Masuk"Namaku adalah Jian Lie."
"Jika seseorang menemukan tempat ini, Berarti langit telah mempertemukan kita." Ketika membaca nama itu, Lin Chen seolah mengingat satu nama. "Jian Lie? Bagaimana mungkin?" Dia menatap kerangka itu dengan ekspresi tidak percaya. Nama itu tidak asing baginya. Di Alam Atas, nama Jian Lie adalah Legenda. Sosok Agung yang dijuluki Dewa Pedang oleh semua orang. Seorang Kultivator Pedang yang pernah mengguncang Alam 9 Surga. Bahkan para Kaisar dan Klan Dewa Kuno juga sangat menghormatinya. Tapi sejak 10 ribu tahun yang lalu, nama Jian Lie menghilang begitu saja. Ada yang mengatakan dia bertarung dengan Raja Iblis di Gerbang Selatan. Dan ada yang mengatakan dia bertarung dengan Raja Siluman di Gerbang Barat. Tapi tidak ada yang benar-benar tahu dia pergi ke mana. Ternyata sosok Agung yang bahkan dikagumi Lin Chen itu, terluka parah dan mati di Bintang Kecil. Lin Chen menarik dan kembali membaca lanjutan pesan. "Aku terluka setelah bertarung dengan Raja Iblis dan Raja Siluman di Gerbang Barat" "Karena waktuku tidak lama lagi, Aku tinggalkan sebagian warisanku di sini." "Jika kamu menemukan warisan ini, Berarti langit memilihmu untuk berjodoh denganku." "Gunakanlah warisanku dan lindungilah keluargamu." Itulah pesan lanjutan yang ditulis. Setelah membaca tulisan di dinding, Lin Chen menunduk hormat pada kerangka itu. "Senior Jian, Junior adalah Lin Chen dari Kekaisaran Yang di Benua Langit." "Junior akan menggunakan warisan Senior dengan benar." Ucapnya membungkuk hormat. Bagaimana pun juga, Jian Lie adalah sosok Agung yang sangat diidolakannya. Dia selalu bermimpi untuk bertemu dengan sosok Agung itu dan berguru padanya. Walaupun Jian Lie sudah menjadi kerangka, tapi mimpinya telah menjadi kenyataan. Lin Chen Kemudian mengambil cincin penyimpanan yang terjatuh ke lantai. Saat memeriksa isinya, dia terdiam dan tidak tahu harus berkata apa. "Cairan Roh." Saat memeriksa botol porselen yang ada di dalamnya, Lin Chen menemukan Cairan Roh di sana. Cairan ini adalah harta langit yang sangat berharga. Bahkan di Alam Atas sekalipun, benda seperti ini sangat jarang ditemukan. "Dengan Cairan Roh ini, Aku bisa membentuk dantian baru. Bahkan dantian yang jauh lebih kuat." Lin Chen menarik nafas dalam-dalam dan menekan kegembiraannya. Kemudian duduk bersila di depan kerangka dan menelan satu tetes Cairan Roh. Whush! Begitu Cairan itu melewati tenggorokannya, Energi Qi langsung menyebar ke semua meridiannya. Luka luar yang terlihat mengerikan pun pulih dan tertutup semua. Bahkan kulitnya kembali mulus dan tidak ada bekasnya sama sekali. Bahkan tulang dan ototnya terasa diperkuat oleh Cairan itu. Lin Chen menutup mata dan menenangkan pikirannya. Dia mengarahkan Energi itu menuju pusat perutnya. Di sanalah tempat dantian seharusnya terbentuk. Biasanya, kultivator membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membentuk dantian. Bahkan banyak yang gagal dan menjadi manusia biasa selama hidup. Whush! Energi Qi mulai berputar di pusat tubuhnya. Semakin lama pusaran itu semakin cepat. Whush! Energi Qi di dalam Gua juga terserap masuk kedalam tubuhnya. Bomm! Ledakan teredam terdengar dari dalam tubuhnya. Pusaran Energi pun berubah menjadi dantian. Sesuatu yang sangat diinginkan Lin Chen si sampah. Dan lagi, dantian itu berbeda dari dantian biasanya. Dantian itu memancarkan aura keemasan yang sangat murni. Energi Qi di sekitarnya juga terus terhisap masuk kedalam tubuhnya. Bomm! Dan sekali lagi terdengar suara teredam dari dalam. Jiwa tua tapi tubuh muda ini kembali menerobos. Hingga beberapa saat kemudian, Lin Chen membuka mata dan senyuman tersungging di bibirnya. "Bagus sekali." Gumamnya mengepalkan tangan. "Ini...?" Kemudian mengamati dantiannya dan wajahnya berubah terkejut. Ternyata dia telah membentuk dantian Surga. Yaitu dantian legendaris yang di Alam Atas pun sangat jarang muncul. "Bahkan disaat aku berada di puncak kejayaanku, Aku hanya memiliki Dantian Raja." "Aku tidak menyangka akan mendapatkan dantian Surga di kehidupan kedua ini." Lin Chen tersenyum menggeleng. Setelah menenangkan diri, Lin Chen memeriksa isi cincin penyimpanan lagi. Dia membaca satu-persatu nama Kitab Pedang yang ada di sana. Dan semuanya adalah teknik Dewa kelas sempurna. "Aku tidak memiliki teknik tingkat rendah. Di sini juga tidak ada teknik tingkat rendah." Lin Chen mengelus dagu dan terlihat berpikir. Saat ini dia masih terlalu lemah untuk menggunakan teknik Dewa. Selain menjadi incaran semua orang, tubuh fisik yang sekarang juga tidak sanggup menanggung kekuatan itu. "Baiklah." Akhirnya Lin Chen memutuskan untuk tidak menggunakan teknik sempurna. Dengan kata lain, dia akan menulis teknik tidak lengkap dan menggunakannya. Hingga beberapa saat kemudian, Lin Chen menulis 5 teknik tidak lengkap. Dua teknik Pedang dan tiganya lagi adalah teknik tangan kosong. Meski begitu, Lin Chen tidak langsung pulang. Dia menggunakan sisa sumber daya yang ditinggalkan Jian Lie untuk menerobos. 3 bulan kemudian. "Ahli Bumi bintang 4 tahap puncak." Gumam Lin Chen membuka mata dan mengepalkan tangannya. ****** Note: Dia menerobos cepat karena sumber daya dari Alam Atas. Yang bahkan satu butir Pil Dewa bisa menerobos 6-7 tahap di ranah Alam Bawah. ******* Walaupun dia menerobos jauh dalam waktu 3 bulan, tapi tidak ada kepuasan sama sekali di mata Lin Chen. Kekuatan ini hanya sepersepuluh ribu dari kekuatannya yang dulu. "Semua membutuhkan waktu." Desahnya dan berdiri menepuk pakaiannya. Kemudian mendekati kerangka Jian Lie dan menunduk sekali lagi. Dia berterima kasih dan berpamitan pada kerangka itu. Lin Chen ingin keluar dan mencari sumber daya. Selesai berpamitan, Lin Chen menggali tanah dan menguburkan kerangka itu. Whush! Lalu melompat ke bebatuan yang menonjol di tebing dan keluar dari dasar jurang. "Akhirnya aku berhasil keluar." Lin Chen menarik nafas dan menghirup udara segar. Setelah terkurung selama 3 bulan di dasar jurang, akhirnya dia keluar dan terbebas dari sana. "Tenanglah Lin Chen." "Dilihat dari ingatanmu, Ketua Klan adalah Ahli Bumi bintang 7 tahap menengah." "Aku belum bisa membalaskan dendammu pada Tuan Muda Lin." "Tapi kamu jangan khawatir, Aku akan kembali dan membalaskannya." Lin Chen melihat ingatan Lin Chen pemilik tubuh dan mengucapkan janji. Dengan kekuatannya saat ini, Lin Chen belum bisa balas dendam. Dia harus menerobos lebih dulu. Whush! Tidak membuang waktu, dia melompat ke pohon dan melesat ke arah utara. Walaupun tidak ada ingatan tentang Kota-kota yang lain, tapi ingatan itu mengatakan Ibukota Kerajaan dan Kota-kota lain berada di utara. "Bagaimana dengan mereka?" Saat terus bergerak, Lin Chen berhenti di atas pohon tinggi. Dia memikirkan orang tua Lin Chen si pemilik tubuh. Walaupun dia dianggap sampah dan selalu dihina, tapi orang tuannya sangat menyayanginya. "Baiklah." "Aku kembali ke Klan Lin." Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke Klan Lin. Dia yakin orang tua Lin Chen pasti sangat mencemaskannya. Karena sudah membuat keputusan, dia melompat turun dan pergi ke Kota Perak. Di mana Klan Lin berada di Kota itu. Tidak lama kemudian, jalan itu mulai ramai oleh para pedagang dan penduduk desa. Kereta kuda melintas dan para petani membawa hasil panen ke Kota. Beberapa kultivator juga terlihat mendekati Kota dengan menekan aura mereka. "Kota Perak." Lin Chen berhenti dan menatap Gerbang Kota. Dia menarik nafas pelan dan mendekati Gerbang itu. "Bukankah itu si sampah Klan Lin?" Saat tiba di Gerbang Kota, Lin Chen mendengar beberapa orang berbisik mengenainya. Reputasinya sebagai sampah Klan Lin ini sudah terkenal di seluruh Kota. Tidak mengejutkan kalau ada yang mengenalnya. Lin Chen mengabaikan mereka dan masuk kedalam Kota. Dia hanya ingin pergi ke Klan Lin dan menenangkan orang tua pemilik tubuh. "Menyingkir semua! Tuan Muda Bai mau lewat!" Setelah tiba di jalan utama, terdengar suara keras dari depan. Orang-orang pun langsung menyingkir ke pinggir jalan. Lalu seekor kuda hitam melaju di tengah jalan. Yang menungganginya adalah seorang pemuda dengan ekspresi angkuh. Pemuda itu adalah Bai Yun. Tuan Muda Klan Bai. Beberapa saat kemudian. "Kamu masih hidup?" Ekspresi terkejut terlihat di wajah Bai Yun. Kematian Lin Chen sudah menyebar di Kota Perak. Para Tuan Muda dan Nona Muda di Kota itu juga mengetahui semuanya. Tapi saat ini, Bai Yun bertemu dengan Lin Chen. Hal ini membuatnya sangat terkejut. "Apakah Tuan Muda Bai terkejut melihatku?" Lin Chen tersenyum dan mendekat. Dari ingatannya, dia melihat Bai Yun juga sangat sering menindas Lin Chen pemilik tubuh. Sehingga Lin Chen sang Jenderal Perang ingin membalaskannya. "Bajingan. Berani sekali sampah sepertimu mendekati Tuan Muda!" Whush! Teriak anak buah Bai Yun melompat dari kuda. Bomm.. Tinju mereka beradu dan melempar anak buah itu. "Apa?" Seketika itu juga Bai Yun lebih terkejut lagi. Bukankah Lin Chen hanya sampah yang tidak bisa berkultivasi? Kenapa sekarang dia memiliki kekuatan? ******* Ranah Kultivasi di Bintang Kecil (Alam Teratai) Ahli Bumi. Ahli Langit. Ahli Raja. Ahli Kaisar. Ahli Agung. Ahli Suci. Ahli Surga. Ahli Dewa. Setiap ranah terdapat 10 bintang. Dan setiap bintang ada 5 tahapan. Yaitu tahap awal. Tahap menengah. Tahap akhir. Tahap puncak. Dan tahap sempurnaBomm! Bomm! Ledakan menggema dan mengguncang udara. Lebih dari 50 kultivator melepaskan serangan ke arah Gerbang Klan Lin dengan berbagai serangan. Semuanya bercampur menjadi gelombang penghancur. Namun Formasi pelindung hanya bergetar ringan. Riak cahaya menyebar dan menelan semua serangan itu. Pria paruh baya langsung terkejut. "Mustahil." Ucapnya. "Formasi ini tidak mungkin sekuat ini." Tambahnya. Lin Chen tersenyum tenang dan menatap semua musuh. "Kalian selesai menyerang?" Tanyanya. Tidak ada yang menjawab. Lin Chen kembali membuka mulut. "Kalau sudah selesai." "Giliranku." Ucapnya. Whush... Aura Dewa Emas bintang 9 meledak keluar. Ledakan aura mengguncang udara. Langit berubah redup. Lebih dari 50 kultivator langsung berubah raut wajah. "Dewa Emas bintang 9!" Teriak salah 1 pria. "Bagaimana mungkin?" Ucap pria lain. Lin Chen tidak menjawab. Dia hanya melambaikan lengan bajunya. Bomm! Gelombang Energi Qi langsung menyap
Setelah semuanya selesai, Lin Chen meninggalkan Paviliun dan pulang ke Klan Lin.Lin Chen tetap duduk tenang dan Kereta kuda mulai bergerak meninggalkan Paviliun Merak Langit.Yu Jing mengendalikan kuda dengan tenang.Ren Die duduk di sampingnya dan sesekali melihat jalan utama Kota Giok.Suasana terlihat tenang.Namun tidak lama kemudian Ren Die membuka mulut."Tuan."Panggilnya."Silakan."Jawab Lin Chen dari dalam kereta."Ada banyak orang mengikuti kita."Ucap Ren Die.Yu Jing ikut mengangguk."Aku juga merasakan aura mereka.""Ada yang berasal dari Dewa Emas bintang 5.""Ada juga Dewa Emas bintang 7."Tambahnya.Lin Chen menuangkan secangkir Arak Kehidupan dan meminumnya."Biarkan saja."Jawabnya tenang.Yu Jing sedikit terkejut."Tuan tidak khawatir?"Tanyanya."Mereka hanya ingin memastikan siapa pembeli Buah Abadi."Jawab Lin Chen."Selama mereka belum bertindak, abaikan."Lanjutnya."Baik Tuan."Jawab Yu Jing.Kereta kuda terus bergerak.Di sisi lain jalan.Lebih dari 30 kult
Item-item yang dilelang itu adalah senjata, pil obat, teknik kultivasi, dan bahan langka mulai dilelang.Namun Lin Chen tetap tidak bergerak.Waktu berlalu hingga sesi pertama berakhir.Pria tua itu tersenyum."Selamat kepada semua pembeli.""Dan sekarang kita memasuki sesi kedua."Ucapnya.Item yang muncul mulai lebih berharga.Harga awal juga meningkat drastis.5.000 koin emas.8.000 koin emas.12.000 koin emas.Bahkan ada item yang mencapai 30.000 koin emas.Ren Die mulai terkejut."Pelelangan ini benar-benar menghabiskan banyak uang."Ucapnya.Yu Jing tertawa kecil."Orang-orang kaya memang berbeda."Jawabnya.Lin Chen tetap tenang.Perhatiannya hanya tertuju pada daftar item terakhir.Satu jam berlalu dan lelang sesi kedua akhirnya selesai.Pria tua di atas panggung mengambil napas panjang.Kemudian senyum di wajahnya menjadi lebih lebar."Sekarang kita memasuki sesi terakhir."Ucapnya.Kalimat itu langsung menarik perhatian banyak orang.Suasana aula berubah lebih serius.Semua
6 bulan kemudian.Setelah 6 bulan berlalu, perubahan besar kembali terjadi di Klan Lin.Di mana Lin Chen dan semua orang menerobos lagi.Tapi Lin Chen hanya menerobos hingga Dewa Hitam bintang 5 tahap sempurna.Adapun Yu Jing, Lian Hua dan 50 Murid yang lain, mereka menerobos hingga Dewa Emas bintang 7 tahap sempurna.Sedangkan ke 150 Murid baru itu menerobos ke Dewa Emas bintang 3 hingga bintang 4.Hal itu membuat semua orang sangat bersemangat.Bagaimana tidak?Mereka baru 6 bulan mengikuti Lin Chen.Tapi pemuda itu membuat mereka menerobos dari bintang 1 hingga bintang 3 dan 4.Bahkan di Sekte pun mereka tidak mendapatkan kesempatan itu.Selain itu, dia juga memberikan teknik yang lebih baik dari yang mereka miliki.Sehingga kemampuan semua orang meningkat drastis.Sore harinya, Lin Chen sedang menikmati Arak Kehidupan di Halaman Belakang.Tapi ketenangannya itu terganggu dengan kedatangan Yu Jing."Tuan, Ada undangan pelelangan untuk Tuan."Yu Jing melapor dan memberikan undangan.
Mendengar kalimat itu, Yu Jing dan Lian Hua langsung merasa lega. "Terima kasih Tuan." Ucap keduanya bersamaan. Namun Lin Chen kembali bertanya. "Berapa jumlah mereka sekarang?" Tanyanya. Yu Jing segera menjawab. "150 orang." Lin Chen sedikit terkejut. "150 orang?" Ulangnya. "Benar Tuan." Jawab Yu Jing. "80 orang berasal dari Sekte Gunung Pedang." "70 orang berasal dari Sekte Lembah Perawan." Tambah Lian Hua. Lin Chen tersenyum tipis. Jumlah itu jauh lebih banyak dari perkiraannya. Namun baginya itu bukan masalah. Bahkan dia memang berencana membangun kekuatannya sendiri. Kehadiran 150 orang justru membantu rencananya. "Bagaimana karakter mereka?" Tanyanya.
Lin Chen kemudian membentuk mereka menjadi 2 Regu. Tujuan awal dia membeli mereka adalah karena hal itu. Regu 1 dipimpin oleh Yu Jing, sedang Regu 2 dipimpin oleh Lian Hua. Setelah pembentukan Regu selesai, Lin Chen memberikan cincin penyimpanan pada kedua Kedua Regu itu. Dia menyuruh mereka membagikannya dan meningkatkan kekuatan. Dia juga memberitahu mereka kalau dia memiliki 2 orang anak. Satu perempuan dan satunya laki-laki. Setelah semuanya selesai, mereka membubarkan diri dan meninggalkan Lin Chen sendirian. "Entah seperti apa perubahan kedua anak ini." Lin Chen juga bangkit dan meninggalkan Aula Utama. Dia pergi ke rumah Utama dan langsung ke Dunia Jiwa. Setibanya di sana, pemuda ini masuk ke Aula Utama untuk mencari kedua anaknya. "Ayah." Dan benar saja. Lin Yao dan Li
Di Sebuah Pegunungan. Whush.. Whush... Lin Chen dan rombongan dari Kerajaan Yin muncul di sana. Lalu rombongan dari Kerajaan lain, Kekaisaran lain, kekuatan-kekuatan super dan Klan Kuno juga berdatangan satu persatu.
Di lantai 3 Paviliun Angsa Putih.Saat ini Lin Chen dan Han Yue duduk berhadapan di sebuah meja.Mereka juga telah memesan makanan dan meja itu dipenuhi makanan.Sejak mereka keluar dari Paviliun tempat mereka menginap, Han Yue ingin mengatakan sesuatu pada Lin Chen.
Setelah tiba di depan ketiga Tetua Agung, Lin Chen menyerahkan token itu pada mereka. "Tetua Agung, Token ini aku serahkan kepada Sekte." Ucapnya pelan. Kalimat sederhana itu membuat Tetua Mu terdiam beberapa saat. Tatapan pria tua itu berubah semakin rumit. Dia sadar Lin Chen bukan hanya
"Bagaimana mungkin?" Tetua Istana Awan langsung berdiri dengan wajah terbelalak. Hanya satu hentakan kaki dari Lin Chen, puluhan Murid Elite langsung beterbangan. Pemandangan itu terlalu mengejutkan. Sementara itu d atas arena, peserta y







