Partager

🖤 EPISODE 81

last update Date de publication: 2026-01-05 08:18:52

Rani mencoba fokus ke arah TV, tapi gambar-gambar yang berkedip-kedip tampak kabur saat pikirannya melayang kembali ke kilas ingatan yang selalu menghantui. Dia masih bisa merasakan napas hangat Dimas menyengat di telinganya, kata-katanya yang berbisik seperti janji yang penuh rahasia.

"Kamu milikku sekarang," gumamnya, tangannya meluncur ke atas perutnya dengan sikap posesif. "Selamanya."

Ingatan itu membuatnya merinding, hingga dia tidak sadar menggigil. Dia tahu itu bukan kenyataan... bel
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 108

    Kejadian di taman hari itu menjadi katalisator yang mengubah dinamika di dalam penthouse tersebut secara drastis. Bagi Dimas, kehadiran Atharrazka bukan sekadar gangguan sosial, melainkan ancaman keamanan yang nyata sebuah anomali yang harus segera dieliminasi dari kehidupan Rani.Kecemburuan yang membakar di dadanya kini ia kemas dengan rapi dalam bungkus kepedulian yang manipulatif. Dimas mulai membangun dinding dinding tak kasat mata di sekeliling Rani.Pengawasan yang tadinya hanya bersifat administratif kini berubah menjadi kontrol total. Jika sebelumnya Dimas hanya memastikan Rani makan tepat waktu atau memiliki jam istirahat yang cukup, kini ia mulai mengatur setiap detail kecil dalam kehidupan gadis itu."Rani, aku tidak ingin kamu keluar rumah sendirian tanpa pengawal. Dunia di luar sana tidak seaman yang kamu bayangkan," ucap Dimas suatu sore, suaranya terdengar sangat tenang dan penuh wibawa saat ia memberikan daftar aturan baru.Perubahan itu merayap perlahan namun pasti.

  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 107

    Di taman bawah yang disinari matahari, Atharrazka sepertinya tidak menyadari bahaya yang sedang mengintai dari lantai atas. Ia justru semakin berani, memanfaatkan momen kedekatan itu untuk memperkuat pesonanya.Saat Rani masih menunduk malu sambil memeluk buket bunga itu, Atharrazka mengulurkan tangannya. Dengan gerakan yang sangat halus dan penuh maksud, ia menyentuh lengan Rani sebentar sebuah sentuhan ringan namun cukup untuk membuat Rani tersentak kaget dan menarik napas pendek."Jangan terlalu sungkan padaku, Rani. Aku akan kembali lagi nanti," bisik Atharrazka dengan senyum miring yang provokatif.Belum sempat Rani menjawab atau menarik lengannya, sebuah bayangan besar dan dominan tiba tiba membelah cahaya matahari di antara mereka.*Tap. Tap. Tap.*Langkah kaki yang berat dan berwibawa terdengar mendekat dengan kecepatan yang tidak wajar. Sebelum Atharrazka sempat bereaksi lebih jauh, sebuah tubuh tegap sudah berdiri tegak di tenga

  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 106

    Siang itu, matahari bersinar cukup terik di area taman penthouse. Rani sedang berdiri di dekat deretan pot tanaman hias, memegang selang air dengan gerakan yang lambat dan lemas. Tubuhnya terasa sangat berat, dan keringat dingin sesekali muncul di pelipisnya akibat kelelahan yang terus menerus ia paksakan. Ia hanya mencoba mencari sedikit udara segar di sela sela tugas berat yang diberikan Tasya.Tiba tiba, suara deru mesin mobil yang halus namun bertenaga memecah keheningan. Sebuah mobil mewah mengkilap berhenti tepat di depan gerbang utama yang terbuka sedikit.Rani tersentak, refleks mematikan kran air dan menyeka tangannya yang basah ke celemeknya yang kusam. Dari balik kemudi, sosok pria dengan penampilan yang sangat kontras dengan lingkungan sekitarnya muncul.Atharrazka turun dari mobil dengan gerakan yang penuh percaya diri. Rambut hitam tebalnya yang disisir rapi ke belakang tampak berkilau di bawah sinar matahari, dan jam tangan mewahnya memantulkan cahaya yang menyilaukan.

  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 105

    Melihat Rani yang mulai terhuyung dan mencengkeram meja dengan wajah pucat pasi, Tasya tidak menunjukkan keterkejutan yang nyata. Ia tidak panik, tidak juga memanggil bantuan. Sebaliknya, ia dengan sangat cepat memasang topeng kekhawatiran yang paling meyakinkan di dunia.Tasya segera berdiri dan menghampiri Rani, tangannya bergerak seolah ingin menolong, namun ia hanya menyentuh bahu Rani dengan sangat ringan sebuah sentuhan yang terasa dingin di tengah rasa panas yang menyiksa tubuh gadis itu."Ya ampun, Rani! Kenapa ya?" seru Tasya dengan nada suara yang bergetar, seolah ia pun ikut cemas melihat kondisi adiknya. Wajahnya menunjukkan gurat keprihatinan yang dalam, matanya melebar seolah terkejut.Rani mencoba mengatur napasnya yang tersengal, "Kak... perutku... sakit sekali... kepalaku juga..." suaranya nyaris tak terdengar, terputus oleh rintihan nyeri yang terus menghujam.Tasya mendekatkan wajahnya ke telinga Rani, seolah ingin membisikkan kata kata penenang, namun matanya tetap

  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 104

    Pagi itu, penthouse terasa begitu tenang dan damai. Sinar matahari yang lembut menembus tirai sutra di ruang makan, menciptakan suasana hangat yang seolah olah telah menghapus semua ketegangan di malam malam sebelumnya. Tasya tampil memukau dengan gaun rumahan berbahan satin yang elegan, rambutnya tertata rapi tanpa cela, memancarkan aura seorang kakak yang sangat penyayang.Tidak ada lagi kegelapan di wajahnya. Yang ada hanyalah kelembutan yang begitu tulus hingga siapa pun yang melihatnya akan merasa terharu.Rani sedang duduk di meja makan kecil di area dapur, tampak sedikit pucat namun mencoba untuk tersenyum. Kehadiran Tasya yang tiba tiba mendekat dengan nampan perak membuat Rani sedikit terkejut."Rani, Sayang..." suara Tasya terdengar sangat merdu dan penuh kasih. "Kakak perhatikan belakangan ini kamu terlihat sedikit lemas. Kamu pasti sedang lelah karena perubahan hormon itu, kan?"Tasya meletakkan nampan itu di depan Rani. Di atasnya terdapat sebuah mangkuk sup keramik yang

  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 103

    Tasya berdiri mematung sejenak di tengah kekacauan pecahan vas yang berserakan. Napasnya yang memburu perlahan mulai teratur, seolah ia sedang melakukan transisi yang sangat sadar dari seorang wanita yang murka menjadi seorang aktris yang ulung. Ia menarik napas dalam dalam, memaksakan detak jantungnya kembali ke ritme normal. Dengan gerakan yang sangat tenang hampir terlalu tenang ia merogoh saku jubahnya. Ia mengambil kembali alat tes kehamilan itu, menatap dua garis merah yang seolah mengejeknya untuk terakhir kali. Tanpa ragu, ia menyembunyikan benda kecil itu jauh ke dalam saku tersembunyi di tas mewahnya, memastikan tak ada satu pun mata yang bisa menemukannya. Ia kemudian melangkah di antara pecahan keramik, gerakannya anggun seolah ia sedang berjalan di atas panggung catwalk, bukan di tengah reruntuhan vas yang ia hancurkan sendiri. Ia mengambil sapu tangan sutra dari meja, menyeka sedikit noda air di tangannya dengan gerakan yang sangat presisi. Wajahnya kembali terpasan

  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 46

    Afqlah mengangkat bahu, bersandar di pagar di sebelahnya. “Biasa saja,” jawabnya. “Tapi, Tante... bolehkah aku bertanya sesuatu?” Rani mengangguk hati-hati, bertanya-tanya apa yang ingin diketahui gadis kecil itu. “Tentu s

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-25
  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 47

    Cahaya lembut dari lampu meja menerangi wajah Dimas saat ia menatap layar komputer dengan intens, rahangnya mengeras. Rani masuk dengan tenang, meletakkan secangkir teh di atas meja dengan bunyi pelan.

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-25
  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 43

    Namun, ketenangan itu segera terganggu. Suara langkah kaki tiba-tiba terdengar dari luar ruangan. Rani dan Dimas membeku, jantung mereka berdegup kencang, telinga mereka menangkap setiap hentakan. Langkah itu semakin keras, berhenti tepat di luar pintu. Napas Rani tersangkut saat ia mengenali suar

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-24
  • Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar   🖤 EPISODE 44

    Keesokan harinya, bel pintu berbunyi di penthouse, menandakan kedatangan Shakila, guru piano Afqlah. Rani yang sedang merapikan beberapa majalah di meja kopi menoleh ketika mendengar langkah kaki Tasya menuju pintu. "Aku yang bukain," panggil Tasya dari lorong. Rani mendengar suara pintu terbuk

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-24
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status