Share

Kecelakaan

Penulis: Nic Arhsy
last update Tanggal publikasi: 2026-08-26 19:27:58

"Bagaimana ini, Ma? Kak Sean ada di mobil itu?" tanya Jessica panik, matanya menatap cemas ke arah SUV hitam pertama yang dipasangi sasaran celaka oleh mereka.

Wajah Selvie seketika pucat pasi. Kepalanya dipenuhi kepanikan hebat saat menyadari anak kesayangannya duduk di kursi depan mobil target. Rencana awal untuk mencelakai Stella kini berubah menjadi ancaman mematikan bagi Sean sendiri.

"Chelsea! Batalkan sekarang!" seru Selvie setengah berbisik seraya mencengkeram lengan Chelsea kuat-kuat.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (28)
goodnovel comment avatar
Shafeeya Humairoh
moga stella aman2 aja ya, ini sean beneran khawatir?
goodnovel comment avatar
Shafeeya Humairoh
blm apa2 udah saling menyalahkan, sama2 punya sifat ngga baik
goodnovel comment avatar
Sri Yati
chelsea kompak banget dengan emaknya sean, sama2 jah4t...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Jenius

    Seorang wanita melangkah keluar dari pintu toilet dengan gerakan yang amat cepat. Ia mengenakan celana leging hitam tipis, atasan kaos lengan panjang berwarna gelap yang sedikit kelonggaran, serta topi baseball yang ditarik rendah menutupi separuh wajahnya. Kepalanya terus menunduk dalam-dalam, menyusuri sudut tembok lorong seolah menghindari jangkauan sudut pandang kamera pengawas."STOP! Kembalikan lima detik!" teriak Sean histeris hingga suaranya pecah di dalam ruangan IT yang sesak itu.Operator dengan cepat menekan tombol rewind. Gambar bergerak mundur lalu berhenti tepat saat sosok wanita berpakaian gelap itu melangkah keluar melewati bingkai pintu kayu toilet."Perbesar gambar wanita itu! Enhance sekarang!" gertak Sean seraya mencengkeram bahu kursi operator hingga plastik pelapisnya retak dan berderit nyaring.Gambar diperbesar secara digital. Meski wajahnya tertutup rapat oleh lidah topi dan masker kain hitam, Sean sama sekali tidak bisa dibodohi. Langkah kaki yang halus namu

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Cek CCTV

    "Ta-tadi... saya bertemu Nyonya Muda di lorong," jawab Dokter Fiona terbata-bata seraya memegangi leher belakangnya yang terasa begitu nyeri dan pening. Matanya menyiratkan ketakutan saat menatap raut wajah Sean yang memerah murka. "Nyonya pamit mau ke toilet... tapi saat saya bilang arah toilet bukan ke sana melainkan ke sebelah kiri, tiba-tiba pandangan saya gelap. Saya tidak ingat apa-apa lagi, Tuan. Bangun-bangun saya sudah tergeletak di atas sofa ini..."Dada Sean bergemuruh hebat mendengar kesaksian itu. Pria itu melepaskan cengkeramannya dari bahu Dokter Fiona, membuat sang dokter terduduk lemas di atas sofa dekorasi."Periksa ke semua area toilet!!" Perintah Sean dengan raut wajah mengerikan."Baik, Tuan!" Mereka langsung bergerak menuju toilet dan tak lama kemudian mereka kembali sambil menggeleng."Tidak ada, Tuan."Sean langsung mengepalkan kedua tangannya. Lalu teringat akan kalimat dokter Fiona yang mengatakan dia dipukul dari belakang sampai pingsan. "Artinya ada skenari

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Klarifikasi

    "Aku tidak butuh panggung itu! Aku cuma butuh istriku!" racau Sean histeris. Pria itu menyapu seluruh piring kristal di meja VIP hingga hancur berkeping-keping di lantai, menimbulkan suara dentangan kencang yang memotong kasak-kusuk ratusan tamu."Sean, sadar! Kamu mau bikin Stella makin dicap buruk di depan ribuan pasang mata?!" bentak Samuel seraya mencengkeram erat kedua bahu Sean, menahan sahabatnya yang sudah bagai orang gila. "Naik ke atas panggung sekarang! Buka suara! Tegaskan ke semua orang kalau wanita yang ada di video itu adalah istri sah kamu, cinta pertama kamu yang selama ini kamu cari! Tebus kesalahan kamu sebelum kamu melangkah keluar dari ruangan ini!"Kalimat Samuel menghantam kesadaran Sean bagai pukulan yang langsung menyadarkan jiwanya. Pria itu menahan napasnya yang memburu, matanya yang merah dan bersimbah air mata menatap panggung utama yang kini diselimuti keheningan mencekam. Ratusan pasang mata tamu undangan, alumni, komisaris, hingga investor asing, menata

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Surprise!!!

    "Video apa yang sudah kamu siapkan, Chelsea?" bisik Jessica penasaran, mencondongkan tubuhnya melintasi Nyonya Anderson di tengah kegelapan ballroom. "Video lama yang bakal bikin reputasi Stella hancur total," jawab Chelsea berbisik penuh kepuasan, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman penuh racun. "Dulu dia pernah dikerjain sama cowok-cowok dan hampir dilecehkan di ruang balet. Aku nyewa detektif buat nyari rekaman itu. Mampus kau, Stella! Malam ini seluruh alumni bakal liat betapa murahannya kamu!" Clarissa yang mendengar bisikan itu seketika merinding hebat. Ia menyapu pandangannya ke sekeliling ruangan yang gelap. Di dalam hatinya, Clarissa tahu betul bahwa Stella sudah keluar dari gedung ini, meninggalkan mereka semua bersama kebenaran yang sebentar lagi meledak. Layar proyektor raksasa berukuran belasan meter di atas panggung utama mulai memancarkan cahaya putih terang. Suara musik nostalgia mengalun lembut, menampilkan foto-foto lama alumni Anderson School. Namun, han

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Alumnus Terbaik!

    "Biar aku saja yang duduk di situ, Sean. Daripada dikosongkan dan dilihat orang lain tidak enak," seloroh Chelsea lembut seraya menyunggingkan senyum penuh harap. Ia sudah hendak menarik kursi di samping kanan Sean, siap mengambil alih posisi sang Nyonya Utama."Jangan sentuh kursi itu, Chelsea! Ini milik Stella istriku." tegur Sean tegas, suaranya dipenuhi penekanan dingin yang menembus keheningan meja VIP.Chelsea tersentak kaku di tempatnya berdiri, tangannya mengambang di udara. Pengusiran halus namun mematikan di depan mata ibu Sean dan sahabat-sahabatnya membuat rona merah menahan malu berkumpul di wajah Chelsea.Nyonya Anderson menghembuskan napas kasar dengan raut wajah amat jengkel. "Sean! Kamu ini kenapa kasar sekali pada Chelsea? Dia hanya berniat baik! Lagi pula, mana isterimu itu? Sudah mau setengah jam dia di toilet! Apa dia tidak tahu diri membiarkan kamu menunggu seperti ini di meja utama?""Stella sedang merapikan riasannya, Ma. Tolong jangan mulai memperkeruh suasana

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Ballroom

    Sepeninggal Stella yang pamit ke kamar mandi, Sean berdiri tegak di dekat area utama ballroom, masih memandangi ujung koridor dengan tatapan hangat. Hatinya diliputi rasa bangga yang luar biasa. Kenyataan bahwa Stella adalah alumni dari sekolah yang sama dengannya membuat perasaan Sean kian membumbung tinggi.Di tengah lamunan indahnya, dua sosok pria berjas amat rapi melangkah mendekat dengan tawa renyah. Mereka adalah Samuel dan Leonel, dua sahabat karib Sean sejak zaman sekolah hingga saat ini yang kerap menjadi mitra bisnis utamanya."Woy, Kapten!" sapa Leonel heboh seraya menepuk bahu Sean cukup keras. "Gaya banget lu dari tadi berdiri di kelilingi investor asing mulu. Mana Nyonya Muda? Tadi heboh banget di depan pada ngebahas ratu sekolah kita dulu yang ternyata bini lu?"Sean terkekeh penuh rasa bangga, merapikan sedikit kerah jas hitamnya. "Lagi ke kamar mandi sebentar. Kenapa? Kalian kaget?"“Sama! Aku juga kaget.” Jawab Sean dengan wajah memerah bahagia.Samuel yang berdiri

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status