Beranda / Romansa / Belenggu Hasrat Dendam Membara / BAB 95 KELAHIRAN CAHAYA BARU

Share

BAB 95 KELAHIRAN CAHAYA BARU

Penulis: Michaella Kim
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-04 18:12:47

Lucas mengemudikan mobilnya dengan penuh perhitungan, fokusnya seperti sedang dikejar oleh prajurit bayaran.

“Lucas, jangan mengebut, tapi jangan pelan juga.”

Suara Elena terdengar terputus-putus, bercampur antara tawa gugup dan napas yang sudah tidak beraturan. Tangannya mencengkeram sabuk pengaman, sementara satu tangan lain menggenggam lengan Lucas seolah itu satu-satunya jangkar di dunia.

Lucas melirik sekilas, lalu kembali fokus ke jalan berkelok yang turun dari Amalfi menuju Napoli. Lampu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Belenggu Hasrat Dendam Membara   BAB 100 CAHAYA DI ATAS TEBING

    Langit Amalfi sore itu biru pucat, seperti kanvas yang pudar oleh cahaya. Angin laut berhembus pelan, membawa aroma garam dan bougainvillea liar dari sepanjang pagar Via delle Rocce. Tanpa deru mesin atau ancaman detak jam, hanya tawa anak-anak yang terdengar di udara.“Alex! Jangan lari ke situ, itu pasir basah!”“Ini seru, Mama!”“Kalau kau jatuh—” ucapan Elena terhenti karena seruan putrinya.“Ava juga basah!”Ava tertawa dengan rok berpasir dan rambut acak-acakan. Di dekatnya, Alex terpeleset saat berlari mengitari pot bunga, namun justru tertawa seolah jatuh adalah bagian dari permainan.Lucas bersedekap di teras, tersenyum pasrah. "Mereka seperti badai kecil.""Badai yang kita ciptakan sendiri," balas Elena sambil membawa handuk.Lucas menatapnya, gaun sederhana, rambut terikat asal, tanpa sisa identitas ganda masa lalu. Kini hanya ada seorang ibu dengan binar hangat dan kelelahan yang indah.“Kau kelihatan bahagia.”“Mungkin kau lupa, aku tidak lagi bangun dengan rasa takut.”L

  • Belenggu Hasrat Dendam Membara   BAB 99 WARISAN TANPA NAMA

    Pagi hari di musim semi yang cerah, Lucas bersandar di ambang pintu ruang kerja, menggendong Ava yang sedang mengunyah mainan karet, dan Alex yang merangkak di lantai, mengejar bola kecil.“Lucas, apa kamu yakin jumlah dana ini tidak terlalu besar?” tanya Elena.Ia berdiri di depan meja kerjanya, jari-jarinya melayang di atas trackpad laptop. Layar menampilkan grafik donasi yang terhubung ke beberapa yayasan pendidikan dan panti asuhan di berbagai negara.Lucas tersenyum tipis. “Dulu kita menggerakkan uang untuk menjatuhkan sistem. Sekarang kita menggerakkannya untuk menyelamatkan sistem.”Elena menoleh. “Itu bukan jawaban.”Lucas melangkah mendekat. “Tidak ada yang namanya terlalu besar kalau tujuannya supaya tidak ada anak yang tidur kelaparan.”Elena terdiam beberapa detik, lalu mengangguk pelan. “Kadang aku lupa kita sekarang bisa melakukan sesuatu tanpa harus sembunyi.”Lucas menatap ruang kerja itu. Dulu ruangan ini penuh layar gelap, peta satelit, dan kabel-kabel enkripsi. Seka

  • Belenggu Hasrat Dendam Membara   BAB 98 SATU TAHUN KEBEBASAN

    Satu tahun bergulir, membawa tawa serta bahagia dalam prosesnya. Tak ada satu hari pun di mana Lucas dan Elena sempat mengeluh. Perkembangan pesat dari kedua buah hati mereka telah mengusir rasa penat yang sulit singgah lama.Pagi itu, Lucas sedang berperan menjadi tukang kayu. Sementara istrinya, setia menjadi juri untuk menilai hasil karyanya.“Lucas, jangan bilang kau salah pasang lagi.”Elena berdiri di ambang pintu taman, tangan kirinya memegang loyang kue vanila, dan tangan kanannya menunjuk ke arah suaminya yang sedang berjongkok di tengah rumput, dikelilingi oleh potongan kayu, baut kecil, dan sebuah kursi kuda-kudaan setengah jadi.Hari ini, mereka mengadakan perayaan satu tahun usia Alex dan Ava.Lucas menoleh padanya dengan wajah serius. “Aku tidak salah pasang. Aku hanya merakit dengan pendekatan alternatif,” ia mengelak.Elena menaikan alisnya. “Pendekatan alternatif itu maksudnya kepalanya terbalik?”Lucas pun menatap mainan itu, lalu menatap Elena dengan tampang polosny

  • Belenggu Hasrat Dendam Membara   BAB 97 LANGKAH-LANGKAH KECIL DI AMALFI

    Waktu berlalu dengan cepat di Via delle Rocce. Kini, si kembar yang diberi nama Alex dan Ava sudah mulai belajar merangkak dan mengeksplorasi setiap sudut rumah yang telah dilapisi karpet tebal oleh sang ayah, Lucas.Di ruang tamu, Elena mengedarkan pandangannya yang tertuju pada seluruh lantai. Melihat semua hasil karya suaminya itu, ia menghela napas pasrah.“Lucas, kalau kau memasang satu karpet lagi, rumah ini akan berubah menjadi lapangan senam bayi,” katanya setengah menggoda. Di hadapannya, Alex sedang merangkak dengan kecepatan mencurigakan, sementara Ava mencoba menirunya tapi malah terguling pelan ke samping, lalu tertawa sendiri. Begitu menggemaskan, membuat hari-hari Elena terasa hangat.Lucas sedang berlutut di lantai, masih saja sibuk menempelkan satu karpet tambahan di dekat rak buku. “Kau terlambat, sayang. Lantai ini keras, kalau mereka jatuh—”“Mereka jatuh dari ketinggian sepuluh sentimeter, Ayah,” potong Elena gemas.Lucas menoleh sambil memasang wajah serius. “Se

  • Belenggu Hasrat Dendam Membara   BAB 96 RITME BARU DI VIA DELLE ROCCE

    Dua hari pasca kelahiran dari dua cahaya kehidupan bagi Lucas dan Elena, Via delle Rocce kini sepenuh berbeda.Dua bayi mungil itu mengubah ritme yang dijalani oleh kedua orang tuanya menjadi lebih ramai dan penuh warna. Kadang tawa, kadang harus berbisik, bukan karena waspada, melainkan suara bising sedikit saja bisa menyebabkan tangisan kencang.Kesibukan keduanya pun melebihi saat berada dalam misi masa lalu, bahkan Lucas harus bekerja dengan sentuhan ekstra lembut sekaligus cekatan dalam waktu yang bersamaan. Hanya karena takut sentuhan tangan besarnya itu dapat menyakiti kulit bayi-bayinya yang masih sangat rentan.“Lucas, yang ini sudah sendawa belum?” tanya Elena.Suaranya terdengar dari arah sofa, pelan tapi mengandung nada waspada khas ibu baru. Ia belum pulih sepenuhnya, namun bersikeras ingin mengurus anak-anaknya. Tetap saja, aturan ketat dari Lucas tidak boleh dilanggar.Di lengan Elena, bayi perempuan mereka terlelap damai, wajahnya merah muda, lebih mirip Lucas versi ga

  • Belenggu Hasrat Dendam Membara   BAB 95 KELAHIRAN CAHAYA BARU

    Lucas mengemudikan mobilnya dengan penuh perhitungan, fokusnya seperti sedang dikejar oleh prajurit bayaran.“Lucas, jangan mengebut, tapi jangan pelan juga.”Suara Elena terdengar terputus-putus, bercampur antara tawa gugup dan napas yang sudah tidak beraturan. Tangannya mencengkeram sabuk pengaman, sementara satu tangan lain menggenggam lengan Lucas seolah itu satu-satunya jangkar di dunia.Lucas melirik sekilas, lalu kembali fokus ke jalan berkelok yang turun dari Amalfi menuju Napoli. Lampu-lampu kota masih tampak jauh dari mereka, tapi laut gelap di sebelah kanan seperti bayangan yang terus mengikuti mereka.“Aku akan membawa kita secepat mungkin tanpa membuatmu pingsan,” katanya, suaranya tenang tapi rahangnya mengeras. “Tarik napasmu, kau harus tenang. Ikuti aku.”Elena mengangguk, meski wajahnya pucat. “Aku benci bagian ini, Lucas.”“Kau tidak sendirian di bagian mana pun,” jawab Lucas cepat. “Dengarkan napasku.”Ia menarik napas dalam-dalam, sengaja membuatnya terdengar. Elen

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status