author-banner
Atria
Atria
Author

Novels by Atria

Pembalasan sang Putri Pewaris

Pembalasan sang Putri Pewaris

Demi membalas budi, Karina rela meninggalkan rumah saat sang Kakek tidak menyetujui pilihannya. Tiga tahun dia menyembunyikan identitasnya hanya untuk menjadi seorang istri yang baik. Hingga suatu hari, dia mulai tidak tahan lagi dengan segala hinaan dari suami dan sang mertua. Dia pergi, kembali ke rumahnya dan membalas semua orang-orang yang telah menindasnya. “Akan aku lakukan apapun, asal kamu mau kembali padaku.” Adnan menarik tangan Karina. “Lepaskan tanganmu, jangan sentuh istriku!” David Anderson, CEO Anderson menatap marah.
Read
Chapter: selesai.
Beberapa bulan berlalu, dan kolaborasi dengan Hiroshi Tanaka membuahkan hasil. Bersama timnya, Adrian dan Sari meluncurkan produk terbaru mereka, Elysian, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan yang tidak hanya melayani kebutuhan pelanggan tetapi juga mampu memprediksi tren masa depan.Peluncuran Elysian diadakan di Tokyo, Jepang, salah satu pasar terbesar mereka. Adrian dan Sari memilih Tokyo bukan hanya untuk menghormati Hiroshi sebagai mitra, tetapi juga untuk menunjukkan kepada dunia bahwa mereka siap bersaing di panggung global.Acara tersebut berlangsung megah, dihadiri oleh para pemimpin industri dari berbagai negara. Ketika demo Elysian dipresentasikan, ruangan dipenuhi dengan tepuk tangan meriah. Platform ini menawarkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya: teknologi yang dapat mengintegrasikan kebutuhan pelanggan dengan solusi yang benar-benar personal, ramah lingkungan, dan inovatif.Namun, seperti yang telah diperkirakan, Vino kembali mencoba menjegal mereka. Kali
Last Updated: 2024-11-20
Chapter: langit berbintang
Setelah forum bisnis di Zurich, Adrian dan Sari kembali ke kantor pusat mereka dengan energi baru. Aurora telah menjadi bukti bahwa mereka mampu bertahan di tengah persaingan sengit, tetapi perjalanan mereka masih jauh dari kata selesai. Pasar internasional semakin menuntut inovasi yang lebih cepat dan layanan yang lebih baik.Di pagi yang sibuk, Sari menerima sebuah panggilan telepon dari seorang mitra strategis di Jepang. Mitra itu, Hiroshi Tanaka, adalah pemilik perusahaan teknologi terkemuka yang sudah lama dikenal karena inovasinya dalam bidang kecerdasan buatan.“Sari-san,” suara Hiroshi terdengar penuh semangat. “Saya sangat tertarik dengan konsep Aurora. Saya percaya bahwa dengan kecerdasan buatan, kita bisa mengembangkan produk ini ke level berikutnya. Bagaimana jika kita berdiskusi lebih lanjut tentang kolaborasi?”Mendengar tawaran itu, Sari merasa ini adalah kesempatan emas. Ia segera memberi tahu Adrian, yang langsung setuju untuk mengatur pertemuan virtual dengan tim Hir
Last Updated: 2024-11-20
Chapter: cahaya kota Zurich
Beberapa minggu setelah peluncuran Aurora, hasil penjualan mulai menunjukkan dampak besar. Produk inovatif itu tidak hanya diterima dengan baik, tetapi juga menjadi tren global. Media internasional mulai meliput kisah sukses Adrian dan Sari, menjadikan mereka simbol pengusaha muda yang berani melawan raksasa industri.Namun, seperti yang diduga, Vino tidak tinggal diam. PT. Maxima mulai menggencarkan kampanye untuk mendiskreditkan Aurora. Mereka menyebarkan isu bahwa teknologi yang digunakan oleh Aurora memiliki cacat yang berpotensi berbahaya bagi pelanggan. Isu ini dengan cepat menyebar, dan beberapa pelanggan mulai meragukan kualitas produk Adrian dan Sari.Adrian langsung mengumpulkan timnya untuk menanggapi krisis ini. “Kita harus menyelesaikan ini secepat mungkin. Jika kita membiarkan rumor ini berkembang, reputasi kita akan hancur,” katanya dengan nada serius.Sari, yang selalu tenang dalam situasi genting, menyarankan, “Kita harus transparan. Mari undang para ahli independen u
Last Updated: 2024-11-20
Chapter: Strategi Tak Terduga
Kesuksesan ekspansi internasional Adrian dan Sari bukan hanya buah dari kerja keras, tetapi juga bukti ketahanan mereka dalam menghadapi persaingan yang terus meningkat. Namun, mereka menyadari bahwa keberhasilan awal ini hanya permulaan dari perjalanan panjang yang penuh tantangan.Sebuah email masuk ke kotak masuk Adrian pagi itu. Pengirimnya adalah seorang mantan kolega yang kini bekerja sebagai konsultan bisnis di Eropa. Email tersebut menawarkan kolaborasi untuk memperluas produk mereka ke pasar yang lebih luas, terutama di wilayah Eropa Timur, yang dianggap sebagai ladang subur untuk produk inovatif. Adrian menunjukkan email itu kepada Sari, yang langsung melihat potensi besar dari tawaran tersebut.“Kita harus mempersiapkan semuanya dengan matang,” ujar Sari, mempelajari email itu dengan seksama. “Tapi, jika ini berhasil, kita akan punya pijakan kuat di pasar internasional.”Namun, di tengah perencanaan mereka, ancaman baru muncul dari PT. Maxima. Vino, yang dikenal licik dan a
Last Updated: 2024-11-20
Chapter: semangat baru
Setelah kesepakatan dengan Ryan tercapai, Adrian dan Sari mulai melihat perubahan besar dalam perusahaan mereka. Penerapan teknologi terbaru yang mereka adopsi berjalan mulus. Tim mereka mulai terbiasa dengan sistem baru, dan hasilnya sangat memuaskan. Proses produksi menjadi lebih efisien, biaya operasional berkurang, dan yang paling penting, mereka bisa memberikan pengalaman pelanggan yang jauh lebih baik. Penjualan terus meningkat, dan reputasi merek mereka semakin dikenal di pasar.Namun, keberhasilan ini juga menarik perhatian para pesaing yang lebih besar, yang mulai merasa terancam dengan inovasi yang dibawa oleh Adrian dan Sari. Seorang pesaing utama, PT. Maxima, yang sudah lama mendominasi pasar, mulai melakukan langkah-langkah agresif untuk meraih pangsa pasar yang lebih besar. PT. Maxima, yang dipimpin oleh seorang eksekutif muda bernama Vino, mengumumkan peluncuran produk baru yang hampir identik dengan produk utama mereka. Mereka menawarkan harga yang lebih murah, yang la
Last Updated: 2024-11-16
Chapter: menolak tawaran.
Adrian dan Sari memutuskan untuk menolak tawaran besar dari Daniel Hartono, meskipun tawaran itu menawarkan banyak keuntungan dan peluang. Keputusan itu bukanlah keputusan yang mudah, tapi mereka tahu bahwa kebebasan dan kendali atas bisnis yang mereka bangun adalah hal yang lebih berharga daripada keuntungan jangka pendek yang bisa didapat dengan menyerahkan sebagian besar saham mereka.Setelah pertemuan itu, mereka merasa lega, tetapi juga cemas akan dampak keputusan ini pada masa depan mereka. Sari tahu bahwa mereka harus lebih kreatif dan bekerja lebih keras untuk tetap berkembang tanpa bantuan investor besar. Mereka berdua memutuskan untuk fokus pada pengembangan produk dan mencari peluang baru untuk menjangkau pasar yang lebih luas.Hari-hari berikutnya, mereka memulai perjalanan baru dalam mengelola perusahaan. Mereka berdua menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengembangkan ide-ide baru, memperbaiki sistem operasional, dan mencari cara untuk menarik perhatian pelanggan lebih
Last Updated: 2024-11-16
Bayaran Cinta Sang Miliarder

Bayaran Cinta Sang Miliarder

Demi menyelamatkan ibunya, gadis 19 tahun itu rela menjual kehormatannya pada seorang miliarder dingin. Namun satu malam perjanjian berubah jadi takdir. Ketika rasa yang seharusnya salah justru tumbuh, keduanya terjebak antara dosa, cinta, dan rahasia masa lalu yang tak bisa dihindari.
Read
Chapter: Bab 50 : Pilihan
Dua minggu berlalu sejak Nadira tahu kebenaran tentang suaminya. Dua minggu penuh diam, penuh luka, penuh upaya menahan agar rumah ini tak benar - benar runtuh di depan mata.Arga, seperti biasa, tetap pulang larut malam. Kadang mabuk, kadang tidak. Kadang bawa parfum perempuan lain, kadang terlalu bau rokok. Tapi satu hal yang pasti: hatinya tak pernah benar - benar pulang.Nadira kini menjalani hidup seperti orang asing di rumahnya sendiri. Ia tak lagi banyak bicara. Tak lagi bertanya ke mana Arga pergi. Bahkan tidak peduli jika pria itu tak menyentuh makan malam yang ia siapkan. Semua perhatiannya ia pindahkan ke hal lain — dan diam - diam, ke orang lain.Ia menulis lebih rajin sekarang. Bukan sekadar rutinitas untuk mengisi waktu, tapi pelarian paling jujur dari luka yang tak pernah bisa ia ceritakan pada siapa pun. Setiap malam, setelah rumah sunyi dan Arga tak lagi terdengar mengigau dalam tidurnya yang lelah — Nadira menyalakan Hp bututnya. Dengan lampu meja kecil dan secangkir
Last Updated: 2026-01-11
Chapter: Bab 49 : Luka Tersembunyi
Hujan turun deras di sore itu, membasahi halaman rumah yang sunyi. Nadira berdiri di balik jendela, memandangi air yang jatuh dari langit seperti tumpahan hatinya yang sudah terlalu penuh. Bukan cuma soal Arga yang makin sering menghilang tanpa kabar, tapi juga tentang Reihan — pria yang tak seharusnya membuat hatinya berdebar, namun justru menjadi satu - satunya alasan ia belum hancur total. Sejak malam itu, sejak ucapan "Kalau Kakak lelah, sandar aja. Di aku.", segalanya berubah. Nadira berusaha menjaga jarak. Tapi hati, seperti tubuh yang tersandung, kadang tetap jatuh ke arah yang tak diinginkan. Reihan pun berubah. Tatapannya kini tak bisa lagi menyembunyikan rasa. Ia lebih sering diam, tapi pandangannya menjerit. Setiap kali Nadira bicara, ia dengarkan seperti nyawa perempuan itu adalah doa. Setiap kali Nadira lelah, ia yang diam - diam mengisi kekosongan — lewat perhatian kecil, bantuan ringan, dan kata - kata yang menenangkan. Hari itu, Reihan pulang lebih cepat dari kampus
Last Updated: 2026-01-11
Chapter: Bab 48 : Tidak lagi pulang
Langit sore menyemburatkan warna jingga yang pudar, seolah tahu bahwa ada hati yang sudah lama memudar di dalam rumah itu. Di sebuah komplek elit Jakarta Timur, rumah dua lantai itu berdiri megah, rapi dari luar — tapi dingin dan sunyi di dalamnya.Nadira meletakkan dua piring nasi di atas meja makan. Ayam goreng kesukaan Arga, tumis buncis, sambal terasi buatan sendiri — semua masih hangat. Ia melirik jam dinding. Sudah pukul tujuh malam. Suaminya belum pulang. Lagi.Ia duduk di kursi ujung meja. Matanya kosong menatap makanan yang tak pernah disentuh tepat waktu. Perutnya lapar, tapi hatinya lebih keroncongan. Bukan soal nasi atau lauk, tapi soal perhatian, soal kasih sayang, yang entah sejak kapan mulai hilang.Pintu rumah terbuka. Suara langkah kaki masuk terburu - buru.“Eh, Kak Nadira belum makan?” tanya Reihan sambil menggantungkan jaket di gantungan dekat pintu.Nadira menoleh, tersenyum tipis. “Nunggu abangmu.”Reihan menghela napas, lalu menarik kursi dan duduk di seberangny
Last Updated: 2026-01-11
Chapter: Bab 47 : Jebakan
London pagi itu diliputi kabut. Gedung-gedung tinggi tampak seperti bayangan yang mengambang di udara. Tapi di balik jendela kaca besar kantor Hartley Group, Eliza berdiri tegak dengan ekspresi fokus dan penuh rencana."Kita harus gerak sekarang sebelum mereka sempat menghapus jejak," ujar Eliza sambil menatap layar laptop di meja konferensi.Di sebelahnya, Liam duduk dengan kemeja biru langit dan dasi longgar. Matanya menatap data - data digital yang baru saja mereka temukan semalam dari server yang diretas. Ada email, transaksi mencurigakan, hingga dokumen legal yang dimanipulasi."Ini gila. Mereka bahkan menyuap satu lagi anggota dewan internal," kata Liam sambil mengetik cepat di laptopnya. "Dan mereka pikir kamu akan pasrah."Eliza menyeringai. "Mereka belum tahu siapa aku."Hari itu juga, Eliza menyamar sebagai klien fiktif bernama Veronica Greene. Dengan rambut palsu merah marun dan kacamata tebal, ia masuk ke dalam salah satu kantor konsultan hukum yang ternyata menjadi rekan
Last Updated: 2026-01-11
Chapter: Bab 46 : Masalalu
Lampu kristal menggantung megah dari langit-langit aula The Royal Garden Hotel, tempat berlangsungnya acara Gala Dinner Amal Tahunan yang dihadiri para elite bisnis, bangsawan modern, dan tentu saja… media.Liam Aldridge datang lebih awal, mengenakan setelan hitam mengilap dengan dasi perak. Ia tampak sempurna. Tapi sejak tadi, matanya sibuk menatap pintu masuk.“Di mana dia?” gumamnya sambil menyesap wine, tampak tak sabar.Dan seperti masuk di waktu yang tepat... Eliza Hartley muncul.Gaun malam warna zamrud membalut tubuhnya dengan elegan. Rambutnya disanggul setengah, menampakkan leher jenjang dan sepasang anting berlian klasik—warisan mendiang neneknya. Seluruh ruangan seolah berhenti bergerak saat ia melangkah masuk.Liam sempat terdiam. Bukan karena Eliza cantik.Tapi karena… ia terlihat terlalu jauh dari sosok Miss Tumpah Kopi. Ia kini benar - benar terlihat seperti wanita paling berpengaruh di London.“Eliza...” Liam mendekat, menyodorkan tangan. “Kamu… luar biasa malam ini.”
Last Updated: 2026-01-11
Chapter: Bab 45 : Tumpah Kopi
“Aaaaakkh! Latte-nya kena jas Armani saya!!” Suara itu menggema di dalam kafe eksklusif kawasan Chelsea, London, membuat semua kepala menoleh. Di tengah keramaian itu, berdiri seorang pria dengan wajah merah padam — Liam Aldridge, si pewaris tajir yang terkenal seantero kota. Jas mahalnya kini dihiasi noda kopi susu, dan si pelaku berdiri mematung di hadapannya. “Aduh… saya — saya minta maaf banget, Tuan. Saya nggak sengaja,” ujar Eliza, gadis pelayan dengan celemek bergambar unicorn yang sudah belel. Liam menyipitkan mata. “Kamu memang nggak pernah sengaja, ‘kan, Miss Tumpah Kopi? Ini udah ketiga kalinya kamu tumpahin minuman ke aku dalam dua minggu.” Para pelanggan tertawa kecil. Tapi Eliza tetap berdiri tegak, menahan air mata, walau pipinya merona karena malu dan geram. “Aku bisa ganti biayanya, asal jangan bikin keributan di sini, Tuan.” Liam mendengus. “Dengan gaji kamu yang bahkan nggak cukup buat beli satu kancing jas ini? Lucu juga.” Greget. Eliza menggigit bibir, mena
Last Updated: 2026-01-11
Di Talak Suami Melarat Di Pinang Konglomerat

Di Talak Suami Melarat Di Pinang Konglomerat

Lisa dihina dan perlakuan tidak baik oleh mertua sekaligus suaminya sendiri. Pada akhirnya pernikahan muda Lisa harus kandas ketika dia ditalak dan suruh pulang ke rumah orang tuanya oleh suaminya hanya karena seorang janda anak dua. Dalam perjalanan pulang dengan berjalan kaki itu Lisa menyelamatkan seorang pria dari kota bernama Gilang yang sedang mengalami kecelakaan tunggal. Suatu hari, siapa yang menyangka jika tiba-tiba Lisa dipinang oleh Gilang untuk menjadi pengantin pengganti ketika pacar Gilang menghilang di hari pernikahan. Apakah pernikahan Lisa yang kedua ini akan berakhir bahagia atau malah akan lebih menderita dari yang pertama? Apalagi ketika pihak mantan suaminya dan mantan tunangan Gilang kembali hadir sebagai pengganggu. "Di Talak Suami Melarat Di Pinang Konglomerat!"
Read
Chapter: Bab 173
pernikahan Hana digelar dengan sangat mewah dengan acara pesta yang meriah. Disambut oleh tamu undangan yang hadir ditengah-tengah pernikahan Hana dan Rangga saat ini. Kebahagiaan menyelimuti Rangga dan juga Hana.Tamu undangan pun tak henti-henti mengatakan bahwa Hana begitu cantik dan menawan. Membuat Rangga tersenyum saat bersanding bersamanya.Hana yang bersetatus janda hanya bisa terheran dengan acara pesta yang digelar oleh sang suami, karena acara begitu sangat mewah. Berbeda saat pernikahan Hana dan Danang dahulu. Walau Danang orang mampu hanya saja pesta diadakan secara biasa saja."Apakah acara pesta ini tidak membuang uang kamu saja??" ujar Hana dengan lirih.Rangga menoleh kearah suara Hana yang saat ini resmi menjadi istri sahnya."Kenapa? Apakah kamu tidak menyukainya??""Bukan begitu! Aku hanya seorang janda. Apakah ini tidak berlebihan?" Ucap Hana yang tidak enak jika dirinya merepotkan seorang suami.Rangga tersenyum saat mendengar ucapan Hana."Bagaimana aku tak sela
Last Updated: 2024-03-06
Chapter: Bab 172
siang ini Hana mengajak Rangga bertemu, mata Hana tak berani menatap Rangga. Namun tidak dengan Rangga, yang sejak tadi dirinya menantap Hana."Kamu mau bicara apa, Hana??" tanya Rangga dengan menantap Hana, seolah ingin cepat mengetahui, apa penyebab Hana tiba-tiba mengajaknya bertemu disiang hari ini."Rangga!""Iya Hana, ada apa??""Aku sebenarnya ingin....""Katakan saja Hana, jangan ragu.""Sebenarnya, aku mengajak kamu datang kesini ingin berbicara mengenai masalah kemarin," ujar Hana yang masih saja ingin menyusun kata yang akan disampaikan pada Rangga saat ini."Masalah yang mana??" jawab Rangga seperti lupa akan ucapannya kemarin malam."Please Rangga, jangan buat aku bingung!" balas Hana dengan wajah srius.Rangga tersenyum saat mendapatkan tatapan srius itu dari Hana."Iya, maafkan aku. Bicaralah! Dan aku akan trima apapun jawaban dari kamu!"Hana menunduk, wajahnya terlihat bingung. Lalu Rangga meraih dagu Hana dan mengarahkannya kearah wajah Rangga dan menatapkannya. Rang
Last Updated: 2024-03-06
Chapter: Bab 171
ica yang sejak tadi tak berhenti membereskan rumah mertuanya. Bahkan banyak sekali pekerjaan yang harus ia selesaikan saat ini juga."Sialan! Aku disini seharusnya jadi nyonya, kenapa harus jadi babu. Menyebalkan!!" Ucap Ica dengan menjemur pakaian.Sementara Dewi dan Bu Vina melihat kerja Ica dari kejauhan."Ibu lihat, rencana kita berhasilkan??" ucap Dewi dengan tersenyum menatap kearah Ica dengan kepuasan, bahkan Dewi berhasil membuat ica sengsara."Iya Dewi, ibu senang dengan rencana kamu ini, berkat kamu, Ica merasakan apa yang dirasakan oleh Danang waktu itu. Walaupun ini semua tak sebanding dengan kejahatan yang ia berikan dengan Danang waktu itu, tapi ibu puas walaupun ini semua tak seberapa!""Ibu tenang saja, kita akan membuat Ica nggak betah disini dan akan angkat kaki secepatnya!!""Kamu yakin Dewi??""Iya Bu, apakah ibu tidak yakin dengan Dewi??""Iya, ibu percaya sama kamu!""Kalian lihatin apa??"tiba-tiba Danang datang menganggetkan keduanya, membuat Dewi dan Bu Vina m
Last Updated: 2024-03-05
Chapter: Bab 170
aku yang sedang menggendong Shifa karena sepertinya Shifa sudah mulai mengantuk. Namun aku belum berani untuk berbicara kepada Rangga bahwa aku ingin segera pulang.Ku lihat Rangga ditarik tangannya oleh ibu dan ayahnya, mereka terlihat berbicara srius disana. Namun aku tak tahu pembicaraan apa yang sedang mereka bicarakan, karena aku fokus untuk menenangkan Shifa. Aku duduk disofa yang tersedia dipojokkan."Apa sebaiknya aku meminta Rangga untuk megantarkanku pulang?" Batinku.Tak lama Rangga dan orang tuanya menghampiriku, aku hanya tersenyum saat mereka menghampiriku."Hana, bagaimana malam ini kamu menginap dirumah ibu." Tawar Bu Neti."Aduh Bu, maaf sebelumnya, bukan maksud saya untuk tidak sopan. Tapi saya harus pulang, karena ibu saya pasti khawatir, apa lagi bapak saya sedang berada dirumah sakit, jadi saya tidak bisa untuk meninggalkannya, maaf ya Bu, pak. Bukan maksud saya tidak sopan.""Iya Hana, tidak apa-apa. Malahan ibu dan bapak yang tidak enak dengan kamu, maaf ya ibu
Last Updated: 2024-03-05
Chapter: Bab 169
pria tampan dengan senyum manis berada didepan pintu rumah ku saat ini, dengan tatapan khasnya membuatku yang menantapnya langsung disalah tingkah bila memandang wajahnya. Senyumnya yang manis bahkan lesung pipi yang menggoda itu membuatku tak kuasa bila menantapnya. Rapi dan bersih kulitnya, bahkan gaya rambut yang benar-benar cocok dengannya."Kamu kenapa natapin aku begitu??" ujar Rangga dengan tersenyum manis."Ng-nggak apa-apa!!" aku yang ditanya langsung berubah salah tingkah dengan tatapan dan senyumnya."Jadi berangkat??" tanya Rangga.Aku hanya mengangguk pelan tanpa menantap matanya saat ini. Entah kenapa aku benar-benar lemah ketika ia tersenyum padaku, sebenarnya aku sudah tak muda lagi, aku sudah memiliki satu orang anak, dan bahkan aku berstatus janda. Tapi entah kenapa rasanya serial kali Rangga menantapku dengan tatapan yang tak biasa itu membuat aku salah tingkah. Rasanya benar-benar seperti aneh tak terkendali.Rangga yang sudah menunggu dipintu depan rumah, aku yang
Last Updated: 2024-03-05
Chapter: Bab 168
"Cuci nih!!" Dewi menghempaskan pakaian kotor kewajah Ica yang sedang berbaring dikamar tidurnya.Mata Ica membulat sempurna saat melihat Dewi yang tiba-tiba datang, lalu menghempaskan segunduk pakaian kewajahnya saat ini."Ngapain masih Lo lihatin, nggak akan bersih kalau Lo pelototin begitu!!" kata Dewi melotot."Tapi Dewi, kenapa kamu menyuruh saya??""Apa katamu? Dewi!!""Sopan banget kamu sama saya! Saya ini ipar kamu, seharunya kamu panggil saya ini mbak!!" imbuh Dewi."Cih, benar-benar menguras emosi wanita ini. Kalau saja aku tidak tinggal disini, akan aku beri pelajaran untuk ini semua padanya." Batin Ica kesal."Hey.....!!! Ngapain kamu masih rebahan, kerja! Beres-beres rumah kamu, jangan taunya enak doang!""Tapi mbak, kenapa harus saya yang mengerjakan ini semua. Bukannya ada pembantu dirumah ini??""Apa kata kamu! Pembantu, enak sekali mulut kamu ngomong, emangnya siapa yang mau mengaji pembantu dirumah ini kalau ada kamu!!" tuding Dewi pada Ica."Mbak, tapi saya bukan pe
Last Updated: 2024-03-05
You may also like
BAYI MILIARDER (A Baby Billionaire)
BAYI MILIARDER (A Baby Billionaire)
Romansa · Adinasya Mahila
493.5K views
Istri Keempat
Istri Keempat
Romansa · Asia July
490.1K views
Cinta Satu Malam
Cinta Satu Malam
Romansa · Handira Rezza
487.4K views
PELAYAN GENDUT TUAN SULTAN
PELAYAN GENDUT TUAN SULTAN
Romansa · Rosemala
484.9K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status