بيت / Fantasi / Bu, Jangan, Juna Masih Muda! / Bab 77 Terapi Stamina Medis

مشاركة

Bab 77 Terapi Stamina Medis

مؤلف: Irbapiko
last update تاريخ النشر: 2026-07-13 08:05:57

Ners Shinta bener-bener semakin beringas setelah berhasil memutuskan sediaan kancing kemeja sekolah Juna hingga terlepas putus menghantam permukaan lantai keramik.

Tatapan sepasang mata bulat orientalnya bener-bener memancarkan kabut berahi yang sangat pekat, akibat terkunci penuh oleh radiasi feromon pengasihan tingkat kedua.

Juna gemetaran hebat saat seluruh tubuh tegapnya didorong kasar secara satset hingga terdesak mundur ke tepian ranjang periksa pasien yang beralaskan kain

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 200 Mahkota Kejayaan Abadi Sang Kaisar Jamu

    Sinar mentari pagi keemasan memancar hangat menembus dinding kaca lantai teratas gedung pusat Rumah Sakit Internasional Arjuna Dewangga. Panorama ibu kota membentang luas di bawah sana, memperlihatkan bendera raksasa konsorsium herbal berkibar megah di setiap sudut jalan protokol.Juna berdiri kokoh di balkon ruang kantor kepresidenan mengenakan setelan jas kaisar medis hitam berpadu sulaman naga emas murni.Di ruang tengah yang luas berlapis karpet sutra merah, seluruh aliansi wanita tercantik di jagat raya duduk berkumpul mengelilingi sofa utama.Nyonya Arini Dewangga duduk anggun di singgasana tengah, memangku hasil pemindaian ultrasonografi berkas emas dari laboratorium medis.Sepasang melon montok milik sang permaisuri utama membusung anggun di balik balutan gaun sutra hijau zamrud longgar, memancarkan aura keibuan yang sangat teduh.Clarissa Wijaya bersama Madam Elena berdi

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 199 Malam Pertama Penyatuan Takhta Sejati

    Lampu kristal gantung di kamar pengantin Royal Suite meredup lembut, menyisakan pendar keemasan lilin aromaterapi mawar di atas meja marmer. Ranjang berukuran lima kali lima meter terhampar megah dengan sprei sutra emas bertabur sepuluh ribu kelopak bunga mawar merah.Nyonya Arini Dewangga berdiri di samping tempat tidur, membelakangi cermin rias seraya melepas satu per satu tusuk konde emas dari sanggulnya.Kebaya sutra hijau zamrud yang membalut raga sintal sang permaisuri utama perlahan melorot ke lantai keramik marmer secara satset.Raga molek seputih pualam milik sang guru idola terpampang indah hanya berbalut kain kemben sutra tipis yang nyaris transparan.Sepasang melon montok berukuran padat matang membusung kencang, berguncang halus mengiringi tarikan napasnya yang mulai memburu.Juna melangkah tegap mendekati sang permaisuri, mengenakan celana tidur sutra hitam tanpa se

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 198 Resepsi Kejayaan dan Penghormatan Aliansi Ratu

    Lampu sorot keemasan menyorot megah ke arah panggung pelaminan seluas lima puluh meter di ballroom utama Hotel Grand Imperial. Karpet sutra merah dipenuhi jajaran ribuan buket bunga anggrek bulan langka, menyambut kehadiran lima ribu tamu undangan dari kalangan kepala negara, konglomerat dunia, jenderal militer, dan dewan guru besar kedokteran.Juna berdiri gagah di singgasana tengah mengenakan beskap beludru hitam berhias sulaman naga emas murni, memancarkan wibawa Tingkat Dewa Pengasihan yang tiada tanding.Nyonya Arini Dewangga duduk anggun tepat di samping kanan Juna, memancarkan pesona Permaisuri Utama dengan kebaya hijau zamrud berlapis brokat emas.Sepasang melon montok milik sang permaisuri membusung padat dan kenyal di balik kebaya ketat, menonjolkan lekuk panggul sintal yang memikat setiap pasang mata.Di sisi kiri dan kanan singgasana utama, enam kursi beludru emas terisi anggun oleh Clari

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 197 Akad Nikah nan Agung

    Karpet merah tebal berhias taburan kelopak mawar putih dan melati keraton terbentang megah di lorong utama ballroom Hotel Grand Imperial. Lampu gantung kristal berlapis emas memancarkan kemilau cahaya agung, menerangi ribuan tamu kehormatan dari kalangan menteri, jenderal militer, konglomerat, hingga duta besar puluhan negara sahabat.Juna duduk tegak di meja akad marmer putih berukir emas mengenakan beskap pengantin beludru hitam bercorak prada emas khas raja Jawa.Keris pusaka bertahtakan batu mirah delima terselip kokoh di pinggang belakangnya, memancarkan wibawa Tingkat Dewa Pengasihan yang tiada tanding.Ibu Arini Kusuma duduk anggun di sisi kanan Juna mengenakan kebaya pengantin sutra hijau zamrud berpadu brokat emas murni berhias untaian melati ronce.Riasan paes agung keraton membingkai wajah cantiknya yang sangat merona, menonjolkan lekuk sepasang melon montok yang membusung anggun dan padat

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 196 Malam Bimbingan Terakhir Sebelum Akad

    Lampu kamar tidur utama di penthouse lantai tiga puluh lima diredupkan, menyisakan pendar keemasan dari lampu tidur kristal di sudut dinding. Semerbak wangi minyak melati keraton dan aroma teh chamomile hangat berpadu menenangkan udara sejuk berpendingin ruangan.Juna duduk bersandar di kepala ranjang berbalut sprei sutra emas, mengenakan celana tidur longgar tanpa mengenakan atasan kemeja.Dada bidang berotot tebal milik sang pahlawan medis terpampang kokoh, menyemburkan hawa hangat khas Inti Jantan Emas.Ibu Arini Kusuma duduk menyamping di dekat panggul tegap Juna, mengenakan gaun tidur sutra putih gading berenda tipis.Kain sutra tipis itu mencetak jelas lekuk pinggang sintalnya, memperlihatkan sepasang melon montok yang membusung matang dan kenyal."A-Aa... anu, Bu Arini! S-Su-Sumpah, malam ini rasanya bener-bener beda dibanding malam-malam biasa!" cicit Juna pura-pura lugu

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 195 Persiapan Pernikahan Agung

    Aroma wangi bunga melati keraton dan mawar merah berpadu semerbak di aula utama gedung serbaguna keluarga Wijaya. Puluhan staf protokoler kepresidenan sibuk menyortir ribuan kotak undangan beludru merah marun berukir lempengan emas murni dua puluh empat karat.Juna berdiri di samping meja display undangan mengenakan kemeja sutra hitam lengan panjang, mengamati kesibukan persiapan bersama seluruh wanitanya.Clarissa Wijaya berdiri anggun memegang daftar manifes tamu kenegaraan, didampingi oleh Madam Elena yang memeriksa jalur distribusi diplomatik.Ibu Arini Kusuma duduk berdampingan dengan Aurel dan Nyai Sekar, tersenyum haru menatap ukiran nama "Arjuna Dewangga & Arini Kusuma" di atas lempengan emas."A-Aa... anu, Kak Clarissa! S-Su-Sumpah, undangan berlapis emas murni ini beneran dikirim ke seluruh kepala negara sahabat dan menteri kabinet?!" cicit Juna pura-pura lugu diawal.

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 3 Sentuhan Penyembuh

    Juna panik setengah mati melihat tubuh Ibu Arini Kusuma yang tergeletak kaku di atas lantai toilet yang sedikit basah.“Duh, Gusti! Kalau beliau mati di sini, aku pasti dituduh melakukan malapraktik atau lebih parah lagi dituduh berbuat mesum sama mayat!” batin Juna dengan keringat dingin yang meng

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 2 Tawaran 20 Juta

    "Arini! Saya tahu kamu di dalam! Buka pintunya!" teriak Pak Broto dari luar toilet dengan nada mengancam.Juna membeku di tempat, tangannya gemetaran hebat hingga botol jamu di keranjangnya beradu menimbulkan bunyi denting yang berisik.“Mampus... mampus... kalau Pak Broto lihat aku di sini sama Bu

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 1 Bu Arini Sedang Anu....

    Sore itu sekolah sudah mulai sepi, menyisakan koridor panjang yang terasa sedikit angker.Arjuna Dewangga alias Juna, menyeka keringat yang bercucuran deras di dahi menggunakan punggung tangannya yang kasar.Dia memanggul keranjang plastik berisi sisa botol jamu dagangannya yang beratnya lumayan me

  • Bu, Jangan, Juna Masih Muda!   Bab 6 Kantin: Saksi Bisu Hubungan Tabu

    Suara manja Mbak Ratna yang bocor melalui speaker ponsel seketika membuat Juna panik sampe keringat dingin. Ibu Arini Kusuma pun mengernyitkan alisnya yang indah, menatap saku celana Juna dengan pandangan menyelidik yang penuh curiga."A-A-Anu Bu... ini... ini panggilan darurat dari konter jamu!" s

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status