author-banner
Nic Arshy
Author

Novels by Nic Arshy

Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini

Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini

Dua tahun menikah, Stella baru menyadari jika pernikahannya adalah neraka; tidak hanya diperlakukan lebih buruk dari pembantu, ia diabaikan oleh Sean yang memiliki wanita lain, hingga dipaksa menggugurkan buah hatinya. Tak lagi sudi menjadi pijakan keluarga Anderson, Stella pun mengajukan perceraian. Namun, kepergian Stella yang tiba-tiba melukai harga diri Sean dan memicu obsesi gila yang tak pernah ia duga. "Jika kamu membenciku, silakan benci. Tapi kamu harus tetap di sampingku. Sampai mati pun, statusmu tetap istri seorang Sean Anderson!"
Read
Chapter: Stella!
"Bukan mengungkit, Ste. Itu fakta," kekeh Satria ringan di tengah guncangan mobil yang makin hebat. "Kalau dulu kamu tidak nekat mengoperasi bahuku yang kena tembak di klinik kecil itu tanpa melaporkannya ke dinas, mungkin aku sudah mati kehabisan darah atau dipecat."Stella menghembuskan napas panjang, sedikit terhibur oleh kenangan masa lalu itu. Namun, keheningan singkat itu mendadak pecah ketika raungan mesin di belakang mereka terdengar makin memekakkan telinga.Di atas udara, baling-baling helikopter hitam milik Anderson Group menciptakan pusaran angin kencang yang menerbangkan dedaunan kering. Dari kabin utama yang terbuka, Sean berdiri mencengkeram erat pegangan pintu. Wajah pria keturunan asing itu pucat pasi, kemeja mewahnya kusut, dan matanya yang memerah menatap lurus ke arah SUV hitam yang meliuk-liuk di jalanan perbukitan."Jangan terlalu rapat! Tahan posisi kalian!" bentak Sean histeris melalui saluran radio interkom kepada seluruh armada pengawalnya di bawah. Suaranya
Last Updated: 2026-09-27
Chapter: Pelarian
"Perutmu aman, Ste?" tatapnya sambil memainkan persneling dengan kaki lincah pada pedal gas dan rem. Tangan pria berbadan tegap itu tampak sudah terlatih pada setir kemudi."Aman, Mas. Kamu fokus saja ke jalanan, Mas. Jangan sampai fokusmu terpecah," bisik Stella yang tampak sedikit tegang sambil memegangi perutnya."Wajah kamu tampak tegang banget, apa kita coba istirahat dulu di salah satu rumah warga?""Nanti terlacak lagi, Mas.""Emang sebelumnya kita yang salah, kita mengurusi semuanya dari ponsel di lokasi kita menginap. Aku gak nyangka Sean-mu itu bakalan seliar ini. Aku pikir dia gak akan ngejar, soalnya info yang aku dapatkan ada wanita lain di rumah itu," ucap pria itu dengan mata yang waspada. Kelincahannya mengemudi mengingatkan pada aksi di film Fast & Furious."Iya, Mas. Aku juga gak nyangka dia bakalan se-effort ini nyariin aku. Aku pikir dia bakalan cuek gitu," jawab Stella sambil menatap ke arah pria itu."Makanya itu, untungnya aku juga udah siapin beberapa plan. Nah
Last Updated: 2026-09-27
Chapter: Pengepungan
"Suara apa itu?"Gelas teh hangat yang dipegang Stella mendadak bergetar hebat hingga cairan manis di dalamnya terpercik mengenai jemari lenturnya. Wajah cantiknya seketika pucat pasi, matanya membelalak menatap langit-langit plafon rumah sewa yang bergetar seiring gemuruh angin kencang yang menghantam atap.Pria berjas kasual di hadapan Stella langsung berdiri sigap. Sorot matanya yang tenang mendadak berubah tajam dan penuh kewaspadaan. Ia menyibak sedikit tirai jendela, mengintip ke arah langit pagi yang kini tertutup bayangan hitam helikopter berlogo Anderson Group yang sedang bersiap mendarat di lapangan terbuka tak jauh dari tempat mereka."Sialan! Bagaimana bisa pria berengsek itu menemukan tempat ini sejauh dan secepat ini?!" umpat sang penyelamat seraya berbalik cepat, mencengkeram lembut kedua bahu Stella untuk menangkas rasa paniknya. "Stella, dengarkan aku. Sean sudah ada di sini. Kita harus pergi lewat pintu belakang sekarang juga!""T-tapi... bagaimana dengan papa?" bisi
Last Updated: 2026-09-27
Chapter: Pinggiran Kota
"Siapkan helikopter pribadi sekarang juga dan perketat radius penjagaan!" bentak Sean dengan suara serak yang memecah keheningan koridor utama Mansion Anderson.Pria itu melangkah lebar menembus pintu kaca besar, mengabaikan lengannya yang terbalut perban bersimbah darah segar. Deru mesin helikopter yang mendarat di helipad halaman belakang mansion menyambut penampilannya yang kacau. Rambutnya berantakan, kemeja mewahnya kusut, namun kilat mata merahnya memancarkan obsesi gila yang tak tergoyahkan."Sean, tunggu! Kamu tidak bisa bertindak gegabah seperti ini!" teriak Samuel seraya berlari menyusul dari belakang, berusaha mengimbangi langkah lebar sahabatnya. "Tim pengawal di rumah sakit baru saja mengonfirmasi bahwa permohonan pemindahan ayah Stella diajukan secara daring menggunakan identitas dan tanda tangan digital resmi milik Stella!"Langkah Sean terhenti mendadak. Pria itu berbalik cepat, mencengkeram kerah kemeja Samuel dengan satu tangan yang gemetar hebat."Apa katamu?! Tand
Last Updated: 2026-09-26
Chapter: Dosa
Tak menungu wakatu lama, Sean langsung bangkit dan melangkah panjang menuju lantai bawah mencari ibunya dengan mata memerah dan nafas tak teratur.“Mama!!” Teriak Sean menggelegar memenuhi seisi ruangan.“Mamaaa!! Mama dimana?!!” Teriaknya lagi mencari ibunya berjalan mondar mandir, sampai dia menemukan ibunya di dalam kamar dan keluar.“Ada apa, Sean?” Tanya ibunya dengan suara parau sambil berjalan dan duduk di sofa menatap anaknya."Mama sadar apa yang udah Mama lakukan?!"Teriakan menggelegar Sean memecah keheningan ruang keluarga utama Mansion Anderson. Pria itu berdiri bagai iblis yang bangkit dari neraka, melemparkan ponsel pintar milik Stella ke atas meja kaca hingga berdering nyaring dan retak di permukaannya.Nyonya Anderson yang duduk terpekur di sofa mewah tersentak hebat. Wajah wanita paruh baya itu pucat pasi, matanya sembap dipenuhi penyesalan mendalam. Sejak kebenaran terungkap bahwa Stella adalah sosok penolong nyawa Sean di masa lalu, Nyonya Anderson tak pernah bisa
Last Updated: 2026-09-26
Chapter: Diary
"Stella... keluar, Sayang... Aku tahu kamu cuma sembunyi," racau Sean dengan suara parau yang menyayat hati.Pria itu bertekuk lutut di samping ranjang, mencengkeram sprei sutra yang dingin dan sepi di dalam kamar lantai tiga Mansion Anderson. Kemeja mewahnya kusut berantakan, dan perban di tangan kanannya telah mengering dipenuhi noda darah kehitaman. Pria yang biasanya memancarkan dominasi mutlak itu kini tampak hancur, meraba-raba sisi tempat tidur yang biasa diduduki istrinya tanpa arah.Tidak ada jawaban. Tidak ada aroma harum melati. Hanya keheningan mencekam yang menyapa indranya.BUGH!Sean menghantamkan kepalannya ke atas kasur dengan penyesalan membakar dada. Binar obsesi gila dan keputusasaan menyatu di dalam matanya yang merah menyala akibat tidak tidur semalaman."Aku tahu aku salah... tapi jangan siksa aku begini, Stella!" raung Sean menengadahkan kepalanya yang terasa mau pecah, menatap langit-langit kamar yang hampa.Tok, tok, tok."Sean," panggil Samuel yang melangkah
Last Updated: 2026-09-26
You May Also Like
Waiting For Ending
Waiting For Ending
Romansa · nanda alfiana
2.8K views
GET MARRIED TO KARINA
GET MARRIED TO KARINA
Romansa · Sisin Kim
2.8K views
Mistake in One Night
Mistake in One Night
Romansa · Sehunata
2.8K views
Pewaris Sesungguhnya Itu....
Pewaris Sesungguhnya Itu....
Romansa · Desti Angraeni
2.8K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status