitam Kakek Trido mengeong malas, seolah berkata, "Serahkan saja padaku."Setelah Kakek Trido menyelesaikan semua itu, Nenek dan Ibu juga sudah menyiapkan makanan.Kami berlima makan dengan gembira, lalu Kakek Trido pun menggendong Noxy dan pergi....Keeso

  • Balasan Reinkarnasi pada Sahabat Munafik Pacarku   Bab 11

    Beberapa saat tak ada jawaban dari seberang, aku pun segera menutup telepon.Saat aku masih tenggelam dalam pikiranku, Nenek dan Ayah membawa pulang seorang tamu.Kakek tua itu berambut putih penuh, memegang pipa rokok kuno, dan seekor kucing hitam legam mengikuti di belakangnya."Trido, ini cucu kesayanganku, cepat bantu periksa dia, apa ada sesuatu yang menempel padanya?""Nak, ini yang Nenek maksud orang pintar itu, panggil saja Kakek Trido."Nenek menyambut kakek itu masuk ke dalam rumah, wajahnya penuh kekhawatiran saat menatapku.Entah hanya perasaanku atau bukan, sejak kucing hitam itu masuk bersama Kakek Trido, matanya terus menatapku tanpa berkedip.Aku pun menurut dan menceritakan semua kejadian aneh yang terjadi akhir-akhir ini kepada Kakek Trido, satu per satu tanpa tersisa.Termasuk bagaimana kodeku dicuri, pikiranku ditiru, bahkan ide yang baru saja muncul di benakku pun bisa dirasakan oleh Ruvina.Namun, aku menyembunyikan soal reinkarnasi."Jadi, Nak, pikiranmu dicuri o

  • Balasan Reinkarnasi pada Sahabat Munafik Pacarku   Bab 10

    Para rekan setim yang sebelumnya masih menyanjungnya satu per satu segera membuka suara dan meluapkan amarah.[Sungguh aku nggak habis pikir, tinggal satu jam lagi sebelum lomba, program Ruvina malah muncul BUG, bahkan menghapus otomatis program pendukung yang sudah kami buat. Dia mengkhianati kami semua!][Benar! Kerja keras sebulan penuh kami dihancurkan olehnya. Kami suruh dia sendiri memperbaiki BUG-nya, tapi dia sama sekali nggak paham, malah menulis beberapa baris kode yang salah, sampai programnya benar-benar nggak bisa dijalankan lagi!""Sial, aku sangat curiga kalau sebelumnya dia cuma menyalin, makanya sekarang bahkan kode dasar saja nggak bisa!""Tolong deh, ada nggak sih ahli hebat yang bisa bantu selesaikan ini, aku sudah mau gila!"Nyinyiran di Instagram makin menjadi-jadi, dan para penonton gosip pun langsung ikut nimbrung."Kalian baru tahu sekarang? Sebelumnya sudah ada yang bocorkan kalau dia bisa masuk Universitas Oaklin karena orang tuanya profesor dan menyuap pihak

  • Balasan Reinkarnasi pada Sahabat Munafik Pacarku   Bab 9

    Setelah memberi tahu Suvian agar tidak memakai ideku, aku pun berbaring di kursi goyang di halaman sambil memikirkan cara yang harus kutempuh.Langit berbintang di pedesaan begitu jernih, titik-titik cahaya berkilau di dalamnya, seakan memberi arah bagi orang yang tersesat.Saat itu Nenek datang sambil menggendong separuh semangka dan bertanya, "Cucuku sayang, sedang pikirkan apa? Kok melamun begitu."Melihat wajah Nenek yang penuh kasih, aku masih tak berani membuka mulut. "Nek ...."Mendengarnya, Nenek tersenyum lalu mengipasi aku dengan kipas daun di tangannya."Cucu, kamu tak bisa menyembunyikannya dari Nenek. Katakan, akhir-akhir ini sebenarnya ada apa?"Nada suaraku rendah dan tercekat."Nek, aku nggak tahu kenapa, barang-barang milikku selalu entah bagaimana direbut orang lain, lalu orang itu malah berbalik menuduh dan mencelakaiku.""Apa pun yang kupikirkan, dia selalu memikirkan hal yang sama denganku, seperti ... seperti ...."Nenek termenung sejenak, lalu segera berkata, "Se

  • Balasan Reinkarnasi pada Sahabat Munafik Pacarku   Bab 8

    Ketika aku menunduk dan menulis kode sampai senja, Nenek membawakan semangkuk sup buntut yang harum, sambil tersenyum menatapku."Cucu-ku sayang, sesibuk apa pun kamu tetap harus makan. Ini sup buntut yang Nenek masak khusus, cepat cicipi."Aku menutup laptop, meregangkan badan dengan senang. "Terima kasih, Nek, aku sudah ngiler."Sejak kecil aku memang suka masakan sup buntut Nenek. Rasa pedasnya pas, sup yang kaya rempah dengan sumsum tulang begitu harum, benar-benar istimewa. Sayangnya sejak masuk kuliah, jarang sekali aku punya kesempatan memakannya lagi.Aku mengangkat potongan daging buntut dengan tangan dan hendak menggigitnya, tetapi Nenek menepuk tanganku dan menyodorkan sehelai handuk."Kucing kotor, cepat lap tanganmu dulu baru makan!"Aku tersenyum sambil mengelap tangan, tetapi saat itu layar ponselku menyala.Saat kubuka, ternyata kolom komentar kembali heboh.Tak lama setelah aku selesai menelepon Suvian, Ruvina kembali mengunggah kode programnya. Seperti yang sudah kudu

  • Balasan Reinkarnasi pada Sahabat Munafik Pacarku   Bab 7

    Hari kedua.Kami sekeluarga bertiga naik kereta cepat selama sembilan jam, lalu lanjut dua jam naik bus, hingga akhirnya tiba di rumah Nenek.Begitu sampai di pintu masuk desa, nenek sudah menuntun seekor anjing hitam besar keluar untuk menyambut kami."Aduh cucuku sayang, akhirnya mau pulang menjenguk nenek. Kok kelihatan makin kurus?""Nek, aku sangat merindukanmu!"Dengan tak sabar aku memeluk Nenek, menghirup aroma kehangatan dan kelembutan seperti sinar mentari dari tubuhnya, dan tersedu beberapa kali.Nenek mengira aku ketakutan melihat anjing hitam besar itu, lalu buru-buru memarahinya."Bruno, jangan menggonggong! Kalau cucuku sampai ketakutan bagaimana!"Di tengah tangisan, tawaku segera meletus. Aku menyeka mataku, lalu mengusap kepala Bruno."Nek, aku nggak apa-apa, cuma terlalu kangen Nenek dan Bruno."Namun tindakanku tidak menenangkan Bruno. Biasanya dia penurut, tetapi kali ini ia menggonggong ke arahku terus-menerus, melompat-lompat sambil mengais tanganku dengan cakarn

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status