MasukValerie tak menyadari, apa yang dia lakukan bersama pria asing akan mengubah jalan hidupnya. Karna kecewa dia tidur dengan seorang pria asing itu di sebuah hotel. Namun, ucapan pria itu seketika membuat Valerie kesal. ** "Kau sangat kaku, Nona. Padahal ini bukan pertama kalinya, bukan?”
Lihat lebih banyakTerdengar suara rintihan lirih seorang wanita di bawah lampu yang gelap. Jari tangannya menancap pada kain seprei ketika rasa indah semakin membakarnya.
Hujan deras dan petir yang menyambar di luar sana, seolah menjadi saksi keduanya. Begitu juga dengan hembusan angin dan dinginnya AC yang tak mampu membuat tubuh keduanya tak berkeringat. Zack justru semakin intens menyentuh tubuh molek wanita di bawah kungkungannya. Tangan besarnya sesekali merayap, menjengkali tubuh putih bak porselen, Valerie. Wanita bernama lengkap Valerie Vanessa Joscelyn, yang nekat datang ke kamar hotel dan melakukan hal gila malam ini. Entah apa yang Valerie pikirkan, hingga memiliki niat bercinta dengan seorang pria asing yang tak dikenalnya. Sebelumnya Valerie tak pernah berpikir untuk melakukan hal gila ini, apalagi melakukannya. Namun, sejak dia tau pria yang dicintainya mencintai wanita lain, Valerie berpikir untuk melakukan hal gila ini. Cemburu, motif utama Valerie, dan marah yang telah menuntunnya datang ke hotel lalu bercinta dengan Zack. Valerie kesal karna Edward selalu lebih mendahulukan Emily daripada dirinya, wanita yang diketahui kekasih sekaligus selingkuhan Edward. Mungkin jika pria yang dicintainya tak pernah membagi cinta, Valerie tak ‘kan pernah melakukan hal gila ini. Sayangnya, pria yang dicintainya membagi cinta dan mengecewakan. Itu sebabnya, Valerie berpikir membalasnya. Tak lama kemudian Valerie tersentak kaget saat Zack sedikit liar. Hampir saja Valerie berteriak. Beruntung Valerie menyadari siapa pria itu dan apa yang dia lakukan. Valerie kembali kaget ketika salah satu tangan Zack merayap ke pinggang rampingnya. Tak taukah jika itu membuat jiwanya semakin melayang tinggi. Rasa kecewa dan cemburu, seolah lebur bersama dengan gerakan intens Zack malam ini. Valerie benar-benar menikmati sentuhan Zack. Tak dipungkiri jika malam ini terasa berbeda bagi Valerie. Padahal, ini pertama kali Valerie melakukan hal gila bersama pria asing, tapi Valerie justru merasa semua ini begitu indah. Dengan sisa kesadaran, Valerie mencoba tetap waras dan tak lagi merintih atau mengeluarkan suara yang akan membuat Zack semakin liar. Selain lelah, pusat inti tubuhnya juga terasa perih. Perlahan Valerie memberanikan diri menatap wajah Zack yang berada di atas tubuhnya. Mencoba mengenali bagaimana rupa pria yang menjadi partner ranjangnya, tapi sayang Valerie tetap tak bisa melihat. Padahal, sesekali cahaya kilat menerangi kamar. Valerie hanya melihat alis tebal dan tatapan mata tajam menatap ke arahnya. Sebelumnya Valerie sengaja mematikan lampu, karna dia tak mau patner ranjangnya tau siapa dirinya. Selain Zack akan tau dia wanita bersuami, Valerie juga tak mau nama kedua orang tuanya menjadi buruk karna kesalahannya malam ini. Valerie tak berpikir, bagaimana jika pria di atas tubuhnya buruk rupa dan tua. Valerie hanya pikirkan dia bisa membalas Edward yang sudah menyakitinya. Valerie bahkan tak tau, apa yang dia lakukan justru akan membawa masalah baru untuknya. Namun, Valerie sama sekali tak berpikir ke sana, dia justru menikmati sentuhannya. Ssttt.... “Apa sakit?” Valerie tersentak kaget mendengar suara bas dan serak di telinga. Spontan dia menggeleng dan memalingkan wajah ke arah lain dan gugup. Sementara jantungnya seketika berdetak kencang. Begitu juga dengan tubuhnya yang meremang serta lemas. "Tidak, lanjutkan saja. Aku baik-baik saja," sahut Valerie ketus. Jantungnya semakin berdetak kencang menyadari Zack menatap ke arahnya. Padahal, Valerie yakin, Zack tak akan mengenali wajahnya, tapi entah kenapa jantungnya berdetak dan gugup. Zack menyunggingkan sudut bibirnya ke atas dan berkata, "Bagaimana aku akan melanjutkan permainannya, jika tubuhmu sangat kaku, Nona? Bukan hanya akan sakit untukmu, tapi tak nyaman untukku." Valerie memejamkan matanya sekilas mendengar bisikan Zack di telinga. "Katakan saja, jika kau ingin mengakhiri permainan ini!" "Tak semudah itu, Nona. Kau yang datang ke kamarku, maka kau yang harus memuaskan aku. Aku hanya merasa tak puas, karna tak ada perlawanan darimu. Padahal, ini bukan pertama kali untukmu." Mendengar jawaban Zack, Valerie tentu saja kesal. Jelas dia tak terima Zack menghinanya. "Aku bukan perempuan bodoh dan tak tau apapun." Tanpa ragu Valerie membalas setiap gerakan Zack. Tangan lentiknya berkeliaran menyentuh tubuh berotot Zack dan mulai menggodanya. Tak hanya itu, Valerie juga tak segan mencium bibir Zack serta meninggalkan jejak merah di leher dan dada Zack. Valerie tak ingin harga dirinya jatuh di depan Zack, terlebih dia yang menawarkan diri agar Zack menyentuhnya. Padahal, pusat inti tubuhnya sudah sangat sakit dan perih saat ini, tapi karna Zack mengatakan tak puas dengannya, dia pun membalas sentuhan Zack dan menyembunyikan wajah tegangnya agar dia tak terlihat menyedihkan. Valerie berharap Zack segera mengakhiri permainan mereka, karna saat ini pusat inti tubuhnya benar-benar sakit. Namun, apa yang dia inginkan salah, Zack justru semakin liar membuat area sensitifnya bertambah sakit. Namun, tak dipungkiri Valerie merasakan sesuatu yang berbeda dibandingkan saat bercinta dengan Edward. Apa karna dia tak mengenal Zack, atau karna Zack lebih dominan di atas ranjang? Berbanding terbalik saat dia bercinta dengan Edward. Edward tak pernah intens menyentuh tubuhnya, apalagi sampai seliar ini. "Ahh.." Valerie segera menutup bibirnya ketika merasakan sesuatu yang hampir meledak. Otak kecilnya berusaha tetap waras agar jangan sampai mengeluarkan suara laknatnya. Selain malu, Valerie juga tak mau terlihat sangat menikmati permainan mereka. "Keluarkan saja, Nona. Aku tau kau sudah tak tahan." Wajah Valerie merah padam mendengar ucapan Zack. Tapi dia benar-benar tak bisa menyembunyikan sesuatu yang sedang menggelitik bawah pusarnya saat ini. Sesuatu yang tak pernah dia dapatkan dari Edward. Sebuah kepuasan yang telah Zack berikan padanya. Tak lama Valerie terkejut saat Zack menambah ritme gerakannya. Terang saja itu membuatnya semakin melayang, dan detik selanjutnya Valerie pun tak bisa menahan sesuatu yang meledak. "Ughh..." Tubuh Valerie melengkung ke atas, kedua matanya terpejam, sementara kedua tangannya mencengkram erat lengan Zack, hingga kuku jemarinya menancap. Raut kepuasan tergambar jelas di wajah Valerie. Entah karna permainan Zack yang liar, atau karna sesuatu berbeda dirasakan oleh Valerie, yang jelas ini pertama kali bagi Valerie. Beberapa menit berlalu Valerie masih menikmati puncak permainannya. Dia tak sadar, pria di atas tubuhnya saat ini bukanlah Edward. Tak lama kemudian Valerie membuka mata saat menyadari kebodohannya. Dia segera mendorong tubuh Zack di atasnya, tapi tenaganya yang tak seberapa tak mampu menyingkirkan tubuh besar Zack. "Sial! Menyingkir dari tubuhku, Tuan!” ujar Valerie sembari mengatur pernafasannya yang memburu. "Berterima kasihlah padaku yang sudah memuaskanmu, Nona. Aku hanya senang mencium aroma parfummu. Apa kau selalu memakai parfum ini?”Zack diam dan justru berbalik, lalu melangkah lebar menghampiri pintu, tapi langkahnya berhenti saat Megan berdiri di depannya. “Kau belum menjawab pertanyaanku, Zack. Kau mengenal Valerie, dan apa hubunganmu dengannya?” tanya Megan semakin gelisah. “Bukan urusanmu, Megan.” Megan menggelengkan kepala keras mendengarnya. “Jawab Zack. Ada hubungan apa antara kau dan Valerie? Kau datang menemuiku setelah bertahun-tahun hanya menanyakan dia. Tak mungkin ini suatu kebetulan.” Zack diam, wajahnya masih sama datar dan dingin. Dia sama sekali tak berniat menjawab pertanyaan Megan. “Apa karna Valerie kau memutuskanku tiba-tiba, Zack?” Zack menyunggingkan sudut bibirnya ke atas. “Jangan membawa orang lain dalam hubungan kita, Megan. Apa yang kulakukan padamu, sama sekali tak ada hubungannya dengan Valerie.” Setelah mengatakan itu Zack melanjutkan langkahnya membuka pintu. Tak peduli dengan panggilan Megan. “Cari tau di mana Valerie berada saat ini!” titahnya pada Alpi yang mengiku
“Apa ini?” tanya Edward terkejut melihat berkas perceraian di tangannya. “Siapa yang berani melakukan ini? Aku tak pernah ingin menceraikan Valerie!”“Maaf, Tuan Edward. Nona Valerie yang ingin bercerai dari Anda, dan Nona sudah menandatangani berkasnya.”Edward terkejut mendengar ucapan pria di depannya. Berbeda dengan Martha serta Rachel yang tak peduli dan justru terkesan senang mendengar semua itu. Tapi yang sebenarnya mereka juga kecewa saat mendengar ucapan dokter. Martha berpikir Edward memang harus lepas dari Valerie, dan dia berhak mendapatkan kebahagiaan, meski kebahagiaan itu sudah hilang sekarang. 'Bukankah Edward bisa mencari yang lain, yang jauh lebih baik.’ Itulah yang ada di kepala Martha saat ini. Sekali lagi Edward mengalihkan pandangannya pada berkas di tangannya. Detik kemudian Edward meremas berkas di tangannya dan berkata, “Sampai kapanpun, aku tak akan pernah menceraikan Valerie.”“Apa maksudmu, Edward. Apa yang kau harapkan dari perempuan sial sepertinya. J
Plak.. Valerie terkejut dan meringis kesakitan mendapatkan tamparan keras dari Edward. Dia menyentuh pipi kirinya yang terasa panas dan kram. Valerie yakin pipinya memerah saat ini. Sementara Edward merasa menyesal telah menampar Valerie, tapi mengingat Valerie telah berselingkuh bahkan berani membawa pria itu kemari, dadanya kembali bergejolak. “Selama kau menjadi istriku, aku tak akan membiarkan kau selingkuh dariku, Valerie. Apalagi sampai membawa pria itu lagi kemari!” Valerie menyunggingkan sudut bibirnya ke atas mendengar penuturan Edward. Dia menoleh dan menatap Edward tak kalah tajam. “Kau lupa selama ini kau lah yang berkhianat Edward, bukan aku. Kau selalu menipuku dengan alasan pekerjaan, tapi yang sebenarnya kau bersama Emily, aku tau itu!” Edward terkejut mendengar teriakan Valerie. Dia juga sedikit kaget melihat raut wajah Valerie yang tak seperti biasanya. “Kau pikir aku tak tau jika selama ini kau menipuku, Edward. Jangan kau pikir aku perempuan bodoh yang
“Kenapa dia tak datang hari ini, apa yang dia lakukan bersama Edward?” Zack mengepalkan kedua tangannya membayangkan Valerie sedang bersama Edward di dalam kamar dan melakukan hubungan suami-istri. Prang.. Alvin terkejut mendengar suara keras, dia mengangkat kepalanya sekilas lalu menunduk dalam melihat meja kaca hancur berkeping-keping. “Cari tau di mana Valerie, apa yang dia lakukan bersama Edward?” ujar Zack keras. Detik kemudian pintu ruangannya terbuka, Valerie berdiri mematung melihat kekacauan di dalam ruangan Zack. Berbeda dengan Zack yang berdiri seketika menyadari kehadiran Valerie. “Kau tau ini pukul berapa, Valerie?! Dari mana saja kau sampai mengabaikan tugasmu? Apa kau sudah bosan bekerja di sini? Kau terus memancing kemarahanku, Valerie!” Valerie memejamkan matanya sekilas mendengar teriakan Zack di telinga. Perlahan dia masuk ke dalam dan berdiri sedikit jauh dari Zack. “Maaf, aku terjebak macet di jalan.” Zack menyipitkan matanya mendengar jaw






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.