author-banner
Michaella Kim
Michaella Kim
Author

Novels by Michaella Kim

Benih Mantan Pacar

Benih Mantan Pacar

Di bandara yang riuh, Elara harus merelakan separuh jiwanya pergi. Axel memilih terbang ke Tokyo, meninggalkan kota kecil—dan perempuan yang paling ia cintai—demi satu mimpi besar: menjadi seseorang yang pantas untuk Elara. Di antara janji, pelukan terakhir, dan air mata yang tak tertahan, mereka percaya bahwa cinta mampu menunggu, bahwa jarak hanya sementara. Namun, perpisahan tak pernah sesederhana janji. Saat langkah Axel menghilang di balik pintu keberangkatan, dunia Elara runtuh perlahan. Kesepian, ketakutan, dan rasa kehilangan menyesakkan dadanya—hingga tubuhnya sendiri memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang tak beres. Sesuatu yang tak terduga. Sesuatu yang bisa mengubah segalanya. Ini bukan hanya kisah tentang cinta yang terpisah oleh jarak, melainkan tentang janji yang diuji waktu, dan sebuah perpisahan yang mungkin bukan sekadar perpisahan.
Read
Chapter: Bab 68. Happy Ending
Axel berlari dengan napas tercekat, sementara mobil yang melaju kencang itu berhenti tepat di depan anak itu, hanya beberapa sentimeter dari tubuh kecilnya. Anak itu terpaku sejenak sebelum mundur beberapa langkah, wajahnya pucat tetapi tidak terluka. Axel segera menghampirinya, berlutut untuk memastikan semuanya baik-baik saja."Kamu nggak apa-apa?" tanya Axel, suaranya terdengar khawatir.Anak itu mengangguk cepat, meski masih sedikit gemetar. "Gak apa-apa, Om. Makasih ya," ucapnya dengan suara kecil, mencoba tersenyum.Axel menghela napas lega, mengacak rambut anak itu dengan lembut. “Lain kali hati-hati kalau nyebrang, ya. Gak usah buru-buru.""Iya, Om. Aku janji." Anak itu kembali tersenyum, tampak lebih tenang. Setelah itu, ia kembali melanjutkan perjalanannya ke apotek dengan langkah lebih berhati-hati.Axel berdiri, kembali ke Elara dan anak-anaknya yang menunggu di taman. Elara langsung bertanya dengan nada cemas, "Anak itu nggak apa
Last Updated: 2026-03-16
Chapter: Bab 67. Extra Part Lima
Cairo dan Mila berdiri di depan pintu, bersiap untuk pamit. Elara memegang tangan kecil Arcella, sementara Arxel berdiri di samping Axel dengan wajah sedikit murung. “Beneran kalian mau pulang sekarang? Masih sore lho,” tanya Axel, matanya menatap Cairo dengan sedikit keraguan.“Iya, aku masih banyak urusan,” jawab Cairo sambil melirik Mila di sebelahnya. “Termasuk urusan sama cewek yang satu ini,” tambahnya dengan nada bercanda, membuat Mila mendengus kesal.“Huh, urusan apa sih? Sok sibuk banget,” Mila melontarkan komentar singkat sambil melipat tangan di dadanya.Axel tertawa kecil dan menggeleng. “Ya sudah, hati-hati di jalan. Gak usah ngebut, apalagi kamu, Cairo. Aku tahu kebiasaanmu kalau nyetir,” ucapnya setengah serius, setengah bercanda.Cairo menepuk bahu Axel dengan ringan. “Tenang aja, aku gak bakal bikin masalah. Aku makasih banget, ya, udah diizinin mampir.” Ucapannya tu
Last Updated: 2026-03-16
Chapter: Bab 66. Extra Part Empat
Cairo nyaris menjatuhkan cangkir tehnya saat mendengar suara keras dari arah depan rumah. Semua orang di ruang tamu spontan menoleh. Tak lama kemudian, seorang wanita masuk dengan langkah tegas, wajahnya menunjukkan ekspresi kesal.“Berani-beraninya kamu pulang nggak kasih kabar dulu?” Suara tajam itu milik Mila. Ia berdiri di depan pintu dengan tangan bersedekap, matanya menatap Cairo garang.Cairo terlihat terkejut sekaligus tidak percaya. “Mila? Kok kamu bisa ke sini?”“Mila, masuk dulu. Jangan marah-marah di depan pintu, gak baik,” ucap Axel mengingatkan.“Gimana aku gak marah?” Mila mendekati Cairo dengan langkah penuh emosi. “Dia itu tiba-tiba hilang berbulan-bulan, nggak ngabarin, nggak apa-apa. Sekarang pulang diam-diam tanpa bilang ke aku. Emang aku ini apa? Teman cuma di saat butuh doang?”Cairo mengangkat kedua tangannya, menyerah. “Mila, aku baru mendarat tadi pagi. Belum
Last Updated: 2026-03-15
Chapter: Bab 65. Extra Part Tiga
Elara masih menatapnya penuh curiga. Ia tahu istrinya tidak akan membiarkan pembicaraan tadi selesai begitu saja. Duduk di samping Elara, Axel meletakkan ponselnya di meja dan meraih tangan Elara. Namun, Elara tidak bergerak.“Dari siapa, Xel? Kok mukanya tadi serius banget?” tanyanya dengan nada yang tidak bisa ditawar.Axel mengangkat bahu, berusaha terlihat santai. “Oh, tadi… tadi Cairo. Dia bilang pengen balik ke Indo. Katanya udah bosen di luar.”“Terus?”“Terus apa?” tanya Axel bingung.Elara menyipitkan mata, merasa jawaban itu terlalu sederhana. “Gitu doang?” tanyanya, jelas belum puas.Axel menahan senyumnya, mencoba untuk tetap terlihat serius. “Iya. Emang kenapa?” jawabnya polos, tapi matanya berkilat nakal.Elara mulai membuka mulut untuk protes, tapi sebelum kata-kata itu keluar, Axel meledak dalam tawa. Ia terhuyung ke belakang sambil menutupi
Last Updated: 2026-03-15
Chapter: Bab 64. Extra Part Dua
Elara masih menatap Axel dengan rasa penasaran yang begitu kuat, meski pria itu sudah mengalihkan pembicaraan dengan mencium keningnya. Ia tahu Axel selalu punya caranya sendiri untuk menghindari pertanyaan yang terlalu mendalam, tapi kali ini, Elara tak ingin menyerah begitu saja.“Xel,” panggilnya pelan, menyandarkan dagunya di bahu suaminya. “Kamu nggak adil, tahu. Aku selalu cerita semuanya sama kamu, tapi kamu selalu nyimpan rahasia sendirian.”Axel tersenyum samar, meraih tangan Elara dan menggenggamnya erat. “Bukan rahasia, Ra. Cuma sesuatu yang belum waktunya kamu tahu.”Elara mengerutkan dahi, mencoba mencerna kata-kata Axel. “Belum waktunya? Memangnya ini tentang apa sih? Kamu takut aku nggak bisa terima atau apa?” tanyanya, setengah bercanda tapi juga serius.Axel memandangnya dengan tatapan lembut tapi penuh misteri. “Bukan soal kamu bisa terima atau nggak, tapi aku nggak mau kamu khawatir,
Last Updated: 2026-03-14
Chapter: Bab 63. Extra Part Satu
Di sudut sebuah ruangan dengan pencahayaan redup, seorang penyanyi bertopeng sedang duduk di depan kamera. Ia memainkan gitar akustik dengan nada-nada yang menenangkan, suaranya yang lembut, penuh emosi menyihir ribuan penonton yang menyaksikan live streaming-nya. Topeng putih yang menutupi sebagian wajahnya, dengan desain minimalis tapi terlihat indah, menjadi ciri khas yang membuat semua orang penasaran.Suara petikan gitarnya mengalun lembut, membentuk irama yang merasuk ke hati. Ia mulai bernyanyi, suaranya seolah membawa pendengarnya ke dunia lain. Lirik-lirik yang ia ciptakan sendiri menceritakan kisah-kisah penuh perasaan, tentang cinta yang tidak terucap, tentang kerinduan, dan tentang mimpi-mimpi yang tertunda. Setiap kata terasa hidup, menggambarkan sosok yang penuh misteri dan juga memikat.Di layar, kolom komentar tak pernah berhenti bergerak. Para penonton, mayoritas gadis-gadis muda, berlomba-lomba mengungkapkan kekaguman mereka.“Suara k
Last Updated: 2026-03-14
Belenggu Hasrat Dendam Membara

Belenggu Hasrat Dendam Membara

Lima tahun lalu, Ethan Deighton menyerahkan kebebasannya demi cinta. Ia menanggung kesalahan atas kejahatan yang tak pernah ia lakukan—hanya untuk melindungi wanita yang pernah berjanji akan menunggunya: Iris Valeska. Namun ketika gerbang penjara akhirnya terbuka, dunia tak lagi sama. Iris bukan miliknya lagi. Ia kini menjadi istri Marcus Cross, miliarder kejam—orang yang menghancurkan keluarga Ethan dan membuat ayahnya bunuh diri. Pengkhianatan itu membakar lebih dalam dari luka mana pun. Pria yang dulu percaya pada cinta kini hidup dengan dendam yang mengalir dalam nadinya. Ia bersumpah tak akan pernah percaya lagi… Sampai takdir mempertemukannya dengan Celeste Morel, seorang pewaris rapuh asal Prancis yang tanpa sengaja terseret ke dalam dunia gelapnya. Lembut. Polos. Segalanya yang sudah lama tak dipercayai Ethan. Ketika hidup Celeste terancam, Ethan melangkah masuk—bukan sebagai pahlawan, melainkan sebagai pria yang tak lagi tahu cara berpaling. Dan di mata Celeste, ia mulai melihat sesuatu yang dulu ia pikir telah hilang selamanya—harapan. Namun bisakah hati yang dibangun dari dendam belajar mencintai lagi? Ataukah harga dari keheningan itu akan menelannya sekali lagi?
Read
Chapter: BAB 100 CAHAYA DI ATAS TEBING
Langit Amalfi sore itu biru pucat, seperti kanvas yang pudar oleh cahaya. Angin laut berhembus pelan, membawa aroma garam dan bougainvillea liar dari sepanjang pagar Via delle Rocce. Tanpa deru mesin atau ancaman detak jam, hanya tawa anak-anak yang terdengar di udara.“Alex! Jangan lari ke situ, itu pasir basah!”“Ini seru, Mama!”“Kalau kau jatuh—” ucapan Elena terhenti karena seruan putrinya.“Ava juga basah!”Ava tertawa dengan rok berpasir dan rambut acak-acakan. Di dekatnya, Alex terpeleset saat berlari mengitari pot bunga, namun justru tertawa seolah jatuh adalah bagian dari permainan.Lucas bersedekap di teras, tersenyum pasrah. "Mereka seperti badai kecil.""Badai yang kita ciptakan sendiri," balas Elena sambil membawa handuk.Lucas menatapnya, gaun sederhana, rambut terikat asal, tanpa sisa identitas ganda masa lalu. Kini hanya ada seorang ibu dengan binar hangat dan kelelahan yang indah.“Kau kelihatan bahagia.”“Mungkin kau lupa, aku tidak lagi bangun dengan rasa takut.”L
Last Updated: 2026-02-04
Chapter: BAB 99 WARISAN TANPA NAMA
Pagi hari di musim semi yang cerah, Lucas bersandar di ambang pintu ruang kerja, menggendong Ava yang sedang mengunyah mainan karet, dan Alex yang merangkak di lantai, mengejar bola kecil.“Lucas, apa kamu yakin jumlah dana ini tidak terlalu besar?” tanya Elena.Ia berdiri di depan meja kerjanya, jari-jarinya melayang di atas trackpad laptop. Layar menampilkan grafik donasi yang terhubung ke beberapa yayasan pendidikan dan panti asuhan di berbagai negara.Lucas tersenyum tipis. “Dulu kita menggerakkan uang untuk menjatuhkan sistem. Sekarang kita menggerakkannya untuk menyelamatkan sistem.”Elena menoleh. “Itu bukan jawaban.”Lucas melangkah mendekat. “Tidak ada yang namanya terlalu besar kalau tujuannya supaya tidak ada anak yang tidur kelaparan.”Elena terdiam beberapa detik, lalu mengangguk pelan. “Kadang aku lupa kita sekarang bisa melakukan sesuatu tanpa harus sembunyi.”Lucas menatap ruang kerja itu. Dulu ruangan ini penuh layar gelap, peta satelit, dan kabel-kabel enkripsi. Seka
Last Updated: 2026-02-04
Chapter: BAB 98 SATU TAHUN KEBEBASAN
Satu tahun bergulir, membawa tawa serta bahagia dalam prosesnya. Tak ada satu hari pun di mana Lucas dan Elena sempat mengeluh. Perkembangan pesat dari kedua buah hati mereka telah mengusir rasa penat yang sulit singgah lama.Pagi itu, Lucas sedang berperan menjadi tukang kayu. Sementara istrinya, setia menjadi juri untuk menilai hasil karyanya.“Lucas, jangan bilang kau salah pasang lagi.”Elena berdiri di ambang pintu taman, tangan kirinya memegang loyang kue vanila, dan tangan kanannya menunjuk ke arah suaminya yang sedang berjongkok di tengah rumput, dikelilingi oleh potongan kayu, baut kecil, dan sebuah kursi kuda-kudaan setengah jadi.Hari ini, mereka mengadakan perayaan satu tahun usia Alex dan Ava.Lucas menoleh padanya dengan wajah serius. “Aku tidak salah pasang. Aku hanya merakit dengan pendekatan alternatif,” ia mengelak.Elena menaikan alisnya. “Pendekatan alternatif itu maksudnya kepalanya terbalik?”Lucas pun menatap mainan itu, lalu menatap Elena dengan tampang polosny
Last Updated: 2026-02-04
Chapter: BAB 97 LANGKAH-LANGKAH KECIL DI AMALFI
Waktu berlalu dengan cepat di Via delle Rocce. Kini, si kembar yang diberi nama Alex dan Ava sudah mulai belajar merangkak dan mengeksplorasi setiap sudut rumah yang telah dilapisi karpet tebal oleh sang ayah, Lucas.Di ruang tamu, Elena mengedarkan pandangannya yang tertuju pada seluruh lantai. Melihat semua hasil karya suaminya itu, ia menghela napas pasrah.“Lucas, kalau kau memasang satu karpet lagi, rumah ini akan berubah menjadi lapangan senam bayi,” katanya setengah menggoda. Di hadapannya, Alex sedang merangkak dengan kecepatan mencurigakan, sementara Ava mencoba menirunya tapi malah terguling pelan ke samping, lalu tertawa sendiri. Begitu menggemaskan, membuat hari-hari Elena terasa hangat.Lucas sedang berlutut di lantai, masih saja sibuk menempelkan satu karpet tambahan di dekat rak buku. “Kau terlambat, sayang. Lantai ini keras, kalau mereka jatuh—”“Mereka jatuh dari ketinggian sepuluh sentimeter, Ayah,” potong Elena gemas.Lucas menoleh sambil memasang wajah serius. “Se
Last Updated: 2026-02-04
Chapter: BAB 96 RITME BARU DI VIA DELLE ROCCE
Dua hari pasca kelahiran dari dua cahaya kehidupan bagi Lucas dan Elena, Via delle Rocce kini sepenuh berbeda.Dua bayi mungil itu mengubah ritme yang dijalani oleh kedua orang tuanya menjadi lebih ramai dan penuh warna. Kadang tawa, kadang harus berbisik, bukan karena waspada, melainkan suara bising sedikit saja bisa menyebabkan tangisan kencang.Kesibukan keduanya pun melebihi saat berada dalam misi masa lalu, bahkan Lucas harus bekerja dengan sentuhan ekstra lembut sekaligus cekatan dalam waktu yang bersamaan. Hanya karena takut sentuhan tangan besarnya itu dapat menyakiti kulit bayi-bayinya yang masih sangat rentan.“Lucas, yang ini sudah sendawa belum?” tanya Elena.Suaranya terdengar dari arah sofa, pelan tapi mengandung nada waspada khas ibu baru. Ia belum pulih sepenuhnya, namun bersikeras ingin mengurus anak-anaknya. Tetap saja, aturan ketat dari Lucas tidak boleh dilanggar.Di lengan Elena, bayi perempuan mereka terlelap damai, wajahnya merah muda, lebih mirip Lucas versi ga
Last Updated: 2026-02-04
Chapter: BAB 95 KELAHIRAN CAHAYA BARU
Lucas mengemudikan mobilnya dengan penuh perhitungan, fokusnya seperti sedang dikejar oleh prajurit bayaran.“Lucas, jangan mengebut, tapi jangan pelan juga.”Suara Elena terdengar terputus-putus, bercampur antara tawa gugup dan napas yang sudah tidak beraturan. Tangannya mencengkeram sabuk pengaman, sementara satu tangan lain menggenggam lengan Lucas seolah itu satu-satunya jangkar di dunia.Lucas melirik sekilas, lalu kembali fokus ke jalan berkelok yang turun dari Amalfi menuju Napoli. Lampu-lampu kota masih tampak jauh dari mereka, tapi laut gelap di sebelah kanan seperti bayangan yang terus mengikuti mereka.“Aku akan membawa kita secepat mungkin tanpa membuatmu pingsan,” katanya, suaranya tenang tapi rahangnya mengeras. “Tarik napasmu, kau harus tenang. Ikuti aku.”Elena mengangguk, meski wajahnya pucat. “Aku benci bagian ini, Lucas.”“Kau tidak sendirian di bagian mana pun,” jawab Lucas cepat. “Dengarkan napasku.”Ia menarik napas dalam-dalam, sengaja membuatnya terdengar. Elen
Last Updated: 2026-02-04
Sentuhan Berbahaya Miliarder Tampan

Sentuhan Berbahaya Miliarder Tampan

Satu malam. Satu kesalahan. Satu pria asing yang seharusnya tidak pernah ada. Ariana Bennett hanya ingin pengalaman pertamanya berjalan sesuai rencana. Semua sudah diatur—pria bayaran, kamar hotel, dan rahasia yang tak boleh diketahui siapa pun. Namun pagi setelah malam penuh gairah itu, sebuah pesan menghancurkan segalanya. Pria yang seharusnya datang… tidak pernah muncul. Lalu siapa pria yang tidur dengannya semalam? Terjebak antara rasa takut, penasaran, dan konsekuensi yang mungkin mengubah hidupnya selamanya, Ariana harus mencari identitas pria misterius itu—sebelum rahasia di balik pertemuan mereka lebih dulu menghancurkannya. Dan ketika kebenaran mulai terkuak, Ariana sadar: pria itu bukan sekadar orang asing. Dia adalah bahaya yang kini terikat pada takdirnya. Sentuhan seorang asing bisa menjadi awal dari obsesi, kepemilikan… dan cinta yang paling berbahaya.
Read
Chapter: Bab 5. Layaknya Mainan Baru yang Tak Bisa Dibuang Mudah
Ariana terus berjalan cepat, nyaris berlari di sepanjang lorong yang dilalui. Jantungnya berdebar kencang, matanya berlarian cepat mengamati situasi—seakan menunjukkan dia seperti tengah menghindari sesuatu.Apa yang terjadi beberapa saat lalu jelas membuatnya kalang kabut sekarang. Arthur dengan terang-terangan “menyapanya”, bahkan menyatakan jelas bahwa pria itu mengenalnya. Jadi, bagaimana dia bisa berpura-pura sekarang? Dia hanya akan terlihat bodoh jika melakukan itu.Begitu berhasil tiba di ruangannya, Ariana segera menutup pintu dan menguncinya, lalu tubuhnya bersandar lemas di badan pintu. Dia mencoba mengatur napasnya yang berantakan, sekaligus menenangkan debar jantungnya yang menggila. Namun, belum juga dia mendapatkan ketenangan, sebuah suara familier tiba-tiba saja terdengar.“Kau lama sekali menemani Tuan Whitmore,” ucap Elleanor yang ternyata sudah ada di dalam ruangan, tengah duduk santai di kursi kerja milik Ariana. Namun, wanita itu tampak mengerutkan kening, melihat
Last Updated: 2026-02-03
Chapter: Bab 4. Permainan yang Layak Dilanjutkan
Kaki Ariana tak sanggup menapak ke karpet mahal di ballroom kantornya. Aura wajahnya menunjukkan jelas keterkejutan. Lidahnya mendadak kelu serta wajahnya yang pucat tak bisa banyak berekspresi seperti biasanya.Tatapan mata dingin, tajam, dan memesona itu tak mungkin Ariana lupakan. Aroma parfum maskulin yang begitu kuat seolah menyeruak ke indra penciumannya, benar-benar membuat Ariana yakin bahwa memang pria di hadapannya itu adalah pria asing yang waktu itu dia sangka seorang gigolo.Ariana masih bergeming, dengan raut wajah penuh keterkejutannya tak bisa berkata apa pun. Tangannya sampai berkeringat dingin, padahal ballroom kantornya menggunakan AC central—yang mana jelas sangat dingin. Ya, tatapan Ariana ini jelas bukan hanya sepihak. Sosok pria tampan yang muncul, yang dipanggil ‘Tuan Whitmore’, juga terus menatapnya dengan tatapan penuh arti khusus. Oh, tidak ... tatapan itu bahkan seakan ingin menelanjangi Ariana.“Tuan Whitmore, mari kita ke podium,” ajak Franco sambil men
Last Updated: 2026-02-03
Chapter: Bab 3. Bukan Dia!
Ariana terbangun dengan napas putus-putus. Namun, bukan itu yang menjadi fokusnya sekarang. Dia fokus pada mimpi yang benar-benar membuatnya merasa ada sesuatu yang mengganjal di dalam hatinya. Dia terbangun bukan dari mimpi indah, melainkan dari mimpi yang menurutnya tak perlu muncul.Ya, pria asing yang menghabiskan malam dengannya waktu itu hadir dalam mimpinya. Mengingat itu, kedua tangan Ariana langsung naik ke kepala dan mengacak rambut. Pipinya malah bersemu merah seiring ingatan yang kembali memutar jelas mimpi tadi.Ariana kini mengatur napas, mencoba sekeras mungkin tetap tenang. Puas mengacak rambut, dia lalu melirik ponselnya yang berdering singkat, membuat layar menyala. Saat ituah pandangannya fokus pada dua hal. Pertama, pada isi pesan yang memuat sederet kalimat horor. Kedua, pada angka di layar.[Ariana Bennett, kutunggu kau di kantor dalam sepuluh menit atau kau akan tahu akibatnya.]Nama ‘Boss’ teridentifikasi sebagai pengirim pesan tersebut.Kemudian, pandangan Ari
Last Updated: 2026-02-03
Chapter: Bab 2. Dia adalah Ariana Bennett
Seorang pria tampan tampak tengah mengenakan kausnya dengan gerakan yang tenang. Dia duduk di pinggir ranjang, dengan senyuman tipis bertengger di wajahnya. Saat mengancingkan kancing teratas, pandangannya teralih ke samping, pada beberapa lembar uang di atas nakas.Senyum di wajah tampannya makin mengembang dengan sinis, mendukung tatapannya yang dingin sekaligus tajam, menusuk seakan penuh makna khusus.“Jadi, hanya segini bayaran yang kau berikan, Gadis Nakal?” Dia berbicara pada keheningan ruangan.Ya, begitu membuka mata, kamar itu telah sepi. Tempat yang menjadi saksi dari pergumulan panas semalam. Bisa disebut itu one night stand. Namun, jelas baginya itu bukan satu malam yang bisa diakhiri begitu saja dan dilupakan.Tanpa mengambil lembaran uang itu, pria tampan tersebut beranjak. Tubuh tegapnya telah terbungkus pakaian rapi yang menampilkan karimsa sekaligus pesonanya.Kaki yang menjejak lantai bergantian menimbulkan gema berirama memecah keheningan kamar. Derit pintu terdeng
Last Updated: 2026-02-03
Chapter: Bab 1. Sentuhan Erotis Pria Asing
Tangan putih mulus itu mendorong dada bidang seorang pria tampan yang segera saja terjatuh menimpa empuknya ranjang. Kedua tangan pria itu bertumpu ke ranjang, menopang tubuh. Sementara itu, kedua matanya berusaha dibuka lebar-lebar, mengenali wanita yang tampak samar di pandangannya.“Kau sepertinya bibit unggul. Wajahmu sangat tampan.”Tangan lentik wanita itu kini mulai menyentuh lembut permukaan kulit wajah si pria tampan , mengelus dengan gerakan nakal, hingga turun dan berhenti di sekitar dagunya. Mengangkatnya. Membuatnya menghadap tepat ke wajah wanita yang tahu-tahu sudah ada di dekatnya.Wanita itu ikut naik ke ranjang, duduk di pangkuan pria yang tampak tak berdaya di bawahnya. Baju luarnya sudah tanggal, menyisakan tanktop hitam dan rok selutut yang sedikit tersingkap.“Kuharap performamu bagus. Elle sudah memberikan banyak informasi, dan jelas dia pasti tidak akan mengecewakanku,” lanjut wanita itu.Ariana Bennett melebarkan senyum puas begitu melihat pria tampan itu hany
Last Updated: 2026-02-03
Merindukanmu, Dalam Jerit Tangisku

Merindukanmu, Dalam Jerit Tangisku

“Aku menceraikanmu!” Tiga kata yang menghancurkan dunia Sophia dalam sekejap. Dituduh berselingkuh setelah tertangkap basah tidur dengan pria asing, Sophia kehilangan segalanya—suaminya, kehidupannya, dan harga dirinya. Padahal, dia tak mengingat apa pun tentang malam itu. Hanya kepingan ingatan, rasa pahit di mulut, dan firasat bahwa dia dijebak. Lucas, pria yang dulu begitu mencintainya, berubah menjadi sosok penuh kebencian. Tak percaya pada setiap air mata dan kata maaf yang Sophia ucapkan. Tanpa menyelidiki lebih jauh, pria itu dengan tega meninggalkan Sophia yang dulu dianggap segalanya. Bertahun-tahun berlalu. Takdir mempertemukan mereka kembali—tapi kali ini, Lucas dikejutkan oleh kenyataan bahwa Sophia tidak sendiri. Ada dua anak kecil dengan mata yang sangat familiar. Mata yang begitu mirip dengan miliknya... Kini, kebenaran perlahan terungkap. Namun, apakah cinta yang sudah hancur bisa disatukan kembali? Dan … apakah maaf masih punya tempat, ketika luka lama kembali terbuka? *** My Instagram: michaella_kim28
Read
Chapter: Bab 23. Enyahlah dari Pikiranku!
Keheningan membentang dari dalam mobil. Lucas melajukan mobil dengan kecepatan penuh—dengan aura wajah tampak menunjukkan kemarahan. Tangannya kini mencengkeram kuat stir mobil. Pria tampan itu dikuasai kemarahan di kala melihat adegan intim Sophia dengan Jacob.Shit! Lucas memukul setir mobil, seraya meloloskan umpatan dalam hatinya. Dia tak mengira akan bertemu dengan Sophia bersama dengan Jacob. Apa yang dia lihat tadi, membuat mood dalam dirinya sangat kacau.“Lucas, kenapa kau mengajakku pergi? Kau kan sudah berjanji padaku akan menemaniku di restoran baru yang tadi,” kata Anna kesal pada Lucas.Lucas masih diam. Matanya menerawang lurus ke depan. Pikirannya terus terngiang pada sosok Sophia yang bersandar pada dada Jacob—dalam keadaan seakan membutuhkan Jacob. Reka adegan itu bagaikan kaset kusut yang tak berhenti terputar di benaknya.“Lucas?” desakan Anna memecah lamunannya.Lucas mengedip pelan, menyadari bahwa pertanyaan Anna dia abaikan. “Kau bisa makan siang di tempat lain
Last Updated: 2025-12-17
Chapter: Bab 22. Adegan Intim yang Menyesakkan Hati Lucas
Sophia bangun pagi tidak dengan wajah yang segar. Wanita cantik itu kesal, kenapa tadi malam harus memimpikan Lucas. Dari sekian banyak hal yang dia lalui, kenapa dia harus kembali memikirkan pria yang harusnya dienyahkan dari pikirannya? Sungguh, dia membenci ini semua.“Sophia, aku ingin mengajak kembar ke taman bermain. Apa hari ini kau sibuk?” Joana masuk ke dalam kamar, menghampiri Sophia.Sophia melamun, tak menyadari kedatangan Joana.“Sophia?” panggil Joana lagi, tepat di depan sahabatnya itu.Sophia langsung membuyarkan lamunannya. “Hm? Ya, Joana?” jawabnya cepat, di kala sudah sadar kehadiran sahabatnya itu.Joana mendesah pelan, lalu duduk di samping Sophia. “Sepertinya ada hal yang membebani pikiranmu. Katakan padaku, apa yang kau pikirkan?”Sophia menyandarkan punggungnya ke sofa, sembari memejamkan mata lelah. “Tadi malam aku mimpi Lucas. Dan kembar datang ke kamarku saat mereka mendengarku menjerit nama Lucas.”Joana terkejut langsung meraih kedua bahu Sophia. “Wait, ka
Last Updated: 2025-12-14
Chapter: Bab 21. Hanya Sebuah Mimpi
“Apa sekarang kau bahagia, Sophia?”Sophia menoleh pelan ke arah sumber suara berat dari seorang pria. Tampak jelas matanya menyiratkan kehangatan yang nyaris meleleh. Bibirnya melengkung membentuk senyum yang tenang seolah seluruh dunia tak lagi menyakitkan.“Menurutmu?” tanya Sophia, dengan nada tenang. “Aku merasa kau bahagia, tapi kau akan lebih bahagia jika bersamaku,” jawab pria tampan itu sembari menggenggam tangan Sophia. Sophia terdiam merasakan kehangatan sentuhan yang sudah lama sekali dia rindukan. Hatinya luluh. Dia berjalan dengan pria tampan itu menyusuri taman yang dipenuhi bunga bermekaran. Langit biru tanpa awan menggantung damai di atas kepala mereka. Sinar matahari menyelinap melalui daun-daun, menciptakan permainan cahaya di tanah dan di wajah Sophia. Udara membawa aroma melati dan rerumputan segar. Semuanya sempurna. Bahkan terlalu sempurna.Tangan itu—tangan hangat yang dia kenal betul—menggenggam erat jemarinya. Sang pemilik tangan adalah Lucas. Dia pria yang
Last Updated: 2025-12-13
Chapter: Bab 20. Penuh Rahasia
Matahari mulai muncul di ufuk timur, memancarkan cahaya keemasan yang menyelimuti garis langit kota New York. Saat sinar pertama menyentuh permukaan kaca gedung pencakar langit yang menjulang, jalanan mulai berdenyut dengan kehidupan. Udara terasa segar, membawa aroma kopi yang baru diseduh dari kafe di sudut jalan, berpadu dengan wangi manis bunga sakura yang mekar di Central Park.Pelari, mengenakan pakaian berwarna cerah, melintasi jalur setapak, langkah mereka berirama, bergema di tengah kicauan burung yang ceria. Tampak seorang musisi jalanan mengalunkan melodi lembut dengan gitarnya, nada-nada itu melayang di udara seperti bisikan harapan. Pun dari kejauhan, siluet ikonik Patung Liberty berdiri megah, mengingatkan akan ketahanan dan kebebasan.Pagi yang indah di New York, membawa kedamaian jiwa. Sophia duduk di kursi taman bersama dengan Joana. Dia memperhatikan khusus kembar yang bermain dengan anak-anak yang baru dikenal. Ada Amy yang selalu setia menemani kembar.Ya, hari ini
Last Updated: 2025-12-12
Chapter: Bab 19. Tinggal di Apartemen Baru
“Ingin minum?” tanya Jacob menawarkan wine pada Sophia, tepat di kala wanita itu sudah selesai berdansa. Meski dia tak menyukai di kala MC mengumumkan pertukaran pasangan saat dansa, tetapi dia harus menghargai acara bibinya itu.Sophia berdeham sebentar, berusaha mengatur emosi dalam dirinya. Dia harus tetap tenang, tak ingin sampai Jacob mengetahui bahwa tadi dia sempat berdebat dengan Lucas. Tidak. Dia tidak akan pernah membiarkan siapa pun tahu tentangnya dengan Lucas.“Tidak, Jacob. Aku sedang tidak ingin minum alkohol,” tolak Sophia lembut, pada Jacob.Jacob mengangguk, menanggapi ucapan Sophia.“Hm, Jacob, apa kau keberatan mengantarku kembali ke hotel sekarang? Aku merasa sedang kurang sehat,” ujar Sophia lembut.“Kau sedang kurang sehat? Apa yang kau keluhkan?” Jacob dengan penuh perhatian, menyentuh kening Sophia. Pria tampan itu menunjukkan jelas rasa cemas yang membentang di dalam diri.Sophia tersenyum lembut. “Aku hanya sedikit pusing. Maaf, aku tidak bisa terlalu lama d
Last Updated: 2025-12-10
Chapter: Bab 18. Perlawanan Sophia Carter
“Sophia? Kenapa wajahmu kesal seperti itu?” tanya Joana di kala melihat Sophia masuk ke dalam kamar. Dia yang sedang berkutat pada iPad-nya langsung meletakan iPad-nya ke atas meja, dan menatap Sophia dnegan tatapan bingung serta terselimuti rasa penasaran yang membentang.Sophia menghempaskan tubuhnya ke sofa. “Aku tadi tidak sengaja bertemu dengan ibu Lucas di butik Margareth, Joana.”“Kau bertemu dengan ibu Lucas di butik Margareth?” ulang Joana memastikan, dengan raut wajah terkejut.Sophia mengangguk, menanggapi ucapan Joana.Joana terdiam sebentar. “Kau berada di lingkungan kelas atas. Kau berkenalan dengan Margareth Alford yang merupakan designer ternama. Jadi, aku tidak heran kalau kau bertemu dengan ibu Lucas.”Sophia menghela napas dalam. “Ya, menjadi fashion designer adalah impianku. Aku harus menerima segala konsekunsi termasuk kembali bertemu dengan mantan suamiku berseta keluarganya.”Joana menyentuh tangan Sophia. “Tidak banyak yang aku katakan padamu selain kau harus f
Last Updated: 2025-12-09
You may also like
HELLO HUSBAND {INDONESIA}
HELLO HUSBAND {INDONESIA}
Romansa · ANGELA HIKARU
376.5K views
Skandal Panas Sang CEO
Skandal Panas Sang CEO
Romansa · icher
375.6K views
Malam Pertama Dengan Kakak Ipar
Malam Pertama Dengan Kakak Ipar
Romansa · Pena_Receh01
371.3K views
Gairah Liar Mantan Suamiku
Gairah Liar Mantan Suamiku
Romansa · Mommykai22
370.9K views
Maaf, Aku Bukan Wanita Lemah
Maaf, Aku Bukan Wanita Lemah
Romansa · Ajeng padmi
370.0K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status