Share

Bab 4

Author: Karlinanovi
last update publish date: 2026-09-18 17:47:04

Bab 4

"Eungh!"

Senandung menggeliatkan tubuhnya di dalam pelukan Zayden. Lelaki itu menunduk, lalu sedikit menundukkan pandangannya, netranya menatap wajah Senandung yang terlihat pucat.

Perempuan itu masih menggeliatkan tubuhnya, perlahan kedua mata yang sedari tadi menutup itu terbuka. Samar ia melihat siluet seorang pria tampan. Senandung tersenyum di antara ketidak sadarannya.

"Tampan sekali, dia manusia atau pangeran?" lirihnya namun baik Zayden ataupun Alvino masih dapat mendengarnya.

Senandung mengangkat salah satu tangannya, lalu mengusap lembut rahang tegas Zayden. Lelaki itu sedikit menegang, apalagi saat ini posisi mereka terlihat begitu intim.

Senandung berada di atas pangkuan Zayden, lelaki yang memiliki riwayat alergi terhadap perempuan itu tampak memangku tubuh mungil Senandung.

"Tampannya," gumam Senandung.

Gadis yang baru sadar dari pingsannya itu pun tersenyum, namun sedetik kemudian raut wajahnya berubah kala kilasan perselingkuhan Adrian melintas di dalam ingatannya.

Tiba-tiba Senandung mengangkat tubuhnya, ia menangkup pipi Zayden lalu gadis itu dengan tidak sopan meraup bibir sexy Zayden.

Deg

Jantung Zayden terasa berdegup kencang kala ia merasakam benda kenyal menyapa bibirnya. Kedua mata Senandung tertutup, Alvino tampak melirik sekilas dari kaca, kedua matanya membelalak kaget sehingga ia mendadak menginjak pedal rem.

Mobil seketika berhenti mendadak, tubuh Senandung hendak terpental ke belakang namun Zayden keburu menahannya. Lelaki itu lantas menendang kursi depan, Alvino terkekeh ia pun mengerti, lalu menurunkan sebuah tirai.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya Zayden.

Suaranya yang berat, serak dan sexy tampak mengalun indah di indera pendengaran Senandung. Gadis itu tersenyum, lalu kembali mengusap rahang tegas Zayden.

"Kamu ... tampan sekali," lirih Senandung. "Kamu tahu? Malam ini aku baru tahu, jika kekasihku sekaligus calon suamiku dia ... berselingkuh dengan sahabatku sendiri. Kamu tahu tidak bagaimana sakitnya? Di khianati oleh dua orang sekaligus, aku menyaksikan mereka tengah bercinta di rumah yang aku beli dan di dalam kamar yang seharusnya tempatku malam pertama nanti. Hatiku sangat sakit, mau kah kamu membantuku?"

Senandung menatap wajah tampan Zayden dengan tatapan polos bak anak kucing yang tengah menunggu makanannya. Apalagi melihat ekspresi wajah Senandung, sungguh membuat Zayden tidak kuat.

"Tolong apa?" tanya Zayden singkat.

"Kamu mau bercinta denganku? Hanya karena aku ingin menjaga kesucianku hingga aku menikah nanti, membuat dia berselingkuh dengan sahabatku sendiri," ucap Senandung pelan.

Zayden tersenyum, lantas tangannya mengusap lembut kepala Senandung. "Kamu sedang demam, sebaiknya kita obati dulu kesehatanmu."

Senandung menggelengkan kepalanya. "Kamu tahu? Barusan itu adalah ciuman pertamaku."

Senandung tersenyum.

Shit

Runtuh sudah pertahanan Zayden, lelaki itu lalu mengangkup pipi Senandung dengan tangannya yang besar. Menahan tengkuknya, lalu melabuhkan bibirnya di atas bibir Senandung.

Perempuan itu memejamkan kedua matanya, merasakan lumatan demi lumatan, yang di sertai gigitan kecil yang di berikan oleh Zayden padanya.

"Eungh." Senandung mengerang, membuat Zayden semakin liar meraup bibirnya.

Sementara Alvino berdecak kesal. "Sial!"

Zayden menyatukan kening mereka, nafas keduanya masih terlihat memburu.

"Hentikan aku," lirihnya serak.

Senandung menggelengkan kepalanya. "Aku tidak mau. Aku sama sekali tidak ingin menghentikannya."

Senandung langsung menyerang leher Zayden, lelaki itu memejamkan kedua matanya merasakan bibir Senandung.

"Al, cari hotel," teriak Zayden.

Alvino pun tanpa menjawab langsung mengarahkan mobil mewahnya menuju sebuah hotel yang tidak jauh dari jalan yang mereka lalui. Setelah mobil berhenti tanpa menunggu lama, Zayden langsung menggendong Senandung ala koala.

Jangan tanyakan bibir Senandung berada di mana. Wajah Zayden sudah memerah, menahan hasratnya, ia menatap Alvino.

"Pesankan kamar paling bagus."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Billionare Wife   Bab 12

    Bab 12 Suara tamparan itu menggema di dalam ruangan sempit itu. Ujung bibir Senandung robek dan mengeluarkan cairan kental berwarna merah. Senandung menyeringai, lalu mengusap darah yang keluar dari ujung bibirnya. Senandung terkekeh kecil. "Kamu mau apalagi dariku, Allora? Apa tidak cukup kau merebut Adrian? Sekarang kau mau apalagi dariku, hmm?" Suara Senandung terdengar datar dan dingin. Allora menatap Senandung, ia dapat melihat kilatan kemarahan di dalam binar mata Senandung. Di belakang wanita itu terlihat ada ember yang berisikan air. Allora menyeringai, lalu ia meraih ember itu dan menyiramkannya pada tubuh Senandung. Byur Tubuh Senandung seketika basah oleh air bekas pel an. Senandung tersenyum miris, ia benar-benar tidak menyangka jika sifat dan sikap asli Allora begitu buruk. "Hah, aku baru sadar ternyata selama ini kamu hanya memakai topengmu saja. Dan ini lah sifat aslimu, Allora," ucap Senandung pelan dan dalam.

  • Billionare Wife   Bab 11

    Bab 11 Zayden meremat berkas yang ada di tangannya, rahangnya mengeras, sorot matanya menggelap. Alvino yang berada tepat di depan Zayden dan ia tentu saja dapat melihat kemarahan pria itu. "Bagaimana bisa ada orang sejahat mereka," desis Zayden. Alvino mengedikkan bahunya cuek. "Aku rasa pria bernama Adrian ini memang hanya memanfaatkan kebaikan Senandung. Begitu juga dengan sahabatnya, Allora." Zayden terdiam mendengar perkataan Alvino. "Aku lihat dia berkerja di berbagai tempat hanya untuk memenuhi kebutuhan pria itu, dan juga aku dengar dia bisa masuk kemari pun karena ada campur tangan Senandung. Meski ya mungkin perempuan bernama Allora itu pun ikut andil dalam membantu pria sialan itu," ujar Alvino datar. Zayden mengepalkan kedua tangannya, jangan tanyakan keadaan berkas yang berada di tangannya. Sudah remuk. "Awasi terus Senandung, aku tidak mau terjadi sesuatu padanya. Apalagi semalam kami sudah melakukannya, aku

  • Billionare Wife   Bab 10

    Bab 10 Zayden terdiam beberapa saat. Tatapannya masih tertuju pada wajah Senandung yang terlihat begitu polos. Ada sesuatu dari perempuan itu yang membuat hatinya sulit untuk bersikap dingin. "Jadi, kau benar-benar tidak mengingat apa yang terjadi semalam?" tanyanya pelan. Senandung mengangngguk cepat. "Aku ingat aku sangat marah karena dengan mata kepalaku sendiri dan di kamarku serta di rumahku aku melihat dia bercinta. Setelah itu aku pun pergi, dan ternyata di luar hujan. Aku tidak sadar, terus berjalan sampai akhirnya aku berada denganmu," lirih Senandung. Zayden menghela napas. Tangannya yang semula berada di pipi Senandung perlahan turun. Ia kemudian mundur selangkah, memberikan jarak di antara mereka. "Kalau begitu, apa kamu ingat apa yang sudah kita lakukan semalam?" tanya Zayden serius. Senandung mengangkat wajahnya. Ia menatap Zayden dengan wajah polosnya yang kemerahan, membuat Zayden gemas. "Tapi aku takut Tuan marah."

  • Billionare Wife   Bab 9

    Bab 9 Adrian meradang, dia hendak menyusul Senandung yang sudah di tarik oleh Zayden. Tapi, langkahnya terhenti oleh Alvino. Lelaki tampan itu menatap datar pada Adrian. "Mau apa kau?!" tanya Alvino datar menatap Adrian. Adrian langsung terdiam, ia tentu saja tahu siapa lelaki yang ada di hadapannya itu. Adrian memaksakan senyumnya, namun hanya di balas dengan ekspresi datar dan dingin. "Ah, maafkan saya Tuan Alvino. Saya hanya ingin mengejar kekasih saya," ujar Adrian. Alvino menyeringai. "Benarkah perempuan itu adalah kekasihmu? Bukankah kekasihmu adalah perempuan yang berada tepat di belakangmu?" Glek Adrian menelan salivanya kasar. "Bu-kan, Tuan. Kekasih saya adalah perempuan yang di tarik oleh tuan CEO barusan." Alvino terkekeh, sementara Allora meradang. Ia menepuk keras punggung Adrian, membuat lelaki itu terbatuk. "Apa maksudmu?!" ucapnya marah. Alvino menggelengkan kepalanya, lalu memilih pe

  • Billionare Wife   Bab 8

    Bab 8 Hari ini, adalah hari pertama Senandung bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah perusahaan. Karena telat bangun, Senandung pun harus cepat sampai ke perusahaan. "Oh Tuhan, padahal baru hari pertama tapi aku sudah telat datang," gerutu Senandung di sepanjang jalan. Senandung turun dari bis ia berjalan dengan cepat. Peluh sudah membasahi pelipisnya, namun tidak mengurangi kecantikannya. Beruntung halte bus tak jauh dari perusahaan sehingga Senandung tidak perlu berjalan jauh. Tak jauh dari Senandung, sebuah mobil mewah datang. Pria yang berada di dalam mobil tersenyum kala melihat Senandung berjalan dengan cepat. Tentu saja ia sudah tahu siapa perempuan itu, karena sosoknya sudah terukir abadi di ingatan Zayden. "Dia," gumam Zayden tersenyum tipis. "Al, bagaimana kau sudah mendapatkan informasi mengenai perempuan tadi malam?" Alvino yang tengah fokus dengan kemudinya pun sedikit menoleh. "Baru sebagian." Zayden menganggukkan kep

  • Billionare Wife   Bab 7

    Bab 7 Perlahan kedua mata Senandung terbuka, ia merasakan tubuhnya sangat sakit. Senandung hendak menggerakkan tubuhnya, namun terhenti karena sebuah tangan melingkar di pinggangnya. Senandung langsung terdiam. Nafasnya tercekat, ia bisa merasakan pelukan Zayden di belakang tubuhnya. "Siapa dia?" gumamnya. Perlahan Senandung bergerak pelan sangat pelan, lalu ia menyingkirkan tangan milik Zayden. Perempuan itu turun dari atas ranjang hotel dengan gerakan slow motion. Ia sedikit mengaduh, kala merasakan tubuhnya yang remuk. "Ya Tuhan, apa yang sudah aku lakukan?" Senandung mendadak lupa ingata. Ia berbalik, lalu menatap wajah tampan Zayden yang tenang di dalam tidurnya. "Tampan, Adrian pun kalah," lirih Senandung. Perempuan itu berjalan pelan dan tertatih. Merasakan nyeri di sekitar area kewanitaannya. "Ssh, sakit sekali," lirihnya. "Gila, seberapa hebat dia, sampai berjalan pun aku kesusahan seperti ini." Senandu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status