Home / Pendekar / Murid 3 Dewa / Bab 02. Setelah 3 Bulan

Share

Bab 02. Setelah 3 Bulan

Author: Klan Qing
last update publish date: 2026-03-13 10:16:55

"Namaku adalah Jian Lie."

"Jika seseorang menemukan tempat ini, Berarti langit telah mempertemukan kita."

Ketika membaca nama itu, Lin Chen seolah mengingat satu nama.

"Jian Lie? Bagaimana mungkin?"

Dia menatap kerangka itu dengan ekspresi tidak percaya.

Nama itu tidak asing baginya.

Di Alam Atas, nama Jian Lie adalah Legenda.

Sosok Agung yang dijuluki Dewa Pedang oleh semua orang.

Seorang Kultivator Pedang yang pernah mengguncang Alam 9 Surga.

Bahkan para Kaisar dan Klan Dewa Kuno juga sangat menghormatinya.

Tapi sejak 10 ribu tahun yang lalu, nama Jian Lie menghilang begitu saja.

Ada yang mengatakan dia bertarung dengan Raja Iblis di Gerbang Selatan.

Dan ada yang mengatakan dia bertarung dengan Raja Siluman di Gerbang Barat.

Tapi tidak ada yang benar-benar tahu dia pergi ke mana.

Ternyata sosok Agung yang bahkan dikagumi Lin Chen itu, terluka parah dan mati di Bintang Kecil.

Lin Chen menarik dan kembali membaca lanjutan pesan.

"Aku terluka setelah bertarung dengan Raja Iblis dan Raja Siluman di Gerbang Barat"

"Karena waktuku tidak lama lagi, Aku tinggalkan sebagian warisanku di sini."

"Jika kamu menemukan warisan ini, Berarti langit memilihmu untuk berjodoh denganku."

"Gunakanlah warisanku dan lindungilah keluargamu."

Itulah pesan lanjutan yang ditulis.

Setelah membaca tulisan di dinding, Lin Chen menunduk hormat pada kerangka itu.

"Senior Jian, Junior adalah Lin Chen dari Kekaisaran Yang di Benua Langit."

"Junior akan menggunakan warisan Senior dengan benar."

Ucapnya membungkuk hormat.

Bagaimana pun juga, Jian Lie adalah sosok Agung yang sangat diidolakannya.

Dia selalu bermimpi untuk bertemu dengan sosok Agung itu dan berguru padanya.

Walaupun Jian Lie sudah menjadi kerangka, tapi mimpinya telah menjadi kenyataan.

Lin Chen Kemudian mengambil cincin penyimpanan yang terjatuh ke lantai.

Saat memeriksa isinya, dia terdiam dan tidak tahu harus berkata apa.

"Cairan Roh."

Saat memeriksa botol porselen yang ada di dalamnya, Lin Chen menemukan Cairan Roh di sana.

Cairan ini adalah harta langit yang sangat berharga.

Bahkan di Alam Atas sekalipun, benda seperti ini sangat jarang ditemukan.

"Dengan Cairan Roh ini, Aku bisa membentuk dantian baru. Bahkan dantian yang jauh lebih kuat."

Lin Chen menarik nafas dalam-dalam dan menekan kegembiraannya.

Kemudian duduk bersila di depan kerangka dan menelan satu tetes Cairan Roh.

Whush!

Begitu Cairan itu melewati tenggorokannya, Energi Qi langsung menyebar ke semua meridiannya.

Luka luar yang terlihat mengerikan pun pulih dan tertutup semua.

Bahkan kulitnya kembali mulus dan tidak ada bekasnya sama sekali.

Bahkan tulang dan ototnya terasa diperkuat oleh Cairan itu.

Lin Chen menutup mata dan menenangkan pikirannya.

Dia mengarahkan Energi itu menuju pusat perutnya.

Di sanalah tempat dantian seharusnya terbentuk.

Biasanya, kultivator membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membentuk dantian.

Bahkan banyak yang gagal dan menjadi manusia biasa selama hidup.

Whush!

Energi Qi mulai berputar di pusat tubuhnya.

Semakin lama pusaran itu semakin cepat.

Whush!

Energi Qi di dalam Gua juga terserap masuk kedalam tubuhnya.

Bomm!

Ledakan teredam terdengar dari dalam tubuhnya.

Pusaran Energi pun berubah menjadi dantian.

Sesuatu yang sangat diinginkan Lin Chen si sampah.

Dan lagi, dantian itu berbeda dari dantian biasanya.

Dantian itu memancarkan aura keemasan yang sangat murni.

Energi Qi di sekitarnya juga terus terhisap masuk kedalam tubuhnya.

Bomm!

Dan sekali lagi terdengar suara teredam dari dalam.

Jiwa tua tapi tubuh muda ini kembali menerobos.

Hingga beberapa saat kemudian, Lin Chen membuka mata dan senyuman tersungging di bibirnya.

"Bagus sekali."

Gumamnya mengepalkan tangan.

"Ini...?"

Kemudian mengamati dantiannya dan wajahnya berubah terkejut.

Ternyata dia telah membentuk dantian Surga.

Yaitu dantian legendaris yang di Alam Atas pun sangat jarang muncul.

"Bahkan disaat aku berada di puncak kejayaanku, Aku hanya memiliki Dantian Raja."

"Aku tidak menyangka akan mendapatkan dantian Surga di kehidupan kedua ini."

Lin Chen tersenyum menggeleng.

Setelah menenangkan diri, Lin Chen memeriksa isi cincin penyimpanan lagi.

Dia membaca satu-persatu nama Kitab Pedang yang ada di sana.

Dan semuanya adalah teknik Dewa kelas sempurna.

"Aku tidak memiliki teknik tingkat rendah. Di sini juga tidak ada teknik tingkat rendah."

Lin Chen mengelus dagu dan terlihat berpikir.

Saat ini dia masih terlalu lemah untuk menggunakan teknik Dewa.

Selain menjadi incaran semua orang, tubuh fisik yang sekarang juga tidak sanggup menanggung kekuatan itu.

"Baiklah."

Akhirnya Lin Chen memutuskan untuk tidak menggunakan teknik sempurna.

Dengan kata lain, dia akan menulis teknik tidak lengkap dan menggunakannya.

Hingga beberapa saat kemudian, Lin Chen menulis 5 teknik tidak lengkap.

Dua teknik Pedang dan tiganya lagi adalah teknik tangan kosong.

Meski begitu, Lin Chen tidak langsung pulang.

Dia menggunakan sisa sumber daya yang ditinggalkan Jian Lie untuk menerobos.

3 bulan kemudian.

"Ahli Bumi bintang 4 tahap puncak."

Gumam Lin Chen membuka mata dan mengepalkan tangannya.

******

Note:

Dia menerobos cepat karena sumber daya dari Alam Atas.

Yang bahkan satu butir Pil Dewa bisa menerobos 6-7 tahap di ranah Alam Bawah.

*******

Walaupun dia menerobos jauh dalam waktu 3 bulan, tapi tidak ada kepuasan sama sekali di mata Lin Chen.

Kekuatan ini hanya sepersepuluh ribu dari kekuatannya yang dulu.

"Semua membutuhkan waktu."

Desahnya dan berdiri menepuk pakaiannya.

Kemudian mendekati kerangka Jian Lie dan menunduk sekali lagi.

Dia berterima kasih dan berpamitan pada kerangka itu.

Lin Chen ingin keluar dan mencari sumber daya.

Selesai berpamitan, Lin Chen menggali tanah dan menguburkan kerangka itu.

Whush!

Lalu melompat ke bebatuan yang menonjol di tebing dan keluar dari dasar jurang.

"Akhirnya aku berhasil keluar."

Lin Chen menarik nafas dan menghirup udara segar.

Setelah terkurung selama 3 bulan di dasar jurang, akhirnya dia keluar dan terbebas dari sana.

"Tenanglah Lin Chen."

"Dilihat dari ingatanmu, Ketua Klan adalah Ahli Bumi bintang 7 tahap menengah."

"Aku belum bisa membalaskan dendammu pada Tuan Muda Lin."

"Tapi kamu jangan khawatir, Aku akan kembali dan membalaskannya."

Lin Chen melihat ingatan Lin Chen pemilik tubuh dan mengucapkan janji.

Dengan kekuatannya saat ini, Lin Chen belum bisa balas dendam.

Dia harus menerobos lebih dulu.

Whush!

Tidak membuang waktu, dia melompat ke pohon dan melesat ke arah utara.

Walaupun tidak ada ingatan tentang Kota-kota yang lain, tapi ingatan itu mengatakan Ibukota Kerajaan dan Kota-kota lain berada di utara.

"Bagaimana dengan mereka?"

Saat terus bergerak, Lin Chen berhenti di atas pohon tinggi.

Dia memikirkan orang tua Lin Chen si pemilik tubuh.

Walaupun dia dianggap sampah dan selalu dihina, tapi orang tuannya sangat menyayanginya.

"Baiklah."

"Aku kembali ke Klan Lin."

Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke Klan Lin.

Dia yakin orang tua Lin Chen pasti sangat mencemaskannya.

Karena sudah membuat keputusan, dia melompat turun dan pergi ke Kota Perak.

Di mana Klan Lin berada di Kota itu.

Tidak lama kemudian, jalan itu mulai ramai oleh para pedagang dan penduduk desa.

Kereta kuda melintas dan para petani membawa hasil panen ke Kota.

Beberapa kultivator juga terlihat mendekati Kota dengan menekan aura mereka.

"Kota Perak."

Lin Chen berhenti dan menatap Gerbang Kota.

Dia menarik nafas pelan dan mendekati Gerbang itu.

"Bukankah itu si sampah Klan Lin?"

Saat tiba di Gerbang Kota, Lin Chen mendengar beberapa orang berbisik mengenainya.

Reputasinya sebagai sampah Klan Lin ini sudah terkenal di seluruh Kota.

Tidak mengejutkan kalau ada yang mengenalnya.

Lin Chen mengabaikan mereka dan masuk kedalam Kota.

Dia hanya ingin pergi ke Klan Lin dan menenangkan orang tua pemilik tubuh.

"Menyingkir semua! Tuan Muda Bai mau lewat!"

Setelah tiba di jalan utama, terdengar suara keras dari depan.

Orang-orang pun langsung menyingkir ke pinggir jalan.

Lalu seekor kuda hitam melaju di tengah jalan.

Yang menungganginya adalah seorang pemuda dengan ekspresi angkuh.

Pemuda itu adalah Bai Yun.

Tuan Muda Klan Bai.

Beberapa saat kemudian.

"Kamu masih hidup?"

Ekspresi terkejut terlihat di wajah Bai Yun.

Kematian Lin Chen sudah menyebar di Kota Perak.

Para Tuan Muda dan Nona Muda di Kota itu juga mengetahui semuanya.

Tapi saat ini, Bai Yun bertemu dengan Lin Chen.

Hal ini membuatnya sangat terkejut.

"Apakah Tuan Muda Bai terkejut melihatku?"

Lin Chen tersenyum dan mendekat.

Dari ingatannya, dia melihat Bai Yun juga sangat sering menindas Lin Chen pemilik tubuh.

Sehingga Lin Chen sang Jenderal Perang ingin membalaskannya.

"Bajingan. Berani sekali sampah sepertimu mendekati Tuan Muda!"

Whush!

Teriak anak buah Bai Yun melompat dari kuda.

Bomm..

Tinju mereka beradu dan melempar anak buah itu.

"Apa?"

Seketika itu juga Bai Yun lebih terkejut lagi.

Bukankah Lin Chen hanya sampah yang tidak bisa berkultivasi?

Kenapa sekarang dia memiliki kekuatan?

*******

Ranah Kultivasi di Bintang Kecil (Alam Teratai)

Ahli Bumi.

Ahli Langit.

Ahli Raja.

Ahli Kaisar.

Ahli Agung.

Ahli Suci.

Ahli Surga.

Ahli Dewa.

Setiap ranah terdapat 10 bintang.

Dan setiap bintang ada 5 tahapan.

Yaitu tahap awal.

Tahap menengah.

Tahap akhir.

Tahap puncak.

Dan tahap sempurna

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
mulai menarik
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Murid 3 Dewa   Bab 262. Membantu Rakyat

    Setelah meninggalkan Aula Utama Kerajaan Lin, Lin Chen pergi di Provinsi Barat tanpa membawa pengawal. Dia mengenakan pakaian sederhana dan menyembunyikan auranya agar tidak menarik perhatian. Beberapa hari kemudian, Lin Chen tiba di wilayah Provinsi Barat. Pemandangan yang dia lihat membuat alisnya bergerak. Ladang gandum, Jagung, sawah dan perkebunan buah terlihat kering semua. Sungai kecil juga menyusut dan banyak lahan pertanian tidak bisa digunakan. Lin Chen berjalan melewati beberapa Desa kecil dan mendengar percakapan para penduduk. Di sebuah Desa pertanian, seorang pria tua duduk di depan rumah kayu sambil memegang beberapa batang gandum kering. "Sudah 6 bulan tidak ada hujan yang cukup. Tanaman kami gagal tumbuh dengan baik." ujar pria tua itu dengan suara lemah. Seorang wanita di sampingnya menghela napas dan menatap ladang di depan rumah.

  • Murid 3 Dewa   Bab 261. Laporan Para Menteri

    Di sisi lain.Feng Rui memimpin 200 ribu pasukan menyerang Benteng Utara Kerajaan Zhang.Benteng itu dijaga oleh 70 ribu Prajurit dan 2 Jenderal Dewa Hitam.Seorang Jenderal Dewa Hitam bintang 2 tertawa dingin. "Pasukan Kerajaan Lin hanya pasukan baru.""Habisi mereka!"Puluhan ribu Prajurit Kerajaan Zhang menyerang.Feng Rui mengangkat pedangnya dan aura Dewa Hitam menyebar."Formasi Bilah Angin."Whush...500 Murid membentuk formasi dan ribuan bilah Angin berputar.Slash... Slash...Bomm!Ledakan menggema dan gelombang kejut menyapu."Aaargh..."Jeritan menggema dan barisan depan Kerajaan Zhang roboh.Feng Rui melesat ke arah benteng dan pedangnya memancarkan cahaya hijau."Pedang Angin Langit."Slash...Bilah Energi menghantam pintu benteng.Bomm!Ledakan menggema dan gelombang kejut menyapu.P

  • Murid 3 Dewa   Bab 260. Memulai Invasi

    3 hari kemudian.Setelah 3 hari berlalu, Lin Chen dan para bawahannya berkumpul di Kerajaan Qiong.Dan saat ini, mereka semua berada di Aula Utama Istana."Tuan, Kekalahan yang dialami Kekaisaran She ini sudah menyebar luar.""Dan kekalahan itu memicu ketakutan bagi Kerajaan-kerajaan yang lain.""Selain itu, Lebih dari 200 ribu budak yang ingin bergabung dengan Aula Kematian kita." Yu Jing berlutut dan melapor satu demi satu pada Lin Chen.Adapun Lin Chen, pria ini mengelus dagu dan mengangguk pelan."Karena mereka ingin bergabung dengan kita, maka biarkan mereka bergabung." ucapnya pelan."Namun harus diperhatikan saat melakukan perekrutan. Jangan sampai ada pihak lain yang menyamar dan mengacau dari dalam." lanjutnya lagi."Kami mengerti, Tuan." jawab ke 10 Komandan serempak."Tuan, Semua budak memiliki tanda di punggung mereka. kami bisa mengenali mana budak dan mana yang bukan." ucap Han Wei menjelaskan."Bagus. Lakukan perekrutan sekarang juga. Setelah pasukan kita terbentuk, kit

  • Murid 3 Dewa   Bab 259. Laporan Kemenangan

    "Aaargh..."Jeritan menggema dan barisan pasukan Kekaisaran kembali roboh.Lian Hua menyapu pandangannya ke arah para Perwira Kekaisaran yang masih tersisa."Masih ada yang ingin melawan?" ucapnya dengan senyum dingin.Seorang Jenderal Dewa Hitam bintang 5 menggertakkan gigi dan menggenggam tombaknya."Jangan takut. Mereka hanya 5 ribu Murid!" teriaknya memberi semangat."Bunuh mereka!""Bunuh!"Puluhan ribu Prajurit Kekaisaran kembali melesat.Aura Dewa Emas dan Dewa Hitam bergolak dan berbagai Teknik Energi Qi melesat dari berbagai arah.Bomm!Ledakan menggema dan gelombang kejut menyapu medan perang.Han Wei tertawa dingin. "Pasukan seperti ini masih berharap menang?"Slash...Bilah Energi biru menyapu udara dan puluhan Prajurit terbelah."Aaargh..."Jeritan menggema dan darah menyembur ke berbagai arah.Di sisi lain.Gu Shan tertawa keras dan kapak besarnya memancarkan cahaya keemasan."Kapak Penghancur Gunung!"Bomm!Ledakan menggema dan gelombang kejut menyapu.Barisan depan pas

  • Murid 3 Dewa   Bab 258. Berburu Mangsa

    Menjelang sore, 500 ribu pasukan Kekaisaran She terlihat menghitam dari arah timur. "Semuanya bersiap. Mangsa sudah mendekat!" teriak Yu Jing mengangkat tangan. Whush... Whush.. Ke 5 ribu Murid Aula Kematian pun terbang ke atas dan berbaris di udara. Seolah-olah mereka sedang berdiri di atas tanah. Tidak lama kemudian, ke 500 ribu pasukan Kekaisaran itu tiba dan berhenti 150 meter di depan. "Hahaha... Hanya 5 ribu pasukan dan berani menunggu kami?" Jenderal Mo tertawa keras saat melihat 5 ribu Murid Aula Kematian. "Apa kalian mendengarnya, Anak-anak Serigala ku? Kawanan Domba tidak sadar telah masuk ke sarang Kawasan Serigala." "Hahahaha..." Namun reaksi Yu Jing dan semua orang justru terlihat senang.

  • Murid 3 Dewa   Bab 257. Menunggu Musuh

    2 jam kemudian.Setelah 2 jam berlalu, semua Pejabat dan Bangsawan yang mendukung perbudakan pun dibantai tanpa sisa.Bahkan anak-anak dan perempuan juga tidak ada yang dilepaskan begitu saja.Kemudian harta mereka dikuras tanpa meninggalkan sedikit pun."Tuan, Istana Kerajaan sudah kami duduki." Yu Jing lalu mengirim laporan pada Lin Chen."Bagus." Lin Chen mengangguk puas."Setelah beristirahat satu hari, Bergerak lah ke perbatasan timur. Sambut pasukan Kekaisaran di Benteng pertahanan!" lanjutnya memberi perintah."Baik Tuan." jawab Yu Jing.Keesokan harinya.Cahaya mentari menyinari Ibukota Kerajaan Qiong yang sudah berada di bawah panji Aula Kematian.Di Aula Utama Istana.Yu Jing menatap 9 Komandan di hadapannya dan membuka gulungan peta."Perintah Tuan sudah jelas. Kita akan membentuk 5 kelompok dan bergerak ke arah Timur." ucapnya lalu jarinya menunjuk wilayah timur.Semua Komandan mengangguk.Han Wei menatap peta. "Kelompok akan dibagi bagaimana?""Aku memimpin Kelompok 1, H

  • Murid 3 Dewa   Bab 05. Identitas Mei Lan

    Pertempuran di Gerbang Klan Lin baru saja berakhir. Darah masih mengalir dan mayat para Murid Klan Bai berserakan di mana-mana. Angin siang bertiup pelan dan membawa bau darah yang menusuk hidung. Setelah pertempuran, para Murid Klan Lin beristirahat dan menatap mayat yang berserakan. Sebagi

  • Murid 3 Dewa   Bab 04. Kekuatan Suami-istri

    "Duduklah. Ibu akan memasak makanan kesukaanmu."Mei Lan lalu pergi ke dapur dan memasak untuk Lin Chen.Tidak lama kemudian, aroma makanan mulai tercium dari ruang tamu.Sedangkan Lin Chen duduk di ruang tamu dan mengamati rumah itu.Rumah kecil itu berdindingkan kayu dan sudah tua.Meski begitu,

  • Murid 3 Dewa   Bab 03. Pulang Ke Klan

    Bai Yun terkejut melihat anak buahnya terlempar ke belakang."Bajingan! Ternyata kamu sudah memiliki kekuatan!"Teriak Bai Yun kaget.Orang-orang yang memberikan jalan juga berkumpul dan menonton.Semua orang di Kota Perak mengenal Lin Chen.Dia hanya sampah Klan Lin yang tidak bisa berkultivasi.T

  • Murid 3 Dewa   Bab 01. Tragedi Pengkhianatan

    "Bunuh mereka semua! Hancurkan mereka!" Teriak seorang Jenderal mengayunkan Tombaknya. Dhuaarrr Boommm! Pegunungan Surgawi di Alam 9 Surga dipenuhi ledakan Energi Qi yang menggelegar. Di mana saat ini dua pasukan saling bertempur sengit di medan perang. Di satu sisi, Pasukan Kekaisaran Yan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status