Share

Bab 3

Author: Karlinanovi
last update publish date: 2026-09-18 17:46:41

Bab 3

Sebuah mobil mewah tampak melaju perlahan di tengah derasnya air hujan yang jatuh membasahi bumi. Seorang pria tampan, berhidung mancung, memiliki bibir yang sangat sexy tampak duduk didalam mobil tersebut.

Sorot matanya yang tajam, serta raut wajah yang nyaris tanpa ekspresi menjadi daya tarik tersendiri untuk para perempuan di luar sana. Tapi sayang, ia sama sekali tidak tertarik dengan para perempuan itu yang menghalalkan segala cara demi naik ke atas ranjangnya termasuk dengan menggunakan tubuhnya demi menarik simpatinya.

"Langsung balik?" tanya sang tangan kanan yang sekaligus juga sahabatnya itu.

"Hmm," jawabnya singkat.

Sang assistent meliriknya dari kaca yang ada di dalam mobil. "Lu yakin? Bagaimana jika lu kembali di recokin sama nenek lu. Dia 'kan meminta lu buat segera menikah,Zay?"

Helaan nafas tampak keluar dari bibir pria itu.

"Apa yang akan lu lakuin ,Zayden?" ulang sang sahabat.

"Entahlah! Rasanya sulit, apalagi lu tau sendiri jika gue pun kemungkinan akan susah mendapatkan keturunan, sama seperti orang-orang terdahulu yang ada di dalam silsisah keluarga gue, belum alergi gue yang membuat gue tidak bisa begitu saja dekat dengan seorang perempuan," lirihnya.

Pria itu menganggukkan kepalanya, "terus bagai--."

Brak

Perkataan pria itu terhenti, kala mobil yang ia kendarai menabrak sesuatu.

"Al," pekik Zayden.

Ya pria tampan itu bernama Zayden Zaderta, pria yang berusia tiga puluh delapan tahun itu tampak kaget.

"Al, kau menabrak sesuatu?"

Tanpa mengatakan apapun, pria itu bergegas turun dari belakang kemudinya. Ia membuka payung, lalu segera melihat apa yang baru saja ia tabrak.

"Ya Tuhan," gumamnya kala melihat seseorang yang tergeletak di bawah guyuran air hujan.

Ia pun berjongkok, lalu melihat siapa pemilik tubuh itu.

"Perempuan?" lirihnya.

Pria itu bergegas menghampiri Zayden yang masih berada di dalam mobil, ia pun mengetuk kaca jendela mobil mewah itu.

Zayden membukakan kacanya. "Ada apa?"

"Kita menabrak seorang perempuan," ucap Alvino pelan.

Zayden pun langsung turun setelah mendengar penuturan Alvino. Lelaki bertubuh tinggi besar itu menatap seorang gadis tergeletak, tubuhnya basah kuyup.

Zayden berjongkok, ia pun menyampirkan rambut yang menutupi wajah gadis itu.

Deg

"Dia?" gumam Zayden.

Lalu tanpa menunggu lama, Zayden pun membopong tubuh mungil itu dan membawanya ke dalam mobilnya.

"Al, cepat!" pekik Zayden.

Alvino tersentak dari lamunannya, sebab baru kali ini ia terlihat perduli dengan seorang perempuan. Apalagi mengingat jika Zayden ada sedikit alergi jika bersentuhan langsung dengan perempuan.

Lelaki itu bergegas masuk dan duduk di belakang kemudinya.

"Siapa dia?" tanya Alvino, sesekali ia melirik Zayden dari kaca tengah mobil.

Zayden tidak langsung menjawab Alvino, ia masih memandangi wajah gadis yang berada di dalam pelukannya itu. Wajah itu, wajah yang sering Zayden mimpikan di setiap ia tidur.

"Wajah ini, apakah dia ... dia perempuan yang sering datang ke dalam mimpiku? Tidak, tidak mungkin. Aku pikir jika dia itu hanyalah sekedar halusinasiku saja, tapi ternyata ... aku melihatnya sekarang di depan mataku. Tuhan," gumam Zayden.

Netra tajamnya masih asyik menatap wajah cantik itu. Tangannya bergetar, kala menyentuh kulitnya. Zayden hanya takut jika alerginya akan kambuh ketika ia bersentuhan langsung dengan seorang perempuan.

Namun, nyatanya alerginya sama sekali tidak kambuh ketika ia bersentuhan langsung dengannya.

"Apakah dia, dia perempuan yang selama ini aku cari?"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Billionare Wife   Bab 12

    Bab 12 Suara tamparan itu menggema di dalam ruangan sempit itu. Ujung bibir Senandung robek dan mengeluarkan cairan kental berwarna merah. Senandung menyeringai, lalu mengusap darah yang keluar dari ujung bibirnya. Senandung terkekeh kecil. "Kamu mau apalagi dariku, Allora? Apa tidak cukup kau merebut Adrian? Sekarang kau mau apalagi dariku, hmm?" Suara Senandung terdengar datar dan dingin. Allora menatap Senandung, ia dapat melihat kilatan kemarahan di dalam binar mata Senandung. Di belakang wanita itu terlihat ada ember yang berisikan air. Allora menyeringai, lalu ia meraih ember itu dan menyiramkannya pada tubuh Senandung. Byur Tubuh Senandung seketika basah oleh air bekas pel an. Senandung tersenyum miris, ia benar-benar tidak menyangka jika sifat dan sikap asli Allora begitu buruk. "Hah, aku baru sadar ternyata selama ini kamu hanya memakai topengmu saja. Dan ini lah sifat aslimu, Allora," ucap Senandung pelan dan dalam.

  • Billionare Wife   Bab 11

    Bab 11 Zayden meremat berkas yang ada di tangannya, rahangnya mengeras, sorot matanya menggelap. Alvino yang berada tepat di depan Zayden dan ia tentu saja dapat melihat kemarahan pria itu. "Bagaimana bisa ada orang sejahat mereka," desis Zayden. Alvino mengedikkan bahunya cuek. "Aku rasa pria bernama Adrian ini memang hanya memanfaatkan kebaikan Senandung. Begitu juga dengan sahabatnya, Allora." Zayden terdiam mendengar perkataan Alvino. "Aku lihat dia berkerja di berbagai tempat hanya untuk memenuhi kebutuhan pria itu, dan juga aku dengar dia bisa masuk kemari pun karena ada campur tangan Senandung. Meski ya mungkin perempuan bernama Allora itu pun ikut andil dalam membantu pria sialan itu," ujar Alvino datar. Zayden mengepalkan kedua tangannya, jangan tanyakan keadaan berkas yang berada di tangannya. Sudah remuk. "Awasi terus Senandung, aku tidak mau terjadi sesuatu padanya. Apalagi semalam kami sudah melakukannya, aku

  • Billionare Wife   Bab 10

    Bab 10 Zayden terdiam beberapa saat. Tatapannya masih tertuju pada wajah Senandung yang terlihat begitu polos. Ada sesuatu dari perempuan itu yang membuat hatinya sulit untuk bersikap dingin. "Jadi, kau benar-benar tidak mengingat apa yang terjadi semalam?" tanyanya pelan. Senandung mengangngguk cepat. "Aku ingat aku sangat marah karena dengan mata kepalaku sendiri dan di kamarku serta di rumahku aku melihat dia bercinta. Setelah itu aku pun pergi, dan ternyata di luar hujan. Aku tidak sadar, terus berjalan sampai akhirnya aku berada denganmu," lirih Senandung. Zayden menghela napas. Tangannya yang semula berada di pipi Senandung perlahan turun. Ia kemudian mundur selangkah, memberikan jarak di antara mereka. "Kalau begitu, apa kamu ingat apa yang sudah kita lakukan semalam?" tanya Zayden serius. Senandung mengangkat wajahnya. Ia menatap Zayden dengan wajah polosnya yang kemerahan, membuat Zayden gemas. "Tapi aku takut Tuan marah."

  • Billionare Wife   Bab 9

    Bab 9 Adrian meradang, dia hendak menyusul Senandung yang sudah di tarik oleh Zayden. Tapi, langkahnya terhenti oleh Alvino. Lelaki tampan itu menatap datar pada Adrian. "Mau apa kau?!" tanya Alvino datar menatap Adrian. Adrian langsung terdiam, ia tentu saja tahu siapa lelaki yang ada di hadapannya itu. Adrian memaksakan senyumnya, namun hanya di balas dengan ekspresi datar dan dingin. "Ah, maafkan saya Tuan Alvino. Saya hanya ingin mengejar kekasih saya," ujar Adrian. Alvino menyeringai. "Benarkah perempuan itu adalah kekasihmu? Bukankah kekasihmu adalah perempuan yang berada tepat di belakangmu?" Glek Adrian menelan salivanya kasar. "Bu-kan, Tuan. Kekasih saya adalah perempuan yang di tarik oleh tuan CEO barusan." Alvino terkekeh, sementara Allora meradang. Ia menepuk keras punggung Adrian, membuat lelaki itu terbatuk. "Apa maksudmu?!" ucapnya marah. Alvino menggelengkan kepalanya, lalu memilih pe

  • Billionare Wife   Bab 8

    Bab 8 Hari ini, adalah hari pertama Senandung bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah perusahaan. Karena telat bangun, Senandung pun harus cepat sampai ke perusahaan. "Oh Tuhan, padahal baru hari pertama tapi aku sudah telat datang," gerutu Senandung di sepanjang jalan. Senandung turun dari bis ia berjalan dengan cepat. Peluh sudah membasahi pelipisnya, namun tidak mengurangi kecantikannya. Beruntung halte bus tak jauh dari perusahaan sehingga Senandung tidak perlu berjalan jauh. Tak jauh dari Senandung, sebuah mobil mewah datang. Pria yang berada di dalam mobil tersenyum kala melihat Senandung berjalan dengan cepat. Tentu saja ia sudah tahu siapa perempuan itu, karena sosoknya sudah terukir abadi di ingatan Zayden. "Dia," gumam Zayden tersenyum tipis. "Al, bagaimana kau sudah mendapatkan informasi mengenai perempuan tadi malam?" Alvino yang tengah fokus dengan kemudinya pun sedikit menoleh. "Baru sebagian." Zayden menganggukkan kep

  • Billionare Wife   Bab 7

    Bab 7 Perlahan kedua mata Senandung terbuka, ia merasakan tubuhnya sangat sakit. Senandung hendak menggerakkan tubuhnya, namun terhenti karena sebuah tangan melingkar di pinggangnya. Senandung langsung terdiam. Nafasnya tercekat, ia bisa merasakan pelukan Zayden di belakang tubuhnya. "Siapa dia?" gumamnya. Perlahan Senandung bergerak pelan sangat pelan, lalu ia menyingkirkan tangan milik Zayden. Perempuan itu turun dari atas ranjang hotel dengan gerakan slow motion. Ia sedikit mengaduh, kala merasakan tubuhnya yang remuk. "Ya Tuhan, apa yang sudah aku lakukan?" Senandung mendadak lupa ingata. Ia berbalik, lalu menatap wajah tampan Zayden yang tenang di dalam tidurnya. "Tampan, Adrian pun kalah," lirih Senandung. Perempuan itu berjalan pelan dan tertatih. Merasakan nyeri di sekitar area kewanitaannya. "Ssh, sakit sekali," lirihnya. "Gila, seberapa hebat dia, sampai berjalan pun aku kesusahan seperti ini." Senandu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status