“Bercerai?”Sean melepaskan emosinya melalui tatapan yang sangat dingin. Matanya memicing tajam, menatap Stella seolah-olah wanita di hadapannya baru saja menyampaikan sesuatu yang sama sekali tidak masuk akal.“Jangan bicara asal, Stella,” desis Sean. Suaranya tetap bernada rendah dan berat, namun memancarkan aura intimidasi yang sangat pekat. “Pernikahan ini bukan hal sepele yang bisa kamu putuskan begitu saja hanya karena emosi sesaat.”Dia berdiri dari kursinya dengan gerakan yang sangat teratur, tegap, dan berwibawa, lalu merapikan kancing jas mewahnya. Siluet tubuhnya yang jangkung dan atletis benar-benar mencerminkan keturunan bangsawan bisnis kelas atas.“Sampai kantor, aku akan berikan jadwal liburan yang kamu inginkan. Jadi, hentikan tindakan dramatis ini, karena keputusanku sudah mutlak.”Stella tidak membalas ucapan itu. Dia hanya duduk tenang, menatap Sean yang sedang membetulkan posisi dasinya dengan jemarinya yang terawat, sebuah pemandangan yang selalu tampak sempurna
Terakhir Diperbarui : 2026-07-13 Baca selengkapnya