Share

PRIA SULTAN SIALAN!

Author: Ema Ryosa
last update Last Updated: 2025-01-10 00:18:52

Astagaaa....

Indikator waktu terus bertambah...26, 27, 28...itu tandanya sudah 26 detik pria itu menerima teleponnya, bukan(?)

"Kalau hanya mau ngomong sendiri tidak usah telepon, ribet amat hidupnya!" Suara maskulin terdengar mencela dengan mengulang kalimat Samantha.

Otak Samantha kosong saking terkejutnya, dia berusaha mengingat apa saja yang sudah dikatakannya lalu aura pertahanan diri pun mengambil alih.

"Makanya hargai yang menelepon, masa sampai puluhan kali didiemin, buang aja ponselnya."

Saat kalimatnya sudah meluncur, Samantha sadar itu keterlaluan.

Arghh...jadi sudah dua kesalahan yang dia buat padahal mereka baru terhubung kurang dari satu menit.

Ingin rasamya mengumpat dalam hati.

Tapi sudahlah toh ini pria yang tidak bertanggung jawab itu!

"Aku mengenalmu?" Kembali suara maskulin itu terdengar, datar dan dingin.

"Ti...dak."

"Dari mana kau dapat nomorku?"

"Itu tidak penting."

Terdengar tawa maskulin, bukan tawa bersahabat, dia bisa membayangkan wajah penuh cemooh di wajah tampan yang tadi dilihatnya di layar tab-nya.

"Kalau begitu telepon ini juga tidak penting!"

Tut...Tut...Tut...

Samantha terkejut dan sewot karena pria sultan sialan itu menutup teleponnya.

Segera Samantha menekan tombol radial.

Sambil menunggu Samantha meremas-remas kertas hingga menjadi gumpalan kecil untuk meredam amarahnya.

Lalu...telepon diangkat.

"Ada perbedaan besar antara pantang menyerah dan tidak tahu malu!" Bentakan halus terdengar dari seberang.

Samantha tak gentar.

"Tidak usah ngajarin orang lain tentang 'tidak tahu malu' kalau belum memahami artinya dengan benar, berkaca dulu baru bicara, Sir."

"WHATTT? Who are you?"

"Tidak penting siapa_"

"Kau selalu menjawab pertanyaan ku dengan kalimat tidak penting, kalau tidak penting jangan pernah meneleponku lagi!"

"Wait.. wait..waitt..jangan tutup teleponnya, maksudku aku nggak penting tapi apa yang akan kusampaikan penting, percayalah...sangat penting!"

"Kau membuang-buang waktuku, cepat katakan apa yang menurutmu sangat penting itu!"

Samantha kebingungan harus mulai dari mana, kalau mereka lagi ngobrol santai pasti dia lebih bisa menceritakan dengan kata pengantar yang tidak akan terlalu mengejutkan.

Akan tetapi karena ini melalui ponsel, mereka tidak saling bertatap mata, dan juga pria penguasa di seberang sudah sangat tidak sabaran, jadi Samantha harus mencari cara untuk menceritakan kejadian ini dengan sesingkat mungkin akan tetapi bisa mencakup inti dari semua yang terjadi.

Sedang Samantha berusaha merangkai kata, si pria sultan bergumam, "benar-benar buang waktu_"

"A-aanak! Ya..kau telah memiliki seorang anak," potong Samantha cepat.

Sebagai balasan, terdengar tawa sinis.

"Mendengar ketajaman lidahmu menghinaku, aku mengharap minimal kau bisa lebih berkelas saat ingin menjebakku."

"MENJEBAKMU?"

"Aku sudah hidup cukup lama, dan tahu bahwa trik ini yang paling sering kalian gunakan untuk menjebak kami, kaum pria bukan?"

Mendengar tuduhan Chase, Samantha langsung terdiam saking marahnya!

Dia bingung harus mengumpat dan menyemprot Chase dalam bahasa apa.

"Kalau begitu kau hidup kurang lama! Belajarlah lagi bahwa di dunia ini ada orang lain bukan hanya kau dan mereka yang dikelasmu! Ada banyak orang tanpa trik kotor seperti yang kau kira!"

"Kalau begitu jangan katakan omong kosong!"

"Aku bilang seorang anak dan kau bilang itu omong kosong??? Kau memang...PARAH!"

Lalu Samantha menutup ponselnya dengan tangan gemetar.

Sungguh, Samantha belum pernah bertemu pria yang langsung bisa membuatnya marah di pertemuan pertama.

Kini giliran ponsel Samantha yang berdering dan dia tahu itu nomor Chase Navarell.

Samantha mengangkat secepat yang dia bisa dan menyemburkan kekesalan hatinya tanpa menunggu pria itu bersuara.

"Lupakan bahwa aku pernah meneleponmu, lupakan bahwa aku pernah ingin memberitahu tentang anakmu, aku tidak sudi lagi berhubungan dengan pria sialan yang lari dari masalah! Aku lebih dari mampu untuk membiayai hidup kami bertiga! Hapus nomorku! Jangan pernah meneleponku lagi! Kau dengar itu Pria Sultan Sialan? Lupakan! Selesai! TAMAT!"

Samantha begitu jengkel luar biasa hingga ingin rasanya dia melemparkan ponselnya ke kaca mobil agar dia bisa meluapkan kekesalannya pada pria itu.

'Bisa-bisanya si Tina bercinta dengan pria dingin dan tidak punya perasaan seperti itu,' batin Samantha.

Samantha menyimpan ponselnya saat melihat melalui jendela mobil bahwa mereka sudah tiba di pelataran rumah sakit.

Samantha turun dan berjalan menuju pintu masuk ketika ponselnya kembali bergetar.

Pria Sultan Sialan!

Samantha mengangkatnya tanpa mengatakan apapun, dia sudah mengatakan semuanya di percakapan terakhir mereka.

"Secepat kilat naik, secepat kilat juga turunnya." Sekarang ada nada lebih ramah atau mungkin nada geli dalam suara pria itu.

Samantha masih mendiamkannya.

"Dimana kita pernah bertemu?"

Kembali pria itu bertanya, dan Samantha bingung harus menjawab apa. Maksud pria itu pasti pertemuan dengan Tina, ibu si baby akan tetapi saat ini yang pria itu tahu hanya Samantha.

'nggak mungkin kalau tiba-tiba aku bilang sebenarnya bukan aku yang tidur dengan kamu. Fix! Dia akan anggap memang telepon iseng!' batin Samantha, dia memutar otak dengan cepat mencari cara menjawab yang tepat.

Mereka tidak pernah bertemu kecuali Samantha melihat dia di layar tab-nya bukan? Dan pasti pria itu juga pernah melihat Samantha performe di layar kaca.

"Di alam maya," cetus Samantha dalam kebingungannya dan pecahlah tawa pria itu, tawa yang sesungguhnya...begitu lepas dan panjang.

"Thank you. Kau bisa membuatku tertawa begitu keras, rasanya sungguh melegakan."

"Memang ada yang salah dengan hidupmu, aku kesal tapi kau terhibur."

"Oke, bawa anak itu kepadaku...ralat! Mengingat lidahmu yang tajam pasti kau akan bilang aku egois, jadi katakan dimana aku bisa menemukan 'anak' yang kau bilang anakku itu!"

'bukan aku yang bilang,'sanggah Samantha dalam hati.

Samantha juga tahu tidak mungkin dia bilang bahwa itu kata Tina, temannya. Bakalan semakin tidak percaya pria ini jika ada lagi tambahan tokoh baru.

Biarlah sementara dia berpikir hanya ada dia, calon baby dan Samantha.

"Kau tidak bisa menemuinya," jawab Samantha lirih.

"Karena?"

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (4)
goodnovel comment avatar
jacehunter1212
i like this story
goodnovel comment avatar
sannydexter869
menarik menarik
goodnovel comment avatar
Valentinus Johanadyatma
ha ha ha wanita wanita kuat kerenn
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bertanggung Jawablah, Bos Arogan!   HARI-HARI YANG CERAH

    "Malu...mesum nggak sih?" Chase menyisipkan rambut Samantha, sambil tersenyum Chase memandang istri polosnya dengan pandangan memuja. "Kalau sama suami sendiri nggak mesum namanya, Sweetheart! Kan sudah sah!" "Tetep aja, kalau mesum ya mesum nggak sih?" "Gini aja, coba kita buat contoh, misal mau bilang kata apa?" Chase bertanya lalu diam menunggu jawaban istrinya. Nampak Samantha berpikir keras, lalu sepertinya Samantha telah menemukan kata itu, dengan tubuh condong ke arah Chase, Samantha berbisik. "Misalnya...senjata." Chase menahan tawanya demi mendengar kata yang istrinya ucapkan. "Sayang, kan ini kita lagi mau kasih contoh untuk menentukan mesum.apa tidak mesum, lha kalau langsung udah di samarkan ya nggak seru!"Samantha tersenyum malu, lalu dia mengusap wajah dengan kedua tangannya. "Ya udah ganti kata aja...dada," ujar Samantha lirih. "Mari kita perjelas,.maksudnya dada wanita kan?" Samantha mengangguk.

  • Bertanggung Jawablah, Bos Arogan!   HONEYMOON 1

    "Besok kita ke mana lagi, Sayang?" tanya Samantha sambil memakai gaun tidurnya, hari ini mereka berkeliling hingga baru sampai di hotel tengah malam, karena baru keluar sore hari dan tidak memperhitungkan long weekend yang membuat mereka mengalami kemacetan parah di jalanan.Chase berdiri di belakang Samantha, lalu menangkupkan kedua tangannya di dada istrinya, jadinya Samantha menurunkan gaunnya dari atas kepala menutupi kedua tangan Chase yang tetap hinggap di dadanya. Sambil tersenyum malu, Samantha pun meletakkan tangannya di atas tangan Chase, hanya terhalang sutra akan tetapi malah makin menambah sensasi, merasakan tangan Chase bergerak memijat tapi tidak nampak di kaca. "Sayang, besok kita ke mana?" ulang Samantha, sambil bergeser samar karena nikmat yang tercipta dari pijatan tangan maskulin suaminya. "Di kamar aja," jawab Chase parau. Mendengar jawaban suaminya bola mata Samantha membulat. "Hmm...maksudnya...habis bercinta, kita pergi kemana?" kembali Samantha berusaha

  • Bertanggung Jawablah, Bos Arogan!   YANG PALING BERHARGA...

    Samantha melepaskan diri dari pelukan suaminya dan melangkah menuju ke tempat para pemain musik berkumpul diiringi sorak-sorai dari mereka semua yang sangat excited menyambut penampilan Sang Diva. Samantha memegang mic lalu duduk dengan santai di kursi bar di antara para pemain musik. "Hai semua...." Chase melihat salam pembuka istrinya, dan betapa wanita terlebih para pria begitu semangat membalas. "Sebenarnya malam ini saya hanya datang karena pesawat saya baru akan berangkat besok, jadi daripada bengong di rumah hitung-hitung menyenangkan hati teman." Samantha meledek Bianca yang langsung cemberut mendengar ledekan sahabatnya. "Terus ya Tha, ingat jaman kita susah bertiga." Samantha tertawa lepas. "Lagu yang akan aku nyanyikan ini khusus kupersembahkan buat sahabatku tercinta, aunty Bianca. Semoga makin bahagia di tahun-tahun yang masih panjang membentang." Lalu Samantha mulai menyanyikan sebuah lagu yang ternyata diciptakannya sendiri, sebuah lagu yang bercerita te

  • Bertanggung Jawablah, Bos Arogan!   TERGILA-GILA

    Chase tersenyum perlahan. "Aku kelelahan, sweet heart, nanti kita lanjutkan perdebatan ini saat bulan madu, sekarang tidurlah Nyonya." Samantha berbisik sambil menggigit lembut ujung bibir Chase. "Aku masih tidak terima dikatakan belum mahir." "Ralat! Hampir mahir," gumam Chase. "Sama aja, masih di luar mahir! Coba Tuan lihat keadaan Tuan, terkapar bahagia! Itu hasil perbuatan seorang istri pro, ok?"Chase tertawa lepas. "Berani bilang hampir mahir lagi, aku kerjain lagi sampai kamu minta ampun, Sayang. Beneran!"Chase masih tertawa saat tangan Samantha hinggap di 'batang' tubuhnya!Masih dengan tawa yang tersisa, Chase menangkup wajah istrinya. "Sorry sayang, boleh angkat tangannya?" "Terserah yang punya tangan kan? Mau taruh di mana!" "Sayang, beri aku waktu, kita tidur dulu, please." "Oke, nina bobo oh oh nina bobo.." Samantha menyanyi sambil menggeser tangannya naik turun bagaikan sedang menggosok punggung bayi. Chase menangkap tangan Samantha. "Tidur sebent

  • Bertanggung Jawablah, Bos Arogan!   PRA BULAN MADU

    Hari-hari bergulir dengan cepat. Bagi Chase matahari bersinar lebih cerah, dia menjalani setiap hari dengan bahagia bersama istri dan anaknya. Pekerjaan tidak lagi mendominasi hidupnya. Hanya saja saat Samantha harus konser kemanapun dia akan berusaha mengikutinya, dia akan membawa Tristan dan suster bersamanya. Chase berusaha menjadi bagian dari keseharian istrinya, dia ingin tahu apa saja yang Samantha lakukan dan alami sebagai artis terkenal. Seperti di Jerman saat mereka baru saja kembali dari konser, fans fanatik Alana Drew mengirim bunga ke kamar dengan pesan 'see you sweety' tanpa nama pengirim. Kok bisa ke kamar? Biasa mereka mengirim bunga ke tempat konser, atau mungkin si pengirim punya saudara orang hotel jadi tahu kalau Alana akan menginap di sana. Awalnya Chase menganggap itu biasa hingga kejadian yang sama terulang kembali saat Chase menemani Samantha konser di Prancis, kembali ada bunga yang sama, kumpulan kuncup mawar merah dengan pesan yang sama. Saat bunga it

  • Bertanggung Jawablah, Bos Arogan!   HOT BUT SMOOTH 7 : SUPER SEKSI

    "Bangun Sayang." Chase sibuk dengan tangan dan bibirnya hingga Samantha menggelinjang manja."Bangun...open your beautiful eyes!"desak Chase.Samantha membuka matanya perlahan dan memandang wajah tampan suaminya yang makin menggairahkan dengan bulu-bulu yang sudah tumbuh semalaman. SEKSI!!Chase hanya terdiam memandang tampilan istri jelitanya yang hangat dengan keharuman lembut yang khas."Morning, Sayang," gumam Samantha parau."Morning, Sweet heart," Chase menjawab sambil mengecup bibir indah yang menunggu dengan seksinya.Chase langsung menindih Samantha, menciumi lehernya lalu kembali berguling kini Samantha berada di atasnya. "Drive!" ujar Chase. "Again? In the morning?" "Off course." Samantha langsung bergoyang sambil tersenyum malu-malu yang bagi Chase makin menggoda dibanding wanita-wanita lain yang tersenyum sambil melepas gaunnya dengan tujuan sengaja ingin menggoda, efeknya kalah jauh dengan apa yang Samantha lakukan. Hanya sampai disitu saja Chase sanggup memba

  • Bertanggung Jawablah, Bos Arogan!   SURGA TERBUKALAH...

    "Harusnya kita duduk bersama dulu, bukan berbaring bersama." "Sama sama BERSAMA." "Sayang, maksudnya seharusnya kita bicara dulu baru ginian." "Apaan ginian?" "Begini begini!""Iya apa yang begini begini?"Samantha menyorongkan bibirnya ke leher Chase. Menggigit, menyesap, menjilat hingga Chase harus menahan erangannya. "Siapa yang ngajari?" "My teacher."Chase lama menatap wajah jelita yang sangat dirindukannya. "Bisa lebih jelas?" Desak Chase sambil menyipitkan matanya.Mereka saling bertukar pandang."My lovely teacher."Chase menunduk dan menempelkan bibirnya. "Name!""Mr Chase Navarell, my hubby.""Thank you.""You're welcome.""Suaminya kan cuma satu, kok bisa cepet pinter?" "Sebenarnya tidak ada orang pintar dan bodoh, yang ada hanya orang-orang yang tidak mendapat pengajaran yang tepat, jadi di tangan yang tepat semua orang akan berkembang dengan sangat menakjubkan.""Itu artinya."

  • Bertanggung Jawablah, Bos Arogan!   KAU MILIKKU..SELAMANYA!

    Chase terdiam sepanjang jalan hingga sampai di mobil.Sopir dengan sigap langsung membukakan pintu mobil. Chase memberi kesempatan agar Samantha naik dulu kemudian Chase mengikuti. Sepanjang perjalanan Chase kembali menggenggam tangan Samantha. "Chase, gantian yuk gendongnya... capek," kata Samantha mengingat Chase sudah menggendong Tristan cukup lama. "Beratmu berapa kali berat Tristan, Sam?" tanya Chase sambil menyisipkan rambut Samantha ke balik telinga."Mungkin enam kali, Tristan sepuluh kilogram aku enam puluh kilogram.""Nah, 6 kali nggak main-main.""Maksudnya?" "Maksudnya jangan kan gendong Tristan, gendong Mommy-nya semalaman aja bisa!" "Sayangg, aku tadi beneran serius," kata Samantha sambil mencubit pinggang Chase. "Nah gitu dong, panggil sayang," cetus Chase yang bahagia mendengar Samantha reflek memanggilnya sayang.Mereka berpandangan.Akhirnya Samantha berkata sambil mendekatkan badannya, "Sayang."Seketika Chase memiringkan badannya menghadap Samantha dan me

  • Bertanggung Jawablah, Bos Arogan!   NGGAK JAUH-JAUH DARI RANJANG

    Chase melihat kepergian istrinya, pandangannya mengikuti kemana pun istrinya melangkah."Gimana rasanya jatuh cinta setengah mati?" Suara Daddy menyela pengamatan Chase.Chase menarik nafas panjang sebelum menjawab."Luar biasa, nyaris mati Dad! Aku tidak ingin membaginya dengan siapapun!"Mr Navarell senior tertawa pelan.Dia teringat saat dia jatuh cinta setengah mati dengan istrinya.Dia sampai melakukan hal-hal bodoh seperti melewati rumah makan tempat mereka makan berdua.Bahkan mengira wanita itu memiliki dua anak saja tidak menghalanginya untuk jatuh cinta apalagi saat dia tahu wanita itu masih perawan, rasanya dia sedang dibawa ke langit ke tujuh...bahagia tak terperi."Daddy bisa membayangkannya dengan tepat, karena Daddy pernah berada di sana. Daddy jatuh cinta dengan Mommy-mu hanya dalam dua kali pertemuan." "Terus langsung jadian?" Mr Navarell senior tertawa perlahan."Son, kalau dibuat Novel Romance mungkin bersambung empat lima buku. Terlalu panjang cerita yang kami

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status