Share

Bab 2

Auteur: Yunita
Keanu langsung melepaskanku seolah-olah tangannya tersengat dan ekspresinya terlihat panik seolah-olah aku baru selingkuhannya yang memalukan.

Kenzo dan Kevin langsung berlari menghampiri Lydia, seperti dua anak burung kecil yang lemah. "Huhu. Mama, kalau Mama masih nggak kembali, kami bakal dipukuli sampai mati."

Lydia memeluk kedua anak itu an menuduh dengan sedih, "Keanu, kamu sudah janji kamu nggak akan biarkan anak-anak menderita sedikit pun. Kenapa kamu ingkar janji?"

Meskipun sudah berusia tiga puluhan tahun, Lydia tetap terlihat polos dan menawan. Dulu kisah cintanya dan Keanu begitu dahsyat. Yang pria adalah pewaris keluarga kaya yang terkenal di Salatikan, sedangkan yang wanita adalah ratu pembalap yang penampilan luarnya lembut dan hatinya tegas. Semua orang mendukung hubungan mereka, tetapi Lydia memilih putus demi mengejar karier.

Setelah itu, Keanu menikahiku. Saat melamarku dengan berlutut, matanya terlihat berkaca-kaca. "Linda, kamu yang membuatku tahu bagaimana rasanya punya rumah."

Aku memercayai ucapan Keanu.

Namun, saat aku menemani Keanu menghadiri sebuah acara dan seorang pembunuh mengarahkan senjata ke arah kami, reaksi alaminya adalah menerjang ke arah Lydia yang tidak jauh darinya. Sementara itu, aku terjatuh di genangan darah itu dan melihatnya melindungi orang di pelukannya dengan berani serta sepenuh hati.

Hari itu, aku kehilangan banyak darah, tetapi air mataku mengalir lebih banyak lagi.

Saat Keanu menoleh ke arahku setelah terdiam cukup lama, aku sudah tahu akhir dari semuanya.

"Linda, minta maaf," kata Keanu.

Dulu, mungkin aku masih akan berdebat dan membela diri. Namun sekarang, aku hanya ingin mengakhiri semuanya dengan damai, lalu pergi. Tanpa ragu-ragu, aku berkata pada Lydia dengan tenang, "Maaf, semua ini salahku. Jadi, aku kembalikan keluarga ini padamu."

Begitu kata-kata itu terucap, suasana di ruangan itu langsung sunyi senyap.

Keanu yang biasanya tidak menunjukkan emosinya, ini pertama kalinya wajahnya menjadi pucat.

Namun, sebelum Keanu sempat berbicara, air mata Lydia sudah mengalir. "Melinda, kamu sedang menyindirku ya? Padahal aku sudah serahkan posisiku padamu, kenapa kamu masih berpura-pura? Kamu ini sengaja menyakitiku."

Melihat Lydia menangis, Kevin mendorongku dengan kasar.

Dengan sepatu hak yang tingginya enam sentimeter, kakiku langsung terkilir dan terjatuh ke lantai. Pergelangan kakiku langsung terasa sangat sakit.

Kevin sempat terpaku sejenak, lalu mendengus, "Pura-pura."

Kenzo juga hanya menatapku dua detik, lalu berbalik dan menghibur Lydia. "Mama jangan menangis, kami sudah balaskan dendam Mama."

Hatiku terasa seperti ditusuk jarum saat melihat pemandangan itu dan teringat dengan kejadian tujuh tahun yang lalu. Saat itu, Lydia hanya melirik kedua anak itu sekilas, lalu pergi bersama kekasih barunya dengan semangat. Dua anak kecil itu menangis dengan histeris, lalu berlari mengejar mobilnya sambil berteriak.

"Mama. Mama, jangan pergi. Tolong jangan pergi."

Hatiku terasa hancur saat melihat kedua anak itu. Aku membantu mereka mengejar Lydia sampai sandalku lepas dan kedua kakiku lecet serta berdarah. Pada akhirnya, aku kelelahan dan jatuh tersungkur di tanah.

Kedua anak kecil itu pun memelukku sambil menangis tersedu-sedu. "Mama, kita nggak mau kejar lagi, aku nggak mau dia lagi. Mulai sekarang, kamu adalah Mama kami."

Saat itu, aku langsung menangis dan mengira ketulusanku akhirnya dibalas dengan ketulusan kedua anak itu. Namun, tiga tahun kemudian, Lydia kembali karena prestasi lombanya hancur total. Hanya dengan satu alasan terpaksa, mereka menerimanya kembali dengan mudah dan menganggapku sebagai musuh. Usahaku selama sepuluh tahun kalah dengan satu kata terpaksa dari mulutnya.

Tubuhku tiba-tiba terangkat, lalu Keanu mengambil es dan menempelkannya pada pergelangan kakiku. "Melinda, kenapa kamu harus keras kepala? Bukannya tinggal tahan saja dan semuanya akan berlalu?"

Melihat ujung jari Keanu agak bergetar, aku kira dia sedang mengkhawatirkanku. Namun pada detik berikutnya, kenyataan langsung menghancurkan ilusiku.

"Kalau sudah begini, kamu harus bagaimana pergi ke pesta. Nanti orang lihat kamu pincang, mereka kira aku menyiksamu," kata Keanu.

Aku menundukkan kepala, lalu berkata dengan tenang, "Kalau begitu, aku nggak pergi."

Meskipun pergi ke pesta itu, aku hanya akan jadi bahan ejekan semua orang.

Setiap orang yang melihatku akan berkata, "Bu Melinda sungguh beruntung. Punya dua anak yang tampan."

Namun, setelah aku berbalik, orang-orang itu akan mengejek, "Dia cuma ibu tiri, bangga apa sih. Cepat atau lambat juga akan diusir."

Lydia yang diam-diam merasa senang malah matanya memerah. "Karena aku ya? Linda, aku nggak pernah berniat menggantikanmu, kamu nggak perlu menyindir seperti ini."

Setelah mengatakan itu, Lydia melepaskan kedua anak itu dan berbalik pergi.

Kenzo dan Kevin langsung panik dan rasa takut dari masa kecil saat ditinggalkan ibunya kembali menyelimuti mereka. Mereka menghentikan Lydia, lalu menatapku dengan penuh kebencian dan berteriak, "Penyihir tua, apa hakmu mengusirnya? Dia ini Mama kami!"

Keanu berteriak pada kedua anak itu, "Diam! Siapa yang ajari kalian bicara seperti itu?"

Setelah itu, Keanu kembali menatapku. "Kalau kamu terluka, istirahat saja di rumah."

Namun, emosi di tatapan Keanu bukan rasa kasihan padaku, melainkan rasa gembira karena memiliki kesempatan untuk lebih dekat dengan Lydia.
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Latest chapter

  • Bukan Cinta, Hanya Balas Budi Semata   Bab 8

    Kenzo yang menyadari ada yang tidak beres pun langsung terdiam dan membawa adiknya naik ke lantai atas.Mengira Keanu membelanya, Lydia berkata dengan manja, "Sayang, terima ka .... Ah!"Keanu langsung menjambak rambut Lydia dan menatapnya dengan dingin. "Mulai hari ini, kamu kembali tempat asalmu. Mengerti?"Gigi Lydia gemetar dan tatapannya terlihat tidak percaya. "Apa? Kamu mau mengusirku?""Dari awal kamu memang bukan bagian dari sini, apa hakmu tinggal di sini," kata Keanu.Lydia yang tidak rela berteriak dengan tajam, "Aku sudah lahirkan dua anak untukmu!"Keanu menganggukkan kepala dengan tanpa ekspresi. "Kalau begitu, bawa mereka pergi. Coba lihat apa mereka mau ikut kamu."Baru saja kata-kata itu selesai, kedua anak itu langsung menangis dengan tersedu-sedu sambil berlari turun dari lantai atas. "Papa, kami nggak mau ikut dia, nggak mau."Setelah itu, kedua anak itu menoleh ke arah Lydia dengan tatapan penuh kebencian. "Cepat pergi. Kami nggak mau melihatmu lagi."Sudut bibir

  • Bukan Cinta, Hanya Balas Budi Semata   Bab 7

    Keanu memijat pelipisnya karena merasa agak pusing, lalu berkata dengan nada putus asa yang tidak seperti biasanya, "Aku nggak tahu dia pergi ke mana ...."Begitu selesai berbicara, sebuah sosok tiba-tiba terlintas di benak Keanu. Tanpa ragu, dia mengambil kunci mobil dan bergegas keluar. Dengan satu injakan gas, dia pun tiba di kediaman lama keluarga. "Bu! Bu, keluarlah!"Lenna berjalan keluar perlahan-lahan sambil menyesap teh, lalu berkata dengan santai, "Kamu ini kenapa? Teriak-teriak seperti orang kesurupan."Keanu langsung ke intinya. "Ibu yang melepaskan Melinda ya?""Memangnya kenapa kalau aku yang melepaskannya?" balas Lenna.Keanu yang panik buru-buru bertanya, "Dia pergi ke mana?"Lenna menggelengkan kepalanya. "Aku nggak akan memberitahumu.""Dia itu istriku, apa hak Ibu lakukan ini?" kata Keanu."Sudah bukan lagi, aku sudah urus akta cerai kalian," kata Lenna.Otak Keanu terasa berdengung, lalu langsung terduduk di sofa dan amarah besar seolah-olah membanjiri hatinya. Dia

  • Bukan Cinta, Hanya Balas Budi Semata   Bab 6

    Lydia bereaksi sangat kuat dan berteriak untuk menghentikan mereka, "Jangan panggil dia nenek. Mulai sekarang, kalian nggak boleh panggil dia nenek lagi di depanku."Kevin yang selama ini sangat dekat dengan neneknya langsung ketakutan hingga menangis.Kenzo menenangkan Kevin sambil bertanya dengan bingung, "Kenapa? Nenek sangat baik pada kita."Lydia tidak menjawab, hanya mondar-mandir di dalam rumah. "Mana Papa kalian? Kenapa dia nggak terlihat?""Nggak tahu ...." Kenzo menggelengkan kepala.Lydia langsung menelepon Keanu. Saat terdengar nada sambung, dia akhirnya menemukannya di kamar tamu di lantai satu. "Keanu, bangun!"Puluhan detik kemudian, Keanu perlahan-lahan sadar kembali.Lydia yang merasa sangat senang langsung menerjang ke dalam pelukan Keanu. "Keanu, kamu akhirnya bangun juga, aku takut sekali."Namun, Keanu malah mendorong Lydia dengan ekspresi serius, lalu berjalan menuju ruang bawah tanah. Saat sampai di sana, dia melihat sosok Melinda sudah tidak ada di sana.Lydia m

  • Bukan Cinta, Hanya Balas Budi Semata   Bab 5

    Aku menatap Lenna dengan tatapan bersyukur, lalu masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkannya dengan tanpa penyesalan sedikit pun.Karena tubuhku benar-benar kesakitan, aku langsung pergi ke rumah sakit. Meskipun aku sudah pergi secepat itu, hasilnya tetap terlambat. "Sudah nggak bisa diselamatkan, sekarang harus segera dikuret."Ekspresiku terlihat tegang, lalu menatap perutku dengan tatapan kosong. Aku bahkan belum sempat menyadari keberadaan anak itu, tetapi kini dia sudah menghilang. Di kehidupan ini, aku dan Keanu memang sudah ditakdirkan untuk tidak memiliki anak.Setelah menandatangani persetujuan, aku didorong masuk ke ruang operasi. Setelah operasi selama tiga jam selesai, aku langsung naik ke pesawat. Aku tidak ingin tinggal lebih lama lagi di tempat ini.Yang pertama kali menyadari adanya kejanggalan adalah Kenzo. Melihat neneknya tiba-tiba datang, dia benar-benar bingung. "Nenek, kenapa datang ke sini?"Lenna mengangkat tangan dan mengusap kepala Kenzo, lalu berkata padanya

  • Bukan Cinta, Hanya Balas Budi Semata   Bab 4

    Namun, setelah mengatakan itu, Lydia mendekat ke telingaku dan langsung berbisik dengan pelan, "Wanita jalang, terus saja jadi gila. Aku mau kamu lihat siapa yang paling dicintai mereka."Setelah itu, Lydia menarik tanganku dan segera menekannya ke lukanya."Ah!" teriak Lydia dengan kesakitan, lalu jatuh ke lantai. Pada detik berikutnya, ketiga pria itu pun berlari ke arahnya.Keanu langsung memeluk Lydia, sedangkan Kenzo berdiri di depan untuk melindungi mereka seperti seorang prajurit. Meskipun aku sudah mempersiapkan diri ribuan kali, hatiku tetap terasa sakit saat melihat pemandangan ini.Pada detik berikutnya, sebuah bingkai foto tiba-tiba menghantam kepalaku dan dunia di depan mataku langsung menjadi gelap. Saat aku kembali membuka mataku, darah sudah mengalir perlahan-lahan di pipiku.Setelah memukulku, Kevin yang masih kecil terlihat agak ketakutan. "Aku nggak akan biarkan kamu sakiti mamaku lagi."Aku tidak bereaksi, hanya menatap foto di lantai dengan tatapan kosong. Itu adal

  • Bukan Cinta, Hanya Balas Budi Semata   Bab 3

    Aku tidak bereaksi dan membiarkan Keanu pergi.Saat hendak berangkat, Keanu sempat mencium pipiku seperti biasanya dan berbisik di telingaku, "Sayang, nanti pulang aku bawakan pangsit kesukaanmu."Mataku langsung basah karena masih ingat saat anak-anak masih kecil. Setiap kali Keanu diam-diam membawakan pangsit untukku, mereka akan langsung berkerumun dan merebut pangsit itu."Ayah pilih kasih, cuma beli buat Mama. Aku juga mau. Aku juga mau."Keanu melindungiku sambil tertawa. "Mama kalian pilih kasih ke kalian, aku pilih kasih ke Mama. Adil."Sementara itu, aku tersenyum sambil makan pangsit dan melihat ketiga orang itu bercanda. Ternyata, kami juga pernah memiliki saat-saat yang bahagia. Namun, semua itu seperti awan yang berlalu, langsung menghilang begitu ditiup angin.Kenzo dan Kevin melirikku, seolah-olah merasa bersalah atas kata-kata mereka tadi. Saat mereka hendak berjalan ke arahku, Lydia malah menarik mereka dari belakang dengan tatapan penuh kebencian.Setelah orang-orang

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status