Share

Bosku Adalah Pacar Rahasiaku
Bosku Adalah Pacar Rahasiaku
Author: Arturas

Bab 1

Author: Arturas
Di depan Hotel Julbe, sebuah Maybach hitam terparkir.

Di kursi belakang mobil, Estelle mengenakan setelan kerja hitam. Jari-jarinya yang putih dan panjang terus mengetik di kibor laptop, membalas berbagai pesan pekerjaan. Tiba-tiba, kotak masuk email kantornya memunculkan sebuah pesan berisi ucapan selamat ulang tahun.

Dia tertegun sejenak. Tanpa mengubah ekspresi, dia langsung menutup email itu, lalu menatap ke arah pintu masuk hotel dengan tatapan yang linglung.

Hampir saja dia lupa, hari ini adalah hari yang istimewa. Hari ulang tahunnya yang ke-25, sekaligus hari ke-1.000 sejak dia menjadi sekretaris utama Jacob.

Namun, saat ini dia justru sedang menunggu Jacob yang sedang kencan buta dengan wanita lain.

Estelle menunduk melirik jam tangannya. Berdasarkan pemahamannya tentang Jacob, jika pria itu tidak puas dengan lawan kencannya, seharusnya dia akan keluar sebentar lagi.

Benar saja. Detik berikutnya, sosok pria yang tampan luar biasa itu melangkah ke luar hotel. Di sampingnya berdiri seorang gadis cantik dengan penampilan khas putri keluarga kaya.

Keduanya tampak mengobrol cukup akrab. Wajah gadis itu dipenuhi rasa enggan berpisah. Dia menggenggam tangan Jacob, masih berusaha menahannya. Jacob tetap memasang senyum tipis seperti biasanya, tetapi alisnya berkerut samar.

Estelle langsung memahami maksudnya. Dia segera menutup laptop, membuka payung, lalu berjalan cepat menghampiri Jacob.

"Pak Jacob, kita sudah hampir terlambat rapat."

Mendengar itu, Jacob menoleh kepada gadis tadi dan tersenyum menyesal. Gadis itu pun akhirnya tidak lagi menahannya. Dengan berat hati, dia melepaskan tangan Jacob. Namun, ketika melihat Estelle, tatapannya dipenuhi rasa meremehkan dan penghinaan.

Tentu saja dia mengenal Estelle. Siapa di kalangan elite Suarla yang tidak tahu kalau di sisi Jacob ada seorang sekretaris utama yang cantik, bertubuh seksi, dan sangat cakap dalam bekerja? Bahkan dia bukan hanya sekretaris utama, tetapi juga kekasih rahasia Jacob.

Hanya saja, gadis itu sama sekali tidak menyangka Estelle, yang jelas-jelas tahu Jacob sedang kencan buta dengan calon pasangan yang dipilih oleh keluarganya, masih bisa menunggu dengan begitu tenang di luar.

Benar-benar anjing peliharaan Jacob yang patuh.

Estelle menangkap permusuhan dan penghinaan di mata gadis itu, tetapi dia tidak menunjukkan reaksi apa pun. Dengan tenang, dia menerima jas Jacob, lalu keduanya masuk ke mobil. Setelah pintu ditutup, Maybach itu melaju pergi meninggalkan hotel.

Di kursi belakang, keduanya duduk dengan sedikit jarak. Meski begitu, Estelle tetap bisa mencium aroma parfum yang menempel di tubuh Jacob. Kemungkinan besar itu milik gadis tadi.

Ekspresinya sempat membeku sesaat sebelum kembali seperti biasa.

"Pak Jacob, Bapak juga nggak puas dengan Bu Alice?"

Jacob meliriknya. "Menurutmu kami cocok?"

Estelle menjawab sejujurnya, "Bu Alice berasal dari keluarga yang baik, penampilannya juga cantik. Dia sangat layak mendampingi Bapak."

Entah sejak kapan Jacob sudah bergeser lebih dekat ke arahnya. Tanpa menarik perhatian, tangannya mencubit pelan pinggang Estelle. Dengan suara rendah yang terdengar mesra, dia berkata, "Masa? Tapi, menurutku dia nggak secantik kamu."

Pinggang Estelle terasa geli. Dia refleks ingin menjauh sedikit.

Melihat penolakannya, alis Jacob sedikit berkerut. Suasana di dalam mobil seketika menjadi hening.

Jacob tidak punya banyak tenaga untuk memikirkan isi hati Estelle. Dia baru saja pulang dari London, ayahnya sudah memaksanya menghadiri kencan buta. Dia memejamkan mata. Rasa lelah begitu jelas tergambar di wajahnya.

Namun, belum sampai lima detik Jacob memejamkan mata, sepasang tangan ramping sudah menyentuh pelipisnya dan memijatnya dengan lembut.

Estelle telah mendampinginya selama hampir tiga tahun. Sering kali, hanya dengan satu tatapan dari Jacob, dia sudah tahu apa yang diinginkannya dan apa yang dibutuhkannya.

Pewaris Keluarga Hartawan yang biasanya dingin dan tanpa belas kasihan itu kini bersandar dengan santai di pelukan Estelle, menikmati pijatan lembut darinya.

Perjalanan masih cukup jauh. Setelah memijatnya selama lebih dari sepuluh menit, Estelle mendapati napas Jacob mulai teratur. Dia mengira pria itu sudah tertidur.

Baru saja hendak menarik kembali kedua tangannya, Jacob tiba-tiba membuka mata. Dia mengulurkan tangan dan menggenggam pergelangan tangan kanan Estelle yang ramping, lalu memainkannya dengan santai.

Tatapannya yang biasanya tajam kini tampak jauh lebih lembut karena sedang rileks. Dengan suara pelan, dia bertanya, "Aku ingat hari ini ulang tahunmu, 'kan?"

Mendengar itu, sebersit keterkejutan melintas di mata Estelle. Dia tidak pernah berharap Jacob mengingat hari ulang tahunnya.

Estelle mengangguk dengan tenang. Detik berikutnya, pria itu kembali melontarkan pertanyaan, "Mau hadiah apa?"

Sepertinya suasana hatinya sedang sangat baik, sampai-sampai dia bertanya dengan nada yang memberi ruang untuk memilih.

Biasanya kalau hendak memberi hadiah, dia hanya menyuruh bawahannya membelikannya, lalu langsung mengirimkannya.

Estelle menunduk, menatap mata Jacob yang sedang fokus memandanginya. Ada sesuatu yang sebenarnya ingin dia katakan besok di kantor. Namun, dia memutuskan untuk mengatakannya sekarang.

"Pak Jacob ... aku ingin mengundurkan diri."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 38

    Charles dan Jacob kembali ke lantai paling atas Grup Hartawan. Saat mereka tiba, semua staf kantor presdir langsung mengerumuni mereka.Jacob hanya melambaikan tangan sebagai balasan atas ucapan terima kasih yang terdengar bersahut-sahutan.Sambil membawa kopi di tangannya, Jacob segera berjalan menghampiri Estelle dengan tidak sabar, seolah ingin mencari pujian. "Stelle, ini flat white favoritmu. Aku sudah membelikannya."Estelle mengangkat alis. Dia agak terkejut karena Jacob ternyata mengingat kopi favoritnya.Sepertinya, selama ini dia memang terlalu terjebak dalam prasangkanya sendiri hingga salah paham mengenai Jacob. Padahal rasa suka Jacob kepadanya sebenarnya sudah terlihat dari banyak hal.Namun, Estelle sengaja memasang wajah datar. "Tapi, hari ini aku ingin minum late."Bukankah Jacob pernah mengatakan dirinya terlalu banyak tingkah? Kalau begitu, sekarang dia akan memperlihatkan kepada Jacob seperti apa sebenarnya sikap "banyak tingkah" itu.Awalnya dia ingin melihat Jacob

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 37

    "Nggak. Aku maunya kamu yang turun sendiri belikan. Bukannya tadi kamu bilang kalau aku menyuruhmu ke timur, kamu nggak akan pergi ke barat? Masa sekarang turun buat belikan aku kopi saja nggak mau?"Estelle menghela napas, lalu berpura-pura menarik tangannya dari genggaman Jacob. "Kalau memang nggak mau, ya sudah. Hal sekecil ini saja kamu nggak mau lakukan untukku. Kurasa kita memang masih belum cocok."Mendengar itu, Jacob langsung berdiri. "Tunggu, aku pergi beli sekarang!"Melihat punggung Jacob yang melangkah pergi dengan cepat, Estelle tak kuasa menahan tawanya. "Jacob, dulu kamu terus menyuruh-nyuruhku setiap hari. Sekarang saatnya melunasi utangmu."Saat turun ke lantai bawah, Jacob tak lupa mengajak Charles. Karena berhasil berbaikan dengan Estelle, suasana hati Jacob benar-benar sedang sangat baik. Dia pun memutuskan mentraktir semua orang yang bekerja di lantai paling atas minum kopi. Bahkan kopi itu akan dibelinya sendiri.Sayangnya, dia tidak mungkin membawa begitu banyak

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 36

    Jacob seolah bisa menebak apa yang sedang dipikirkan Estelle. Dia lalu menambahkan, "Aku sendiri juga nggak tahu sejak kapan mulai menyukaimu.""Mungkin pas pertama kali melihatmu. Hanya saja, aku belum pernah menyukai siapa pun sebelumnya.""Aku nggak tahu kalau perasaan itu ternyata cinta. Jadi yang kupikirkan hanyalah menggunakan segala macam cara agar kamu tetap tinggal di sisiku.""Aku nggak rela melepasmu pergi. Aku memberimu pekerjaan yang layak karena aku menyukaimu. Aku membelikanmu apartemen agar kamu punya tempat tinggal yang nyaman, juga karena aku menyukaimu.""Aku nggak rela membawamu menghadiri acara-acara resmi juga karena aku menyukaimu.""Maaf karena aku nggak pernah memberimu status yang pantas. Maaf karena aku pernah meninggalkanmu sendirian di jalan layang saat hujan.""Yang paling parah adalah aku pernah menggunakan Fredy untuk menakut-nakutimu. Maaf."Estelle menatap Jacob dalam-dalam. Dia merasa benteng pertahanan yang selama ini dibangunnya mulai menunjukkan ta

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 35

    Ketulusan adalah satu-satunya jurus yang benar-benar ampuh.Karena itu, Jacob hanya bisa mencoba segala cara. Dia mengungkapkan semua isi hatinya kepada Estelle tanpa menyembunyikan apa pun.Mungkin saja ... cara yang diberikan sahabatnya itu bisa berhasil.Setelah terdiam cukup lama, Estelle akhirnya berkata dengan nada kesal, "Mana ada orang yang memaksa orang lain mengalah tapi malah nggak tahu cara mengalah?""Kalau begitu, dulu aku seharusnya mengalah seperti apa biar kamu nggak marah lagi?"Jacob terdiam sejenak. "Kamu benar-benar ingin tahu?"Estelle mengangguk.Memanfaatkan saat Estelle lengah, Jacob segera mendekat. Dia mengecup bibir merah Estelle. Hanya sentuhan singkat. Sesudah itu, dia segera mundur kembali.Melihat wajah Estelle yang penuh keterkejutan, Jacob berkata dengan nada seolah tidak bersalah, "Tentu saja ... aku berharap kamu melakukannya seperti itu."Mata Estelle membelalak. Dia belum sempat bereaksi, tetapi dia menyadari sesuatu yang membuatnya canggung. Entah

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 34

    Tentu saja Estelle tahu bahwa yang dimaksud Jacob adalah uang denda pelanggaran kontrak sebesar 12 miliar yang dibayarkan Leo untuknya.Namun, siapa yang barusan mengaku-aku bahwa Leo adalah calon ayah mertuanya?Estelle menggertakkan giginya. "Pak Jacob, aku nggak paham apa yang kamu bicarakan."Jacob sama sekali tidak peduli dengan sikapnya yang pura-pura bodoh."Esti, kamu tahu sendiri, aku nggak pernah berperang tanpa persiapan. Aku harus lebih dulu menunjukkan niat baik ke Grup Ansari supaya kalian bisa melihat ketulusanku, 'kan?""Bukan cuma itu. Apa pun yang kamu inginkan, aku bisa memberikannya padamu."Tatapan Jacob yang begitu membara membuat Estelle merasa matanya seolah benar-benar terbakar.Tanpa sadar, Estelle mengalihkan pandangan. "Maaf, Pak Jacob. Aku nggak ngerti apa yang kamu bicarakan."Jacob tidak puas dengan sikap Estelle yang terus menghindar. Dia berdiri tegak, mengulurkan lengannya yang panjang, lalu menarik kursi kerja Estelle hingga mendekat ke arahnya. Bahka

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 33

    Charles sampai merasa mungkin pendengarannya sedang bermasalah. Kalau hal ini terjadi dua minggu yang lalu, hanya karena tiga kesalahan tanda baca dalam proposal, Jacob pasti sudah memarahinya habis-habisan.Jangankan sampai menandai kesalahannya, Charles mungkin akan disuruh mencari sendiri ....Saat Charles hendak mengambil proposal itu untuk direvisi, Jacob kembali mengetukkan jarinya ke atas meja, lalu menambahkan, "Oh ya, jangan lupa ubah juga pembagian keuntungannya. Tambahkan 10% keuntungan untuk Grup Ansari."Kali ini, Charles benar-benar merasa dirinya salah dengar. Dia mengulanginya dengan tidak percaya, "Menambah 10% keuntungan ...?"Kata memberi tambahan keuntungan yang keluar dari mulut Jacob saja sudah cukup untuk membuat Charles terbengong, apalagi nilainya sampai 10%.Namun, begitu teringat bahwa orang yang dikirim Grup Ansari untuk menangani proyek ini adalah Estelle, Charles tiba-tiba merasa semuanya menjadi cukup masuk akal. Baiklah, bosnya memang sedang dimabuk cint

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status