Beranda / Mafia / Belenggu Cinta Sang Don Juan / Bab 122 Aku Takut Mikhail Lengah

Share

Bab 122 Aku Takut Mikhail Lengah

Penulis: Silentia
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-20 20:28:55

Seraphine berdiri di ambang jendela kamarnya, tirai tebal dibiarkan terbuka setengah. Cahaya senja Balkan menyapu halaman belakang rumah Alexei dengan warna abu-abu kusam. Penjaga berpatroli seperti biasa. Langkah mereka terukur, senjata di dada, wajah tanpa ekspresi.

Semua terlihat terlalu normal. Seperti tidak ada tanda bahaya apa pun.

Seraphine menyalakan rokoknya, menghisap dalam-dalam. Asap memenuhi paru-parunya, tapi tidak menenangkan. Nalurinya berteriak, naluri yang selama bertahun-tah
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Belenggu Cinta Sang Don Juan   Bab 157 Mereka Saling Merespon

    “Kita berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih besar.”Drazhan berdiri tegak di balik meja baja hitamnya, sementara Alexei masih memegang liontin hijau di dadanya, seolah benda kecil itu tiba-tiba memiliki berat yang jauh lebih besar dari sebelumnya.Sunyi di antara mereka bukan lagi sunyi permusuhan tapi sunyi perhitungan.Drazhan menoleh ke interkom di sisi meja. “Rafael.” Suara itu rendah, stabil.Beberapa detik kemudian suara Rafael terdengar dari speaker kecil di dinding. “Ya, Tuan.”“Panggil Alessia ke ruang kerjaku. Sekarang!”Ada jeda singkat, hampir tak terasa. “Baik.”Drazhan mematikan sambungan tanpa tambahan penjelasan.Alexei mengangkat satu alis tipis. “Kamu yakin?”“Aku tidak pernah memanggil seseorang tanpa alasan.”“Kamu akan memberitahunya?”“Aku akan melihat reaksinya.”Alexei menghembuskan napas pelan. “Dia bukan pion.”“Aku tahu.”Jawaban itu terlalu cepat dan Alexei menangkapnya.Beberapa menit kemudian, ketukan terdengar di pintu. Rafael tidak masuk. Ia hanya

  • Belenggu Cinta Sang Don Juan   Bab 156 Aku Hampir Yakin

    Alexei berjalan tanpa tergesa, tapi juga tanpa ragu. Bahunya tegak, tatapannya lurus ke depan. Ia sudah kembali ke ritme lamanya, dingin, terukur, tidak menunjukkan apa pun yang berlebihan.Namun di balik ketenangan itu, pikirannya tidak berhenti bergerak. Informasi yang ia dapat semalam bukan hal kecil.Sisa jaringan lama yang pernah digerakkan oleh Seraphine mulai menunjukkan pola aktivitas kecil, meski tidak cukup untuk memicu alarm bahaya tapi cukup bagi seseorang seperti Alexei untuk menyadari semua itu bukan kebetulan.Klan itu dulu bergerak senyap. Bukan organisasi besar seperti milik Drazhan. Mereka lebih seperti bayangan yang lebih suka mengawasi, mengumpulkan kekuatan, dan menunggu. Sekarang, bayangan itu kembali bergerak secara tiba-tiba.Alexei berhenti di depan pintu ruang kerja Drazhan. Ia langsung membuka pintu dan masuk.Ruangan itu masih redup seperti biasa, lampu tunggal menggantung rendah, menciptakan garis cahaya tajam di atas meja baja hitam. Layar-layar menyala,

  • Belenggu Cinta Sang Don Juan   Bab 155 Apa yang Kamu Sembunyikan

    Langkah Alessia bergema pelan di lantai marmer yang dingin, setiap suara seolah memantul lebih keras dari yang seharusnya. Ia berhenti sejenak di ujung koridor, matanya mengarah ke pintu besar di sisi kanan, ruang kerja Drazhan.Pintu itu tertutup. Selalu tertutup akhir-akhir ini.Ia menyandarkan bahunya ke dinding, menatap ke arah pintu dengan tatapan yang sulit diartikan. Bukan sekadar penasaran, lebih dalam dari itu. Ada sesuatu yang mengganggu nalurinya. Sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan, tapi terus mengusik sejak beberapa hari terakhir.Drazhan berubah. Bukan dalam cara yang terlihat jelas oleh orang lain. Dia tetap dingin, tetap terkontrol, tetap berbahaya. Tapi Alessia mengenalnya cukup baik untuk menangkap retakan kecil dalam ritme kebiasaannya.Dia sekarang lebih diam, lebih fokus, dan yang paling mengganggu, dia lebih tertutup dari biasanya.Biasanya dalam kesunyian, Drazhan tetap memberi kesan bahwa dia mengawasi segalanya. Sekarang, rasanya seperti dia sedang berada di d

  • Belenggu Cinta Sang Don Juan   Bab 154 Aku Tidak Keberatan Menulia Ulang Aturannya

    Malam belum selesai ketika Drazhan kembali duduk di ruang kerjanya.Lampu tunggal masih menggantung rendah, menciptakan bayangan keras di wajahnya. Layar-layar di depannya tetap menyala, memperlihatkan dua profil yang kini terasa seperti cermin retak dari pola yang sama. Alexei dan Alessia mereka seperti memiliki hubungan yang belum ia ketahui seluruhnya. Ia tidak tidur. Ia tidak pernah benar-benar bisa tidur ketika rasa ingin tahunya terus mengusik.Petrov sudah mengirimkan hasil awal pelacakan dana. Lapisan perusahaan bayangan itu mengarah ke tiga negara berbeda sebelum akhirnya berhenti di satu nama yang telah lama mati secara hukum, sebuah entitas yang dibubarkan, tapi jejaknya masih hidup dalam sistem keuangan gelap yaitu Epsilon Foundation.Drazhan membuka kembali arsip lama yang pernah ia kumpulkan bertahun-tahun lalu. Waktu itu, ia menyelidiki simbol lingkaran dengan garis vertikal karena simbol itu muncul dalam transaksi senjata langka yang melewati Balkan tanpa bisa ia sent

  • Belenggu Cinta Sang Don Juan   Bab 153 Sebagian Datanya Juga Hilang

    Ruang kerja Drazhan berada di lantai paling dalam markas, jauh dari lorong-lorong tempat suara sepatu dan bisik-bisik anak buah bercampur menjadi dengung konstan. Di ruangan itu, dinding dilapisi beton tebal dan baja tipis, bukan untuk menahan serangan dari luar, melainkan untuk memastikan apa pun yang dibicarakan di dalamnya tidak pernah keluar.Lampu gantung tunggal memantulkan cahaya pucat di atas meja baja hitam yang penuh layar.Drazhan berdiri, kedua tangan bertumpu di permukaan meja, tatapannya tajam menembus deretan data yang terbuka di hadapannya.Ia melihat detail data milik Alessia. Semua terlihat normal. Hanya tidak ada tanggal lahir dan nama orang tua yang sudah meninggal. Ia menyentuh layar, memperbesar detail log akses arsip negara yang baru saja ia retas melalui jalur lama yang selama ini selalu berhasil ia pakai. Jalur itu tidak pernah gagal. Bahkan untuk pejabat Balkan dengan pengamanan paling ketat sekalipun. Namun kali ini, hampir separuh data tidak bisa dibuka.S

  • Belenggu Cinta Sang Don Juan   Bab 152 Jadi Memang dari Sana

    Pintu tertutup rapat setelah Rafael pergi.Mikhail tidak langsung bergerak. Ia berdiri beberapa detik di tengah ruangan, mendengarkan gema langkah Rafael yang menjauh di lorong sayap lama. Ketika suara itu benar-benar hilang, barulah ia menghela napas panjang, napas yang sejak tadi ia tahan.“Anak bodoh,” gumamnya pelan. Ia tidak yakin itu ditujukan pada Rafael, Alexei, atau dirinya sendiri.Ia berjalan menuju lemari besi kecil di sudut ruangan yang ia buat sendiri. Bukan yang tadi ia buka untuk mengambil botol, melainkan yang tersembunyi di balik panel kayu retak di dinding. Ia menyentuh titik tertentu di sudut bingkai, menekan dua kali, lalu memutar baut kecil yang tampak seperti paku biasa. Panel itu terbuka perlahan, memperlihatkan kompartemen logam yang lebih tua dari sebagian besar bangunan markas.Di dalamnya, hanya ada tiga benda yang selalu ia bawa, sebuah map kulit tipis, sebuah flash drive tanpa label, dan foto lama yang sudah mulai menguning.Mikhail mengambil map kulit it

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status