แชร์

BAB 25

ผู้เขียน: Bachtiar putri
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-29 01:30:41

"Wah... indah sekali," gumam Ayumi kagum.

Matanya sibuk mengamati interior butik yang tampak mewah. Lampu-lampu kristal menggantung di langit-langit, memantulkan cahaya hangat pada deretan gaun yang tertata rapi.

Semua pakaian di sana terlihat cantik, dan dari tampilannya saja, Ayumi sudah bisa menebak harganya tidak murah.

Ia berjalan di belakang Adrian sambil menoleh ke berbagai arah, sampai hampir menabrak punggung pria itu.

"Selamat datang, Tuan Adrian. Ada yang bisa kami bantu?" sapa salah
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 67

    Mobil hitam milik Adrian memasuki area parkir Hotel Platinum yang terletak di lantai bawah gedung. Berbeda dari area parkir karyawan yang berada di sisi lain bangunan, tempat itu memang dikhususkan bagi jajaran petinggi hotel dan tamu-tamu penting tertentu.Adrian mengarahkan mobilnya ke salah satu tempat parkir yang biasa ia gunakan. Setelah memastikan posisi mobil sudah tepat, ia mematikan mesin, lalu melepaskan sabuk pengamannya.Namun, ketika Adrian hendak membuka pintu, ia menyadari sesuatu. Ayumi di sampingnya sama sekali tidak ada tanda-tanda akan beranjak. Wanita itu masih bergeming di kursinya, duduk kaku dengan pandangan tertuju lurus pada dasbor."Pak Adrian... maafkan aku," cicit Ayumi tiba-tiba. Suaranya sangat pelan, sarat akan rasa bersalah yang mengendap di dadanya.Adrian menghentikan tangannya yang baru saja menyentuh gagang pintu. Ia menoleh, keningnya berkerut dalam mengamati raut ragu di wajah istrinya. "Kenapa tiba-tiba minta maaf?"Ayumi tak berani menatap Adria

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 66

    Pagi itu, Ayumi berdiri cukup lama di depan cermin besar yang berada di dalam kamarnya.Perempuan itu mengenakan seragam kerja barunya sebagai resepsionis Hotel Platinum. Kemeja putih yang dipadukan dengan blazer berwarna gelap membuat penampilannya terlihat jauh lebih rapi dan profesional. Rambut panjangnya yang biasa dibiarkan tergerai kini disanggul rapi, memperlihatkan leher jenjangnya.Ia menarik napas panjang, lalu memamerkan senyum terbaiknya ke arah pantulan dirinya sendiri.“Selamat pagi. Selamat datang di platinum hotel. Ada yang bisa saya bantu?” ucapnya sambil memasang senyum ramah. “Tidak, tidak... Terlalu berlebihan.” Ayumi mengeleng kecil, saat merasa senyumnya tidak terlihat natural.Ia mencoba sekali lagi. Kali ini senyumnya dibuat lebih tipis, sementara dagunya sedikit terangkat.“Selamat pagi. Selamat datang di platinum hotel. Apakah Anda sudah melakukan reservasi sebelumnya?”Ayumi mengangguk puas melihat pantulan dirinya sendiri. Bahkan, ia sempat membungkukkan b

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 65

    “Bu—bukan begitu maksudku!” Ayumi buru-buru menyela. “Hanya saja... aku bingung harus melakukan apa di rumah sebesar ini. Jadi, aku ingin kembali bekerja. Setidaknya, ada sesuatu yang bisa kulakukan untuk mengisi waktu luang.” Adrian tidak langsung menanggapi. Pria itu hanya menatap Ayumi dengan sorot mata tajam, seolah sedang mencoba memahami jalan pikiran perempuan di hadapannya. Sementara itu, Ayumi mulai gelisah di bawah tatapan tersebut. “Memangnya, kamu ingin bekerja sebagai apa?” tanyanya datar. Ayumi tidak langsung menjawab. Kedua telapak tangannya terasa dingin, sementara jemarinya saling meremas di atas pangkuan. Ia sempat ragu, tetapi pada akhirnya memberanikan diri untuk bicara. “Aku... bisa kembali bekerja sebagai cleaning service,” jawabnya pelan. Brak! Adrian menggebrak meja di hadapannya. Tidak terlalu keras, tetapi cukup untuk membuat Ayumi terjingkat kaget. “Kamu bercanda?” ucap Adrian tajam. Ayumi mengeleng cepat. “A—aku tidak bercanda... Aku benar-

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 64

    Beberapa waktu berlalu. Ayumi duduk di tepi ranjang dengan gelisah. Ia menatap layar ponselnya sejenak sebelum sebuah helaan napas berat lolos dari bibirnya.“Uangku makin menipis,” gumam Ayumi lirih. “Aku tidak menyangka dia benar-benar menghentikan uang bulananku.”Padahal dulu, ia sendiri yang merasa tidak enak hati karena Adrian sudah mengeluarkan begitu banyak uang untuk membayar mahar keluarga tirinya. Saat itu, dengan polosnya Ayumi bilang siap memotong uang bulanan demi mengganti uang tersebut.“Tahu begitu, mending waktu itu aku tidak usah asal bicara,” sesalnya pelan.Meski seluruh kebutuhan utamanya di rumah megah ini terjamin, tetap saja ada hal-hal pribadi yang harus ia beli dengan uang sendiri. Terlebih lagi, Ayumi sadar betul ia harus mulai berhemat dan mengumpulkan tabungan. Jika kelak masa kontrak pernikahan mereka berakhir, setidaknya ia punya modal untuk memulai hidup baru.“Sepertinya aku memang harus kembali bekerja,” putusnya mantap.Setelah cukup lama berpikir,

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 63

    Keesokan harinya...Bella mengendarai mobil barunya menuju kantor tempat Rakka bekerja. Meski sudah mendapatkan apa yang diinginkannya, tak sedikit pun rasa senang menghiasi hatinya.Mobil baru, ponsel impian, dan berbagai barang mewah. Semua itu seharusnya cukup membuatnya bahagia. Namun, setiap kali teringat Ayumi, suasana hatinya langsung memburuk. Perempuan itu benar-benar membuatnya kesal!Bagaimana bisa Ayumi yang selama ini dianggapnya tidak lebih dari gadis kampungan justru menikah dengan pria kaya raya?“Siapa sebenarnya Adrian itu? Pria seperti apa dia?” gumam Bella.Tangannya yang menggenggam setir semakin mengencang hingga buku-buku jarinya memutih.Ia benar-benar tidak habis pikir. Ayumi sudah dicampakkan oleh Rakka, tetapi bukannya menderita, perempuan itu malah mendapatkan kehidupan yang lebih baik.Sementara dirinya... Tetap saja tertinggal di belakang Ayumi.Tak lama kemudian, mobil Bella memasuki area parkir sebuah gedung perkantoran mewah. Setelah memarkirkan mobiln

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 62

    “Dia baru putus dengan Kak Rakka,” kata Bella, masih tak percaya. “Lagi pula, Ayumi sangat mencintainya. Mana mungkin dia berpaling secepat itu, meski sudah dicampakkan?”Selama ini, Bella tahu betul betapa kakak tirinya itu tergila-gila pada Rakka. Ayumi bahkan rela melakukan apa saja demi pria tersebut. Jadi, bagaimana mungkin perempuan itu tiba-tiba menikah dengan pria lain.“Nggak mungkin bagaimana? Ini buktinya ada di tangan Ibu!” seru Desi seraya mengibaskan cek bernilai fantastis itu di depan wajah putrinya.Bella meraih cek tersebut dengan kasar. Matanya menyipit, membaca angka nominal yang tertera di sana. Jemarinya gemetar hebat, antara tidak percaya dan iri setengah mati. Angka nol di kertas itu seolah menampar harga dirinya keras-keras.“Siapa pria bodoh yang mau menikahi cewek udik kayak Ayumi, Bu? Nggak usah ngarang deh!” bentak Bella dengan napas memburu. Rasa dengki yang tiba-tiba menguasai kepalanya itu seketika melenyapkan sisa-sisa efek alkohol yang tadi membuatnya

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status