LOGINSetelah meninggalkan Aula Utama Kerajaan Lin, Lin Chen pergi di Provinsi Barat tanpa membawa pengawal. Dia mengenakan pakaian sederhana dan menyembunyikan auranya agar tidak menarik perhatian. Beberapa hari kemudian, Lin Chen tiba di wilayah Provinsi Barat. Pemandangan yang dia lihat membuat alisnya bergerak. Ladang gandum, Jagung, sawah dan perkebunan buah terlihat kering semua. Sungai kecil juga menyusut dan banyak lahan pertanian tidak bisa digunakan. Lin Chen berjalan melewati beberapa Desa kecil dan mendengar percakapan para penduduk. Di sebuah Desa pertanian, seorang pria tua duduk di depan rumah kayu sambil memegang beberapa batang gandum kering. "Sudah 6 bulan tidak ada hujan yang cukup. Tanaman kami gagal tumbuh dengan baik." ujar pria tua itu dengan suara lemah. Seorang wanita di sampingnya menghela napas dan menatap ladang di depan rumah.
Di sisi lain.Feng Rui memimpin 200 ribu pasukan menyerang Benteng Utara Kerajaan Zhang.Benteng itu dijaga oleh 70 ribu Prajurit dan 2 Jenderal Dewa Hitam.Seorang Jenderal Dewa Hitam bintang 2 tertawa dingin. "Pasukan Kerajaan Lin hanya pasukan baru.""Habisi mereka!"Puluhan ribu Prajurit Kerajaan Zhang menyerang.Feng Rui mengangkat pedangnya dan aura Dewa Hitam menyebar."Formasi Bilah Angin."Whush...500 Murid membentuk formasi dan ribuan bilah Angin berputar.Slash... Slash...Bomm!Ledakan menggema dan gelombang kejut menyapu."Aaargh..."Jeritan menggema dan barisan depan Kerajaan Zhang roboh.Feng Rui melesat ke arah benteng dan pedangnya memancarkan cahaya hijau."Pedang Angin Langit."Slash...Bilah Energi menghantam pintu benteng.Bomm!Ledakan menggema dan gelombang kejut menyapu.P
3 hari kemudian.Setelah 3 hari berlalu, Lin Chen dan para bawahannya berkumpul di Kerajaan Qiong.Dan saat ini, mereka semua berada di Aula Utama Istana."Tuan, Kekalahan yang dialami Kekaisaran She ini sudah menyebar luar.""Dan kekalahan itu memicu ketakutan bagi Kerajaan-kerajaan yang lain.""Selain itu, Lebih dari 200 ribu budak yang ingin bergabung dengan Aula Kematian kita." Yu Jing berlutut dan melapor satu demi satu pada Lin Chen.Adapun Lin Chen, pria ini mengelus dagu dan mengangguk pelan."Karena mereka ingin bergabung dengan kita, maka biarkan mereka bergabung." ucapnya pelan."Namun harus diperhatikan saat melakukan perekrutan. Jangan sampai ada pihak lain yang menyamar dan mengacau dari dalam." lanjutnya lagi."Kami mengerti, Tuan." jawab ke 10 Komandan serempak."Tuan, Semua budak memiliki tanda di punggung mereka. kami bisa mengenali mana budak dan mana yang bukan." ucap Han Wei menjelaskan."Bagus. Lakukan perekrutan sekarang juga. Setelah pasukan kita terbentuk, kit
"Aaargh..."Jeritan menggema dan barisan pasukan Kekaisaran kembali roboh.Lian Hua menyapu pandangannya ke arah para Perwira Kekaisaran yang masih tersisa."Masih ada yang ingin melawan?" ucapnya dengan senyum dingin.Seorang Jenderal Dewa Hitam bintang 5 menggertakkan gigi dan menggenggam tombaknya."Jangan takut. Mereka hanya 5 ribu Murid!" teriaknya memberi semangat."Bunuh mereka!""Bunuh!"Puluhan ribu Prajurit Kekaisaran kembali melesat.Aura Dewa Emas dan Dewa Hitam bergolak dan berbagai Teknik Energi Qi melesat dari berbagai arah.Bomm!Ledakan menggema dan gelombang kejut menyapu medan perang.Han Wei tertawa dingin. "Pasukan seperti ini masih berharap menang?"Slash...Bilah Energi biru menyapu udara dan puluhan Prajurit terbelah."Aaargh..."Jeritan menggema dan darah menyembur ke berbagai arah.Di sisi lain.Gu Shan tertawa keras dan kapak besarnya memancarkan cahaya keemasan."Kapak Penghancur Gunung!"Bomm!Ledakan menggema dan gelombang kejut menyapu.Barisan depan pas
Menjelang sore, 500 ribu pasukan Kekaisaran She terlihat menghitam dari arah timur. "Semuanya bersiap. Mangsa sudah mendekat!" teriak Yu Jing mengangkat tangan. Whush... Whush.. Ke 5 ribu Murid Aula Kematian pun terbang ke atas dan berbaris di udara. Seolah-olah mereka sedang berdiri di atas tanah. Tidak lama kemudian, ke 500 ribu pasukan Kekaisaran itu tiba dan berhenti 150 meter di depan. "Hahaha... Hanya 5 ribu pasukan dan berani menunggu kami?" Jenderal Mo tertawa keras saat melihat 5 ribu Murid Aula Kematian. "Apa kalian mendengarnya, Anak-anak Serigala ku? Kawanan Domba tidak sadar telah masuk ke sarang Kawasan Serigala." "Hahahaha..." Namun reaksi Yu Jing dan semua orang justru terlihat senang.
2 jam kemudian.Setelah 2 jam berlalu, semua Pejabat dan Bangsawan yang mendukung perbudakan pun dibantai tanpa sisa.Bahkan anak-anak dan perempuan juga tidak ada yang dilepaskan begitu saja.Kemudian harta mereka dikuras tanpa meninggalkan sedikit pun."Tuan, Istana Kerajaan sudah kami duduki." Yu Jing lalu mengirim laporan pada Lin Chen."Bagus." Lin Chen mengangguk puas."Setelah beristirahat satu hari, Bergerak lah ke perbatasan timur. Sambut pasukan Kekaisaran di Benteng pertahanan!" lanjutnya memberi perintah."Baik Tuan." jawab Yu Jing.Keesokan harinya.Cahaya mentari menyinari Ibukota Kerajaan Qiong yang sudah berada di bawah panji Aula Kematian.Di Aula Utama Istana.Yu Jing menatap 9 Komandan di hadapannya dan membuka gulungan peta."Perintah Tuan sudah jelas. Kita akan membentuk 5 kelompok dan bergerak ke arah Timur." ucapnya lalu jarinya menunjuk wilayah timur.Semua Komandan mengangguk.Han Wei menatap peta. "Kelompok akan dibagi bagaimana?""Aku memimpin Kelompok 1, H
Pertempuran di Gerbang Klan Lin baru saja berakhir. Darah masih mengalir dan mayat para Murid Klan Bai berserakan di mana-mana. Angin siang bertiup pelan dan membawa bau darah yang menusuk hidung. Setelah pertempuran, para Murid Klan Lin beristirahat dan menatap mayat yang berserakan. Sebagi
"Duduklah. Ibu akan memasak makanan kesukaanmu."Mei Lan lalu pergi ke dapur dan memasak untuk Lin Chen.Tidak lama kemudian, aroma makanan mulai tercium dari ruang tamu.Sedangkan Lin Chen duduk di ruang tamu dan mengamati rumah itu.Rumah kecil itu berdindingkan kayu dan sudah tua.Meski begitu,
Bai Yun terkejut melihat anak buahnya terlempar ke belakang."Bajingan! Ternyata kamu sudah memiliki kekuatan!"Teriak Bai Yun kaget.Orang-orang yang memberikan jalan juga berkumpul dan menonton.Semua orang di Kota Perak mengenal Lin Chen.Dia hanya sampah Klan Lin yang tidak bisa berkultivasi.T
"Namaku adalah Jian Lie." "Jika seseorang menemukan tempat ini, Berarti langit telah mempertemukan kita." Ketika membaca nama itu, Lin Chen seolah mengingat satu nama. "Jian Lie? Bagaimana mungkin?" Dia menatap kerangka itu dengan ekspresi tidak percaya. Nama itu tidak asing baginya. Di







