author-banner
Karlinanovi
Karlinanovi
Author

Novels by Karlinanovi

Pengantin Kecil Tuan Xavier

Pengantin Kecil Tuan Xavier

Nandini Ayla Putri, seorang gadis yang di kucilkan oleh keluarganya sendiri. Dia berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri dengan bekerja di sebuah toko bunga. Karena dia di anggap sebagai pembawa sial oleh ibunya. Dia mempunyai seorang kakak laki-laki dan juga seorang kakak perempuan. Sang kakak perempuan mempunyai pacar. Yang bagi Nandini kekasih sang kakak itu seorang pria dingin juga angkuh. Hidup Nandini berubah total ketika dia harus menggantikan posisi sang kakak. Nandini terpaksa menikahi kekasih kakaknya, karena kakaknya kabur ketika hari pernikahan. Hidupnya hancur bahkan untuk hidup pun Nandini enggan. Namun semunya berubah ketika Xavier mulai menyadari keberadaan sang istri dan dia mulai mencintai juga menyayangi istrinya. Xavier sadar jika Nandini berbeda dengan ibu dan kakaknya.
Read
Chapter: S3-Bab 2
Bab 2 "Aku kotor, aku ... aku sudah tidak suci lagi." Keyna berlari keluar dari hotel dengan air mata yang tak mampu lagi ia bendung. Tangannya terus gemetar, sementara pikirannya dipenuhi pertanyaan yang belum memiliki jawaban. Semua terasa seperti mimpi buruk, apa yang terjadi barusan sama sekali tidak pernah Keyna bayangkan. Semuanya terjadi begitu cepat. "Apa yang harus aku lakukan," lirih Keyna. Ia sama sekali tidak mengerti bagaimana bisa seorang pria asing bisa masuk ke kamar itu. Yang ia tahu jika penghuni sebelumnya sudah keluar dan ia di suruh untuk membersihkan kamar tersebut. Setelah itu, semuanya terjadi begitu cepat. Pria asing itu menarik lengannya. Dan memaksanya mengambil kesuciannya. "Keyna!" Suara supervisor membuat langkahnya terhenti. "Kamu dari mana saja? Aku mencarimu sejak tadi." Keyna buru-buru mengusap air mata. "Maaf, Bu, saya kurang enak badan. Tadi ... tadi saya beristirahat di tan
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: S3- Bab 1
Hujan turun begitu deras, membasahi jalanan kota yang masih dipenuhi lampu-lampu kendaraan. Di lantai paling atas sebuah hotel berbintang lima, pesta kerja sama bisnis baru saja berakhir. Musik mulai berhenti, para tamu satu per satu meninggalkan ballroom dengan wajah puas. Di tengah keramaian itu, Samudera Romanov berdiri tegak sambil menerima uluran tangan beberapa rekan bisnis. Sebagai CEO muda yang dikenal cerdas dan dingin, ia selalu mampu menjaga sikap di hadapan siapa pun. "Selamat atas kesepakatan kerja samanya,Tuan Samudera. Saya berharap kerja sama ini bisa membuat perusahaan kita semakin maju," ucap salah seorang pengusaha. "Sama-sama, amin semoga saja," jawab Samudera datar. Samudera mengangkat segelas minuman yang disodorkan pelayan, ia tidak meminum alkohol. Maka dari itu ia hanya mengambil segelas jus orange, tanpa ia sadari jika jus orange itu sudah tercampur sesuatu. Ia hanya menyesap sedikit sebelum kembali berbincang. Tak
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: Bab 97 - S2 - Malam Pertama 2 (21+)
Bab 97 - S2 - Malam Pertama 2 ( 21+) “Sayang.” Alarich menatap punggung mulus milik sang istri dengan nafas tertahan. Punggung putih tanpa ada luka sedikit pun nyatanya mampu membuat Alarich seketika mematung. Punggungnya saja sudah mulus, lantas bagaimana bagian yang lainnya. Pikir Alarich. Tangannya yang kekar dan besar ia angkat untuk menyentuh punggung mulus itu. Senja memejamkan kedua matanya, seraya menahan nafas kala tangan milik sang suami menelusuri punggungnya. Alarich memajukan tubuhnya, lalu tangannya memeluk pinggang ramping sang istri. Gaun pengantin milik Senja masih tertahan tepat di depan d*d*, pelukan Alarich begitu erat sehingga ia mampu merasakan deru nafas milik sang suami. Cup Alarich mengecup bahu Senja yang terbuka. D*r*hnya terasa berdesir hebat, kala bibir sexy Alarich menyentuh kulitnya yang terbuka. “Kamu cantik sekali, Sayang,” ucap Alarich dengan suaranya yang terdengar serak dan nafasnya terdengar m
Last Updated: 2025-01-20
Chapter: Bab 96 - S2 - Malam Pertama (21+)
Bab 96 - S2 - Malam Pertama (21+) “Bagaimana saksi, Sah?!” Tanya seorang penghulu kepada para saksi yang berada di sana. “Sah!” “Sah!” “Sah!” Kalimat Sah menggema, membuat setetes air mata jatuh dari pelupuk mata Senja. Alarich melihat hal itu, ia langsung menggenggam tangan mungil sang istri. Membuat Senja sadar jika ia tidak sendiri. Gadis yang sudah bergelar istri itu menoleh, menatap sang suami yang tersenyum manis kepadanya. Lelaki yang tidak pernah tersenyum itu, kini memberika senyumannya hanya untuk sang istri. “Alhamdulilah, kalian sudah sah menjadi sepasang suami istri. Silahkan untuk sang istri mencium tangan sang suami, dan suami mencium kening serta ubun-ubun istri anda,” ujar sang penghulu. Alarich maju, mendekati istrinya. Dengan tubuh bergetar menahan gugup Alarich mencium kening serta ubun-ubun sang istri. Begitu juga dengan Senja, dengan tangan yang gemetar, ia raih jemari sang suami. Men
Last Updated: 2024-10-26
Chapter: Bab 95 - S2 - Menikah
Bab 95 - S2 - Menikah Deg Senja langsung menoleh ke arah Alarich, ia bahkan menghentikan langkah kakinya. Menatap wajah yang senantiasa datar dan dingin itu, mencari kebohongan dari binar matanya yang tajam. Namun, Senja sama sekali tidak menemukan kebohongan tersebut, ia justru melihat ketulusan, kejujuran, dan keseriusan dari mata Alarich. Lantas Alarich membuka pintu ballroom, begitu pintu terbuka keluarga besar Romanov menyambutnya. Senja mematung di tempatnya berdiri,memandang bagaimana baiknya keluarga yang bahkan tak ada hubungan darah dengannya. Alarich meraih tangan Senja, dan membawanya masuk. Mata Senja sudah berkaca-kaca, melirik tangan yang di genggam oleh Alarich. “Tuan,” lirih Senja. “Mari masuk, mereka sudah menunggumu. Menunggu calon menantu baru di keluarga Romanov. Gadis yang selama beberapa tahun aku tunggu, tidak mungkin aku lepaskan untuk yang kedua kalinya. Oleh karena itu, aku akan langsung mengikatmu dengan pernikaha
Last Updated: 2024-08-05
Chapter: Bab 94 - S2 - Lamaran
Malam itu, Senja sudah siap dengan gaun yang sudah di siapkan oleh Alarich sebelumnya. Gaun berwarna lembut sangat cocok dengan karakter Senja. Jangan lupakan kerudung yang berwarna sama dengan gaunnya menambah kecantikan seorang Senandung Senja. Gadis berhijab itu di dandani oleh Sheinafia, wanita beranak satu itu begitu antusias kala mendengar Alarich hendak melamar Senja. Namun, mereka sengaja tidak mengatakan hal itu kepada Senja, sebab takut jika gadis tersebut menolaknya. “Ya Tuhan, kamu cantik sekali, Senja,” pekik Sheinafia yang membuat ketiga perempuan paruh baya yang kebetulan berada di kamar Senja sontak menoleh ke arah dua wanita muda itu. Nandini, Namilea, dan Melati tersenyum kala melihat Senja. Wajahnya yang cantik alami semakin bersinar kala Sheinafia membubuhkan make up flawless di wajah cantiknya. Namilea menghampiri keduanya, ia tersenyum lembut lantas mengusap puncak kepala Senja yang terbalut hijab. “Kamu cantik sekali, Nak
Last Updated: 2024-07-28
Billionare Wife

Billionare Wife

Senandung di khianati oleh dua orang yang paling ia sayangi, yaitu kekasih dan sahabatnya. Ia menyaksikan bagaimana mereka berbagi peluh. Malam itu, Senandung pun pergi dari rumah. Dan ia melakukan one night stand dengan seorang pria misterius.
Read
Chapter: Bab 17
Bab 17 Sebelumnya aku minta maaf, di bab 16 ada typo nama hehe. Harusnya Zayden tapi aku malah tulis Aslan. Maafkan yaa man teman. ****** "Al, Senandung sudah pulang?" tanya Zayden ketika ia keluar dari ruangannya. Alvino yang tengah fokus dengan ponselnya pun mengangkat wajahnya, menatap atasannya yang tak lain sahabatnya sendiri. "Aku rasa sudah, sebab semua karyawan seharusnya sudah pulang 'kan?" ucap Alvino. Namun Zayden ragu. "Hubungi anak buah yang kau suruh untuk mengawasi keselamatan Senandung. Cek apakah dia sudah sampai di rumahnya." Alvino menganggukkan kepalanya. Lalu tanpa menunggu lama ia pun segera menghubungi anak buahnya yang ia tugaskan juga untuk mengawasi rumah Senandung. [Bagaimana nona kalian? Apakah dia sudah pulang?] [Tuan, nona muda belum terlihat pulang. Yang kami lihat pulang hanya kekasihnya dan juga sahabatnya nona muda.] Deg Alvino terdiam, ia menatap Z
Last Updated: 2026-10-13
Chapter: Bab 16
Bab 16 Allora menatap Senandung yang tengah membersihkan kaca. Kedua tangannya mengepal kuat, bahkan buku-buku di jarinya pun terlihat memutih. Dadanya naik turun, nafasnya terlihat memburu. Ingin sekali ia mencelakakan Senandung, namun Zayden mengawasinya dari CCTV perusahaan. "Sialan! Bagaimana ini, jika di perusahaan. Aku harus menunggunya pulang agar aku bisa dengan leluasa menyakitinya," monolog Allora. Perempuan itu memutuskan untuk kembali ke tempatnya bekerja. Di sisi lain, Adrian pun marah, karena Zayden memindahkannya ke perusahaan cabang yang jaraknya lumayan jauh. "Sial! Jika begini aku tidak bisa melihat dan berbicara dengan Senandung. Sebenarnya ada apa dengannya, kenapa dia tiba-tiba berubah seperti itu, padahal aku tahu dia begitu sangat mencintaiku," lirih Adrian. Ya, rasa cinta di hati seorang perempuan bisa terkikis. Bukan karena benar-benar sudah tak cinta, namun terkadang karena sikap pasangan pun perlahan cinta itu akan
Last Updated: 2026-10-11
Chapter: Bab 15
Bab 15 Zayden menatap layar ponselnya, di sana ia dapat melihat Senandung tengah bekerja. Gadis itu tampak bersemangat serta ceria, Zayden mengulas senyum tipis. Suara ketukan pintu mengalihkan atensinya, Zayden mengangkat pandangannya. "Masuk," teriak Zayden. Seorang perempuan tampak masuk, ia berjalan dengan lenggak lenggonya berharap jika Zayden akan tertarik padanya. Tidak lupa pakaian yang di kenakannya, membentuk lekuk tubuhnya. Zayden menatap perempuan itu datar. Tatapannya tajam menatap mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. "Maaf, Tuan," ucapnya dengan suara yang terdengar di buat-buat. Ia pun duduk tepat di depan Zayden, ia dapat melihat belahan dadanya namun Zayden sama sekali tidak tertarik. Perempuan itu hendak menyentuh tangannya, namun Zayden segera memindahkan tangannya. Tidak ada yang boleh menyentuhnya selain Senandung. Ia alergi dengan perempuan lain, apalagi seperti perempuan yang ada di hadapannya.
Last Updated: 2026-10-09
Chapter: Bab 14
Bab 14 Adrian terdiam. Ucapan Allora membuat dadanya terasa sesak. Tatapannya mengikuti kepergian Zayden yang membawa Senandung menuju lift. “Tidak mungkin,” gumamnya. Allora tersenyum tipis. “Kenapa tidak mungkin? Kamu sendiri melihat bagaimana dia memperlakukan Senandung.” “Dia pemimpin perusahaan ini. Bisa saja dia hanya merasa kasihan.” “Kasihan sampai menggendongnya di depan semua karyawan?” Allora menyilangkan kedua tangannya di dada. “Adrian, buka matamu. Selama ini kamu terlalu yakin Senandung tidak akan pernah meninggalkanmu. Tapi, tenang saja, jika pun dia meninggalkanmu aku akan tetap berada di sampingmu." Adrian mengepalkan tangan. Ia memang melihat semuanya. Cara Zayden menangkup wajah Senandung. Tatapan lelaki itu ketika melihat luka di pipi perempuan tersebut. Bahkan pelukan yang diberikan Zayden terlihat begitu melindungi. Sesuatu dalam hati Adrian bergejolak.Cemburu.Untuk pertama kalinya, Adrian merasakan ketakutan k
Last Updated: 2026-10-08
Chapter: Bab 13
Bab 13 "Aww, lepaskan aku, Adrian! Kamu menyakitiku!" "Ikut aku!" Adrian menarik tangan Senandung dengan kuat, Alvino yang berdiri tak jauh darinya pun langsung menyusul pria itu. Keselamatan Senandung adalah hal yang paling utama. "Hey, lepaskan nona muda!" teriak Alvino. Teriakan Alvino membuat beberapa karyawan perusahaan Zayden langsung menoleh ke arah sumber suara. Alvino mempercepat langkah kakinya. Dan mencekal tangan Adrian. "Lepaskan, atau saya akan mengusir anda dari perusahaan ini! Dan akan saya pastikan, tidak ada satu pun perusahaan di negeri ini yang akan menerima anda bekerja," tegas Alvino. Adrian menatap kesal pada Alvino, lalu menoleh pada Senandung yang terlihat meringis kesakitan. Adrian tersadar sudah menyakiti Senandung. "Sayang, maafkan aku. Aku ... aku sudah menyakitimu," ujar Adrian menyesal, ia hendak menyentuh pipi Senandung yang sedikit bengkak dan lebam namun perempuan itu reflek memundurkan t
Last Updated: 2026-10-07
Chapter: Bab 12
Bab 12 Suara tamparan itu menggema di dalam ruangan sempit itu. Ujung bibir Senandung robek dan mengeluarkan cairan kental berwarna merah. Senandung menyeringai, lalu mengusap darah yang keluar dari ujung bibirnya. Senandung terkekeh kecil. "Kamu mau apalagi dariku, Allora? Apa tidak cukup kau merebut Adrian? Sekarang kau mau apalagi dariku, hmm?" Suara Senandung terdengar datar dan dingin. Allora menatap Senandung, ia dapat melihat kilatan kemarahan di dalam binar mata Senandung. Di belakang wanita itu terlihat ada ember yang berisikan air. Allora menyeringai, lalu ia meraih ember itu dan menyiramkannya pada tubuh Senandung. Byur Tubuh Senandung seketika basah oleh air bekas pel an. Senandung tersenyum miris, ia benar-benar tidak menyangka jika sifat dan sikap asli Allora begitu buruk. "Hah, aku baru sadar ternyata selama ini kamu hanya memakai topengmu saja. Dan ini lah sifat aslimu, Allora," ucap Senandung pelan dan dalam.
Last Updated: 2026-10-06
You May Also Like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status