Short
Balasan Reinkarnasi pada Sahabat Munafik Pacarku

Balasan Reinkarnasi pada Sahabat Munafik Pacarku

By:  MakjosKumpleto
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
12Mga Kabanata
3.7Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Setelah aku mengambil cuti sekolah, orang tuaku tidak mendesak apa pun. Namun sahabat masa kecil pacarku yang memasang citra sebagai si genius ber-IQ tinggi justru menelepon. Karena aku sedang sibuk turun ke sawah bekerja, menanam sayur dan bermain air, sama sekali tidak punya waktu menulis kode. Di kehidupan sebelumnya, sahabat masa kecil itu mengirimkan rancangan program yang sama persis dengan rancanganku satu hari lebih awal. Semua orang memaki aku tak tahu malu, menuduhku menjiplak dan memalsukan. Aku berusaha menjelaskan, tetapi sama sekali tidak ada yang percaya. Kemudian sahabat masa kecil itu bahkan membuka siaran langsung, memfitnahku melakukan perundungan di kampus. Mereka dengan gila-gilaan melakukan perundungan daring terhadap seluruh keluargaku. Akhirnya orang tuaku, saat mengemudi untuk menghindari para warganet ekstrem, mengalami kecelakaan dan tewas. Aku tidak sanggup menanggung pukulan itu, lalu melompat dari gedung tinggi dan tewas dengan penyesalan yang tak terpadamkan. Hingga detik terakhir sebelum kesadaranku lenyap, aku tetap tidak mengerti apa sebenarnya yang terjadi. Jelas itu hasil jerih payahku, mengapa justru orang lain yang lebih dulu merilisnya. Saat aku membuka mata lagi, aku kembali ke sehari sebelum insiden penjiplakan itu terjadi.

view more

Kabanata 1

Bab 1

Suara orang-orang di sekeliling begitu riuh. Setelah susah payah membuka mata, barulah aku sadar bahwa aku tidak mati.

Melainkan telah terlahir kembali.

Aku segera mengeluarkan ponsel dan melihat tanggal: 28 Agustus, sehari sebelum aku menyerahkan karya untuk kompetisi terpenting.

Anggota tim lainnya mendekat dengan wajah penuh kekaguman.

"Lisdania memang pantas disebut siswa jalur prestasi kompetisi. Soal sesulit ini pun bisa kamu pecahkan. Kalau kamu sudah menyelesaikan tahap akhir programnya, kita bisa langsung mengirimkannya, 'kan?"

Dosen pembimbing juga menepuk pundakku dengan puas.

"Lisdania, kamu benar-benar sudah bekerja keras akhir-akhir ini. Berkat rancangan inti program yang kamu buat, karya kita pasti akan meraih juara di lomba. Aku yakin rekomendasi pascasarjanamu juga nggak akan bermasalah."

Hatiku terasa perih.

Di kehidupan lalu, ketika aku dituduh menjiplak, guru dan teman setim yang sama juga sempat maju membelaku dan membersihkan namaku.

Sayangnya, suara-suara itu segera tenggelam dalam badai perundungan daring. Bahkan ada yang sampai membocorkan data pribadi mereka, sehingga mereka ikut terkena dampaknya karena aku.

Mengingat itu, aku kembali melirik kode program di komputer yang belum selesai. Tubuhku dilanda rasa dingin, dan di kepalaku bermunculan kenangan-kenangan mengerikan.

Kalau tidak salah, di kehidupan lalu aku bergadang menyelesaikan program pada tanggal 28, lalu dengan penuh semangat menyerahkannya kepada tim untuk dikirim.

Akibatnya, keesokan harinya aku menerima pemberitahuan diskualifikasi paksa.

Penyelenggara lomba mengeluarkan pengumuman di situs resmi, secara terbuka menuduhku menjiplak, dan seketika aku diserang seluruh internet.

"Dia kira lomba bisa dicurangi begitu saja? Nggak tahu malu."

"Anjing penjiplak itu semuanya sampah tak tahu diri, lebih baik mati saja!"

"Orang lain sudah susah payah membuatnya, tapi si penjiplak malah mengambilnya jadi milik sendiri, memuakkan."

Bahkan saat berjalan normal di kampus pun, aku dikerumuni dengan tatapan jijik dan merendahkan, dimaki langsung di hadapanku.

"Itu dia yang menjiplak, 'kan? Benar-benar aib Universitas Oaklin, masih punya muka muncul di sekolah."

"Kalau seseorang sudah nggak tahu malu, dia jadi kebal. Kalau dia punya rasa malu, dia nggak akan menjiplak."

"Kudengar dia mau pakai ini untuk rekomendasi pascasarjana, tapi niatnya busuk sampai melakukan penjiplakan."

Di mata semua orang penuh dengan kebencian, seolah mereka berharap aku segera mati.

Kenangan itu terputus tiba-tiba.

Rasa dingin mendadak menjalar. Tanpa sadar aku membuka ponsel dan mencari WhatsApp Ruvina.

Dia adalah korban dari "jiplakanku" di kehidupan sebelumnya, sekaligus sahabat masa kecil pacarku, Cassian.

Wajahnya putih bersih dan manis, kedua orang tuanya adalah profesor di universitas, dengan aura yang polos dan murni.

Tak terhitung pria-pria dari jurusan sains yang mengejarnya, namanya sering muncul di papan pengakuan cinta kampus.

Sementara pacarku, Cassian, juga tiap hari mengiriminya hadiah dan bunga dengan berbagai cara. Saat aku memergokinya, dia berdalih bahwa dia hanya menganggap Ruvina seperti adik sendiri dan menuduhku cemburu berlebihan.

Belakangan aku menemukan riwayat pesan Cassian mengeluh ke teman sekamarnya, mengatakan bahwa aku berwajah biasa dan membosankan, tidak semanis dan pandai bermanja-manja seperti Ruvina, bahkan merasa muak bersamaku.

Bukan berarti aku tidak pernah mengusulkan putus, tetapi setiap kali itu terjadi Cassian selalu seperti berubah menjadi orang lain, mengejarku mati-matian dan memohon untuk rujuk.

Namun sekarang, aku sudah melihat semuanya dengan jelas.

Saat kubuka Instagram Ruvina, unggahan pertamanya adalah swafoto di depan komputer, dikelilingi beberapa rekan pria dari tim teknik.

Keterangan fotonya berbunyi, [Bergadang bersama teman-teman sekalian mengejar batas waktu membuat kode, semoga kali ini bisa dapat peringkat yang bagus di lomba!]

Dengan curiga aku membuka fotonya dan meneliti dengan saksama, lalu mendapati beberapa bagian kode asli milikku muncul di dalam programnya, dan semuanya persis sama tanpa satu karakter pun berubah.

Melihat itu, aku sampai bertanya-tanya, mungkinkah dia benar-benar punya ikatan batin denganku?

Sebab unggahannya itu muncul satu hari lebih awal daripada punyaku.

Artinya, dia mulai menulis kode program itu lebih dulu daripada aku.

Namun seluruh kode dan logika rancanganku sepenuhnya kuselesaikan sendiri, tidak pernah meniru atau mengambil dari siapa pun.

Lalu mengapa milik Ruvina bisa sama persis denganku? Bahkan satu tanda kurung yang dulu aku ketik berlebih pun ikut tersalin.

Ini terlalu aneh.

Aku menundukkan kepala di atas meja. Pikiranku tidak keruan, sama sekali tidak bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Namun aku juga tidak mungkin menyerah atas kompetisi ini.

Karena lomba ini bukan hanya tentang diriku, tetapi juga jerih payah seluruh tim. Mundur secara gegabah hanya akan menyeret mereka semua, dan aku tidak tega mengkhianati mereka.

Hingga malam tiba, akhirnya aku mengambil keputusan.

Apa pun yang terjadi, karena aku diberi kesempatan hidup kembali, aku pasti akan melindungi semua orang di sekitarku dan menuntut keadilan untuk diriku sendiri!

Aku menengadah, menatap layar yang penuh dengan kode yang kutulis, lalu mengklik hapus dan menutup komputer.
Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Walang Komento
12 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status