LOGINDi Asmarayudha Residence-sebuah kawasan elit Jakarta Selatan di balik gerbang besi hitam dan pepohonan trembesi—kehidupan para penghuni ibarat panggung teater: penuh senyum di depan, penuh rahasia di belakang. Di ujung cul-de-sac, berdiri rumah kaca tiga lantai milik Dimas Elvano Satya dan istrinya, Tasya Prameswari. Setidaknya, begitulah yang terlihat di mata tetangga. Rani Prameswari, 23 tahun, baru lulus kuliah dan mencari tempat tinggal. Ia menerima tawaran “baik hati” dari Tasya, kakaknya, untuk tinggal di rumah besar itu sebagai asisten rumah tangga, tak pernah tahu bahwa pria yang menunggu di balik pintu adalah pemilik neraka sesungguhnya: Dimas Elvano Satya, suami sang kakak. Dingin, berkuasa… dan haus kontrol. Apa yang Dimas lakukan malam itu, merenggut segalanya dari Rani termasuk kepolosannya. Dan yang lebih buruk: meninggalkan benih dalam rahimnya.
View MoreTasya berlutut perlahan di samping keranjang sampah yang tersembunyi. Jemarinya yang dingin dan kaku menaruh kembali alat tes kehamilan itu di antara tisu bekas dan sampah lain, menyusunnya sedemikian rupa seolah benda itu tak pernah disentuh, seolah tak ada rahasia besar yang baru saja terkuak. Ia meratakan lipatan sampah, memastikan tidak ada jejak gangguan yang terlihat, lalu berdiri tegak dengan gerakan anggun yang dipaksakan. Namun, topeng di wajahnya kini tak lagi sama. Senyum tipis yang terukir di bibirnya bukan lagi senyum manis kakak yang penuh perhatian, melainkan senyum miring yang menyeramkan, matanya menyala dengan kilatan niat jahat yang pekat. Tidak ada lagi keraguan, tidak ada lagi rasa bersalah. Hanya ada kebencian murni dan tekad untuk menghancurkan apa yang berani merebut miliknya. Ia berbisik pelan, suaranya terdengar lembut namun menusuk hingga ke tulang, seolah sedang mengucapkan ucapan selamat pada tamu yang akan berangkat ke kematian. "Kalau begitu... selam
Udara di kamar Rani terasa hening, hanya berbau samar sabun bayi dan wangi bunga melati yang lembut. Tasya melangkah masuk tanpa suara, gerakannya pelan namun penuh niat buruk, matanya menyapu setiap sudut ruangan seolah sedang memburu jejak musuh. Ia tahu Rani sering ceroboh, sering lupa menyembunyikan barang-barang pribadi di tempat yang seharusnya aman. Dan hari ini, nasib benar-benar berpihak pada keburukannya—atau mungkin justru membuka pintu neraka yang selama ini tertutup rapat.Saat ia menunduk memeriksa keranjang sampah yang tersembunyi di balik lemari pakaian, tangannya tiba-tiba berhenti bergerak. Di antara tisu bekas dan kemasan permen, tergeletak sebuah benda plastik kecil yang bentuknya terlalu ia kenal.Dengan jari gemetar menahan rasa ingin tahu yang bercampur ketakutan, Tasya meraih benda itu. Ia mengangkatnya perlahan ke arah cahaya jendela.Detik itu juga, napasnya tercekat.Di sana, terlihat jelas dua garis merah yang tegas dan mencolok. Garis yang menandakan satu
"Tapi ini salah, Kak..." isaknya tertahan, suaranya parau dan menyakitkan. "Kita salah. Ini haram. Kakak suami Kak Tasya... dan aku... aku merasa seperti merusak segalanya. Aku merasa jahat sekali, Kak... kenapa rasanya enak tapi salah? Kenapa aku merasa bersalah setiap kali menatapnya?" Ia menangis sejadi-jadinya, menumpahkan semua beban yang menekan dadanya selama berbulan-bulan ini. Rasa takut, rasa bersalah, dan kebingungan bercampur aduk menjadi satu Mendengar itu, alis Dimas mengerut rapat. Ia tidak suka mendengar kata-kata itu. Ia tidak suka Rani menganggap apa yang mereka miliki sebagai kesalahan. Dengan cepat ia menarik tubuh mungil itu ke dalam pelukannya, memeluknya sangat erat seolah ingin menyatukan tulang mereka. Tangan besarnya mengusap rambut panjang Rani dengan gerakan menenangkan, sementara bibirnya mendekat ke telinga gadis itu, membisikkan kata-kata yang terasa seperti mantra penenang sekaligus racun halus. "Dengar aku baik-baik, Sayang," bisiknya rendah, tegas,
Di Citra Asmarayudha Residence, kemewahan sering kali menjadi penutup bagi kisah-kisah yang rumit. Dan bagi Dimas Elvano Satya, kemewahan itu kini bukan sekadar gaya hidup, melainkan alat untuk menandai wilayahnya—terutama ketika menyangkut satu-satunya wanita yang mampu menggetarkan hatinya: Rani. Ke mana pun mereka pergi, siapa pun yang mereka temui, satu pemandangan selalu berulang dan menjadi pusat perhatian. Tangan besar Dimas hampir tak pernah lepas dari perut Rani. Gerakannya lembut, penuh kelembutan yang jarang ia tunjukkan pada orang lain, namun tekanan telapak tangannya mengandung makna yang jauh lebih dalam. Saat berjalan di taman kompleks, saat menerima tamu di ruang tamu yang luas, atau bahkan saat sedang berbicara dengan staf di ruang makan, lengan Dimas selalu melingkar di pinggang gadis itu, tangannya dengan alami merambat naik dan beristirahat lembut di perut Rani. Ketika tetangga atau tamu menatap bingung, bertanya-tanya tentang kebiasaan aneh itu, Dimas selalu menj
Rani menatap memar di foto itu lama-lama, jantungnya berdegup tak karuan. Ia sama sekali tidak mengingat bagaimana bekas itu bisa muncul, namun melihatnya saja sudah cukup membuat tengkuknya dingin. Ada sesuatu yang salah. Sesuatu yang membuat perutnya melilit gelisah. Apa yang sebenarnya terjadi
Rani langsung meringkuk menyendiri, tiba-tiba merasa terbuka dan sangat rentan setelah kabut gairah perlahan sirna. Dia merasakan cairan Dimas mengalir keluar dari tubuhnya, menetes ke bagian dalam paha—sebuah pengingat yang pahit tentang apa yang baru saja mereka lakukan. "Apa yang kamu pikirkan
Mata Dimas menyipit mendengar kata-kata Rani. Rahangnya mengeras, otot di sana tampak berkedut. “Kamu sedang menginjak es yang rapuh, adik kecil,” peringatnya dengan suara rendah, mengandung ancaman. “Itu cuma momen kelemahan. Tidak lebih.” Ia menyingkirkan selimut dan bangkit dari ranjang. Tubu
Malam itu hujan turun rintik-rintik. Dalam tidurnya, Dimas menyebut nama Rani pelan—dengan intonasi yang berbeda. Bukan seperti memanggil adik ipar, melainkan seperti seorang lelaki yang menyebut nama istrinya. Rani terbangun dengan kaget. Jantungnya berdegup kencang. Ia menatap wajah Dimas yang te






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.