Beranda / Romansa / Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa? / Bab 101. Kejadian Dibalik Hilangnya Firzan

Share

Bab 101. Kejadian Dibalik Hilangnya Firzan

Penulis: Langit Berawan
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-18 06:32:47

Dini hari di kota Semarang, berjalan mengikuti langkah kakinya hingga dia lelah sendiri menjadi kebiasaan yang selalu Firzan lakukan dikala dirundung masalah, ketimbang meringkuk di dalam kamar tanpa bisa memejamkan mata malah akan membuatnya menjadi gila.

Setelah jalan cukup jauh dari tempat tinggalnya, Firzan menghentikan langkah kaki di depan Tugu muda yang dikelilingi taman yang begitu hijau dan rapi. Monumen ini dibuat untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur dalam pertempuran lima hari di Semarang, juga untuk menggambarkan semangat juang dan patriotisme warga Semarang, khususnya para pemuda yang gigih dan rela berkorban dengan semangat yang tinggi.

Firzan mengembuskan napas beberapa kali sambil menatap ke arah puncak Tugu Muda yang berdiri sejak tahun 1953 itu, orang yang melihatnya pastilah menganggapnya orang tidak waras, tengah malam termenung sendirian di taman yang sepi di tengah kota. Yang sedang dilakukan Firzan sebenarnya menghilangkan kebuntuan di pikir
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?   Bab 215. Bertemu Kembali Geng Mamah Muda

    Betapa bahagianya Mili, akhirnya bisa ketemuan dengan Geng Mamah Muda, walaupun tidak lengkap, hanya Nanda dan Salsa yang datang. Sedangkan Angela sudah dianggap keluar dari kumpulan mereka, karena telah mengkhianati Mili…“Maafin aku ya, Sis, nggak bisa menjenguk kamu selama di penjara. Tapi, percaya ya, kalau aku tuh selalu doain kamu,” ucap Salsa yang duduk di bersebalahan dengan Mili di restoran Seafood langganan mereka.“Parah, Salsa… sesibuk apa sih sampai sama sekali kamu nggak jenguk Mili? Aku dong… sampai 4 kali jengukin Mili saat di penjara. Iya, kan, Mil?” timpal Nanda yang selalu mencari celah untuk mengusik Salsa. Di mana ada peluang di situlah dia masuk…“Suamiku kan lagi di rumah, Nanda… jadi setiap hari aku sibuk temenin dia, mumpung lagi tugas di Jakarta. Emang kamu banyak waktu, maklumlah kan istri kedua…” balas Salsa dengan sinis dan tidak mau kalah.“Loh, kok malah bawa-bawa status sih? Dasar loh Salsabila…!” timpal Nanda lagi.“Ya ampun… kalian ini berdua ini kala

  • Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?   Bab 214. Ketahuan Kevin

    “Rasya…!” teriak Kevin mencari sahabatnya. Namun, ia mendapati di dapur sepi, tidak ada siapa-siapa. “Mbak Nung… Mbak Nung…!” panggil Kevin lagi mencari pembantu rumahnya itu, namun sama, tidak ada jawaban. “Kemana sih Mbak Nung? Rasya juga nggak ada lagi…” gumamnya keheranan.Ahhhh…!Saat akan melangkah keluar dari ruangan dapur, langkah Kevin terhenti mendengar sayup-sayup suara desahan seorang perempuan. Kening Kevin mengerut, suara aneh itu kemudian terdengar lagi, ia menengok ke kiri dan kanan mencari sumber suara itu. Pandangan Kevin akhirnya tertuju pada gudang yang pintunya tertutup. “Mbak Nung… Mbak… Mbak Nung…!”Panggil Kevin sambil mengetuk-ngetuk pintu gudang yang terkunci itu. Namun, beberapa saat memanggil tidak ada jawaban. Hening, suara desahan itu pun tak terdengar lagi. “Apa aku salah dengar? Tapi, tadi jelas sekali suaranya berasal dari gudang ini,” pikir Kevin masih berdiri di depan pintu gudang dengan perasaan heran. Kevin memutuskan untuk pergi ke teras depa

  • Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?   Bab 213. Melanjutkan Permainan

    Setelah membuntuti Tante Mili, Kevin memutuskan kembali ke rumah, tentu saja ia tidak ingin pergi terlalu lama karena ada Rasya yang semalam menginap di rumahnya. Ia menduga temannya itu masih tertidur, karena saat ditelepon tadi tidak ada jawaban.“Aduhhh… sakit…” Saat Kevin masuk ke dalam rumah terdengar rintihan seseorang. Rupanya Mbak Nung sedang memijat punggung Rasya di ruang tengah. “Loh, kenapa lu, bro…?” tanya Kevin tiba-tiba.Tentu saja Rasya dan Mbak Nung terkejut melihat Kevin sudah kembali ke rumah, untung saja Rasya sudah mengenakan pakaian, demikian pula Mbak Nung, jadi tak dicurigai Kevin.“I-ini Mas… katanya badannya Mas Rasya pada pegal-pegal semua,” jawab Nung menjelaskan.“Makanya kalau tidur jangan kelamaan, Sya…”“Daripada nunggu lu nggak jelas ke mana, mending gue tidur,” ucap Rasya dengan nada ketus pada Kevin.Merasa tidak nyaman lagi karena kedatangan Kevin, Mbak Nung memilih pergi ke dapur, “Ya udah, Mas Rasya, Mas Kevin, aku mau lanjut menyiapkan masakan u

  • Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?   Bab 212. Nung Naik Kuda-Kudaan

    “Kevin tadi mau pergi ke mana, Mbak?” tanya Rasya pada Mbak Nung sejurus ia keluar dari kamar mandi. “Mas Kevin nggak bilang mau pergi ke mana, setelah Bu Mili keluar rumah dia langsung pergi,” jawab Mbak Nung yang masih mengemas tempat tidur Kevin.“Loh… berarti di dalam rumah ini sekarang tinggal kita berdua saja dong, Mbak,” ujar Rasya terdengar antusias .“Iya betul, Mas…” jawab Mbak Nung sambil tersenyum salah tingkah.“Wah, aku jadi takut nih, Mbak?”“Takut kenapa, Mas Rasya?”“Takut nggak bisa nahan diri, soalnya pagi ini Mbak Nung kelihatan seksi sekali,” ucap Rasya menggoda si pembantu rumah itu.“Ah, bisa aja Mas Rasya nih…” Mbak Nung kembali tersipu dibuat Rasya.“Tapi…, aku lapar, Mbak, apa masih ada makanan untuk sarapan?”“Iya ada, Mas, tadi aku bikin nasi goreng dan telor ceplok. Tapi… sebelum sarapan nasi goreng, apa Mas Rasya tidak ingin sarapan yang lain?” tanya Mbak Nung mulai menjalankan rencananya menggoda anak muda yang hanya mengenakan boxer dan masih bertelanja

  • Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?   Bab 211. Membuntuti Tante Mili

    Kevin menekan gas motor yang dikendarainya keluar dari rumah, dengan sedikit ngebut ia mengejar mobil merah metalik yang ditumpangi Tante Mili. Setelah mobil itu terlihat jelas sudah berada di depan, ia memelankan laju motornya, kemudian mengikutinya dengan jarak dua kendaraan yang berada di belakangnya. Setelah sampai di pertigaan jalan, tampak mobil Mili berbelok arah ke kiri, Kevin terus membuntuti, hingga ia berhenti saat mobil itu memasuki halaman parkir sebuah klinik 24 Jam. “Rupanya benar ia mau mengecek kesehatan,” batin Kevin. Kevin memutuskan untuk memarkir motor di dekat sebuah kedai makan pinggir jalan. Tidak lama kemudian, Rony keluar dari dalam mobil lalu membukakan pintu penumpang bagian tengah. Mili pun turun dari mobil, lalu berjalan dengan gayanya yang elegan dan modis menuju ke dalam klinik. Rupanya Rony pun ikut mengantar masuk ke dalam klinik yang tampak sepi pengunjung itu. Sekadar menunggu, Kevin memesan segelas minuman, lalu mengeluarkan ponsel dari saku cela

  • Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?   Bab 210. Ditinggal Berduaan Dalam Rumah

    “Bro… bangun, bro!” usik Kevin pada Rasya yang masih tertidur pulas, Rasya hanya terbangun sebentar karena merasa terusik, lalu matanya terpejam kembali. “Gw mau pinjam motor, Sya… gue mau keluar dulu sebentar,” ucapnya memberitahu sahabatnya itu.“Hmm…” gumam Rasya mengiyakan. Kevin bergegas mengambil kunci motor Rasya yang ditaruh di dalam tasnya, lalu dengan mengenakan jaket hitam dan topi biru tua ia keluar kamar untuk mengikuti Tante Mili bersama sopir pribadinya.“Mbak Nung, coba lihat di depan, Tante Mili masih ada apa sudah pergi?” pinta Kevin pada pembantunya yang sedang mengepel lantai ruang tamu.Mbak Nung segera mengintip dari balik jendela, tampak di halaman mobil yang ditumpangi Mili mulai bergerak perlahan menuju pintu keluar. “Tante Mili mau jalan tuh, Mas,” ucap Mbak Nung memberitahu Kevin.“Iya, Mbak, aku mau keluar dulu ya…,” jelas Kevin bergegas keluar rumah.“Loh, emang Mas Kevin mau kemana?”Kevin tak menghiraukan pertanyaan Mbak Nung, ia terus keluar rumah lal

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status