Share

BAB 18

last update publish date: 2026-08-18 23:15:36

Beberapa hari berlalu. Kondisi Arman akhirnya dinyatakan cukup pulih dan diperbolehkan pulang oleh tim medis, meskipun tubuh rentanya masih harus bergantung pada kursi roda.

Selama dirawat di rumah sakit, hanya Ayumi seorang diri yang setia menemani dan merawat sang ayah.

Sementara ibu dan adik tirinya, sama sekali tidak pernah menampakkan batang hidungnya, seolah acuh tak acuh pada kondisi Arman.

Hingga siang ini, sebuah taksi berhenti di depan teras rumah sederhana mereka.

Ayumi turun lebih
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 64

    “Bu—bukan begitu maksudku!” Ayumi buru-buru menyela. “Hanya saja... aku bingung harus melakukan apa di rumah sebesar ini. Jadi, aku ingin kembali bekerja. Setidaknya, ada sesuatu yang bisa kulakukan untuk mengisi waktu luang.”Adrian tidak langsung menanggapi.Pria itu hanya menatap Ayumi dengan sorot mata tajam, seolah sedang mencoba memahami jalan pikiran perempuan di hadapannya. Sementara itu, Ayumi mulai gelisah di bawah tatapan tersebut.“Memangnya, kamu ingin bekerja sebagai apa?” tanyanya datar.Ayumi tidak langsung menjawab. Kedua telapak tangannya terasa dingin, sementara jemarinya saling meremas di atas pangkuan. Ia sempat ragu, tetapi pada akhirnya memberanikan diri untuk bicara.“Aku... bisa kembali bekerja sebagai cleaning service,” jawabnya pelan.Brak!Adrian menggebrak meja di hadapannya. Tidak terlalu keras, tetapi cukup untuk membuat Ayumi terjingkat kaget.“Kamu bercanda?” ucap Adrian tajam.Ayumi mengeleng cepat. “A—aku tidak bercanda... Aku benar-benar serius,” sa

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 64

    Beberapa waktu berlalu. Ayumi duduk di tepi ranjang dengan gelisah. Ia menatap layar ponselnya sejenak sebelum sebuah helaan napas berat lolos dari bibirnya.“Uangku makin menipis,” gumam Ayumi lirih. “Aku tidak menyangka dia benar-benar menghentikan uang bulananku.”Padahal dulu, ia sendiri yang merasa tidak enak hati karena Adrian sudah mengeluarkan begitu banyak uang untuk membayar mahar keluarga tirinya. Saat itu, dengan polosnya Ayumi bilang siap memotong uang bulanan demi mengganti uang tersebut.“Tahu begitu, mending waktu itu aku tidak usah asal bicara,” sesalnya pelan.Meski seluruh kebutuhan utamanya di rumah megah ini terjamin, tetap saja ada hal-hal pribadi yang harus ia beli dengan uang sendiri. Terlebih lagi, Ayumi sadar betul ia harus mulai berhemat dan mengumpulkan tabungan. Jika kelak masa kontrak pernikahan mereka berakhir, setidaknya ia punya modal untuk memulai hidup baru.“Sepertinya aku memang harus kembali bekerja,” putusnya mantap.Setelah cukup lama berpikir,

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 63

    Keesokan harinya...Bella mengendarai mobil barunya menuju kantor tempat Rakka bekerja. Meski sudah mendapatkan apa yang diinginkannya, tak sedikit pun rasa senang menghiasi hatinya.Mobil baru, ponsel impian, dan berbagai barang mewah. Semua itu seharusnya cukup membuatnya bahagia. Namun, setiap kali teringat Ayumi, suasana hatinya langsung memburuk. Perempuan itu benar-benar membuatnya kesal!Bagaimana bisa Ayumi yang selama ini dianggapnya tidak lebih dari gadis kampungan justru menikah dengan pria kaya raya?“Siapa sebenarnya Adrian itu? Pria seperti apa dia?” gumam Bella.Tangannya yang menggenggam setir semakin mengencang hingga buku-buku jarinya memutih.Ia benar-benar tidak habis pikir. Ayumi sudah dicampakkan oleh Rakka, tetapi bukannya menderita, perempuan itu malah mendapatkan kehidupan yang lebih baik.Sementara dirinya... Tetap saja tertinggal di belakang Ayumi.Tak lama kemudian, mobil Bella memasuki area parkir sebuah gedung perkantoran mewah. Setelah memarkirkan mobiln

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 62

    “Dia baru putus dengan Kak Rakka,” kata Bella, masih tak percaya. “Lagi pula, Ayumi sangat mencintainya. Mana mungkin dia berpaling secepat itu, meski sudah dicampakkan?”Selama ini, Bella tahu betul betapa kakak tirinya itu tergila-gila pada Rakka. Ayumi bahkan rela melakukan apa saja demi pria tersebut. Jadi, bagaimana mungkin perempuan itu tiba-tiba menikah dengan pria lain.“Nggak mungkin bagaimana? Ini buktinya ada di tangan Ibu!” seru Desi seraya mengibaskan cek bernilai fantastis itu di depan wajah putrinya.Bella meraih cek tersebut dengan kasar. Matanya menyipit, membaca angka nominal yang tertera di sana. Jemarinya gemetar hebat, antara tidak percaya dan iri setengah mati. Angka nol di kertas itu seolah menampar harga dirinya keras-keras.“Siapa pria bodoh yang mau menikahi cewek udik kayak Ayumi, Bu? Nggak usah ngarang deh!” bentak Bella dengan napas memburu. Rasa dengki yang tiba-tiba menguasai kepalanya itu seketika melenyapkan sisa-sisa efek alkohol yang tadi membuatnya

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 61

    Ayumi mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Ia tidak menyangka pria yang biasanya dingin dan tak tersentuh ini ternyata bisa kesal juga hanya karena masalah panggilan.“Baik... saya akan serius,” ucap Ayumi akhirnya.Ia mulai memutar otak, mencari nama panggilan yang kira-kira terdengar pas agar mereka benar-benar terlihat seperti pasangan yang saling mencintai di depan orang lain. Setelah berpikir beberapa saat, sebuah ide mendadak terlintas di kepalanya. Mata Ayumi berbinar cerah, disertai senyum tipis yang terukir di bibirnya. Ia sangat yakin Adrian pasti akan setuju dengan ini.“Saya sudah memikirkan panggilan yang pas untuk kita,” ujar Ayumi dengan senyum penuh arti.Adrian tak membalas ucapan itu. Pria itu hanya mengangkat sebelah alisnya, lalu kembali sibuk melepas kancing kemejanya satu per satu dengan santai.“Bagaimana kalau... Baby?” usul Ayumi penuh percaya diri.Deg!Panggilan itu sukses membuat gerakan tangan Adrian terhenti seketika. Tubuhnya menegang. Jantungnya mendadak b

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 60

    Adrian tidak menggubris panggilan lirih Ayumi. Ia hanya melirik istrinya sekilas sebelum mengalihkan pandangan kepada orang-orang yang masih duduk di meja makan. “Kami naik dulu,” katanya tenang. “Ayumi perlu membersihkan diri dan beristirahat.” Anita langsung mengangkat alisnya. “Makan malam baru saja dimulai. Kalian mau makan di kamar?” “Iya. Ayumi tadi terjatuh. Kasihan kalau dia harus naik turun tangga,” jawab Adrian santai, tanpa ragu sedikit pun. Ayumi tertegun. Ia mendongak, hendak membantah, karena dirinya baik-baik saja, dan Adrian tak perlu menambahkan kebohongan baru. Tapi sebelum Ayumi sempat bersuara, Adrian sudah mempererat pelukannya di pinggang gadis itu, membuat Ayumi menelan kembali kata-katanya. Lukman, yang sejak tadi memilih diam, akhirnya ikut angkat bicara. Tatapannya tertuju kepada Adrian dengan raut serius. “Apa yang ibumu katakan memang benar, Adrian. Kamu terlalu memanjakan istrimu. Kalau kamu melewatkan makan malam keluarga hanya untuk menemaniny

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status