Short
Bukan Cinta, Hanya Balas Budi Semata

Bukan Cinta, Hanya Balas Budi Semata

Por:  YunitaCompleto
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Capítulos
0visualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

Setiap kali warga Salatikan memuji wanita cantik di abad itu, semua orang selalu tertawa secara serentak. "Bukan hanya cantik, dia juga sangat lapang dada. Dia sampai membesarkan dua anak dari selingkuhan suaminya." Oleh karena itu, saat aku mengajukan perceraian, tidak ada seorang pun yang menganggap ucapanku serius. Keanu bahkan tidak berkedip. Dia hanya melemparkan selembar cek padaku dengan santai. "Jangan bikin ulah, sana pergi beli dua tas sendiri." Anak sulung hanya sibuk main game. "Jangan ganggu papaku. Kalau mau pergi, ya cepat pergi. Nggak usah pura-pura lagi." Anak kedua malah langsung menelepon ibu kandungnya. "Penyihir tua itu sepertinya sudah mau pergi. Ma, siap-siap ya." Bahkan para pelayan pun menggelengkan kepala dan menasihatiku agar berhenti main tarik ulur. Namun saat menghadapi semua keraguan itu, aku tidak merasa sedih ataupun marah. Aku hanya menekan nomor yang sudah aku hafal di luar kepala dengan tenang. "Bu Lenna, janji sepuluh tahun itu sudah tiba. Aku sudah balas utang budi karena kamu selamatkan nyawa adikku."

Ver mais

Capítulo 1

Bab 1

Setiap kali warga Salatikan memuji wanita cantik di abad itu, semua orang selalu tertawa secara serentak.

"Bukan hanya cantik, dia juga sangat lapang dada. Dia sampai membesarkan dua anak dari selingkuhan suaminya."

Oleh karena itu, saat aku mengajukan perceraian, tidak ada seorang pun yang menganggap ucapanku serius. Keanu bahkan tidak berkedip. Dia hanya melemparkan selembar cek padaku dengan santai. "Jangan bikin ulah, sana pergi beli dua tas sendiri."

Anak sulung hanya sibuk main game. "Jangan ganggu papaku. Kalau mau pergi, ya cepat pergi. Nggak usah pura-pura lagi."

Anak kedua malah langsung menelepon ibu kandungnya. "Penyihir tua itu sepertinya sudah mau pergi. Ma, siap-siap ya."

Bahkan para pelayan pun menggelengkan kepala dan menasihatiku agar berhenti main tarik ulur.

Namun saat menghadapi semua keraguan itu, aku tidak merasa sedih ataupun marah. Aku hanya menekan nomor yang sudah aku hafal di luar kepala dengan tenang. "Bu Lenna, janji sepuluh tahun itu sudah tiba. Aku sudah balas utang budi karena kamu selamatkan nyawa adikku."

....

Lenna terdiam beberapa detik, lalu akhirnya tetap menjawab dengan pelan, "Tiga hari lagi, kamu sudah bisa pergi."

Bagaimanapun juga, aku dan Lenna sudah menjadi mertua dan menantu selama sepuluh tahun, suara Lenna di akhir tetap terdengar tersendat. "Linda, selama ini kamu sudah berusaha keras, Ibu tahu kamu sudah melakukan yang terbaik."

Aku sempat linglung sejenak. Selama bertahun-tahun ini, sudah banyak orang yang mengatakan aku sudah melakukan yang terbaik ini. Nada bicara mereka ada yang penuh rasa iba, sindiran, dan bahkan ada yang sekadar hanya menonton drama. Namun, aku tidak menyesal, justru hanya merasa lega karena aku sudah berusaha.

Setelah menutup telepon, anak sulungku, Kenzo, menabrakku saat aku keluar. Ekspresinya sempat panik saat melihatku, lalu menjadi marah karena malu. "Kamu buta ya! Kamu nggak jadi pembawa acara di pesta ulang tahunku, malah malas-malasan di sini!"

Aku mengernyitkan alis. Biasanya Kenzo dan Kevin tidak suka aku hadir di pesta ulang tahun mereka, mengapa hari ini mereka menjadi begitu aneh? Tanpa banyak pikir lagi, aku melangkah keluar.

Pada detik berikutnya, muncul foto-fotoku dengan pose vulgar yang sangat menggoda dan tidak senonoh di layar besar di tengah ruang tamu. Semua orang tua di ruangan itu langsung menutup mata anak-anak mereka, lalu menoleh ke arahku dengan tatapan jijik. Meskipun mereka tidak mengatakan apa-apa, aku sudah bisa menebak pikiran mereka.

Foto itu adalah foto editan tidak senonoh yang dulu dibuat pihak lawan saat aku masih jadi aktris. Begitu tersebar, seluruh internet langsung dipenuhi kata-kata hinaan padaku.

[ Dasar wanita murahan. Entah sudah berapa kali dimainkan orang kaya. ]

[ Kelihatan banget dia ini wanita nggak benar, pandai pura-pura saja. Mungkin wajahnya juga hasil operasi. ]

Kenzo dan Kevin tertawa sampai hampir gila, lalu menunjuk wajahku yang pucat dan mengejek.

"Lihat dia ketakutan sampai kayak apa. Aku taruhan, kali ini nggak sampai tiga menit pun dia sudah menangis sampai wajahnya berantakan."

Begitu kata-kata itu selesai, Keanu yang mendapat kabar langsung bergegas keluar dari ruang kerja dan mematikan layar itu. Dia menarik kedua anaknya dengan marah dan mulai memarahi mereka.

Dengan suara dengungan di telingaku, aku bersandar di dinding dengan lelah dan mengangkat tangan untuk menyalakan sebatang rokok. Di bawah pengaruh nikotin, aku perlahan-lahan menjadi tenang. Namun pada detik berikutnya, sebuah tangan tiba-tiba merebut rokok itu.

"Terus merokok saja, kamu masih mau hamil nggak?" kata Keanu sambil mematikan rokok itu dengan kesal dan menatapku dengan tatapan menyalahkan.

Hamil? Aku tertawa aneh dua kali. Mungkin dulu aku akan memikirkannya. Namun, apa Keanu masih ingat bagaimana anak pertamaku meninggal?

Saat itu, anak pertamaku, Leo, berusia satu tahun lima bulan. Saat aku pergi ke toilet, Kenzo membawa Leo ke halaman untuk bermain-main. Begitu selesai mandi dan keluar, aku baru sadar dia sudah menghilang. Setelah mencari ke seluruh vila, yang menungguku adalah tubuhnya yang mengapung di kolam belakang.

Pada saat itu, jeritanku langsung membelah langit. Aku merangkak sambil tersungkur untuk menarik tubuh Leo keluar. Saat itu, wajahnya pucat pasi dan tangannya masih menggenggam kue kecil buatanku.

Aku melakukan resusitasi jantung ribuan kali seperti orang gila sampai Keanu benar-benar tidak tahan melihatnya dan merebut anak itu dari pelukanku.

Aku berlari hendak merebut Leo kembali, tetapi Keanu malah menamparku dan berkata dengan penuh duka, "Sadarlah! Dia sudah tiada!"

Aku berlutut dan memohon pada Keanu sampai harga diriku jatuh ke titik terendah. "Tolong kembalikan dia padaku. Aku akan bawa dia pergi, nggak akan mengganggu kalian lagi."

Namun, Keanu malah menahan wajahku dan memaksaku melihat sendiri saat anakku dikremasi. Tatapanku kosong seperti boneka tanpa jiwa saat asap dari abu terus mengepul dari cerobong.

Saat itu, setengah jiwaku ikut pergi bersama Leo. Dia mati dengan sangat tragis, membuatku menjadi ketakutan.

Melihat ekspresiku yang murung, Keanu mengulurkan tangan dan memelukku. Seperti menenangkan anak kecil, dia terus menghiburku, "Semua sudah berlalu, kita harus terus maju. Bukankah kamu sudah dua bulan nggak haid? Pergi ke rumah sakit untuk periksa ...."

Sebelum Keanu selesai berbicara, pintu kamar tiba-tiba didorong keras hingga terbuka. Dengan mata yang memerah dan ekspresi yang terlihat menahan emosi, Lydia berkata, "Kenapa kamu pukul anakku?"
Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos

Para os leitores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sem comentários
8 Capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status