Share

Bab 64 : Saat Masalalu

Penulis: Atria
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-15 20:44:03

Sudah tiga hari berturut - turut, Shin diam.

Terlalu diam.

Dan itu membuatku gelisah.

Kenzo tahu. Dia bisa membaca kegelisahanku bahkan sebelum aku membuka mulut. Tapi pagi ini, dia juga tampak tak tenang.

“Dia sedang menunggu celah,” gumamnya sambil mengecek layar. “Dan celah itu... bukan aku. Tapi kamu.”

Aku menatapnya, membeku.

“Kamu pikir dia akan menggali... masa laluku?”

Kenzo tidak menjawab. Tapi sorot matanya cukup untuk jadi peringatan.

Pukul dua siang, guncangan pertama datang.

Salah satu stasiun berita mengangkat tajuk utama:

“CEO Firma Hukum Alya R. Nakamura Ternyata Pernah Ditangkap dalam Aksi Unjuk Rasa Gelap di London?”

Mataku membelalak.

“Tidak mungkin…”

Seketika layar - layar di kantorku menyala. Semua orang membaca hal yang sama.

“Dua tahun lalu, aksi protes mahasiswa Indonesia di London yang sempat ricuh, ternyata diikuti oleh Alya Rahma — nama yang kini sedang naik daun sebagai pejuang integritas bisnis.”

“Apakah ini bukti bahwa dia radikal, atau hanya korban frami
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Bayaran Cinta Sang Miliarder   BAB 79 : KEHANCURAN YANG DIHARAPKAN

    Dua minggu setelah menerima surat dari Pak Sudarto, Alya telah mengumpulkan semua keberanian yang dia miliki untuk mencari tahu siapa orang yang sebenarnya berada di balik semua rencana jahat itu. Dia menemukan loker yang disebutkan Pak Sudarto di kantor lama perusahaan konstruksi yang telah dibubarkan, dan di dalamnya terdapat tumpukan dokumen yang membuatnya menggigil saat membacanya. Hari itu pagi, Alya mengundang Raka, Nadia, Amanda, dan keluarga dekatnya untuk berkumpul di kantor yayasan. Ruangan terasa lebih kecil dari biasanya karena ketegangan yang memenuhi udara. Semua orang melihat Alya dengan wajah yang penuh dengan pertanyaan saat dia meletakkan tumpukan dokumen di atas meja besar. “Saya punya sesuatu yang harus saya tunjukkan kepada kalian semua,” ucap Alya dengan suara yang tegas namun penuh dengan kesedihan. “Ini adalah bukti yang saya temukan dari loker Pak Sudarto. Bukti yang menunjukkan bahwa ada orang lain yang memiliki peran utama dalam semua yang terjadi pada ki

  • Bayaran Cinta Sang Miliarder   BAB 78 : KEBENARAN

    Tiga minggu telah berlalu sejak Dina datang dengan dokumen dari ayahnya, dan kehidupan Alya serta orang - orang di sekitarnya terasa seperti berada di atas gunung es yang siap runtuh kapan saja. Dokumen tersebut menunjukkan bahwa Rizky telah merencanakan semuanya sejak awal — mulai dari membuat Nadia dekat dengan Raka hingga mencoba menghancurkan yayasan beberapa tahun kemudian. Segala sesuatu yang mereka anggap sebagai pilihan pribadi ternyata merupakan bagian dari permainan yang dirancang dengan cermat untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan. Hari itu pagi, Alya, Raka, dan Nadia berkumpul di kantor yayasan untuk membahas apa yang harus dilakukan dengan bukti baru ini. Ruangan terasa dingin meskipun udara luar sedang panas, dan suasana penuh dengan ketegangan yang bisa diraba. “Kita tidak bisa menyembunyikan ini lagi,” ucap Raka dengan suara yang tegas. “Semua orang berhak tahu bahwa mereka bukan hanya korban dari kesalahan kita, tapi juga dari permainan yang dirancang oleh Rizk

  • Bayaran Cinta Sang Miliarder   BAB 77 : YANG TIDAK DIHARAPKAN

    Empat bulan telah berlalu sejak acara “Bunga untuk Kebenaran” yang sukses mengungkapkan kecurangan Rizky. Kasusnya sedang dalam proses pengadilan, dan banyak bukti yang telah dikumpulkan menunjukkan bahwa dia telah terlibat dalam berbagai praktik korupsi dan kecurangan selama bertahun - tahun. Yayasan “Bunga untuk Semua” akhirnya bisa melanjutkan pembangunan gedung baru, dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat yang semakin besar.Hari itu adalah hari peresmian gedung baru yayasan yang terletak di kawasan baru di pinggiran Kota A. Gedung tiga lantai dengan desain modern namun hangat ini dilengkapi dengan ruang pelatihan, ruang bermain anak - anak, perpustakaan kecil, dan juga kebun bunga yang akan digunakan untuk menanam bibit - bibit bunga yang akan diberikan kepada masyarakat.Ratusan orang datang untuk menghadiri acara peresmian, termasuk pejabat pemerintah, pengusaha yang memiliki integritas, serta banyak anak - anak dan keluarga yang telah mendapatkan manfaat dari program y

  • Bayaran Cinta Sang Miliarder   BAB 76 : AKSI YANG HARUS DILAKUKAN

    Hanya seminggu lagi sebelum acara “Bunga untuk Kebenaran” digelar, dan suasana di kantor yayasan semakin tegang namun penuh dengan semangat. Ribuan orang telah mendaftarkan diri untuk menghadiri acara tersebut setelah berita tentang kecurangan Rizky mulai menyebar luas melalui media sosial dan liputan media massa yang semakin banyak. Namun dengan semakin dekatnya acara, ancaman dari pihak Rizky juga semakin nyata. Hari itu pagi, Alya datang ke toko “Hati yang Baru” untuk mengambil bunga - bunga yang akan digunakan sebagai dekorasi acara. Namun dia terkejut ketika melihat pintu toko yang patah dan barang - barang di dalamnya berantakan. Beberapa pajangan bunga hancur berkeping - keping, dan catatan kasar tertulis di dinding dengan semprotan warna hitam: “HENTIKAN SEMUA APA YANG KAMU LAKUKAN, ATAU AKAN ADA KERUSAKAN LEBIH BESAR.” Sari yang sudah ada di toko menangis sambil membersihkan puing - puing. “Bu Alya... saya tidak tahu siapa yang melakukan ini. Saya datang hanya beberapa meni

  • Bayaran Cinta Sang Miliarder   BAB 75 : JEJAK KECURANGAN YANG TERSEMBUNYI

    Empat hari telah berlalu sejak pertemuan dengan Rizky, dan situasi semakin memburuk. Kontraktor telah menghentikan semua pekerjaan pada gedung baru yayasan, dan beberapa sponsor mulai menarik dukungan mereka dengan alasan tidak ingin terlibat dalam masalah yang tidak jelas. Alya menghabiskan hampir setiap jamnya di kantor yayasan bersama Raka dan Nadia, mencoba mencari solusi untuk masalah yang semakin kompleks.Hari itu pagi, Alya sedang memeriksa dokumen keuangan yayasan ketika Sari masuk dengan wajah yang penuh dengan kegembiraan. “Bu Alya! Ada seorang pria yang ingin bertemu dengan Anda. Dia bilang dia punya informasi penting tentang kontraktor yang bekerja sama dengan kita.”Alya mengangkat alisnya dengan penasaran. “Siapa dia? Dan apa yang dia bisa beritahu kita?”“Saya tidak tahu pasti, Bu. Dia hanya bilang namanya Budi dan pernah bekerja sebagai supervisor di proyek kontraktor itu,” jawab Sari. “Dia bilang dia tidak bisa tinggal diam melihat uang orang banyak disia-siakan kare

  • Bayaran Cinta Sang Miliarder   Bab 74 : BENCANA YANG DATANG TIDAK DIHARAPKAN

    SEASON 2*****Sepuluh tahun telah berlalu sejak yayasan “Bunga untuk Semua” didirikan. Kota A telah mengalami banyak perubahan — bangunan - bangunan tinggi menjulang ke langit, jalan - jalan baru dibangun, dan kehidupan kota semakin ramai. Namun toko bunga “Hati yang Baru” tetap berdiri kokoh di lokasinya yang asli, menjadi saksi bisu dari perjalanan panjang Alya dalam membangun kehidupan yang penuh makna.Hari itu pagi sekali, Alya sudah berada di toko untuk mempersiapkan pesanan besar untuk acara peresmian gedung baru yayasan. Arif sedang berada di luar kota untuk mengikuti konferensi dokter hewan, jadi Alya bekerja sendirian bersama beberapa karyawannya. Suara mesin pendingin yang berdenyut dan aroma bunga segar memenuhi ruangan toko yang kini telah direnovasi menjadi lebih luas dan nyaman.“Bu Alya, ada pesan dari kantor yayasan!” teriak Sari yang kini telah menjadi manajer utama toko. “Mereka bilang ada masalah dengan bahan bangunan yang akan digunakan untuk gedung baru. Ada kem

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status