Share

Krisis

Author: Mr. Mystery
last update publish date: 2026-01-08 04:31:00

Sore hari, di antara pepohonan dalam hutan, Ye Chen yang sedang berjalan sambil menggigit daging kering terakhirnya tiba-tiba berhenti dan menghela napas.

Sudah hampir enam jam sejak Ye Chen meninggalkan desa Siqing, dan selama enam jam perjalanan, dia hampir menghabiskan perbekalannya. Pada awalnya, dia berpikir bahwa perbekalan yang dia siapkan di awal sudah lebih dari cukup untuk sampai ke desa Dayan, tapi dia tidak berharap bahwa konsumsi makanan dan minumannya dalam perjalanan sangat besar.

Sekarang, perbekalannya sudah benar-benar menipis, dan kabar buruknya lagi dia tidak tahu entah kapan akan sampai ke desa lain. Nasibnya juga buruk, selama perjalanan, dia tidak menemukan orang lain, atau bahkan hewan yang bisa diburu.

Melihat hari sudah menjelang malam, Ye Chen benar-benar tidak berdaya dan memilih untuk mencari tempat peristirahatan sementara sampai besok pagi.

Sebenarnya dia tidak ingin membuang-buang waktu di hutan belantara semacam ini, tapi dia tahu bahwa berjalan di hutan malam hari, terutama sendirian, risikonya akan jauh lebih besar. Terutama binatang buas sejenis serigala yang selalu berburu secara berkelompok dan sangat sulit untuk dihadapi.

Untungnya, ketika langit belum benar-benar gelap, Ye Chen menemukan sebuah celah kecil di kaki gunung. Tidak bisa dikatakan sebagai gua, karena celah kecil yang terlihat tertutup ilalang itu hanya bisa dimasuki oleh satu orang. Selain itu, meskipun di dalam celah sedikit lebih besar dengan tinggi dan lebar satu setengah meter, tidak mungkin gua itu menjadi sarang binatang buas.

"Haah...."

Membaringkan dirinya di tanah yang ada di dalam gua, Ye Chen segera merasakan ketidakberdayaan dan kelelahan ekstrem mulai melanda tubuhnya.

Tidak pernah terpikirkan di awal bahwa perjalanan yang sepertinya akan mudah menjadi sangat melelahkan dan membosankan.

Tersenyum kecut, Ye Chen membuang semua pikiran di kepalanya dan mulai menutup mata untuk beristirahat sambil menunggu hari esok. Tepat di saat waktu yang bersamaan Ye Chen sedang bernapas dan menutup matanya, tiba-tiba dia mencium aroma manis di dalam gua, dan tidak bisa untuk tidak segera terbangun.

Kemudian berdiri dengan cepat dan sekali lagi mencoba mendeteksi datangnya aroma manis tersebut, Ye Chen segera menemukan bahwa asalnya memang dari dalam gua, atau lebih tepatnya ada di kedalaman gua.

Penemuan itu membuat Ye Chen bersemangat. Dia tidak berharap bahwa akan ada seseorang yang memberinya bantal di saat dia ingin tidur.

"Benar-benar buah!"

Ye Chen bersemangat dan tidak bisa untuk tidak tersenyum saat menyaksikan apa yang dia temukan setelah masuk sejauh lima meter ke dalam gua. Itu adalah pohon yang sebenarnya hanya memiliki tinggi satu meter, tapi memiliki lima buah berwarna kuning cerah seukuran kepalan bayi yang diam-diam tumbuh di kegelapan gua.

Tentu saja Ye Chen tidak tahu buah macam itu, tapi dari aromanya yang manis, dia pikir buah ini pasti bisa dimakan. Untuk lebih tepatnya, dia juga segera mengulurkan tangannya untuk mencoba satu.

Tapi kemudian, Ye Chen segera merasakan krisis. Sosok hitam terbang ke arahnya dengan diiringi rasa sakit yang segera datang dari tangannya.

"Ah!"

Dia menjerit dan mundur ke belakang sambil mengibaskan lengan kanannya.

"Sial!"

Ye Chen segera menggertakkan giginya saat tahu bahwa yang menyerang dirinya adalah seekor ular, dan bahkan bekas gigitannya sudah tercetak di punggung tangannya.

Ceroboh!

Ye Chen tidak bisa untuk tidak memikirkan betapa bodohnya dirinya. Ini adalah hutan belantara, dan hal-hal berbahaya pasti akan selalu menemaninya. Kecerobohan sedikit benar-benar mengakibatkan konsekuensi yang fatal.

Pada saat yang sama, Ye Chen juga merasakan sesuatu yang aneh. Luka gigitan itu mulai terasa panas dan bengkak, efeknya lebih cepat dari yang seharusnya.

"Racun? Sial!"

Ye Chen tahu dia tidak punya banyak waktu. Racun ular biasanya butuh 20-30 menit untuk benar-benar berbahaya, tapi dengan seberapa cepat lukanya bengkak, dia yakin ini bukan ular biasa.

"Aku akan membunuhmu!"

Ye Chen sangat marah dan mulai mengambil belati hitam untuk mencabik-cabik ular itu. Belati itu adalah hasil rampasan dari kultivator yang tewas, mungkin punya kegunaan lain yang tidak dia mengerti, tapi setidaknya ketajamannya luar biasa. Jauh lebih tajam dari pisau manapun yang pernah dia pegang.

Tapi yang tidak dia ketahui adalah, ular itu ternyata benar-benar lincah. Berapa kali pun Ye Chen berusaha untuk memotongnya, ular itu akan meliuk ke samping kanan dan kiri dengan mudah. Kecepatan dan reaksi ular itu benar-benar di luar pemahamannya.

Berwarna hitam dengan corak-corak putih di sekujur tubuhnya, ular yang memiliki ketebalan lengan seorang bayi tapi hanya memiliki panjang satu meter itu saat ini sedang menjulurkan lidahnya dengan suara mendesis, dan menatap Ye Chen dengan kedua matanya yang berwarna kuning pucat dalam kegelapan.

Pada saat yang sama, rasa panas seperti terbakar mulai semakin terasa di seluruh tubuhnya, bahkan tangan kanan bekas gigitan ular itu mulai gemetar.

"Sialan! Sialan! Berhenti mengelak!"

Ye Chen menjadi sangat marah dan mengejarnya dengan ganas. Akan tetapi, ular itu terlalu cerdas, gerakannya tidak seperti binatang yang murni berdasarkan insting. Matanya yang kuning pucat menatap Ye Chen dengan sesuatu yang hampir terlihat seperti... kecerdasan?

"Tidak mungkin. Kau cuma ular!"

Ye Chen sangat marah. Tapi semakin lama dia bertarung, semakin dia yakin, ini bukan ular biasa.

Sekalipun dia mencoba memotongnya sampai ratusan kali, ular itu benar-benar bisa menghindarinya.

Pada akhirnya, Ye Chen yang merasa bahwa tubuhnya mulai basah karena keringat dan mati rasa karena racun ular itu mulai bekerja mulai mencoba untuk menenangkan dirinya.

Dia tidak bisa melakukannya seperti ini terus. Dia harus memikirkan cara.

Dengan tangan kanan yang mulai gemetar, Ye Chen berencana untuk menangkapnya dengan tangan kosong. Pancing ular itu untuk menyerang, lalu bunuh saat dia lengah.

Tentu saja ular itu tidak akan mengizinkan manusia untuk menangkap dirinya dengan mudah, tapi kali ini dia tidak menghindar. Karena Ye Chen hanya menggunakan tangan kosong, ular itu mulai menjulurkan kepalanya dan dengan gesit segera menggigit tangan kanannya lagi.

"Ah!" Ye Chen sekali lagi menjerit karena sakit digigit, tapi rasa dingin tiba-tiba muncul di kedua matanya, dan tangan kirinya yang memegang belati hitam dengan cepat menebas.

"Slash—"

Ular itu benar-benar terpotong menjadi dua bagian. Satu bagian tubuhnya jatuh ke tanah, sementara bagian lainnya masih menempel karena kepalanya dengan kuat menggigit tangan Ye Chen.

"Sial!"

Mengambil setengah badan ular itu sambil meringis karena menahan rasa sakit, Ye Chen melempar tubuhnya ke dinding gua dengan marah.

Setelahnya, tubuh Ye Chen seketika menjadi goyah dan akhirnya jatuh ke tanah. Dia mencoba bangkit dengan sekuat tenaga, tapi percuma, racun ular menyebalkan itu sudah hampir melumpuhkan seluruh tubuhnya.

Ye Chen tidak menyerah. Sekalipun dia tidak bisa berdiri, dia masih bisa merangkak. Dengan susah payah, akhirnya dia sampai pada buah yang menyebabkan malapetaka di awal.

Mengambil satu dengan tangan kirinya, Ye Chen dengan tegas tanpa memikirkan risiko apa pun mulai menggigitnya dan menelannya ke dalam perut.

Tidak peduli apa, entah buah itu beracun atau tidak, Ye Chen yakin bahwa buah itu pasti tidak sesederhana itu karena ada seekor ular yang menjaganya. Sekalipun memang beracun, tanpa memakannya dia juga pasti akan mati karena racun. Jadi dia hanya bisa bertaruh bahwa buah itu akan memberinya keajaiban.

Sayangnya, kata "keberuntungan" tampaknya tidak pernah memihak kepadanya.

Tepat ketika satu buah penuh habis tertelan, rasa panas yang lebih kuat daripada racun ular tiba-tiba meledak di perutnya. Kemudian menyebar ke seluruh tubuhnya, dan rasa sakit yang tidak bisa dia tahan datang.

"Ah!" Ye Chen mulai menjerit dan berguling-guling di dalam gua dengan gila.

Entah telah berapa lama waktu telah berlalu, suara di dalam gua akhirnya berhenti, dan gua yang sunyi tanpa gerakan sekali lagi menjadi tenang.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Benih Dao Kekacauan    Iblis

    Pertanyaan Ye Chen itu segera mengubah ekspresi mereka. "Apakah kau ingin mengatakan bahwa mungkin sosok itu dari Kota Qingyun?" Xia Qingyue bertanya dengan penuh keraguan. "Tapi itu mustahil bukan?" Jian Jinxi langsung membantahnya dengan mengatakan, "Setelah kita di sini, kami menemukan bahwa selain kultivator tingkat rendah di pemurnian qi, sepertinya tidak ada seorang pun kultivator Pendirian Pondasi selain kita." "Ya, awalnya aku juga berpikir seperti itu. Apalagi Raja Qingyun sendiri sudah menjelaskan bahwa tidak ada seorang pun kultivator pendirian pondasi yang pernah ia temui selama ini," Ye Chen mengangguk setuju dengan argumen itu. "Tapi faktanya sosok itu memang lari ke arah kota. Entah dia hanya melarikan secara acak atau tidak, Kota Qingyun ini mungkin ada hubungannya dengannya." Sambil mengernyit, Ye Chen bergumam, "Kita tidak tahu dan tidak mengetahui siapa yang kita lawan. Ini ibaratkan lawan berada di tempat terang, sementara kita berada di kegelapan. Jika kita

  • Benih Dao Kekacauan    Sosok misterius

    Di sebuah penginapan dalam kota. Ye Chen yang berdiri di depan cermin dan melihat pantulan dirinya saat memakai pakaian pemberian Xia Qingyue diam-diam menganggukkan kepalanya puas. Jubah itu, meskipun sederhana dan tanpa dekorasi yang mencolok, terasa sangat nyaman saat dikenakan. Bahannya lembut, seolah-olah dibuat dari sutra spiritual yang bisa menyesuaikan suhu tubuh. Lebih dari itu, Ye Chen juga merasakan adanya lapisan energi spiritual tipis yang mengalir di setiap serat kainnya, memberikan perlindungan halus yang hampir tidak terdeteksi. "Artefak magis tingkat menengah?" Ye Chen terkejut, dan tidak menyangka jika Xia Qingyue tidak hanya memberinya jenis pakaian yang sesuai, tapi juga artefak magis dengan formasi anti debu, anti air dan anti api. Bahkan juga memiliki efek pertahanan minimum. Pakaian magis semacam itu, harganya mungkin akan lebih mahal daripada artefak magis tingkat menengah biasa. "Tanpa diduga, bukan hanya mengetahui ukuran dan seleraku, wanita itu juga

  • Benih Dao Kekacauan    Bertukar hadiah

    Duduk di satu meja yang sama dan saling memandang dalam diam, nuansa aneh tiba-tiba muncul di sekitar mereka. Terlebih saat itu sudah malam hari, dan hanya ada mereka berdua di sana. "Batuk..." Tapi akhirnya Ye Chen adalah orang yang pertama kali mengalihkan pandangannya dari wanita cantik di depannya. Tidak mungkin. Hanya melihat kedua matanya saja, Ye Chen hampir tidak bisa menahan dirinya. Jika ia terus-terusan melihat, mungkin dia akan menjadi orang yang benar-benar berbeda. Jadi dengan canggung dia berkata, "Sudah lama sekali Rekan Taois..." "Rekan Taois?" Xia Qingyue tampak menaikkan alisnya sedikit, tampak sedikit terganggu dengan panggilan sopan itu. "Ya, memang sudah lama... Rekan Taois?" Nada bicara wanita itu juga terdengar sedikit kesal. Ye Chen tersenyum kecut dan tidak berani untuk ikut dalam konfrontasi itu, selain mengalihkan pembicaraan, "Aku tidak melihat gadis kecil Qinge'er itu. Apakah dia tidak ikut bersamamu?" "Tidak. Dia memiliki misi lain. Ji

  • Benih Dao Kekacauan    Diskusi

    "Entah ini kebetulan atau tidak, tapi semua petunjuk mengarah ke Kerajaan Qingyun. Oleh karena itu, kami datang kemari untuk mencari penyebab kejadian itu bersama-sama," Xia Qingyue kembali berhenti sejenak untuk melihat ke arah mereka bertiga. "Jika Rekan Taois sekalian memiliki beberapa tebakan, tolong katakan. Agar kita bisa mendiskusikannya bersama-sama." Jian Jinxi, Ye Chen dan Zhang Lu mengangguk dan berpikir dalam diam. Kejadian-kejadian ini, meskipun sebenarnya bukanlah sesuatu yang misterius, tapi juga sangat serius jika tidak diperhatikan lebih seksama. Karena anak-anak dan kultivator tingkat rendah ini adalah pondasi bagi dunia kultivasi. Tidak peduli sekuat dan semakmur apapun dunia kultivasi, jika kalian tidak memiliki anak-anak dan kultivator tingkat rendah yang meneruskan perjalanan keabadian dan menjadi kultivator, berapa lama dunia keabadian akan tetap eksis? Seratus, seribu tahun, atau mungkin paling lama lima ribu tahun kemudian, kultivator tidak akan la

  • Benih Dao Kekacauan    Reuni dengan Xia Qingyue

    Bukan karena wanita ini menjadi lebih cantik dan anggun daripada di masa lalu, Ye Chen juga menemukan jika wanita ini jauh lebih stabil dalam segi tempramen dan tindakannya. Lebih dari itu semua, Ye Chen juga merasa semakin rumit saat menemukan jika Xia Qingyue sebenarnya sudah berada di Pendirian Pondasi tingkat menengah. Sudah berapa lama? Bukankah dulu mereka sama-sama berada di pemurnian yang sama? Hanya dalam beberapa tahun tidak bertemu, wanita ini ternyata sudah jauh berada di depannya. Tampaknya bakat dan kejeniusannya bukanlah omong kosong. Dan dengan adanya dukungan sekte teratas seperti Sekte Awan Salju di belakangnya, bukan hal yang aneh jika jika Xia Qingyue jauh lebih baik daripada dirinya. Xia Qingyue sendiri, saat ia melihat sosok Ye Chen juga sedikit berhenti sesaat sebelum akhirnya tersenyum ringan. "Rekan Taois Ye, sudah lama tidak bertemu." "Ya, memang sudah bertahun-tahun tidak bertemu" Ye Chen mengangguk dan tersenyum saat memperhatikan jika ada tan

  • Benih Dao Kekacauan    Familiar sekaligus terasa asing

    Keterampilan Buddha. Saat itu juga, akhirnya Ye Chen menyadari bahwa apa yang terjadi sebelumnya adalah jenis praktik spiritual yang sedang Yu Jiyun olah. Berbeda dengan kultivator yang mengolah tubuh, energi spiritual dan jiwa, praktik Buddha adalah jenis praktik spiritual yang mengarah pada pikiran, jiwa, dan hati. Setiap gerakan dan tindakan dari penganut Buddha juga akan selalu mempengaruhi hal-hal di sekitarnya. Termasuk jiwa dan pikiran mahkluk hidup. Bahkan bagi seorang kultivator itu sendiri. Karena setelah kultivator di pengaruhi oleh praktik Buddha, dia secara tak sadar akan langsung melenyapkan Hati Dao-nya, dan akhirnya tidak lagi memiliki keinginan untuk mengejar keabadian. Pantas saja sebelumnya Ye Chen merasa hatinya bergetar saat mendengar kata-kata Yu Jiyun. Tampaknya, sejak ia datang kemari, ia sudah masuk kedalam ajaran Buddha yang Yu Jiyun olah di kuil ini. Ketika akhirnya Ye Chen sadar dan melihat sekelilingnya, dia juga akhirnya mengerti kenapa semua

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status