Share

BAB 26

last update publish date: 2026-08-30 22:38:31

"Bella?"

Ayumi menoleh dengan kening berkerut. Ia tidak menyangka akan bertemu adik tirinya di butik itu.

"Astaga... Apa yang Kakak lakukan?!" seru Bella dengan nada melengking.

Gadis itu berjalan cepat menghampiri Ayumi, lalu tanpa aba-aba menarik kasar lengan gaun yang dikenakan Ayumi. Tarikan mendadak itu begitu kuat hingga membuat tubuh Ayumi limbung dan nyaris tersungkur ke lantai.

Ayumi buru-buru melepaskan tangannya. "Bella, apa-apaan kamu?"

"Cepat lepaskan gaun itu!" perintah Bella samb
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 56

    Mobil mewah itu akhirnya berhenti di pelataran rumah sakit. Namun setelah memarkirkan kendaraannya, mereka tak langsung turun. Ayumi masih terpaku di tempatnya, telapak tangannya terasa dingin sementara jari-jemarinya saling meremas erat, berusaha meredakan kegelisahan yang memuncak.Ia tak tahu apa yang akan dikatakan Adrian nanti. Bagaimanapun juga, ia merasa malu jika pria itu sampai melihat betapa buruknya perlakuan keluarganya selama ini."Ada apa?"Suara berat Adrian mendadak membuyarkan lamunan Ayumi.Ayumi tersentak kecil, lalu buru-buru menggelengkan kepala. "Nggak... nggak apa-apa, Pak," ucapnya lirih, berusaha mengatur nada suaranya agar terdengar biasa saja.Adrian meliriknya sekilas, menyadari keresahan yang tersirat dari raut wajah wanita di sampingnya itu. "Kamu takut mereka bakal memarahimu lagi?" tanyanya tenang seraya melepas sabuk pengaman.Ayumi yang tak ingin terlihat gugup pun memaksakan senyum tipis, meski terasa kaku di wajahnya."Tidak... Ayo kita turun," uca

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 55

    Leo dan Melani buru-buru menegakkan tubuh. Keduanya menundukkan kepala memberi hormat kepada atasan mereka yang kini berdiri tepat di hadapan mereka dengan wajah dingin.“Se... selamat siang, Pak,” sapa Melani gugup. Pelukannya pada tumpukan dokumen di dada mengencang.Adrian menatap mereka bergantian. Keheningan sejenak memenuhi ruangan sebelum akhirnya ia bertanya.“Tidak ada yang mau menjawab?” Suaranya datar, tetapi cukup membuat Melani menelan ludah.“Anu... itu, Pak.... Saya....” Melani tergagap, berusaha menyusun kata-kata di tengah kepanikannya.Ia tahu betul bagaimana watak Adrian. Atasan mereka itu bukan tipe orang yang suka melihat karyawannya bermain-main saat jam kerja. Bahkan kesalahan kecil saja bisa membuat mereka menerima teguran panjang.“Saya ingin mengantarkan dokumen ini, Pak,” lanjut Melani cepat sambil sedikit mengangkat berkas di tangannya.Kali ini, ia tidak sepenuhnya berbohong. Memang itulah tujuan awal kedatangannya, meskipun rasa penasaran telah membuatnya

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Ban 54

    Leo berdiri tepat di depan pintu ruang kerja Adrian yang tertutup rapat. Pria itu menempelkan telinganya ke daun pintu, berusaha menangkap percakapan yang berlangsung di dalam.Padahal tadi ia sudah berjanji tidak akan ikut campur urusan pribadi atasannya. Namun, rasa penasaran rupanya lebih kuat daripada niat baiknya.Beberapa karyawan yang kebetulan melintas sempat meliriknya dengan tatapan aneh. Namun, Leo sama sekali tidak peduli.Baginya, harga diri bisa dipikirkan nanti. Yang terpenting sekarang adalah mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam ruangan itu.Sayangnya, suara dari dalam terdengar begitu lirih hingga ia hanya bisa menangkap beberapa kata yang tidak jelas. Semakin ia berusaha mendengar, semakin besar pula rasa penasarannya.Bagaimana tidak? Selama bekerja sebagai asisten pribadi Adrian, Leo hampir tidak pernah melihat atasannya itu bersikap begitu perhatian terhadap seorang wanita. Apalagi sampai meminta air dingin dan handuk bersih hanya untuk mengompres waj

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 53

    Ayumi tersentak. Ia menatap Adrian dengan mata membelalak, sementara tangannya berusaha melepaskan cengkeraman pria itu.“Tolong, lepaskan!”Adrian yang sudah bersiap untuk memarahi Ayumi, karena bersikap tidak sopan pun mengurungkan niatnya saat melihat wajah Ayumi yang tampak kacau.Ia menelan kembali kata-kata yang tadi hendak ia ucapkan.Adrian mengembuskan napas panjang. Tanpa banyak bicara, ia menuntun Ayumi menuju sofa di sudut ruangan.“Duduklah di sini.”Ayumi tak menjawab. Ia menurut karena tak ingin berdebat lagi. Bibirnya masih terasa perih setiap kali ia terlalu banyak bicara.Adrian berjalan kembali ke mejanya, lalu menekan tombol interkom yang terhubung langsung dengan asisten pribadinya.Tak butuh waktu lama sampai panggilan itu tersambung.“Bawakan air dingin dan handuk bersih ke ruanganku,” perintahnya singkat.Beberapa menit kemudian, pintu diketuk. Seorang pria berpenampilan rapi masuk membawa baskom berisi air dingin dan handuk. Namanya Leo, asisten pribadi Adrian

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 52

    "Jangan mengalihkan pembicaraan, Pak Adrian!" tuduh Ayumi dengan suara gemetar. Ia menunjuk ponselnya yang tergeletak di atas meja. "Kenapa Bapak memblokir nomor keluarga saya tanpa izin?!" Adrian terdiam. Ekspresi wajahnya yang semula menegang perlahan melunak. Ia meletakkan pena di atas meja, lalu menyandarkan punggungnya pada kursi. Tatapannya lurus tertuju pada Ayumi yang berdiri di hadapannya. "Jadi, hanya karena masalah sepele seperti ini, kamu sampai berani membentak suamimu, Ayumi?" ucapnya datar. Ayumi mengepalkan kedua tangannya. Ia tidak menyangka Adrian justru menganggap masalah ini sepele. "Sepele?" Ia tertawa getir. "Bapak bilang ini cuma masalah sepele?" Ia menatap Adrian dengan tatapan tajam. Suaranya bergetar, menahan emosi yang sejak tadi berusaha ia kendalikan. "Apa Bapak tahu apa yang saya alami karena tindakan Bapak itu?" lanjutnya. Air matanya kembali mengalir, membasahi pipinya yang masih bengkak. Ayumi mengusap air matanya dengan kasar, tetapi kese

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 51

    Ayumi meninggalkan rumah sakit dengan hati hancur. Bukan hanya karena ayahnya mengusirnya, tetapi juga karena kata-kata menyakitkan yang diucapkan pria itu masih terngiang-ngiang di telinganya.Ia tidak pernah menyangka ayahnya sendiri akan mengatakan bahwa dirinya bukan lagi anak yang diinginkannya.Di dalam taksi, Ayumi menyandarkan tubuhnya ke kursi, lalu menatap ke luar jendela. Jalanan tampak padat oleh kendaraan yang berlalu-lalang. Namun, tak satu pun berhasil menarik perhatiannya.Air mata kembali mengalir membasahi pipinya yang bengkak akibat tamparan Desi. Sudut bibirnya pun terasa perih, bahkan sedikit memar.Ayumi mengusap pipinya pelan, lalu menghela napas panjang.Pikirannya masih dipenuhi tuduhan-tuduhan yang dilontarkan ibu tirinya. Ia bahkan tidak mengerti bagaimana semua masalah itu bisa terjadi, padahal ia sama sekali tidak merasa melakukan apa pun yang mereka tuduhkan.Merasa ada sesuatu yang janggal, Ayumi segera merogoh tasnya dan mengambil ponsel. Ia membuka riw

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status