Mag-log inLedakan terakhir menggema di udara seperti guntur yang memecah langit.
Asap tebal membubung dari arah laut dan puing-puing kapal perlahan tenggelam. Sedangkan para prajuritnya naik ke kapal lain dan meninggalkan kapal-kapal yang hancur itu. "Bajingan!" Para Jenderal menatap kapal-kapal itu dengan tangan mengepal. Mereka tidak menyangka akan ada penyusup yang menghancurkan puluhan kapal mereka. Tuuuutt TuBomm! Bomm!Ledakan menggema dan mengguncang udara.Lebih dari 50 kultivator melepaskan serangan ke arah Gerbang Klan Lin dengan berbagai serangan.Semuanya bercampur menjadi gelombang penghancur.Namun Formasi pelindung hanya bergetar ringan.Riak cahaya menyebar dan menelan semua serangan itu.Pria paruh baya langsung terkejut."Mustahil."Ucapnya."Formasi ini tidak mungkin sekuat ini."Tambahnya.Lin Chen tersenyum tenang dan menatap semua musuh."Kalian selesai menyerang?"Tanyanya.Tidak ada yang menjawab.Lin Chen kembali membuka mulut."Kalau sudah selesai.""Giliranku."Ucapnya.Whush...Aura Dewa Emas bintang 9 meledak keluar.Ledakan aura mengguncang udara.Langit berubah redup.Lebih dari 50 kultivator langsung berubah raut wajah."Dewa Emas bintang 9!"Teriak salah 1 pria."Bagaimana mungkin?"Ucap pria lain.Lin Chen tidak menjawab.Dia hanya melambaikan lengan bajunya.Bomm!Gelombang Energi Qi langsung menyapu ke depan.Lebih dari 10 kultivator Dewa Emas bintang 4 lang
Setelah semuanya selesai, Lin Chen meninggalkan Paviliun dan pulang ke Klan Lin.Lin Chen tetap duduk tenang dan Kereta kuda mulai bergerak meninggalkan Paviliun Merak Langit.Yu Jing mengendalikan kuda dengan tenang.Ren Die duduk di sampingnya dan sesekali melihat jalan utama Kota Giok.Suasana terlihat tenang.Namun tidak lama kemudian Ren Die membuka mulut."Tuan."Panggilnya."Silakan."Jawab Lin Chen dari dalam kereta."Ada banyak orang mengikuti kita."Ucap Ren Die.Yu Jing ikut mengangguk."Aku juga merasakan aura mereka.""Ada yang berasal dari Dewa Emas bintang 5.""Ada juga Dewa Emas bintang 7."Tambahnya.Lin Chen menuangkan secangkir Arak Kehidupan dan meminumnya."Biarkan saja."Jawabnya tenang.Yu Jing sedikit terkejut."Tuan tidak khawatir?"Tanyanya."Mereka hanya ingin memastikan siapa pembeli Buah Abadi."Jawab Lin Chen."Selama mereka belum bertindak, abaikan."Lanjutnya."Baik Tuan."Jawab Yu Jing.Kereta kuda terus bergerak.Di sisi lain jalan.Lebih dari 30 kult
Item-item yang dilelang itu adalah senjata, pil obat, teknik kultivasi, dan bahan langka mulai dilelang.Namun Lin Chen tetap tidak bergerak.Waktu berlalu hingga sesi pertama berakhir.Pria tua itu tersenyum."Selamat kepada semua pembeli.""Dan sekarang kita memasuki sesi kedua."Ucapnya.Item yang muncul mulai lebih berharga.Harga awal juga meningkat drastis.5.000 koin emas.8.000 koin emas.12.000 koin emas.Bahkan ada item yang mencapai 30.000 koin emas.Ren Die mulai terkejut."Pelelangan ini benar-benar menghabiskan banyak uang."Ucapnya.Yu Jing tertawa kecil."Orang-orang kaya memang berbeda."Jawabnya.Lin Chen tetap tenang.Perhatiannya hanya tertuju pada daftar item terakhir.Satu jam berlalu dan lelang sesi kedua akhirnya selesai.Pria tua di atas panggung mengambil napas panjang.Kemudian senyum di wajahnya menjadi lebih lebar."Sekarang kita memasuki sesi terakhir."Ucapnya.Kalimat itu langsung menarik perhatian banyak orang.Suasana aula berubah lebih serius.Semua
6 bulan kemudian.Setelah 6 bulan berlalu, perubahan besar kembali terjadi di Klan Lin.Di mana Lin Chen dan semua orang menerobos lagi.Tapi Lin Chen hanya menerobos hingga Dewa Hitam bintang 5 tahap sempurna.Adapun Yu Jing, Lian Hua dan 50 Murid yang lain, mereka menerobos hingga Dewa Emas bintang 7 tahap sempurna.Sedangkan ke 150 Murid baru itu menerobos ke Dewa Emas bintang 3 hingga bintang 4.Hal itu membuat semua orang sangat bersemangat.Bagaimana tidak?Mereka baru 6 bulan mengikuti Lin Chen.Tapi pemuda itu membuat mereka menerobos dari bintang 1 hingga bintang 3 dan 4.Bahkan di Sekte pun mereka tidak mendapatkan kesempatan itu.Selain itu, dia juga memberikan teknik yang lebih baik dari yang mereka miliki.Sehingga kemampuan semua orang meningkat drastis.Sore harinya, Lin Chen sedang menikmati Arak Kehidupan di Halaman Belakang.Tapi ketenangannya itu terganggu dengan kedatangan Yu Jing."Tuan, Ada undangan pelelangan untuk Tuan."Yu Jing melapor dan memberikan undangan.
Mendengar kalimat itu, Yu Jing dan Lian Hua langsung merasa lega. "Terima kasih Tuan." Ucap keduanya bersamaan. Namun Lin Chen kembali bertanya. "Berapa jumlah mereka sekarang?" Tanyanya. Yu Jing segera menjawab. "150 orang." Lin Chen sedikit terkejut. "150 orang?" Ulangnya. "Benar Tuan." Jawab Yu Jing. "80 orang berasal dari Sekte Gunung Pedang." "70 orang berasal dari Sekte Lembah Perawan." Tambah Lian Hua. Lin Chen tersenyum tipis. Jumlah itu jauh lebih banyak dari perkiraannya. Namun baginya itu bukan masalah. Bahkan dia memang berencana membangun kekuatannya sendiri. Kehadiran 150 orang justru membantu rencananya. "Bagaimana karakter mereka?" Tanyanya.
Lin Chen kemudian membentuk mereka menjadi 2 Regu. Tujuan awal dia membeli mereka adalah karena hal itu. Regu 1 dipimpin oleh Yu Jing, sedang Regu 2 dipimpin oleh Lian Hua. Setelah pembentukan Regu selesai, Lin Chen memberikan cincin penyimpanan pada kedua Kedua Regu itu. Dia menyuruh mereka membagikannya dan meningkatkan kekuatan. Dia juga memberitahu mereka kalau dia memiliki 2 orang anak. Satu perempuan dan satunya laki-laki. Setelah semuanya selesai, mereka membubarkan diri dan meninggalkan Lin Chen sendirian. "Entah seperti apa perubahan kedua anak ini." Lin Chen juga bangkit dan meninggalkan Aula Utama. Dia pergi ke rumah Utama dan langsung ke Dunia Jiwa. Setibanya di sana, pemuda ini masuk ke Aula Utama untuk mencari kedua anaknya. "Ayah." Dan benar saja. Lin Yao dan Li
Saat Api unggun memanggang keempat kelinci, daging panggang itu mengeluarkan aroma harum yang menggoda. Lemak daging menetes ke bara api dan memunculkan suara desisan kecil. Han Yue duduk sambil memutar daging panggang.
"Pedang Kembar." Lin Chen sedikit bersemangat saat melihat sepasang Pedang Kembar berbentuk Bulan Sabit. Kualitasnya jauh melampaui Pedang Kembar miliknya. Selain pedang, ada juga puluhan gulungan teknik yang melayang di sisi ruangan.
Tapi jumlah tanaman itu terlalu banyak. Bahkan setiap kali 1 tali putus, 2 tali lain langsung menyerang dari arah berbeda. "Kalau begini terus akan merepotkan." Lin Chen melesat ke samping dan menghindari serangan lain. Whush... Salah satu tali berhasil menggores bahunya. Robekan kecil l
Saat melihat sosok Lin Chen berdiri di depan sana, kedua pemuda langsung melesat ke arahnya. "Tolong kami, Senior!" Teriak panik salah satu pemuda. Namun Lin Chen hanya berdi







