Share

Bab 3

Author: Sansan
Padahal, saat putraku lahir, hanya karena kadar bilirubinnya sedikit tinggi dan dia harus menjalani terapi sinar biru, Axel sudah sangat panik. Dia membatalkan semua pekerjaan dan menjaga Daniel selama dua puluh empat jam penuh.

Rasa dingin di hatiku semakin menjadi. Aku duduk kembali dan lanjut memeriksa bukti perselingkuhan mereka.

Tiba-tiba, akun Yulia memperbarui unggahannya.

Dalam video itu, dia mengenakan pakaian yang sama saat menemuiku tadi. Sudut matanya tampak sembap karena air mata, terlihat sangat malang.

"Mantan istri Pak Axel bikin ulah lagi. Dia bilang aku nggak pantas menjadi ibu dari anaknya. Aku sangat takut."

Dia mengendus pelan, lalu berpura-pura tidak sengaja memperlihatkan isi percakapannya dengan Axel.

"Tapi untungnya Pak Axel sangat sayang padaku. Dia berjanji akan menemaniku hadir di rapat orang tua murid besok. Akhirnya aku akan menjadi ibu bagi anak itu, aku sangat gugup."

Dia ternyata tidak memberi tahu Axel bahwa aku sudah kembali?

Melihat foto profil biru milik Axel yang tidak pernah berubah sejak putra kami lahir, aku tersenyum tipis.

Baguslah. Karena besok adalah rapat orang tua murid, tidak aneh jika aku, ibu kandung Daniel, juga hadir, bukan?

Keesokan harinya, di acara rapat orang tua murid di sekolah.

Aku berdandan sederhana agar tidak mencolok dan membaur di kerumunan, lalu duduk di pojok kelas putraku.

Baru saja duduk, Axel mengirimiku pesan.

[Serly, apa pekerjaanmu lancar? Kapan pulang ke rumah?]

Dia sedang menyelidiki keberadaanku.

[Aku baru saja tiba di tempat kerja. Sudah dulu ya, rapatnya mau mulai.]

Aku menjawab asal.

Kolom percakapan menunjukkan dia sedang mengetik, lalu muncullah centang dua yang menandakan pesan telah diterima.

Persis seperti foto profil Yulia.

Rasanya muak sekali. Aku tidak membalas lagi dan menyimpan ponselku.

Yulia naik ke atas mimbar sebagai wali kelas baru semester ini.

Yulia berdandan khusus hari ini. Dia mengenakan terusan berwarna krem yang simpel, rambutnya dikepang ke samping, dan wajahnya dipulas riasan yang cantik.

Berbeda dengan sikap pengecutnya kemarin, kini dia terlihat berusaha keras menampilkan aura keibuan.

Semakin dilihat, semakin memuakkan.

"Selamat malam, Bapak dan Ibu wali murid. Tema rapat kita hari ini adalah 'Keluarga Harmonis'. Keluarga adalah pelabuhan terpenting bagi anak-anak. Sebagai orang tua, kita harus peduli pada kesehatan mental anak dan menciptakan lingkungan keluarga yang bahagia dan harmonis ...."

Di atas panggung, dia berbicara panjang lebar di hadapan para wali murid, bahkan menceritakan beberapa cerita pendek tentang pentingnya tanggung jawab orang tua terhadap keluarga.

Namun ironisnya, orang yang menghancurkan keluargaku adalah dia sendiri.

Yang lebih sarkastis lagi, setelah mengatakan itu semua, dia tiba-tiba mengetuk papan tulis dan menatap para wali murid dengan wajah tersipu.

"Sebenarnya, hari ini ada satu hal lagi yang ingin saya umumkan. Putra saya, Daniel, juga berada di kelas ini."

Yulia lalu menoleh dan melambai ke arah pintu. "Axel, Daniel, ayo masuk."

Ruang kelas seketika riuh.

Axel menggandeng tangan putra kami dan berjalan perlahan memasuki kelas. Dia tampak rapi dengan setelan jas hitam, rambutnya ditata klimis ke belakang, dan di tangannya melingkar jam tangan mewah pemberianku.

Sedangkan putra kami, pakaiannya tampak kusut, rambutnya lepek menempel di dahi, dan dia terlihat sedang demam.

Hatiku serasa diremas. Aku hampir tidak bisa menahan diri untuk tidak maju dan merebut putraku kembali.

Namun, logika memberitahuku bahwa sekarang bukan saatnya. Aku harus menunggu sampai Yulia mengakui sendiri hubungan asmaranya dengan Axel secara terang-terangan, agar aku bisa menghancurkan reputasinya sepenuhnya.

"Halo semuanya, saya adalah suami Yulia, Axel."

Dia menarik tangan putra kami yang tampak linglung, dengan senyum lembut yang sangat kukenali. Namun, kata-kata yang keluar dari mulutnya membuat sekujur tubuhku terasa dingin.
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 12

    Mungkin karena itulah, Yulia menghalalkan segala cara untuk mendekati Axel. Ada banyak jalan dalam hidup. Namun, jika memilih jalan pintas, dia harus siap menanggung konsekuensi pahitnya.Setelah Yulia, giliran Axel yang datang. Dia menghadangku di taman favorit putra kami, berusaha menggunakan "kasih sayang seorang ayah" yang sebenarnya tidak ada, untuk membuatku berubah pikiran."Serly, selama bertahun-tahun menikah, aku hanya melakukan satu kesalahan ini. Daniel masih kecil, dia nggak bisa hidup tanpa ayahnya. Demi anak kita, maafkan aku sekali ini saja!"Aku menatap pria yang terasa asing di depanku ini dengan perasaan getir. Dulu, demi anak, aku sudah memberinya kesempatan yang tak terhitung jumlahnya. Aku pun tersenyum pahit."Axel, bagiku ini sudah nggak ada artinya. Kalau salah, ya tetap saja salah, kenapa kamu berpikir aku akan memaafkanmu?" "Sebagai suami, kamu selingkuh. Sebagai Ayah, kamu membiarkan anakmu ditindas.""Apa hakmu minta maaf?"Mata Axel memerah, wajahnya

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 11

    [Tadi Yulia sengaja menggiring kita untuk menghujat orang ini. Astaga, aku tadi membelanya, ternyata aku cuma dimanfaatkan!] [Nona Serly jadi pengasuh? Astaga, kudengar saat Nona Serly masih SD saja, pengasuhnya ada seratus orang. Ngapain dia jadi pengasuh?]Dalam sekejap, reputasi influencer besar itu runtuh. Beberapa kisah pribadiku mulai terungkap. Kisah tentang wanita yang berani mencintai dan berani membenci pun diketahui publik. Berani melawan keluarga demi cinta, tetapi justru dikhianati dan difitnah oleh orang yang dicintainya.Teman-teman di daftar kontak Yulia mulai mengambil tangkapan layar dari momen-momen di media sosialnya dan mengunggahnya ke internet. Dia pun dijuluki netizen sebagai "Mbak Ratu". Dia memanen buah pahit dari perbuatannya sendiri. Perundungan di internet kini berbalik menyerang Yulia seperti banjir bandang.Sedangkan Axel, setelah tahu aku adalah putri Perusahaan Tirtana, dia segera menunjukkan kesetiaannya. "Serly, ternyata kamu diam-diam sudah b

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 10

    Ada orang yang memercayai kata-katanya, tapi tentu saja banyak juga yang tidak. Kegaduhan di luar menarik perhatian Axel, yang kemudian berjalan ke arah kami.Saat pertama kali melihatku, matanya menunjukkan binar kekaguman sesaat. Sebuah detail yang langsung ditangkap oleh Yulia. Wanita itu menggertakkan giginya, wajahnya terlihat sangat mengerikan karena sangat marah."Kak Axel, dia sengaja datang ke sini untuk merusak acara kenaikan jabatanmu!"Kekaguman di mata Axel lenyap seketika, digantikan oleh rasa jijik dan tidak sabar. "Serly, apa yang kamu lakukan di sini?"Harus kuakui, mereka memang pasangan serasi. Kalimat pertama yang mereka ucapkan padaku sama persis. "Ikut rapat," jawabku singkat.Mendengar itu, amarah Axel meledak. Dia melangkah maju dan melayangkan tamparan keras ke wajahku. Plak!"Apa belum cukup kamu menghancurkan Yulia? Sekarang kamu mau menghancurkanku juga?"Axel refleks menganggapku datang untuk membuat kekacauan. Kalimat "ikut rapat" tadi seolah menjad

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 9

    Bagi orang pintar, makna tersirat dari perintah itu sangat jelas. Siapa lagi yang bisa melakukan siaran langsung selain Yulia?Axel merasa sangat senang dalam hati. Ternyata Wakil Presiden yang baru ini sangat mengenal orang-orang di sekitarnya. Dia membatin, 'Sepertinya hadiah-hadiah itu nggak sia-sia. Posisi Direktur Pemasaran kali ini pasti jadi milikku!'Aku melihat ekspresi kegembiraan Axel melalui kamera pengawas, sudut bibirku sedikit terangkat. Sambil meminta sekretaris untuk memeriksa laporan keuangan perusahaan, aku mengeluarkan ponsel dan mengiriminya pesan.[Axel, setelah beberapa hari ini, apa nggak ada yang mau kamu jelaskan?]Balasannya sangat tegas. [Jelaskan apa? Semuanya hanya kesalahpahaman, tapi kamu malah perhitungan. Serly, aku beri tahu kamu, kalau kau nggak meminta maaf kepada Yulia, aku nggak akan pernah memaafkanmu seumur hidup! Kalau bukan karena kamu yang lalai menjaga anak, Yulia nggak akan bersusah payah menjadi ibu untuk Daniel!]Tidak kusangka, pria

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 8

    "Bukannya seharusnya suami istri melewati suka dan duka bersama? Saat Pak Axel paling membutuhkannya, dia memilih pergi. Kenapa sekarang setelah Pak Axel sukses, dia ingin kembali?" "Nona Serly kemudian menggunakan identitas pengasuh untuk menempel secara nggak tahu malu. Karena kami nggak mau memberi pengaruh buruk pada anak, kami mengatakan kepada publik bahwa Nona Serly adalah pengasuh di rumah." "Lalu tentang Daniel ... aku sudah berusaha keras untuk menjadi ibu yang baik. Tapi aku tetap ditolak. Baru sekarang aku sadar betapa sulitnya menjadi ibu tiri. Sangat susah untuk masuk ke dalam hati seorang anak." "Hari itu, Nona Serly mengamuk di sekolah karena gagal merayu Pak Axel, yang akhirnya membuatku kehilangan pekerjaan. Tapi aku akan tetap menghadapi hidup dengan positif, karena pasanganku membutuhkanku."....Banyak sekali omong kosong yang dia katakan. Aku hanya bisa tertawa melihat isi videonya. Di saat yang sama, Axel juga mengunggah pernyataan di X.[Jalan di depan mema

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 7

    Wajah Yulia memerah karena marah, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Tak lama kemudian, tubuhnya tampak limbung dan terhuyung mundur. Axel segera merangkulnya dan membentakku, "Apa kamu nggak tahu kalau Yulia punya penyakit jantung?""Lalu apa hubungannya denganku?" jawabku dingin.Axel mengangkat Yulia dengan gaya bridal style. Saat melewatiku, dia berbisik dengan gigi terkatup rapat, "Kalau sampai terjadi sesuatu pada Yulia, aku nggak akan melepaskanmu!" "Serly, kamu benar-benar membuatku kecewa!"Melihat punggung Axel yang pergi dengan tergesa-gesa, hatiku terasa sangat getir. Aku tidak menyangka akan mendengar kalimat ancaman keluar dari mulutnya.Kecewa? Axel, Axel. Sebenarnya aku sudah lama kecewa padamu. Hanya saja, kenangan selama bertahun-tahun ini membuatku masih menyimpan sedikit harapan.Aku harus berterima kasih pada Yulia, karena telah membantuku melihat wajah asli Axel dan menghancurkan imajinasi terakhirku. Kasih sayang yang dulu hanya milikku, kini telah be

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status