Dirty Office

Dirty Office

last updateLast Updated : 2026-01-14
By:  CyntaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
10Chapters
7views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Aruna Zevania Louisa tidak menyangka, ia bekerja di sebuah perusahaan kontrasepsi milik sahabatnya yang juga cinta pertamanya, Keenan Ignazio Arkana. Sayangnya perpisahan mereka saat itu berakhir tidak baik.  Kini Keenan bos di kantornya yang tampak selalu menargetkan Aruna hingga permusuhan keduanya diketahui seluruh karyawan kantor. Hingga suatu hari, sebuah perdebatan sengit berujung pada insiden konyol membuat Aruna tanpa sengaja mengetahui rahasia besar Keenan, rahasia yang memalukan sekaligus mengejutkan. “Pak Keenan. Saya tidak percaya anda benar-benar membutuhkan alat ini..” Rahang pria itu mengeras saat perempuan yang ia mati-matian jauhi kini memegang kendalinya. "Jangan kamu pikir kamu mengetahui rahasiaku, kamu bisa menangani ku kalau aku benar-benar lepas kendali?"

View More

Chapter 1

Bab 1 Ukuran privasi

Suara derit kursi kulit di ruangan itu terdengar seperti geraman di telinga Aruna. Di seberang meja, Keenan pria yang beberapa tahun lalu membuangnya seperti sampah kini menatapnya dengan tatapan sedingin es kutub.

​"Jelaskan. Kenapa laporan penjualan Kontrasepsi Ultra Thin berantakan?”

​Aruna mengepalkan tangannya di bawah meja, menahan kekesalannya setiap kali Keenan memarahinya. "Berantakan? Saya sudah membandingkan dari lima produk kompetitor, Pak Keenan. Ini akal akalan bapak cari kesalahan saya, kan?"

​Keenan berdiri dari kursinya. Postur tubuhnya yang menjulang tinggi memancarkan bayangan yang mengintimidasi.

Ia melangkah perlahan mengitari meja, mendekat ke arah Aruna hingga aroma parfum sandalwood dan maskulinitas yang kuat menyerbu indra penciuman wanita itu.

​"Memecatmu terlalu mudah, Aruna.." bisik Keenan tepat di samping telinga Aruna, membuat bulu kuduknya meremang.

“Mudah bagaimana, Pak? Saya bukan wanita yang bisa anda buang seperti dulu!” Aruna menatap tajam mata Keenan walaupun tubuhnya kini sedikit bergetar.

“Perbaiki laporanmu!” Keenan meraih map di atas meja lalu memberikannya pada Aruna dengan kesar. “Saya tunggu sebelum jam pulang!” Dengan santai Keenan kembali ke kursinya.

Sementara Aruna menatap punggung Keenan geram. Kalau bukan karena dia adalah bosnya, sepatu hak ini sudah sampai ke pipinya!

**

​Perdebatan pagi itu kini berlanjut hingga ke ruang penyimpanan sampel produk baru. Saat Aruna berusaha mengambil kotak prototipe di rak paling atas, ia tidak tahu kalau Keenan berdiri tepat di belakangnya, mengawasi setiap geraknya dengan pandangan menghakimi sekaligus mengejek.

​"Biar saya saja. Kamu terlalu pendek," ejek Keenan.

​"Aku bisa sendiri! Minggir!" Aruna berjinjit, tangannya menggapai-gapai.

​Tiba-tiba, kakinya tersangkut kabel pemanas ruangan yang menjuntai di lantai. Aruna kehilangan keseimbangan. 

Secara refleks, ia menarik kemeja Keenan untuk bertahan. Tubuh mereka bertabrakan hebat. Keenan mencoba menyeimbangkan diri, tapi lantai yang licin karena sisa cairan pelumas dari botol yang bocor membuat mereka berdua jatuh tersungkur ke lantai.

​Aruna mendarat tepat di atas tubuh kekar Keenan. Napasnya memburu, wajahnya hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajah pria itu. Keheningan yang menyesakkan begitu terasa dalam ruangan itu.

​Namun, rasa sakit akibat jatuh segera berganti dengan sesuatu yang janggal. Sesuatu yang Aruna rasakan di balik saku celana milik Keenan yang kini terhimpit oleh pahanya.

​"Singkirkan tanganmu, Aruna," desis Keenan, wajahnya mendadak pucat. Bukan pucat karena marah, tapi sesuatu yang tampak seperti... Ketakutan.

​Aruna, yang masih dalam mode kesal dan emosi, justru merasa ada yang aneh. "Apa ini? Bapak membawa senjata tajam ke kantor, Pak? Untuk melindungi diri dari apa?”

​Tanpa berpikir panjang dan didorong rasa penasaran serta sisa amarahnya, Aruna meraba benda keras yang menonjol di saku celana Keenan. Ia mengira itu adalah ponsel atau mungkin alat perekam rahasia.

​"Aruna, jangan—-"

​SRAK!

​Karena posisi mereka yang kikuk, kain saku celana Keenan yang tipis itu justru robek saat Aruna mencoba menarik benda tersebut. 

Bukan ponsel. 

Bukan senjata.

​Sebuah benda silikon medis berbentuk aneh dengan ukiran-ukiran kecil yang sangat spesifik jatuh ke lantai. Aruna terpaku. Sebagai staf di perusahaan kontrasepsi terkemuka, ia tahu persis benda apa itu. Itu adalah alat bantu medis khusus untuk... Masalah fungsi pria yang sangat spesifik dan langka.

​Aruna menatap benda itu, lalu menatap wajah Keenan yang kini memerah padam hingga ke telinga. Sang CEO yang dingin, perfeksionis, dan selalu tampak perkasa di depan publik, ternyata menyembunyikan rahasia medis yang bisa menghancurkan reputasi 'kejantanannya' dalam sekejap.

​"Jadi..." Aruna berbisik, suaranya bergetar antara syok dan kesadaran akan kartu as yang baru saja jatuh ke tangannya. "Ini alasan bapak selalu menolak kencan dengan para model itu, Pak Keenan?"

​Rahang Keenan mengeras. Matanya berkilat tajam, namun kali ini ada permohonan yang tersirat di sana. "Satu kata keluar dari mulutmu, Aruna... Aku pastikan hidupmu berakhir."

​Aruna perlahan berdiri, merapikan roknya, lalu tersenyum tipis, senyum pertama yang ia berikan pada Keenan sejak mereka bertemu kembali.

Keenan masih terbaring di lantai, napasnya memburu dengan mata yang terus tertuju pada benda silikon yang kini tergeletak malang di antara mereka. Aruna bisa merasakan adrenalin yang berbeda mengalir di nadinya bukan lagi amarah murni, melainkan sensasi kemenangan yang begitu tidak terduga.

​"Ambilkan benda itu," perintah Keenan, suaranya parau, berusaha mengembalikan otoritasnya meski ia masih dalam posisi telentang yang sangat tidak menguntungkan.

​Aruna tidak bergerak. Ia justru berjongkok perlahan, meraih benda itu dengan ujung jarinya, lalu memutar-mutarnya di depan cahaya lampu neon yang berkedip. 

"Alat bantu sirkulasi pembuluh darah untuk kasus disfungsi tertentu... Wow. Aku ingat membaca jurnalnya bulan lalu, Pak Keenan. Ini teknologi terbaru untuk mereka yang punya masalah 'bangun' karena faktor psikologis atau saraf, kan?"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status