author-banner
Atria
Atria
Author

Novel-novel oleh Atria

Pembalasan sang Putri Pewaris

Pembalasan sang Putri Pewaris

Demi membalas budi, Karina rela meninggalkan rumah saat sang Kakek tidak menyetujui pilihannya. Tiga tahun dia menyembunyikan identitasnya hanya untuk menjadi seorang istri yang baik. Hingga suatu hari, dia mulai tidak tahan lagi dengan segala hinaan dari suami dan sang mertua. Dia pergi, kembali ke rumahnya dan membalas semua orang-orang yang telah menindasnya. “Akan aku lakukan apapun, asal kamu mau kembali padaku.” Adnan menarik tangan Karina. “Lepaskan tanganmu, jangan sentuh istriku!” David Anderson, CEO Anderson menatap marah.
Baca
Chapter: selesai.
Beberapa bulan berlalu, dan kolaborasi dengan Hiroshi Tanaka membuahkan hasil. Bersama timnya, Adrian dan Sari meluncurkan produk terbaru mereka, Elysian, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan yang tidak hanya melayani kebutuhan pelanggan tetapi juga mampu memprediksi tren masa depan.Peluncuran Elysian diadakan di Tokyo, Jepang, salah satu pasar terbesar mereka. Adrian dan Sari memilih Tokyo bukan hanya untuk menghormati Hiroshi sebagai mitra, tetapi juga untuk menunjukkan kepada dunia bahwa mereka siap bersaing di panggung global.Acara tersebut berlangsung megah, dihadiri oleh para pemimpin industri dari berbagai negara. Ketika demo Elysian dipresentasikan, ruangan dipenuhi dengan tepuk tangan meriah. Platform ini menawarkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya: teknologi yang dapat mengintegrasikan kebutuhan pelanggan dengan solusi yang benar-benar personal, ramah lingkungan, dan inovatif.Namun, seperti yang telah diperkirakan, Vino kembali mencoba menjegal mereka. Kali
Terakhir Diperbarui: 2024-11-20
Chapter: langit berbintang
Setelah forum bisnis di Zurich, Adrian dan Sari kembali ke kantor pusat mereka dengan energi baru. Aurora telah menjadi bukti bahwa mereka mampu bertahan di tengah persaingan sengit, tetapi perjalanan mereka masih jauh dari kata selesai. Pasar internasional semakin menuntut inovasi yang lebih cepat dan layanan yang lebih baik.Di pagi yang sibuk, Sari menerima sebuah panggilan telepon dari seorang mitra strategis di Jepang. Mitra itu, Hiroshi Tanaka, adalah pemilik perusahaan teknologi terkemuka yang sudah lama dikenal karena inovasinya dalam bidang kecerdasan buatan.“Sari-san,” suara Hiroshi terdengar penuh semangat. “Saya sangat tertarik dengan konsep Aurora. Saya percaya bahwa dengan kecerdasan buatan, kita bisa mengembangkan produk ini ke level berikutnya. Bagaimana jika kita berdiskusi lebih lanjut tentang kolaborasi?”Mendengar tawaran itu, Sari merasa ini adalah kesempatan emas. Ia segera memberi tahu Adrian, yang langsung setuju untuk mengatur pertemuan virtual dengan tim Hir
Terakhir Diperbarui: 2024-11-20
Chapter: cahaya kota Zurich
Beberapa minggu setelah peluncuran Aurora, hasil penjualan mulai menunjukkan dampak besar. Produk inovatif itu tidak hanya diterima dengan baik, tetapi juga menjadi tren global. Media internasional mulai meliput kisah sukses Adrian dan Sari, menjadikan mereka simbol pengusaha muda yang berani melawan raksasa industri.Namun, seperti yang diduga, Vino tidak tinggal diam. PT. Maxima mulai menggencarkan kampanye untuk mendiskreditkan Aurora. Mereka menyebarkan isu bahwa teknologi yang digunakan oleh Aurora memiliki cacat yang berpotensi berbahaya bagi pelanggan. Isu ini dengan cepat menyebar, dan beberapa pelanggan mulai meragukan kualitas produk Adrian dan Sari.Adrian langsung mengumpulkan timnya untuk menanggapi krisis ini. “Kita harus menyelesaikan ini secepat mungkin. Jika kita membiarkan rumor ini berkembang, reputasi kita akan hancur,” katanya dengan nada serius.Sari, yang selalu tenang dalam situasi genting, menyarankan, “Kita harus transparan. Mari undang para ahli independen u
Terakhir Diperbarui: 2024-11-20
Chapter: Strategi Tak Terduga
Kesuksesan ekspansi internasional Adrian dan Sari bukan hanya buah dari kerja keras, tetapi juga bukti ketahanan mereka dalam menghadapi persaingan yang terus meningkat. Namun, mereka menyadari bahwa keberhasilan awal ini hanya permulaan dari perjalanan panjang yang penuh tantangan.Sebuah email masuk ke kotak masuk Adrian pagi itu. Pengirimnya adalah seorang mantan kolega yang kini bekerja sebagai konsultan bisnis di Eropa. Email tersebut menawarkan kolaborasi untuk memperluas produk mereka ke pasar yang lebih luas, terutama di wilayah Eropa Timur, yang dianggap sebagai ladang subur untuk produk inovatif. Adrian menunjukkan email itu kepada Sari, yang langsung melihat potensi besar dari tawaran tersebut.“Kita harus mempersiapkan semuanya dengan matang,” ujar Sari, mempelajari email itu dengan seksama. “Tapi, jika ini berhasil, kita akan punya pijakan kuat di pasar internasional.”Namun, di tengah perencanaan mereka, ancaman baru muncul dari PT. Maxima. Vino, yang dikenal licik dan a
Terakhir Diperbarui: 2024-11-20
Chapter: semangat baru
Setelah kesepakatan dengan Ryan tercapai, Adrian dan Sari mulai melihat perubahan besar dalam perusahaan mereka. Penerapan teknologi terbaru yang mereka adopsi berjalan mulus. Tim mereka mulai terbiasa dengan sistem baru, dan hasilnya sangat memuaskan. Proses produksi menjadi lebih efisien, biaya operasional berkurang, dan yang paling penting, mereka bisa memberikan pengalaman pelanggan yang jauh lebih baik. Penjualan terus meningkat, dan reputasi merek mereka semakin dikenal di pasar.Namun, keberhasilan ini juga menarik perhatian para pesaing yang lebih besar, yang mulai merasa terancam dengan inovasi yang dibawa oleh Adrian dan Sari. Seorang pesaing utama, PT. Maxima, yang sudah lama mendominasi pasar, mulai melakukan langkah-langkah agresif untuk meraih pangsa pasar yang lebih besar. PT. Maxima, yang dipimpin oleh seorang eksekutif muda bernama Vino, mengumumkan peluncuran produk baru yang hampir identik dengan produk utama mereka. Mereka menawarkan harga yang lebih murah, yang la
Terakhir Diperbarui: 2024-11-16
Chapter: menolak tawaran.
Adrian dan Sari memutuskan untuk menolak tawaran besar dari Daniel Hartono, meskipun tawaran itu menawarkan banyak keuntungan dan peluang. Keputusan itu bukanlah keputusan yang mudah, tapi mereka tahu bahwa kebebasan dan kendali atas bisnis yang mereka bangun adalah hal yang lebih berharga daripada keuntungan jangka pendek yang bisa didapat dengan menyerahkan sebagian besar saham mereka.Setelah pertemuan itu, mereka merasa lega, tetapi juga cemas akan dampak keputusan ini pada masa depan mereka. Sari tahu bahwa mereka harus lebih kreatif dan bekerja lebih keras untuk tetap berkembang tanpa bantuan investor besar. Mereka berdua memutuskan untuk fokus pada pengembangan produk dan mencari peluang baru untuk menjangkau pasar yang lebih luas.Hari-hari berikutnya, mereka memulai perjalanan baru dalam mengelola perusahaan. Mereka berdua menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengembangkan ide-ide baru, memperbaiki sistem operasional, dan mencari cara untuk menarik perhatian pelanggan lebih
Terakhir Diperbarui: 2024-11-16
Bayaran Cinta Sang Miliarder

Bayaran Cinta Sang Miliarder

Demi menyelamatkan ibunya, gadis 19 tahun itu rela menjual kehormatannya pada seorang miliarder dingin. Namun satu malam perjanjian berubah jadi takdir. Ketika rasa yang seharusnya salah justru tumbuh, keduanya terjebak antara dosa, cinta, dan rahasia masa lalu yang tak bisa dihindari.
Baca
Chapter: Bab 90 : Korban Berikutnya.
Jam dua pagi. Kabut tebal menyelimuti Desa Cemara, membuat setiap suara terdengar lebih mengerikan dan setiap bayangan tampak lebih besar dari sebenarnya. Dewi dan Pak Suroso berdiri di balik semak-semak dekat pasar desa, menyaksikan Rendra dan Bowo memasuki gudang tempat Ibu Sri bekerja. Cahaya merah muda menyala dari dalam kotak kayu tua yang mereka bawa, menerangi wajah mereka dengan warna yang tidak wajar.Di dalam gudang, Ibu Sri terikat di kursi kayu besar, matanya penuh dengan ketakutan namun wajahnya tetap tegas. “Mengapa saya, Rendra?” tanya dia dengan suara yang gemetar namun jelas. “Saya pernah membantu kamu ketika kamu masih kecil. Apa yang telah saya lakukan salah?”Rendra berdiri di depannya dengan senyum jahat. “Kamu tidak melakukan apa-apa salah, Ibu Sri,” jawabnya dengan suara yang dalam dan mengerikan. “Kamu hanya terpilih untuk menjadi bagian dari proses yang sudah ditentukan jauh sebelum kita lahir. Darahmu akan memperkuat kekuatan Nyai Wulandari dan membuka jalan
Terakhir Diperbarui: 2026-02-21
Chapter: BAB 89 : RAHASIA SARI TERBONGKAR
Dewi tidak bisa tidur sepanjang malam setelah melihat Bowo pergi bersama Rendra. Saat subuh mulai menyingsing dengan warna jingga yang samar di ufuk timur, ia memutuskan untuk mencari jawaban langsung dari Sari. Ia tahu bahwa istri Rendra menyimpan rahasia besar—sesuatu yang mungkin bisa mengubah segala sesuatu jika mereka bisa membongkarkannya.Ia berjalan dengan hati-hati melalui jalan tanah yang masih basah akibat embun, menghindari area lokasi proyek yang sudah mulai ramai dengan pekerja sejak pagi hari. Ketika mendekati rumah Rendra, ia melihat pintu belakang dapur terbuka selebar celah, dengan sinar lampu minyak yang lemah menerangi bagian dalam ruangan. Tanpa berpikir panjang, ia menyelinap masuk dan bersembunyi di balik rak kayu yang penuh dengan peralatan masak bekas.Di dalam dapur, Sari sedang duduk di lantai kayu yang lusuh, tubuhnya membungkuk ke depan dengan kedua tangan menyangga pipinya. Sarung tangan hitam yang selalu dikenakannya sudah dilepas, menunjukkan bekas luka
Terakhir Diperbarui: 2026-02-21
Chapter: BAB 88 : PERUBAHAN PADA BOWO
Hari berikutnya pagi sekali, Bowo muncul di rumah Wijaya dengan baju baru yang rapi dan sepatu kulit yang mengkilap. Wajahnya yang dulu penuh dengan kedekatan kini tampak kosong dan tidak dikenal, matanya menyala dengan cahaya merah tua yang sama dengan Rendra. Ia masuk tanpa mengucapkan salam, langsung mengambil ember berisi air untuk membersihkan wajah dan tangan seperti sedang menjalankan ritual tertentu.“Bowo, nak,” panggil Pak Suroso dengan suara yang pelan. Ia mencoba mendekati putranya dengan hati-hati. “Kita perlu berbicara. Kamu tahu apa yang terjadi dengan Kakek Marto kan?”Bowo tidak menoleh. Ia menyiram air ke wajahnya dengan lambat, kemudian mengeringkannya dengan kain yang dibawanya sendiri. “Kakek Marto telah menyumbangkan dirinya untuk kemakmuran desa,” jawabnya dengan suara yang datar dan tanpa emosi. “Itu adalah bagian dari rencana yang sudah ditentukan jauh sebelum kita lahir.”Dewi berdiri di belakang pintu dapur, melihat suaminya dengan mata yang penuh dengan air
Terakhir Diperbarui: 2026-02-21
Chapter: BAB 87 : UDAYA MENGHALAU KEKUATAN JAHAT
Kegelapan malam belum lagi sirna ketika Pak Suroso sudah bangun dan menyiapkan diri untuk pergi menemui Pak Kadir sekali lagi. Wajahnya tampak lebih pucat dan lelah dari biasanya, namun ada nyala tekad yang sangat kuat di dalam matanya. Ia tahu bahwa mereka tidak punya banyak waktu lagi sebelum korban kedua muncul, dan ia harus melakukan segala yang bisa untuk menghentikan Rendra sebelum terlambat.Dewi bangun ketika mendengar suara ayahnya bergerak di luar kamar. Ia segera keluar dan melihat Pak Suroso yang sedang mengenakan jas hujan hitamnya, dengan topi rotan yang sudah dikenainya selama puluhan tahun. “Bapak akan pergi lagi ke desa tetangga?” tanya ia dengan suara yang pelan dan penuh dengan kekhawatiran.Pak Suroso mengangguk dan kemudian mendekat ke arah putrinya dengan langkah yang lambat. Ia mencium dahinya dengan penuh kasih sayang. “Aku harus mencoba segala cara, nak,” ujarnya dengan suara yang penuh dengan tekad. “Kita tidak bisa hanya duduk diam dan menunggu hal buruk ter
Terakhir Diperbarui: 2026-02-21
Chapter: BAB 86 : KORBAN PERTAMA
Suara adzan subuh yang biasanya penuh dengan kedamaian dan harapan kini terdengar sangat suram dan menyakitkan hati di Desa Cemara. Udara pagi yang biasanya segar dan menyegarkan terasa berat dan menyengat, seperti penuh dengan energi negatif yang tidak bisa dijelaskan. Awan gelap masih menutupi langit, meskipun sudah saatnya matahari mulai muncul di ufuk timur, dan suara angin yang bertiup kencang membawa dengannya aroma tanah basah dan sesuatu yang lain—sesuatu yang berbau busuk dan tidak sedap seperti mayat yang sudah membusuk.Dewi tidak bisa tidur sama sekali sepanjang malam setelah melihat Bowo pergi bersama Rendra. Ia berlama-lama duduk di teras rumah, menatap jalan yang ditempuh oleh suaminya dan kakaknya dengan mata yang penuh dengan air mata dan keputusasaan. Pak Suroso juga tidak bisa tidur, menghabiskan malamnya dengan membaca buku catatan neneknya berulang kali, berharap bisa menemukan sesuatu yang terlewatkan—suatu cara untuk menghentikan kutukan dan menyelamatkan putran
Terakhir Diperbarui: 2026-02-21
Chapter: Bab 85 : PERJANJIAN YANG TAK BISA DIBATALKAN
Matahari sudah mulai menyemburkan panasnya ke atas Desa Cemara ketika Pak Suroso kembali dari kunjungannya ke Pak Kadir di desa tetangga. Wajahnya tampak lebih pucat dan lelah dari biasanya, dan keringat terus mengalir di dahinya meskipun ia telah mengenakan payung untuk melindungi diri dari sinar matahari yang terik. Ia memasuki rumah dengan langkah yang lambat dan goyah, segera ditemani oleh Dewi dan Bowo yang telah menunggunya dengan rasa khawatir yang luar biasa. “Bagaimana kabarnya, Bapak?” tanya Bowo dengan suara yang penuh dengan harapan. Ia membantu ayahnya duduk di kursi kayu di teras rumah dan segera menghidangkan secangkir air dingin yang segar. Pak Suroso minum air dengan lahap dan kemudian menghela napas panjang. Ia melihat kedua anaknya dengan tatapan yang penuh dengan kesedihan dan keputusasaan. “Pak Kadir sudah melihat buku catatan nenek kita,” ujarnya dengan suara yang pelan. “Ia mengatakan bahwa kutukan yang disebutkan di dalamnya adalah salah satu kutukan paling k
Terakhir Diperbarui: 2026-02-21
Di Talak Suami Melarat Di Pinang Konglomerat

Di Talak Suami Melarat Di Pinang Konglomerat

Lisa dihina dan perlakuan tidak baik oleh mertua sekaligus suaminya sendiri. Pada akhirnya pernikahan muda Lisa harus kandas ketika dia ditalak dan suruh pulang ke rumah orang tuanya oleh suaminya hanya karena seorang janda anak dua. Dalam perjalanan pulang dengan berjalan kaki itu Lisa menyelamatkan seorang pria dari kota bernama Gilang yang sedang mengalami kecelakaan tunggal. Suatu hari, siapa yang menyangka jika tiba-tiba Lisa dipinang oleh Gilang untuk menjadi pengantin pengganti ketika pacar Gilang menghilang di hari pernikahan. Apakah pernikahan Lisa yang kedua ini akan berakhir bahagia atau malah akan lebih menderita dari yang pertama? Apalagi ketika pihak mantan suaminya dan mantan tunangan Gilang kembali hadir sebagai pengganggu. "Di Talak Suami Melarat Di Pinang Konglomerat!"
Baca
Chapter: Bab 173
pernikahan Hana digelar dengan sangat mewah dengan acara pesta yang meriah. Disambut oleh tamu undangan yang hadir ditengah-tengah pernikahan Hana dan Rangga saat ini. Kebahagiaan menyelimuti Rangga dan juga Hana.Tamu undangan pun tak henti-henti mengatakan bahwa Hana begitu cantik dan menawan. Membuat Rangga tersenyum saat bersanding bersamanya.Hana yang bersetatus janda hanya bisa terheran dengan acara pesta yang digelar oleh sang suami, karena acara begitu sangat mewah. Berbeda saat pernikahan Hana dan Danang dahulu. Walau Danang orang mampu hanya saja pesta diadakan secara biasa saja."Apakah acara pesta ini tidak membuang uang kamu saja??" ujar Hana dengan lirih.Rangga menoleh kearah suara Hana yang saat ini resmi menjadi istri sahnya."Kenapa? Apakah kamu tidak menyukainya??""Bukan begitu! Aku hanya seorang janda. Apakah ini tidak berlebihan?" Ucap Hana yang tidak enak jika dirinya merepotkan seorang suami.Rangga tersenyum saat mendengar ucapan Hana."Bagaimana aku tak sela
Terakhir Diperbarui: 2024-03-06
Chapter: Bab 172
siang ini Hana mengajak Rangga bertemu, mata Hana tak berani menatap Rangga. Namun tidak dengan Rangga, yang sejak tadi dirinya menantap Hana."Kamu mau bicara apa, Hana??" tanya Rangga dengan menantap Hana, seolah ingin cepat mengetahui, apa penyebab Hana tiba-tiba mengajaknya bertemu disiang hari ini."Rangga!""Iya Hana, ada apa??""Aku sebenarnya ingin....""Katakan saja Hana, jangan ragu.""Sebenarnya, aku mengajak kamu datang kesini ingin berbicara mengenai masalah kemarin," ujar Hana yang masih saja ingin menyusun kata yang akan disampaikan pada Rangga saat ini."Masalah yang mana??" jawab Rangga seperti lupa akan ucapannya kemarin malam."Please Rangga, jangan buat aku bingung!" balas Hana dengan wajah srius.Rangga tersenyum saat mendapatkan tatapan srius itu dari Hana."Iya, maafkan aku. Bicaralah! Dan aku akan trima apapun jawaban dari kamu!"Hana menunduk, wajahnya terlihat bingung. Lalu Rangga meraih dagu Hana dan mengarahkannya kearah wajah Rangga dan menatapkannya. Rang
Terakhir Diperbarui: 2024-03-06
Chapter: Bab 171
ica yang sejak tadi tak berhenti membereskan rumah mertuanya. Bahkan banyak sekali pekerjaan yang harus ia selesaikan saat ini juga."Sialan! Aku disini seharusnya jadi nyonya, kenapa harus jadi babu. Menyebalkan!!" Ucap Ica dengan menjemur pakaian.Sementara Dewi dan Bu Vina melihat kerja Ica dari kejauhan."Ibu lihat, rencana kita berhasilkan??" ucap Dewi dengan tersenyum menatap kearah Ica dengan kepuasan, bahkan Dewi berhasil membuat ica sengsara."Iya Dewi, ibu senang dengan rencana kamu ini, berkat kamu, Ica merasakan apa yang dirasakan oleh Danang waktu itu. Walaupun ini semua tak sebanding dengan kejahatan yang ia berikan dengan Danang waktu itu, tapi ibu puas walaupun ini semua tak seberapa!""Ibu tenang saja, kita akan membuat Ica nggak betah disini dan akan angkat kaki secepatnya!!""Kamu yakin Dewi??""Iya Bu, apakah ibu tidak yakin dengan Dewi??""Iya, ibu percaya sama kamu!""Kalian lihatin apa??"tiba-tiba Danang datang menganggetkan keduanya, membuat Dewi dan Bu Vina m
Terakhir Diperbarui: 2024-03-05
Chapter: Bab 170
aku yang sedang menggendong Shifa karena sepertinya Shifa sudah mulai mengantuk. Namun aku belum berani untuk berbicara kepada Rangga bahwa aku ingin segera pulang.Ku lihat Rangga ditarik tangannya oleh ibu dan ayahnya, mereka terlihat berbicara srius disana. Namun aku tak tahu pembicaraan apa yang sedang mereka bicarakan, karena aku fokus untuk menenangkan Shifa. Aku duduk disofa yang tersedia dipojokkan."Apa sebaiknya aku meminta Rangga untuk megantarkanku pulang?" Batinku.Tak lama Rangga dan orang tuanya menghampiriku, aku hanya tersenyum saat mereka menghampiriku."Hana, bagaimana malam ini kamu menginap dirumah ibu." Tawar Bu Neti."Aduh Bu, maaf sebelumnya, bukan maksud saya untuk tidak sopan. Tapi saya harus pulang, karena ibu saya pasti khawatir, apa lagi bapak saya sedang berada dirumah sakit, jadi saya tidak bisa untuk meninggalkannya, maaf ya Bu, pak. Bukan maksud saya tidak sopan.""Iya Hana, tidak apa-apa. Malahan ibu dan bapak yang tidak enak dengan kamu, maaf ya ibu
Terakhir Diperbarui: 2024-03-05
Chapter: Bab 169
pria tampan dengan senyum manis berada didepan pintu rumah ku saat ini, dengan tatapan khasnya membuatku yang menantapnya langsung disalah tingkah bila memandang wajahnya. Senyumnya yang manis bahkan lesung pipi yang menggoda itu membuatku tak kuasa bila menantapnya. Rapi dan bersih kulitnya, bahkan gaya rambut yang benar-benar cocok dengannya."Kamu kenapa natapin aku begitu??" ujar Rangga dengan tersenyum manis."Ng-nggak apa-apa!!" aku yang ditanya langsung berubah salah tingkah dengan tatapan dan senyumnya."Jadi berangkat??" tanya Rangga.Aku hanya mengangguk pelan tanpa menantap matanya saat ini. Entah kenapa aku benar-benar lemah ketika ia tersenyum padaku, sebenarnya aku sudah tak muda lagi, aku sudah memiliki satu orang anak, dan bahkan aku berstatus janda. Tapi entah kenapa rasanya serial kali Rangga menantapku dengan tatapan yang tak biasa itu membuat aku salah tingkah. Rasanya benar-benar seperti aneh tak terkendali.Rangga yang sudah menunggu dipintu depan rumah, aku yang
Terakhir Diperbarui: 2024-03-05
Chapter: Bab 168
"Cuci nih!!" Dewi menghempaskan pakaian kotor kewajah Ica yang sedang berbaring dikamar tidurnya.Mata Ica membulat sempurna saat melihat Dewi yang tiba-tiba datang, lalu menghempaskan segunduk pakaian kewajahnya saat ini."Ngapain masih Lo lihatin, nggak akan bersih kalau Lo pelototin begitu!!" kata Dewi melotot."Tapi Dewi, kenapa kamu menyuruh saya??""Apa katamu? Dewi!!""Sopan banget kamu sama saya! Saya ini ipar kamu, seharunya kamu panggil saya ini mbak!!" imbuh Dewi."Cih, benar-benar menguras emosi wanita ini. Kalau saja aku tidak tinggal disini, akan aku beri pelajaran untuk ini semua padanya." Batin Ica kesal."Hey.....!!! Ngapain kamu masih rebahan, kerja! Beres-beres rumah kamu, jangan taunya enak doang!""Tapi mbak, kenapa harus saya yang mengerjakan ini semua. Bukannya ada pembantu dirumah ini??""Apa kata kamu! Pembantu, enak sekali mulut kamu ngomong, emangnya siapa yang mau mengaji pembantu dirumah ini kalau ada kamu!!" tuding Dewi pada Ica."Mbak, tapi saya bukan pe
Terakhir Diperbarui: 2024-03-05
Anda juga akan menyukai
Aku Mengalah
Aku Mengalah
Romansa · Maey Angel
49.6K Dibaca
Belenggu Hati Mantan Suami
Belenggu Hati Mantan Suami
Romansa · Asda Witah busrin
49.5K Dibaca
ISTRI TERCINTA BOS BESAR
ISTRI TERCINTA BOS BESAR
Romansa · Diosa
49.5K Dibaca
Benci Berbuah Cinta
Benci Berbuah Cinta
Romansa · ANGELA HIKARU
49.5K Dibaca
QUEEN: I LOVE YOU PAPA
QUEEN: I LOVE YOU PAPA
Romansa · Fatimah Rohim
49.5K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status