Share

Mimpi Bertiga

Author: El Nurien
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-29 06:40:19

​Lin Qin membuka matanya lebar-lebar, menatap sang ibu dengan sorot penuh ketajaman. “Apa yang dikatakan Kak Yun benar, Nyonya Zou. Nyonya benar-benar sudah keterlaluan dan kehilangan akal sehat. Nyonya seperti memiliki gangguan kejiwaan yang kronis, menjadikan hidup kami sebagai papan caturnya. Nyonya sengaja menaruh seluruh beban kehormatan dan kelangsungan hidup keluarga pada pundak Anqi, tapi Nyonya sendiri yang tega melukainya hingga berdarah-darah. Menurut Nyonya... setelah apa yang Anda
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Bersemi di Musim Gugur   Waktu Pinjaman

    ​Anqi menatap suaminya dalam-dalam, lalu menarik napas panjang. “Satu hal lagi... Aku juga sudah mengajukan pengunduran diri dari perusahaan developer.”​Gu Chen sontak terperanjat kaget. Ia menatap istrinya dengan sorot tak percaya, mengingat bahwa pekerjaan itu batu loncatan awal dan kebanggaan terbesar dalam karir mandiri Anqi. “Kenapa...?”​“Kau tidak suka?” tanya Anqi balik.​“Bukan begitu. Bahkan jika kau ingin di rumah saja sepanjang waktu, aku tidak masalah. Aku masih sanggup memanjakan dan menafkahimu seumur hidup. Tapi... kau sudah bekerja keras mati-matian membangun karier itu sampai ke titik ini.”​“Kau benar. Dan sekarang, seluruh penghasilan dari situ juga ikut habis. Aku seperti terhempas kembali ke titik nol.”​Gu Chen meraih tangan Anqi, menggenggamnya erat dengan tatapan penuh empati.​“Tapi, jika perkebunan itu pada akhirnya benar-benar bisa pulih, aku tidak akan pernah menyesalinya. Lagipula... aku ingin membe

  • Bersemi di Musim Gugur   Tidak Ada yang Tersisa

    ​Anqi menyerahkan dua buah kunci logam ke atas meja kerja.​“Ming Yue, tolong bantu aku mengurus proses penjualan seluruh aset pribadiku. Apartemen lamaku, seluruh koleksi perhiasan berharga yang kumiliki, dan juga mobil yang biasa kupakai sekarang. Jual semuanya dalam waktu secepat mungkin, habiskan tanpa sisa.”​Ming Yue terkesiap kaget luar biasa, matanya membelalak tak percaya menatap kunci-kunci tersebut. “Apa?! Bos... Anda serius mau menjual semua aset pribadi itu? Anda benar-benar yakin dengan keputusan sebesar ini?”​Anqi mengangguk pasti tanpa keraguan. “Sebelum itu, tolong atur juga jadwal meeting secepatnya dengan pihak perwakilan distributor.”​“Baik, Bos...” sahut Ming Yue lemas, lalu bergegas keluar ruangan.​Selepas kepergian asistennya, Anqi terduduk lemas di kursi kerjanya. Sesaat, ia merenung, menghitung kembali seluruh hasil keringat dan kerja keras yang ia bangun selama bertahun-tahun. Yang paling menyesakkan

  • Bersemi di Musim Gugur   Bukan Barang

    ​Ia sempat bertanya-tanya dalam hati, kapan sebenarnya perubahan drastis pada rumah masa kecilnya itu mulai terjadi. Mengingat dulu sang nenek sangat menyukai wanita simpanan ayahnya, mungkin saja perombakan interior itu sudah dilakukan jauh sebelum sang nenek menghembuskan napas terakhir.​“Ada apa memanggilku ke sini?” tanya Anqi tanpa basa-basi, langsung menembak inti tujuan pertemuan itu. Bahkan di dalam hatinya, ia merasa tidak perlu lagi repot-repot memanggil pria renta di hadapannya dengan sebutan 'Papa'.​“Papa... sudah mendengar masalah yang menimpa perkebunanmu,” buka Tuan Lin dengan suara serak.​“Lalu?” desak Anqi dingin.​Tuan Lin menghela napas panjang, mencoba meredam egonya dan bersabar menghadapi sikap putri yang tidak bersopan santun. “Papa ingin menawarkan bantuan.”​“Seberapa banyak?” tanya Anqi tanpa senyum.​“Seberapa pun yang kamu mau. Jika tabungan perusahaan tidak mencukupi, Papa akan membantumu menjembat

  • Bersemi di Musim Gugur   Bertemu dengan Bapak

    ​“Bertiga...” batin Gu Chen berulang-ulang, sementara dadanya mendadak terasa begitu sesak oleh beban yang tak kasat mata.​Pikirannya langsung melompat pada hasil catatan medis terakhir dari dokter spesialis yang menangani Tang Tang. Vonis itu menyatakan bahwa kondisi organ dalam bocah tersebut sebenarnya sudah berada di ambang tahap akhir yang sangat buruk. Tidak ada yang tahu pasti, entah berapa lama lagi waktu pinjaman yang tersisa bagi Tang Tang untuk bisa bertahan di dunia ini.​Ia tidak sanggup membayangkan bagaimana hancurnya perasaan Anqi jika wanita itu tahu kondisi asli Tang Tang di tengah situasi krisis yang sudah menghimpit hidupnya dari berbagai sisi.​Sementara itu, Anqi memejamkan matanya rapat-rapat. Bukan berarti hidupnya tanpa masalah, justru masalahnya tengah menumpuk gunung. Namun, berbaring di dalam pangkuan Gu Chen membuat beban emosional di dadanya terasa sedikit lebih ringan.​“Gu Chen...” panggilnya pelan.​“Hmm?

  • Bersemi di Musim Gugur   Mimpi Bertiga

    ​Lin Qin membuka matanya lebar-lebar, menatap sang ibu dengan sorot penuh ketajaman. “Apa yang dikatakan Kak Yun benar, Nyonya Zou. Nyonya benar-benar sudah keterlaluan dan kehilangan akal sehat. Nyonya seperti memiliki gangguan kejiwaan yang kronis, menjadikan hidup kami sebagai papan caturnya. Nyonya sengaja menaruh seluruh beban kehormatan dan kelangsungan hidup keluarga pada pundak Anqi, tapi Nyonya sendiri yang tega melukainya hingga berdarah-darah. Menurut Nyonya... setelah apa yang Anda lakukan hari ini, apakah Anqi masih akan sudi menopang dan menyelamatkan keluarga busuk ini?”​Pertanyaan telak itu menghantam rongga dada Nyonya Zou. Wanita paruh baya itu terdiam kaku di tempatnya, menatap kedua putrinya dengan napas memburu dan dada naik-turun menahan amarah yang tertahan.​“Kita pergi dari sini,” ucap Lin Yun akhirnya sambil menarik lengan sang adik dengan mantap.​“Nyonya, sebelum semuanya benar-benar terlambat, sadarlah,” nasihat Lin Qin lirih sebelum membalikkan badan.​D

  • Bersemi di Musim Gugur   Paranoid

    Melihat Anqi terdiam dalam keterkejutan yang telak, Nyonya Zou melangkah maju beberapa langkah dengan angkuh, kedua tangannya terlipat rapat di dada. “Soal perkebunan yang rusak itu... Sebenarnya, Mama melakukan itu semua hanya untuk memperlihatkan wajah aslinya di hadapanmu, Anqi.”“Maksud Mama?” tanya Anqi dengan suara bergetar, tatapannya menyiratkan kebimbangan dan rasa jijik.Nyonya Zou mendengus pelan, melenggang tenang. “Anqi, kamu ini terlalu naif. Kamu bahkan tidak tahu, kan, kalau suamimu itu menyimpan banyak sekali aset dan investasi rahasia atas nama orang lain?”“Bahkan sampai sedalam ini Ibu menyelidiki kehidupan pribadi suamiku?” sahut Anqi dengan senyuman sinis yang mengiris. “Jangan bertele-tele, katakan saja apa mau Ibu sebenarnya.”Nyonya Zou mengabaikan sindiran itu. “Tanah perkebunan itu sejak awal sudah menjadi bagian dari sengketa internal kita, dan sekarang seluruh tanamannya mati hancur. Kita tinggal menunggu waktu untuk melihat jawabannya: apakah pria itu aka

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status