FAZER LOGINSetiap kali warga Salatikan memuji wanita cantik di abad itu, semua orang selalu tertawa secara serentak. "Bukan hanya cantik, dia juga sangat lapang dada. Dia sampai membesarkan dua anak dari selingkuhan suaminya." Oleh karena itu, saat aku mengajukan perceraian, tidak ada seorang pun yang menganggap ucapanku serius. Keanu bahkan tidak berkedip. Dia hanya melemparkan selembar cek padaku dengan santai. "Jangan bikin ulah, sana pergi beli dua tas sendiri." Anak sulung hanya sibuk main game. "Jangan ganggu papaku. Kalau mau pergi, ya cepat pergi. Nggak usah pura-pura lagi." Anak kedua malah langsung menelepon ibu kandungnya. "Penyihir tua itu sepertinya sudah mau pergi. Ma, siap-siap ya." Bahkan para pelayan pun menggelengkan kepala dan menasihatiku agar berhenti main tarik ulur. Namun saat menghadapi semua keraguan itu, aku tidak merasa sedih ataupun marah. Aku hanya menekan nomor yang sudah aku hafal di luar kepala dengan tenang. "Bu Lenna, janji sepuluh tahun itu sudah tiba. Aku sudah balas utang budi karena kamu selamatkan nyawa adikku."
Ver maisKenzo yang menyadari ada yang tidak beres pun langsung terdiam dan membawa adiknya naik ke lantai atas.Mengira Keanu membelanya, Lydia berkata dengan manja, "Sayang, terima ka .... Ah!"Keanu langsung menjambak rambut Lydia dan menatapnya dengan dingin. "Mulai hari ini, kamu kembali tempat asalmu. Mengerti?"Gigi Lydia gemetar dan tatapannya terlihat tidak percaya. "Apa? Kamu mau mengusirku?""Dari awal kamu memang bukan bagian dari sini, apa hakmu tinggal di sini," kata Keanu.Lydia yang tidak rela berteriak dengan tajam, "Aku sudah lahirkan dua anak untukmu!"Keanu menganggukkan kepala dengan tanpa ekspresi. "Kalau begitu, bawa mereka pergi. Coba lihat apa mereka mau ikut kamu."Baru saja kata-kata itu selesai, kedua anak itu langsung menangis dengan tersedu-sedu sambil berlari turun dari lantai atas. "Papa, kami nggak mau ikut dia, nggak mau."Setelah itu, kedua anak itu menoleh ke arah Lydia dengan tatapan penuh kebencian. "Cepat pergi. Kami nggak mau melihatmu lagi."Sudut bibir
Keanu memijat pelipisnya karena merasa agak pusing, lalu berkata dengan nada putus asa yang tidak seperti biasanya, "Aku nggak tahu dia pergi ke mana ...."Begitu selesai berbicara, sebuah sosok tiba-tiba terlintas di benak Keanu. Tanpa ragu, dia mengambil kunci mobil dan bergegas keluar. Dengan satu injakan gas, dia pun tiba di kediaman lama keluarga. "Bu! Bu, keluarlah!"Lenna berjalan keluar perlahan-lahan sambil menyesap teh, lalu berkata dengan santai, "Kamu ini kenapa? Teriak-teriak seperti orang kesurupan."Keanu langsung ke intinya. "Ibu yang melepaskan Melinda ya?""Memangnya kenapa kalau aku yang melepaskannya?" balas Lenna.Keanu yang panik buru-buru bertanya, "Dia pergi ke mana?"Lenna menggelengkan kepalanya. "Aku nggak akan memberitahumu.""Dia itu istriku, apa hak Ibu lakukan ini?" kata Keanu."Sudah bukan lagi, aku sudah urus akta cerai kalian," kata Lenna.Otak Keanu terasa berdengung, lalu langsung terduduk di sofa dan amarah besar seolah-olah membanjiri hatinya. Dia
Lydia bereaksi sangat kuat dan berteriak untuk menghentikan mereka, "Jangan panggil dia nenek. Mulai sekarang, kalian nggak boleh panggil dia nenek lagi di depanku."Kevin yang selama ini sangat dekat dengan neneknya langsung ketakutan hingga menangis.Kenzo menenangkan Kevin sambil bertanya dengan bingung, "Kenapa? Nenek sangat baik pada kita."Lydia tidak menjawab, hanya mondar-mandir di dalam rumah. "Mana Papa kalian? Kenapa dia nggak terlihat?""Nggak tahu ...." Kenzo menggelengkan kepala.Lydia langsung menelepon Keanu. Saat terdengar nada sambung, dia akhirnya menemukannya di kamar tamu di lantai satu. "Keanu, bangun!"Puluhan detik kemudian, Keanu perlahan-lahan sadar kembali.Lydia yang merasa sangat senang langsung menerjang ke dalam pelukan Keanu. "Keanu, kamu akhirnya bangun juga, aku takut sekali."Namun, Keanu malah mendorong Lydia dengan ekspresi serius, lalu berjalan menuju ruang bawah tanah. Saat sampai di sana, dia melihat sosok Melinda sudah tidak ada di sana.Lydia m
Aku menatap Lenna dengan tatapan bersyukur, lalu masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkannya dengan tanpa penyesalan sedikit pun.Karena tubuhku benar-benar kesakitan, aku langsung pergi ke rumah sakit. Meskipun aku sudah pergi secepat itu, hasilnya tetap terlambat. "Sudah nggak bisa diselamatkan, sekarang harus segera dikuret."Ekspresiku terlihat tegang, lalu menatap perutku dengan tatapan kosong. Aku bahkan belum sempat menyadari keberadaan anak itu, tetapi kini dia sudah menghilang. Di kehidupan ini, aku dan Keanu memang sudah ditakdirkan untuk tidak memiliki anak.Setelah menandatangani persetujuan, aku didorong masuk ke ruang operasi. Setelah operasi selama tiga jam selesai, aku langsung naik ke pesawat. Aku tidak ingin tinggal lebih lama lagi di tempat ini.Yang pertama kali menyadari adanya kejanggalan adalah Kenzo. Melihat neneknya tiba-tiba datang, dia benar-benar bingung. "Nenek, kenapa datang ke sini?"Lenna mengangkat tangan dan mengusap kepala Kenzo, lalu berkata padanya












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.