author-banner
Langit Berawan
Langit Berawan
Author

Novel-novel oleh Langit Berawan

Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?

Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?

Napasnya terengah, keringat bercampur air hujan menguarkan aroma yang meletupkan panas tubuh keduanya! Di dalam mobil mewah yang baru saja berhenti di gerbang, Firzan merasakan cengkeraman jari-jari Miliana, sang majikan sekaligus mamah muda yang memabukkan, di kemejanya. "Kamu tahu kamu mau aku, Firzan," desis Miliana, suaranya parau. Jarak beberapa meter dari rumah sang suami terasa bagai jurang yang memisahkan mereka dari bahaya dan kenikmatan terlarang. Pertarungan antara godaan memabukkan dan bayangan Chantika yang tulus mengoyak Firzan, namun sentuhan panas ini terlalu kuat, terlalu nyata untuk dihindari.
Baca
Chapter: Bab 234. Lari Dari Rumah
“Kevin…!”“Pak, Kevin Pingsan!”Tubuh kevin tumbang seketika, lalu tertelungkup di atas meja tak sadarkan diri. Seorang gadis yang duduk persis di sampingnya menahan tubuh Kevin agar tidak terjatuh ke lantai. Kemudian orang disekitarnya ikut datang menolong Kevin hingga tercipta kerumunan. “Segera bawa dia ke ruang kesehatan!” sang dosen ikut panik menyuruh beberapa mahasiswa segera menggotong Kevin keluar kelas sehingga menjadi perhatian semua orang. Kabar Kevin pingsan di kelas, akhirnya sampai juga ke telinga Rasya yang juga sedang ada kelas di kampus yang sama. Beberapa menit setelah kejadian, Ia segera menemui sahabatnya itu di ruang UKM. Tampak di sana Kevin sedang terbaring di ranjang pasien, di sisinya ada dua orang mahasiswa anggota UKM yang sedang bertugas merawat mahasiswa yang membutuhkan pertolongan pertama ketika jatuh sakit. “Lo sakit apa, Vin?”Kevin menoleh ke arah Rasya yang baru datang. Matanya terlihat sayu dan wajahnya terlihat tak bermaya.“Gue… tadi buru-bur
Terakhir Diperbarui: 2026-02-21
Chapter: Bab 233. Derita Kevin
Mili bergegas keluar rumah untuk mengantarkan ponsel milik suaminya yang tertinggal di kamar, namun baru saja ia ingin membuka pintu depan…Kreek!Pintu itu lebih dulu terbuka, tampak dibalik pintu muncul lelaki bertubuh tinggi dan berperut buncit…“Papah…?”“Aku kebelet mau ke kamar mandi, Mah…” Gun bergegas masuk ke dalam rumah, kamar mandi yang terdekat, tentu saja kamar tidur Chantika, ia langsung masuk ke dalam kamar itu…“Untung saja Kevin sudah keluar dari kamar itu, kalau tidak pasti ketahuan sama papahnya,” gumam Mili sambil menarik napas lega. Tidak lama kemudian, tampak Kevin keluar dari kamarnya dengan berpakaian rapi dan mengenakan tas di punggungnya. “Kamu mau berangkat kuliah, Vin?” tanya Mili yang masih duduk di ruang tengah menunggu suaminya yang masih di kamar kecil.“I-iya, Tante… soalnya tugas mata kuliah hari ini sangat penting, jadi aku harus mengikutinya,” jelas Kevin membuat keputusan.“Iya baguslah, Vin, kamu harus mengutamakan kuliahmu agar cepat mendapat
Terakhir Diperbarui: 2026-02-18
Chapter: Bab 232. Antara Hasrat dan Tugas
“Kevin, duduklah…” Mili meminta anak tirinya itu duduk di tempat tidur, lalu ia berdiri di hadapannya sambil membuka piyama tidurnya. “Selama ini apa yang paling kamu inginkan dariku, Kevin?” tanya Mili sambil menunjukkan kedua bulatan di dadanya yang terbalut bikini berwarna peach.Kevin tampak ragu menjawab, ia hanya menggigit bibirnya kecil sambil memandang dada Mili yang terlihat besar itu. “Jangan malu-malu, Vin, kamu suka ini kan?” Mili memegang kedua bulatan di dadanya dengan kedua tangannya.. “I-iya, Tante…” Kevin mengangguk dengan suara bergetar.“Kalau begitu peganglah atau mau kamu apakan pun silakan sesuka hatimu, anggap saja ini untuk menutup mulut atas semua yang kamu ketahui.”Kevin terlihat ragu, sementara jantungnya sejak tadi terasa berdebar-debar.“Ayo, Vin, peganglah” Mili mendekatkan dadanya pada Kevin, seperti kucing dapur yang diberi ikan asing, tak mungkin ia menolaknya…Detik berikutnya, jari-jari Kevin yang kurus dan panjang terhipnotis untuk memegang kedu
Terakhir Diperbarui: 2026-02-17
Chapter: Bab 231. Jurus Terakhir Mili
“Pak Rony, ini aku titip pakaian pesanan Kak Chantika, nanti tolong berikan padanya.” ucap Kevin pada sopir pribadi papanya itu sambil memberikan tas berisi pakaian. “Baik, Mas Kevin, nanti akan aku sampaikan titipannya,” balas Rony.“Agar di bandara mudah berkomunikasi, ini aku berikan nomor ponsel Kak Chantika. Nanti aku beritahu kalau Pak Sony yang akan menjemput.” Kevin pun mengirim nomor kontak Chantika lewat pesan pada ponselnya. “Kalau sudah sampai bandara, tolong kabari aku, Pak,” pinta Kevin lalu bergegas kembali ke dalam rumah untuk bersiap-siap pergi ke kampus.Beberapa menit kemudian Mili menemani Pak Gun berangkat ke kantor sampai masuk ke dalam mobil, “Rony, nanti kamu tolong kabari aku kalau sudah selesai dari bandara, biar aku bisa siap-siap,” ucapnya pada Rony yang baru saja menutup pintu untuk Pak Gun.“Baik, Bu, nanti saya jemput Ibu,” balas Rony sambil menundukan badannya pada Mili.“Sssttt… tolong sampaikan salamku buat Firzan ya, tapi jangan di depan Chantika,”
Terakhir Diperbarui: 2026-02-17
Chapter: Bab 230. Drama Keluarga di Meja Makan
Klik! Klik! Klik!Pagi-pagi saat baru bangun tidur, Kevin mendengar beberapa pesan masuk ke dalam ponselnya. Rupanya itu pesan pada obrolan grup kelas yang sejak tengah malam sudah terkirim. Hari ini ada perubahan jadwal kuliah, semua mahasiswa wajib mengikuti presentasi tugas yang sudah seminggu lalu diberikan oleh dosen killer. “Aduh, gimana ini, jam 9 aku harus pergi menjemput kak Chantika di bandara!” gumam Kevin kebingungan sendiri. Tugas kuliah ini sangatlah penting, tidak bisa begitu saja ia abaikan, apalagi soal nilai dosennya tidak bisa diajak kompromi.“Oh, iya, aku minta tolong Pak Rony saja kalau begitu,” putus Kevin di tengah kebingungannya.Kevin pun bergegas keluar dari kamar, lalu berjalan menuju pintu depan untuk menemui Rony di halaman rumah yang sudah memarkir mobil papahnya di sana.“Pagi, Mas Kevin!” sapa Rony yang berdiri di samping mobil sambil sedikit menundukkan badannya.“Pagi juga, Pak. Aku ada perlu mau minta tolong, Pak. Setelah mengantar Papah ke kantor,
Terakhir Diperbarui: 2026-02-16
Chapter: Bab 229. Rencana Kepulangan Chantika
“Kenapa celana dalam Papah kecil sekali ukurannya, Tante?” tanya Kevin menyelidik.“Hmm, Tante belinya salah ambil ukuran, Vin, makanya Papah kamu tidak mau pakai, sampai ditaruhnya sembarangan,” jawab Mili beralasan. “Ambil saja celana ini untukmu, Vin,” tambah Mili.“Nggak usah, Tante, aku nggak pakai model celana dalam seperti itu. Ya udah, Tante, aku ke bawah dulu…” Setelah Kevin pergi Mili merasa lega, “Untung yang datang Kevin, coba kalau Papah, aku bisa ketahuan,” ungkapnya. Lalu, ia berjalan mendekati lemari menyuruh Rony segera keluar dari persembunyiannya…“Cepatlah keluar Rony, sebelum Pak Gun yang datang,” perintah Mili, lalu Rony dengan tergesa-gesa keluar dari kamar Mili dengan kepala merasa pusing karena hasratnya terhenti di tengah jalan, belum tersalurkan.Rony berjalan perlahan menuruni anak tangga, takut kalau-kalau ada yang melihatnya turun dari lantai 2. Sampai di ruang tengah ternyata keadaan sepi, tidak ada siapa-siapa di dalam rumah yang besar dan mewah itu. La
Terakhir Diperbarui: 2026-02-12
Liontin Pemikat Hasrat

Liontin Pemikat Hasrat

Aizar sejak kecil hidup bersama keluarga angkat, meski sebenarnya dia adalah seorang anak dari keturunan keluarga kaya. Setelah tumbuh dewasa, Aizar menjadi lelaki yang tampan dan kuat, meskipun ada sisi liar yang tidak bisa dipisahkan dari dirinya sejak ia mendapatkan sebuah liontin di hutan angker. Dalam pencarian keluarganya ke kota, Aizar bertemu banyak wanita yang jatuh hati padanya, sisi liar dalam diri Aizar memanfaatkan keadaan itu. Apalagi setelah Aizar bertemu ibunya yang berasal dari keluarga miliarder, sifat liar dalam diri Aizar pun kian menjadi-jadi. Sampai akhirnya, Aizar bertemu dengan Furi yang membuatnya jatuh hati. Bisakah Aizar meraih mimpi-mimpinya?
Baca
Chapter: Bab 193 (TAMAT)
Selama perjalanan pulang, Furi sering kali mencuri pandang ke arah Aizar yang duduk di sampingnya di balik kemudi. Pandangannya pada Aizar setelah kejadian malam ini telah berubah, ia yakin sosok lelaki impian yang selama ini dicarinya memang ada pada diri teman taman kanak-kanaknya itu. Seorang lelaki yang bukan hanya gagah dan tampan, tapi juga penyayang dan memiliki hati penuh kelembutan pada wanita yang dicintainya. Hari ini, semua itu terbukti...“Akhirnya, sampai juga di rumah,” ujar Furi saat mobil yang ia tumpangi bersama Aizar berhenti di depan gerbang rumah. Ia lantas melambaikan tangan pada si penjaga untuk membukakan pintu gerbang. “Aku boleh masuk?” tanya Aizar heran, karena saat menjemput tadi ia hanya dibiarkan menunggu di luar rumah.“Iya, aku malas jalan,” jawab Furi sambil tersenyum. “Ayo, masuk…” ajaknya setelah pintu gerbang rumah itu terbuka.Mobil Aizar kemudian bergerak perlahan memasuki halam depan rumah mewah yang bernuansa eropa klasik itu.“Mau masuk dulu, n
Terakhir Diperbarui: 2026-01-02
Chapter: Bab 192
“Maafkan aku Rio, tidak memberitahumu kalau aku pergi dengan Pak Sony,” ucap Selina memulai obrolan saat mobil yang Satrio kendarai mulai meninggalkan Red Night Club. “Iya, Sel, nggak apa-apa. Tapi, aku penasaran, bagaimana ceritanya kamu bisa keluar dengan Pak Sony, bukanya kamu sudah pulang ke rumah, apa Pak Sony mendatangi rumahmu?” tanya Satrio penasaran.“Tidak lama setelah aku pulang, Pak Sony menelpon, katanya ingin bertemu aku karena ada urusan pekerjaan yang penting harus dibicarakan. Lalu ia datang menjemputku di depan gang rumahku. Setelah itu ia membawaku ke club malam itu,” jelas Selina menceritakan semuanya.“Apa kamu pernah memberi nomor telepon rumahmu pada Pak Sony?”“Tidak pernah, aku tidak tahu dari mana ia mendapatkannya.”“Sepertinya Pak Sony mendapatkannya dari database karyawan kantor. Dia punya akses untuk membukanya.”“Lalu, dari mana kamu dan Pak Aizar tahu aku pergi ke club malam bersama Pak Sony?”“Aku melihat mobil Pak Sony di pom bensin, lalu aku mengiku
Terakhir Diperbarui: 2026-01-01
Chapter: Bab 191
Setelah meminta Selina menemaninya minum, Sony pun membawa gadis itu ke dalam private room, seperti yang sudah direncanakan… “Mau apa kita ke sini, Pak?” tanya Selina merasa takut tapi tak bisa berbuat apa-apa untuk menolak atasannya. Selain itu ia teringat pesan Aizar agar menuruti saja keinginan Sony jika ia menggodanya untuk mendapatkan bukti bahwa ia sebenarnya lelaki hidung belang.“Jangan takut, Selina, aku hanya minta tolong kamu pijat badanku. Terasa capek dan pegal-pegal sekali,” jawab Sony sambil membuka kancing kemejanya satu per satu dan membuka celana panjangnya yang berwarna hitam, hingga hanya mengenakan celana pendek berwarna abu-abu, lalu ia naik ke atas tempat tidur mengambil posisi menelungkupkan badannya di atas kasur.“Baik, Pak… tapi sebentar saja ya, saya ingin segera pulang,” ucap Selina, tidak ada pilihan lain, karena ia tidak ingin menghampakan keinginan bossnya.Selina pun duduk di tepi tempat tidur, lalu membalurkan lotion urut pada bagian belakang dan pun
Terakhir Diperbarui: 2026-01-01
Chapter: Bab 190
“Silakan diminum, Pak,” ucap Mirah saat datang ke meja Satrio mengantarkan segelas minuman untuknya.“Tunggu, Mirah…” panggil Satrio saat pelayan itu akan pergi meninggalkannya.Tentu saja Mirah terkejut, tamunya itu mengenali namanya, padahal sejak tadi ia belum memperkenalkan diri.“Bapak sebenarnya siapa, kok mengenali namaku?” tanya Mirah menegasi sambil mengamati wajah Satrio yang masih mengenakan topeng.“Masih ingat dengan aku?” tanya Satrio setelah melepas topengnya sambil tersenyum pada Mirah.“I-ini… Bapak Rio, kan…?” gumam Mirah dengan senyum mengembang, Satrio pun mengangguk. “Sudah aku duga Bapak pasti sudah pernah ke sini. Makanya tadi aku merasa familiar dengan Bapak,” tambah Mirah matanya tampak berbinar melihat lelaki muda yang sejak pertemuan pertama waktu itu ia selalu memikirkannya.“Sini duduk temani aku minum, Mirah…” ucap Satrio menyuruh Mirah duduk di sampingnya.“Baik, Pak Rio. Jujur, aku kangen loh sama Bapak,” ujar Mirah sambil tersipu-sipu.“Panggil saja ak
Terakhir Diperbarui: 2025-12-31
Chapter: Bab 189
Setelah Satrio melakukan registrasi sebagai member Red Night Club, seorang petugas mengantarnya beserta Aizar dan Furi melewati lorong menuju ruangan private untuk member VIP. Seperti biasa, setiap tamu yang masuk ke sana diharuskan memakai topeng, untuk menjaga privasi masing-masing. Satrio dan Aizar tentu sudah tahu keadaan ruangan itu, tapi berbeda dengan Furi yang pertama kali masuk ke dalam ruangan itu, “Ini ruang makan atau apa? Kenapa redup seperti ini lampunya?” tanya Furi keheranan sambil merapatkan pegangan tangannya di lengan Aizar. Detik itu Aizar merasakan ada jalinan yang semakin terhubung dalam dirinya pada diri Furi, sesuatu yang hangat, tapi bukan kehangatan karena hasrat, tapi yang lebih dalam dari itu, mungkin itu yang dinamakan cinta sejati. “Iya, ini ruang makan romantis,” ucap Aizar sambil mengajak Furi duduk di kursi paling pojok, di pinggir jendela. Sedangkan Satrio mulai melakukan aksinya sesuai perintah Aizar, mencari keberadaan Sony dan Selina di antara par
Terakhir Diperbarui: 2025-12-30
Chapter: Bab 188
Aizar sedang memutar otak agar saat masuk ke dalam RNC nanti tidak dikenali oleh para penjaga karena pernah bikin onar di tempat itu, “Aku harus melakukan penyamaran,” pikir Aizar sambil mengendarai mobilnya. Saat melewati sebuah toko pakaian, Aizar berhenti di sana, “Aku ingin membeli topi dan kacamata agar orang-orang di club nanti tak mengenaliku, untuk menjaga nama baik perusahaan,” ucap Aizar memberitahu Furi yang duduk di sampingnya sekadar untuk mencari alasan. “Oh iya…, betul itu, Aizar, karena kamu kan seorang presdir perusahaan besar. Tapi, menurutku daripada pakai topi, lebih baik pakai wig saja, agar penampilanmu tidak aneh dan terlihat lebih natural,” ucap Furi memberi saran.“Iya, betul juga itu…” Aizar menyetujui ide Furi.Di dalam toko pakaian, Aizar mengenakan rambut palsu berwarna hitam dan lurus, sedangkan Furi mengenakan rambut palsu pendek berwarna cokelat muda, keduanya tidak lupa mengenakan kacamata. Wajah mereka seketika langsung berubah dari aslinya. “Sepert
Terakhir Diperbarui: 2025-12-29
Godaan Pilot Perkasa: Terjebak Janda Cantik dan Anaknya

Godaan Pilot Perkasa: Terjebak Janda Cantik dan Anaknya

“Pernah melakukannya di ketinggian 36.000 kaki?” Bisikan itu mampir di telinga Mahesa, lebih tipis dari udara di luar kokpit, namun cukup untuk membuat fokusnya buyar. “Be–belum, Nyonya…” “Mau mencobanya bersamaku?” Emma Laurent melepas kancing teratas kemejanya, membiarkan profesionalisme Mahesa luruh bersama gravitasi. Karir Mahesa hancur dalam semalam akibat skandal video palsu. Satu-satunya jalan kembali ke langit adalah menjadi pilot pribadi Emma Laurent, sang dewi layar lebar yang haus kendali. Namun, kokpit jet mewah itu menjadi godaan berbahaya ketika Rose, putri Emma yang pemberontak, mulai ikut campur. Kini, Mahes terjebak dalam turbulensi antara dua wanita yang bisa memulihkan namanya atau justru menjatuhkannya ke titik terendah tanpa parasut.
Baca
Chapter: Bab 44. Bukan Sopir Biasa
“Miss Rose, how about after eat, I take you to see the beauty of the Seine River at night?” Pierre mengajak Nona Rose untuk melihat-lihat bagian luar studio TF1 yang berdiri megah di samping Sungai Seine. Rose tampak sedang mempertimbangkannya.“Iya, Nona Rose, pergilah melihat pemandangan di luar sana bersama Pierre, biar kami yang menunggu Nyonya Emma di sini,” Robert ikut menyarankan karena melihat suasana hati anak majikannya itu sedang tidak baik. “Okay, Pierre, let's go out…”“Yes, Miss.”Rose bangkit dari tempat duduknya di ruang makan itu, lalu Pierre mengikutinya dari belakang. Namun, setelah di luar studio keduanya berjalan beriringan menuju ke sisi kanan gedung, dari tempat itu tampak pemandangan Sungai Seine yang menawarkan suasana romantis dan menakjubkan dengan ikon Paris seperti Menara Eiffel yang berkilauan di kejauhan. Di atasnya pelayaran malam menyuguhkan pemandangan indah Katedral Notre Dame, Museum Louvre, dan jembatan bersejarah yang menyala di tepian sungai…“
Terakhir Diperbarui: 2026-02-22
Chapter: Bab 43. Bintang Paling Bersinar
“Is the news that you will be acting in a film in France already known to your fans?” Emma akhirnya mendapat giliran diwawancarai oleh presenter setelah program talk show itu dimulai.“Yes, of course, everyone in my country supports me playing in this film.” Emma mengiyakan semua orang mendukungnya go internasional.“So, what is your biggest hope for this film?”“This is my chance to show my acting skills, which I have gained over 30 years in this industry. I hope everyone in the world will accept this film, especially my role in this film, as an independent woman, I hope it can have a positive impact for everyone. Thank you...”Semua orang bertepuk tangan mendengar ucapan Emma yang jelas dan penuh percaya diri. Tidak bisa disangkal pada malam itu Emma menjadi bintang yang paling bersinar dari penampilan dan ucapannya selama wawancara berlangsung.Detik itu tanpa terasa Rose merasa terharu sampai menitiskan air mata, ia tidak bisa memungkiri memiliki seorang mama yang begitu hebat, ter
Terakhir Diperbarui: 2026-02-20
Chapter: Bab 42. Emma Laurent, je t'aime…!
Hari mulai gelap saat mobil yang dikendarai Pierre mulai bergerak menuju pinggiran kota Paris. Pada musim dingin, matahari terbenam lebih cepat seawal jam 5 sore. Perjalanan yang akan mereka tempuh selama 20 menit menuju menara studio TF1, tempat pertemuan dengan crew film yang akan dihadiri Emma.Selama perjalanan, Rose tampak menunjukkan keakraban berbicara dengan Pierre, rasa keingintahuannya mengenai berbagai hal di kota Paris. Sedangkan di kursi penumpang bagian belakang hanya kesunyian yang terlihat. Masing-masing sibuk dengan gawai di tangannya, hanya sesekali Emma terdengar bertanya sesuatu pada Robert, lalu dijawabnya dengan singkat dan anggukan kepala. Demikian pula Mahes, memilih diam, baru bicara jika Emma bertanya padanya. “Sorry, miss, what does the Indonesian say for ‘we have arrived’?” tanya Pierre pada Rose ketika mobil yang ia kendarai sudah sampai di depan menara yang berbentuk silinder berwarna kebiruan. “Kita sudah sampai,” jelas Rose.Pierre pun mengulangi ucapa
Terakhir Diperbarui: 2026-02-18
Chapter: Bab 41. Keruwetan Ibu dan Anak
Nona Rose dan Ritha sudah keluar dari kamarnya, lalu keduanya berjalan menuju ke depan pintu kamar sebelah, kemudian Ritha yang mengetuk daun pintu…Krek!Tidak lama menunggu, daun pintu terbuka, tersembul wajah seorang pria bermata sipit dan berkulit putih, “Sudah siap Pak Anton?” sapa Ritha padanya.“Sudah, kok, sebentar aku panggil Pak Mahes dulu,” Anton berjalan masuk memberitahu Mahes kalau mereka sudah dijemput dua orang wanita cantik.“Nona Rose dan Ritha sudah menunggu di depan, Pak,” ucap Anton sambil menyemprotkan minyak wangi ke seluruh tubuhnya, buihnya terlihat berhamburan ke udara.“Oke Pak, aku tinggal pakai sepatu saja,” Mahes lantas duduk di kursi mengenakan sepasang sepatu kets berwarna putih, dipadukan dengan celana blue jeans dan hem berwarna gelap, tidak lupa ia membawa jaket berwarna hitam, penampilannya tampak terlihat santai. Sementara Anton mengenakan sweater berwarna krim dengan celana jeans berwarna hitam, serta mengenakan sepatu sneakers berwarna gelap, jug
Terakhir Diperbarui: 2026-02-17
Chapter: Bab 40. Firasat Buruk
Rupanya Kopilot Anton baru saja kembali, “Dari mana saja, Pak?” tanya Mahes yang membukakan pintu untuknya.“Habis mengantar Nona Rose berbelanja, hanya pergi di sekitar pertokoan dekat hotel ini saja kok, Pak,” jawab Anton lalu menutup pintu kamar itu kembali. “Bagaimana lukanya itu, Pak, apa cukup serius?” tanyanya saat melihat perban melingkar di tangan kiri Mahes.“Luka ringan saja, sepertinya besok juga akan sembuh, tidak akan berpengaruh pada penerbangan kita,” jelas Mahes, lalu ia kembali berbaring di atas tempat tidurnya sambil berusaha memejamkan mata, namun bayang-bayang tubuh Nyonya Emma terus saja menghantuinya hingga terbawa mimpi…Dalam mimpinya, Mahes melihat Emma duduk santai di sebuah pantai mengenakan bikini berwarna merah. Pasir di pantai itu begitu putih dan lembut. Di sisi-sisinya tumbuh subur pohon-pohon kelapa. Ia berjalan mendekati majikannya itu hanya mengenakan celana pendek serta bertelanjang dada.“Sini duduklah, Mahes…” ucap Emma saat menyadari kehadiran Ma
Terakhir Diperbarui: 2026-02-17
Chapter: Bab 39. Hasrat Tak Berujung
“Take this tip for you, Pierre,” ucap Emma pada Pierre sambil memberikan beberapa lembar uang euro pada sopir yang telah mengantarnya, selain itu karena lelaki bule itu juga telah menolong Mahes saat perkelahian melawan pencuri.“Thank you, so much, Madam…” Pierre menerima uang itu dari tangan Emma dengan gembira, tergambar dari guratan senyum di bibirnya.“I owe you my life, because you helped me from the thieves. Thank you very much, Pierre,” Mahes pun mengucapkan terima kasih yang tulus pada Pierre karena telah menolongnya sambil menyalami lelaki bule yang baik hati itu.“You're welcome,” balas Pierre ramah.Emma dan Mahes kemudian meninggalkan Pierre di depan hotel, lalu keduanya masuk ke dalam lobi dan langsung menuju ke kamar hotel, “Antar aku dulu ke atas ya, Mahes,” pinta Emma saat di dalam lift, lalu Mahes menekan angka 8. Detik itu, Mahes mulai berpikiran mesum. “Setelah sampai di atas, pasti Emma akan mengajaknya masuk ke dalam kamar, lalu sambil menunggu Robert datang, ia p
Terakhir Diperbarui: 2026-02-16
Suami Terhebat

Suami Terhebat

Denzel dipandang sebelah mata oleh keluarga istrinya karena ia bisu. Padahal, di balik kebisuannya ini, ia memiliki keahlian pengobatan yang luar biasa layaknya seorang tabib jenius. Suatu hari ia kembali bisa bicara dan ia mulai menunjukkan kemampuannya dalam menyembuhkan orang, yang membuatnya dihormati oleh gubernur setempat. Sikap keluarga istrinya kepadanya pun berubah 180 derajat, menjadi jauh lebih baik. Akan tetapi, istrinya justru tidak menyukai perubahan ini; perempuan itu merasa kehilangan Denzel dan ia jadi teringat kepada lelaki lain di masa lalunya. Kelak Denzel menyadari hal ini dan ia menunjukkan kepada istrinya betapa ia adalah sesosok suami terhebat yang pernah ada!
Baca
Chapter: Bab 104. Bercinta Sepenuh Hati (TAMAT)
Hilmawan tetap pada keinginannya, uang hasil lelang batu giok itu seluruhnya ia serahkan pada Denzel, tanpa dipotong sedikitpun.“Kerja keras dan usahamu untuk membantuku mengembalikan nama Precious dalam kompetisi ini jauh lebih berharga dari uang 1 miliar. Bahkan kamu sampai bersedia meninggalkan klinikmu demi membantuku. Jadi, kamu memang berhak menerima semuanya. Lagipula, bukan mau sombong, uangku masih banyak, jadi aku tidak butuh uang itu... hehehe...” ungkap Hilmawan diselingi candaan yang membuat hati Denzel jadi bisa mencair. Denzel pun tidak punya alasan lagi untuk menolak.“Vionka, kamu itu wanita paling beruntung di dunia karena telah memiliki suami sehebat Denzel. Tapi, kalau suatu hari dia kedapatan main curang dengan wanita lain, sehebat apa pun dia, jangan ragu-ragu untuk menghajarnya ya... hahaha...” tambah Hilmawan kembali dengan candaannya yang membuat mereka semua akhirnya tertawa lepas.Di tengah kebahagiaan yang Denzel rasakan, detik itu ia teringat janjinya pad
Terakhir Diperbarui: 2025-09-30
Chapter: Bab 103. Detik Menegangkan
Hilmawan tersenyum semringah untuk sementara waktu tokonya memimpin kompetisi, tapi masih ada dua sesi penawaran lagi yang harus dilalui, ia tidak ingin terlalu berbesar hati.“Baiklah, sesi kedua dimulai. Para peserta lelang harus memberikan penawaran di atas harga sesi pertama dengan selisih penawaran minimal 10 juta. Kami ingatkan sekali lagi pembayaran harus dalam bentuk tunai, bukai kredit, dan harus dibayarkan saat ini juga pada penyelenggara,” ucap seorang host memberi tahu pelelangan kembali dilanjutkan.Para peserta lelang mulai menuliskan angka-angka pada kertas mereka, kemudian menunggu aba-aba untuk diangkat tinggi-tinggi agar dapat dilihat oleh petugas. Denzel memperhatikan sejak tadi Zidane tidak menggunakan kertas yang sedang berada di tangannya. Sepertinya ia akan melakukan penawaran di sesi terakhir.Pada sesi kedua, penawaran pada kedua kembali batu kembali meningkat. Giok darah mendapat penawaran 550 juta sedang giok citrus menjadi 540 juta. Hanya selisih sedikit s
Terakhir Diperbarui: 2025-09-29
Chapter: Bab 102. Kemunculan Lelaki Berotot
“Seandainya, batu toko Sinar Baru yang menang, sudah pasti Jamael terbukti bermain curang dengan menyuap penyelenggara untuk memenangkan batu pilihan pesertanya. Kalau itu sampai terjadi aku tidak akan tinggal diam,” ucap Hilmawan yang masih berusaha mengumpulkan bukti-bukti.Di tengah obrolan keduanya, suara pengeras suara dari penyelenggara kompetisi berbunyi memberikan pengumuman. Secara sah batu giok darah milik Denzel dinobatkan sebagai pemenang pada grup kedua. Akhirnya, sesuai prediksi pada putaran final, toko Sinar Baru melawan toko Precious. “Mohon perhatian pada kedua finalis, pada kompetisi tahun ini pemenang pertama tidak akan ditentukan oleh nilai dewan juri, tetapi akan ditentukan dengan cara diadakan sesi lelang kedua batu tersebut. Batu yang mendapat harga jual tertinggi akan menjadi pemenang kompetisi batu berharga tahun ini. Demikian keputusan dewan juri dan penyelenggara, tidak bisa diganggu gugat pihak manapun.”Hilmawan tercengang mendengar pengumuman itu, ia lan
Terakhir Diperbarui: 2025-09-28
Chapter: Bab 101. Giok Darah
Sepanjang kompetisi Denzel memperhatikan Vionka dan Tasya tampak akrab berdua di tengah-tengah penonton. Entah apa yang mereka bicarakan. Demikian halnya Hilmawan dan rivalnya, Jamael, keduanya terlihat terlibat obrolan serius. Akhirnya penyelenggara mengumumkan, peserta grup kedua akan segera dimulai, keenam peserta dipersilakan naik ke atas panggung untuk memoles batu mereka satu per satu sambil disaksikan seluruh penonton dengan berdebar-debar. Jika, tidak ada satu pun batu peserta pada grup kedua yang mengalami perubahan, maka toko Sinar Baru akan terpilih sebagai pemenang.“Ayo, Denzel... kamu pasti bisa!” teriak Vionka menyemangati suaminya.“Lakukan yang terbaik Denzel!” Hilmawan pun tidak mau ketinggalan ikut memberikan semangat pada Denzel.Denzel balas menatap ke arah mereka sambil menganggukan wajahnya dengan penuh keyakinan bahwa tidak akan menghampakan harapan mereka.Peserta pertama mulai memoleh batu pilihannya, namun setelah beberapa saat sampai batu itu setipis kaca
Terakhir Diperbarui: 2025-09-27
Chapter: Bab 100. Kejutan Si Kuda Hitam
Saat yang dinanti-nanti oleh semua peserta kompetisi batu berharga mulai diumumkan. Peserta yang namanya disebut host pada setiap grup masuk sepuluh besar. Sampai akhirnya tiba pemenang grup 4 diumumkan. Denzel tampak sedikit tegang menantikannya, demikian pula Hilmawan, ia tampak berharap-harap cemas sampai tak bisa duduk di tempatnya.Demikian pula Jamael dan timnya, mereka pun merasakan hal sama, ingin segera mengetahui apakah timnya lolos putaran 10 besar.“Baiklah, kita umumkan peserta yang lolos sepuluh besar dari grup 4 adalah.... Precious...!” ucap juri akhirnya mengumumkan pemenangnya.“Yes...!” ucap Denzel sambil mengepal kedua tangannya. Hilmawan pun tampak bersorak gembira mendengar pengumuman yang tak disangka-sangka hasilnya. Julio dan Lasim pun diam-diam merasa gembira Denzel bisa melaju ke sesi berikutnya, bahkan yang awalnya mereka berharap Denzel kalah, kini sebaliknya, agar bulan ini gaji mereka aman, tidak dipoton Hilmawan.Jamael terlihat gusar dan bersumpah sera
Terakhir Diperbarui: 2025-09-26
Chapter: Bab 99. Melawan Kecurangan
“Apa yang dilakukan Denzel itu? Mengapa dia memoles batunya sendiri?” gumam Hilmawan merasa heran melihat Denzel mulai memoles batunya sendiri.“Siapa staf-mu itu, Wan? Serius dia bisa memoles batu? Salah-salah hasil polesannya berantakan,” Jamael ikut mengomentari.“Dia pakar batu giok yang sudah berpengalaman, aku membayarnya mahal untuk merekrutnya sebagai staf tokoku,” jelas Hilmawan coba membanggakan Denzel, walaupun yang sebenarnya dia merasa sangat cemas Denzel tidak bisa melakukan kerjanya dengan baik.Tasya dan Vionka pun terlihat berbisik-bisik, membicarakan tindakan yang dilakukan Denzel.“Aku juga tidak tahu kalau Denzel memiliki kemampuan memoles batu,” ucap Vionka menjelaskan pada Tasya yang duduk di sampingnya.“Punya suami memiliki banyak kemampuan seperti Denzel itu pasti menyenangkan ya, Vio? Aku berharap Fano juga seperti halnya Denzel, menjadi suami terbaik yang selalu aku impikan,” ungkap Tasya. Detik itu, Vionka jadi serba salah untuk membalas ucapan Tasya, “Seb
Terakhir Diperbarui: 2025-09-25
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status