Startseite / Romansa / Between Two Loves / Bab 3 Siapa Yang Menggauliku?

Teilen

Bab 3 Siapa Yang Menggauliku?

last update Veröffentlichungsdatum: 17.08.2021 07:34:58

Bab 3 Siapa Yang Menggauliku?

"Bagaimana tadi, urusannya sudah selesai?" Tanyaku.

"Sudah, Sayang. Maaf membuatmu lama menunggu," jawabnya pelan.

Ku rasakan tangan Brandi melingkari pinggangku.

Beberapa saat lamanya kami terdiam.

"Jangan takut, aku tidak akan meninggalkanmu," bisik Brandy pada telingaku.

Sentuhan jambangnya pada telingaku membuatku merinding.

"Aku sayang sama kamu!" Bisiknya lagi. Kali ini wajahnya sedikit mengarah ke tengkukku.

Ah, sentuhan itu semakin menggoda.

"Sayang, tubuhmu indah sekali. Aku tidak menyangka bisa menikahi gadis secantik kamu. Makasih ya, aku mencintaimu," bisik Brandy tertahan.

Suara itu, aku tahu laki-laki ini sedang menginginkan haknya.

Tebakanku benar-benar kenyataan.

Tangan kekar itu melepaskan kimonoku. Berhubung masih baru, aku masih bersikap pasif.

Tangan itu mulai merayap. Aku serasa melayang.

Permainan itu terus berlangsung, hingga aku tak tahu kapan terakhir balutan benang tipis di tubuhku terlepas.

Tanpa kusadari lelaki yang sekarang bersamaku juga dalam keadaan yang sama.

Aku tidak menyangka, kali ini permainan Brandy  berbeda dari sebelum-sebelumnya. Aku merasa kali ini, aku benar-benar di sanjung dan di puja. Aku salut padanya. Sepertinya dia mengenali tipikal permainan yang ku suka.

Aku tidak mampu berkata. Namun dalam hati aku mengakui keahlian Brandy. Mungkin saja karena ini adalah malam honeymoon kami.  Mungkinkah selama ini ia menyembunyikan kepiawaiannya?

Setelah selesai, Brandy memelukku erat.

"Terimakasih, Sayang. Aku benar-benar  mencintaimu. Aku yang akan selalu menjagamu, Mera," bisik Brandy seraya mengecup keningku.

Aku tersentuh dengan ucapannya.

"Makasih, sudah bersedia menjadi suami yang baik untukku,"

Brandy diam

Tanpa sengaja aku menyentuh wajahnya. Aneh. Ada yang basah di sana.

Hatiku bertanya-tanya, mengapa Brandy menitikkan air mata. Bukankah ini moment bahagia. Atau dia sedang terharu?

Aku memeluk Brandy erat.

Sejenak kemudian, Brandy sibuk dengan dirinya sendiri. Kurasa dia sedang mengenakan pakaiannya.

Mengapa dia tidak membersihkan tubuh terlebih dahulu? Tapi ah sudahlah. Sikap lelaki siapa yang tahu. Aku membatin, Malam ini Brandy sedikit aneh.

"Sayang, aku akan keluar sebentar. Tutup kembali pintunya, ya!" ucapnya.

"Kemana lagi, Sayang?" Tanyaku.

"Sebentar saja,"

"Tapi lampunya mati, aku takut," Ujarku.

"Jangan takut. Sebentar lagi juga akan menyala kembali, jangan lupa cepat bersihkan tubuh ya, Sayang. Nanti suamimu ini ingin minta ronde kedua," celotehnya.

Akhirnya aku menyerah.

Sebelum keluar, kembali Brandy memelukku. Aku heran dengan sikapnya.

Sesaat setelah Brandy keluar.

Benar saja. Lampu menyala. Aku merasa lega.

Aku membersihkan tubuhku. Kemudian tempat tidur yang acak-acakan pun ku rapikan kembali.

Semuanya telah rapi.

Cukup lama aku menunggu Brandy kembali.

"Lama banget sih," aku menggerutu.

Tok ... Tok ... Tok ...

"Assalamualaikum, Sayang!" Suara Brandy jelas.

Tanpa ragu aku membuka pintu.

"Maaf sayang, lama. Soalnya tadi masalah penting yang di bahas dan harus selesai besok. Maaf ya!"

Emmmuach.

Sebuah kecupan hangat mendarat di dahiku.

Brandy melangkah masuk.

"Oh ya, tadi sepeninggalku tidak ada yang aneh-aneh kan, Sayang. Nggak ada hantu kan? Oh ya kamu udah bobok tadi ya, ih malam ini suamimu ingin nagih yang spesial lho. Tahu kan? Dah kebelet tadi pengen pulang dan menemui istri cantikku ini,"  Brandy mencolek daguku.

"Lho tadi kan sudah di kasih," serobotku.

Aku aneh dengan sikap Brandy, bukankah tadi ia sudah mendapatkannya? Mengapa sekarang menagih lagi dengan semangat. Padahal kan  Aku juga butuh waktu untuk istirahat. Hehe..

Sedangkan Brandy menyipitkan mata dengan ucapanku barusan.

"Kapan? Toh aku baru saja pulang. Ooh mau nolak ya?" Godanya.

Aku terhenyak.

Kalau Brandy baru saja pulang, siapa yang menggauliku tadi?

Bersambung...

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen

Aktuellstes Kapitel

  • Between Two Loves   Bab 123 ENDING

    Bab 123"Aku tidak peduli apa yang kakak katakan. Jika kakak ingin mengatakan aku egois dan ingin menyalahkan aku atas semuanya, maka aku tidak akan mencegah."Sikap Brandy benar-benar berubah hari ini. Hingga Abraham pun memilih diam. Ia sendiri tidak mengerti ada apa dengan sang adik.Apakah Brandy berkata seperti itu karena lantaran sakit hati? Atau ada hal lain yang melatarbelakanginya? Abraham tak tahu itu. Yang pastinya Abraham merasa prihatin.***Sedangkan Brandy sendiri meluncurkan mobilnya meninggalkan Abraham begitu saja. Ia sama sekali benar-benar tidak peduli lagi dengan Abraham.Kali ini ego benar-benar Brandy utamakan."Aku akan menemuimu Mera! Aku akan mengajakmu pulang!"Tengah meluncurkan mobil, ponsel Brandy kembali bergetar, seseorang menghubunginya.Dengan cepat brandy menjawab. Ia sudah tahu siapa sosok yang tengah menghubunginya saat itu."Ada apa, Kirana? Mengapa kamu kembali menghubungiku?""Mampirlah ke apartemenku, Brandy! Kita bicarakan masakah ini baik-bai

  • Between Two Loves   Bab 122

    Bab 122 "Kau benar-benar sudah menduakan Mera Brandy! Mengapa kau lakukan ini?" Abraham berkata dengan sorot mata tajam. Brandy tak bisa berkata apa-apa."Maafkan aku, Kak! Aku akui jika aku salah. Tapi, tapi apakah Kakak tidak jika aku hanya khilaf melakukannya. Benar-benar khilaf, Kak." jawab Brandy.Brandy tak berani menatap pandangan dari kedua mata kakaknya yang terlihat benar-benar kesal."Bisa-bisanya kamu mengatakan jika kamu tengah khilaf, Brandy! Jika kamu khilaf, apakah mungkin kamu bisa melewati masa-masa khilaf itu hingga semalaman suntuk? Itu sama sekali tidak bisa disebut dengan khilaf, Brandy. Sesuatu bisa disebut dengan Khilaf, apabila hal tersebut terjadi dalam waktu yang cuma sesaat. Tapi yang kalian lakukan sama sekali tidak dalam waktu sesaat. Maka aku sangat tidak percaya jika kau sebut kelakuan kalian dengan sebutan khilaf."Brandy membisu. Memang benar apa yang diucapkan oleh sang kakak."Kak. Bagaimana kalau kita lupakan saja soal ini. Aku ingin segera m

  • Between Two Loves   Bab 121

    Bab 121"Brandy! Kirana? Apa yang kalian bicarakan?" Abraham menghampiri keduanya.Keduanya sontak terkejut.Mereka menoleh."Kak Abraham? Se... Sejak kapan Kakak berada di sini?" Brandy benar-benar dibuat terkejut luar biasa."Aku berdiri di sini sejak awal kalian ada di sini. Aku mendengar semua perkataan kalian!""A... apa?" Brandy tergagap."Apa yang sudah kamu lakukan terhadap wanita ini, Brandy?" Abraham menunjuk ke arah Kirana."A... apa yang kamu maksud? Aku tidak melakukan apapun?""Kalau kalian tidak pernah melakukan apapun, lalu apa yang kalian bicarakan barusan? Aku mendengar semua yang kalian bicarakan. Kalian tak bisa lagi berbohong!"Kirana gugup. Perlahan ia melepaskan pelukannya terhadap Brandy dan sedikit ia melangkah menjauh. Mukanya merah. Ada rasa malu menyelimuti perasaannya. Tapi entahlah, ada juga sesuatu yang membuat wanita itu malah bersyukur dengan adanya keberadaan Abraham di sana."Mungkinkah Kakak salah mendengar?" Brandy masih berusaha untuk berkilah.

  • Between Two Loves   Bab 120

    Bab 120"Kak aku serius, Mera hilang Kak. Dia pergi sambil membawa Keano. Bagaimana ini? Aku benar-benar bingung. Apa aku harus ke rumah orang tuanya sekarang? Atau... atau adakah dia menghubungi Kakak sebelum pergi?" tanya Brandy berharap-harap cemas."Sudah kubilang padamu Brandy, Mera tidak pernah menghubungiku sama sekali. Aku aja nggak menyimpan nomor kontak Mera, begitu juga dengan merah. Semenjak pernikahan kalian, Kami tidak ada kontak-kontakan lagi. Bagaimanakah bisa kamu berpikir kalau Mera menghubungiku. Sudah Kubilang padamu, jangankan menghubungiku, berbicara secara langsung aja sama aku Mera terlihat malas dan enggan. Tidakkah kau lihat dan tidakkah kau perhatikan jika dia benar-benar menjaga jarak denganku?"Fyuuh!Brandy mengalah nafas panjang.Brandy menyadari betul Apa yang diucapkan oleh kakaknya adalah benar. Selama ini ia tak pernah melihat Abraham dan merah berbicara serius. Kalaupun berbicara, mereka terkesan seperlunya saja.Brandy memutuskan untuk mengakhiri p

  • Between Two Loves   Bab 119

    Bab 119 "Mera! Dimana dirimu sekarang?" Brandy nampak gelisah. Hatinya galau tidak menentu.Brandy mulai memikirkan kemungkinan yang tidak tidak terjadi pada istri dan putranya. Sekalipun pada awalnya Brandy meragukan Keano sebagai darah daging, tapi sepertinya kasih sayang yang terlanjur ia curahkan pada Keano begitu lengket dan benar-benar telah membentuk sebuah ikatan batin yang demikian kuat.Ya, Brandy mengakui ia mencintai dan menyayangi anak itu setulus hati."Keano, pulanglah, Nak! daddy merindukanmu?" Brandy berguman lirih dan tertahan. "Aku harus mencarinya! Dia istri dan anakku!" tekad Brandy.Brandy memutuskan untuk memberanikan diri menghubungi keluarga mera.Kembali Brandy sibuk dengan ponselnya, mencari-cari nama kontak yang bersangkut-paut dengan seseorang yang ingin ia hubungi.Brandy bingung melihat tak satupun ada seseorang yang bersangkut-paut dengan keluarga Lia di kontak ponselnya."Kemana larinya nomor kontak mertuaku?" Brandy merasa heran.Untuk memasti

  • Between Two Loves   Bab 118

    Bab 118[Brandy, sesuai dengan apa yang kamu katakan aku melakukan apa yang aku inginkan. Tolong jangan cari aku! Karena ini adalah salah satu yang aku inginkan darimu!]Sebelum melangkah meninggalkan rumah, sebuah catatan dengan tinta hitam yang Mera torehkan di atas kertas putih sengaja wanita itu tinggalkan di atas Bantal di kamarnya.Sebelum beranjak Mera memperbaiki letak gendongan Keano."Jangan nakal ya, Nak! Sayang Mama." sebuah kecupan lembut mendarat di kening bayi mungil tersebut.Dengan langkah pasti, Mera melangkah meninggalkan rumah dan tanpa menolehkan kepala lagi.Sebuah taksi online yang sengaja ia pesankan dari sebuah aplikasi khusus telah menunggu di hadapan rumah. Tanpa bicara sepatah kata pun Mera naik ke taksi pesanannya.Mobil meluncur ke arah yang telah diberitahukan oleh Mera sebelumnya."Semoga saja kepergianku kali ini akan menyelesaikan semua masalah yang ada. Semoga dengan ketidak adanya aku di sana akan membuat dua orang itu kembali akrab sebagaimana sed

  • Between Two Loves   Bab 86

    Bab 86Mera melenguh lirih. Cukup menikmati, meski kenikmatan itu harus bercampur baur dengan perasaan membenci akan diri sendiri. Diantara deru nafas gairah akibat sentuhan Abraham, ada rintihan hati yang tak bisa Mera sembunyikan. Setitik air mata menetes, membasahi pipinya y

  • Between Two Loves   Bab 83

    Bab 83 "Apa kamu ingin jika kuajak berlibur hari ini? Kurasa kita harus berlibur untuk mengisi hari ulang tahunmu?" Brandy menawarkan. Senyum pria itu merekah. Menunjukkan cintanya yang tulus. "Benarkah?" "Brandy mengangguk." Mera berpikir

  • Between Two Loves   Bab 81

    Bab 81 Bi Sumi terdiam. "Bagaimana bisa Tuan Abraham mengenali latar belakang wanita ini?" tanya Bi Sumi. Abraham mendekat. Sebelum menjawab, pandangan mata Abraham melirik ke arah bingkisan makanan yang tadi ia beli. Sebuah puring dengan isinya yang h

  • Between Two Loves   Bab 80

    Bab 80"Tidak ada masalah, Nyonya. Aku cuma tak ingin Tuan Brandy selalu terbeban dengan gaya hidup Nyonya yang selalu berlagak seperti orang kelas atas." Darah Mera mendidih. "Lalu apa urusannya dengan Bibi? Apa bibi berkeberatan jika aku menggunakan uang su

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status