Share

Bukan Cinta, Hanya Balas Budi Semata
Bukan Cinta, Hanya Balas Budi Semata
Penulis: Yunita

Bab 1

Penulis: Yunita
Setiap kali warga Salatikan memuji wanita cantik di abad itu, semua orang selalu tertawa secara serentak.

"Bukan hanya cantik, dia juga sangat lapang dada. Dia sampai membesarkan dua anak dari selingkuhan suaminya."

Oleh karena itu, saat aku mengajukan perceraian, tidak ada seorang pun yang menganggap ucapanku serius. Keanu bahkan tidak berkedip. Dia hanya melemparkan selembar cek padaku dengan santai. "Jangan bikin ulah, sana pergi beli dua tas sendiri."

Anak sulung hanya sibuk main game. "Jangan ganggu papaku. Kalau mau pergi, ya cepat pergi. Nggak usah pura-pura lagi."

Anak kedua malah langsung menelepon ibu kandungnya. "Penyihir tua itu sepertinya sudah mau pergi. Ma, siap-siap ya."

Bahkan para pelayan pun menggelengkan kepala dan menasihatiku agar berhenti main tarik ulur.

Namun saat menghadapi semua keraguan itu, aku tidak merasa sedih ataupun marah. Aku hanya menekan nomor yang sudah aku hafal di luar kepala dengan tenang. "Bu Lenna, janji sepuluh tahun itu sudah tiba. Aku sudah balas utang budi karena kamu selamatkan nyawa adikku."

....

Lenna terdiam beberapa detik, lalu akhirnya tetap menjawab dengan pelan, "Tiga hari lagi, kamu sudah bisa pergi."

Bagaimanapun juga, aku dan Lenna sudah menjadi mertua dan menantu selama sepuluh tahun, suara Lenna di akhir tetap terdengar tersendat. "Linda, selama ini kamu sudah berusaha keras, Ibu tahu kamu sudah melakukan yang terbaik."

Aku sempat linglung sejenak. Selama bertahun-tahun ini, sudah banyak orang yang mengatakan aku sudah melakukan yang terbaik ini. Nada bicara mereka ada yang penuh rasa iba, sindiran, dan bahkan ada yang sekadar hanya menonton drama. Namun, aku tidak menyesal, justru hanya merasa lega karena aku sudah berusaha.

Setelah menutup telepon, anak sulungku, Kenzo, menabrakku saat aku keluar. Ekspresinya sempat panik saat melihatku, lalu menjadi marah karena malu. "Kamu buta ya! Kamu nggak jadi pembawa acara di pesta ulang tahunku, malah malas-malasan di sini!"

Aku mengernyitkan alis. Biasanya Kenzo dan Kevin tidak suka aku hadir di pesta ulang tahun mereka, mengapa hari ini mereka menjadi begitu aneh? Tanpa banyak pikir lagi, aku melangkah keluar.

Pada detik berikutnya, muncul foto-fotoku dengan pose vulgar yang sangat menggoda dan tidak senonoh di layar besar di tengah ruang tamu. Semua orang tua di ruangan itu langsung menutup mata anak-anak mereka, lalu menoleh ke arahku dengan tatapan jijik. Meskipun mereka tidak mengatakan apa-apa, aku sudah bisa menebak pikiran mereka.

Foto itu adalah foto editan tidak senonoh yang dulu dibuat pihak lawan saat aku masih jadi aktris. Begitu tersebar, seluruh internet langsung dipenuhi kata-kata hinaan padaku.

[ Dasar wanita murahan. Entah sudah berapa kali dimainkan orang kaya. ]

[ Kelihatan banget dia ini wanita nggak benar, pandai pura-pura saja. Mungkin wajahnya juga hasil operasi. ]

Kenzo dan Kevin tertawa sampai hampir gila, lalu menunjuk wajahku yang pucat dan mengejek.

"Lihat dia ketakutan sampai kayak apa. Aku taruhan, kali ini nggak sampai tiga menit pun dia sudah menangis sampai wajahnya berantakan."

Begitu kata-kata itu selesai, Keanu yang mendapat kabar langsung bergegas keluar dari ruang kerja dan mematikan layar itu. Dia menarik kedua anaknya dengan marah dan mulai memarahi mereka.

Dengan suara dengungan di telingaku, aku bersandar di dinding dengan lelah dan mengangkat tangan untuk menyalakan sebatang rokok. Di bawah pengaruh nikotin, aku perlahan-lahan menjadi tenang. Namun pada detik berikutnya, sebuah tangan tiba-tiba merebut rokok itu.

"Terus merokok saja, kamu masih mau hamil nggak?" kata Keanu sambil mematikan rokok itu dengan kesal dan menatapku dengan tatapan menyalahkan.

Hamil? Aku tertawa aneh dua kali. Mungkin dulu aku akan memikirkannya. Namun, apa Keanu masih ingat bagaimana anak pertamaku meninggal?

Saat itu, anak pertamaku, Leo, berusia satu tahun lima bulan. Saat aku pergi ke toilet, Kenzo membawa Leo ke halaman untuk bermain-main. Begitu selesai mandi dan keluar, aku baru sadar dia sudah menghilang. Setelah mencari ke seluruh vila, yang menungguku adalah tubuhnya yang mengapung di kolam belakang.

Pada saat itu, jeritanku langsung membelah langit. Aku merangkak sambil tersungkur untuk menarik tubuh Leo keluar. Saat itu, wajahnya pucat pasi dan tangannya masih menggenggam kue kecil buatanku.

Aku melakukan resusitasi jantung ribuan kali seperti orang gila sampai Keanu benar-benar tidak tahan melihatnya dan merebut anak itu dari pelukanku.

Aku berlari hendak merebut Leo kembali, tetapi Keanu malah menamparku dan berkata dengan penuh duka, "Sadarlah! Dia sudah tiada!"

Aku berlutut dan memohon pada Keanu sampai harga diriku jatuh ke titik terendah. "Tolong kembalikan dia padaku. Aku akan bawa dia pergi, nggak akan mengganggu kalian lagi."

Namun, Keanu malah menahan wajahku dan memaksaku melihat sendiri saat anakku dikremasi. Tatapanku kosong seperti boneka tanpa jiwa saat asap dari abu terus mengepul dari cerobong.

Saat itu, setengah jiwaku ikut pergi bersama Leo. Dia mati dengan sangat tragis, membuatku menjadi ketakutan.

Melihat ekspresiku yang murung, Keanu mengulurkan tangan dan memelukku. Seperti menenangkan anak kecil, dia terus menghiburku, "Semua sudah berlalu, kita harus terus maju. Bukankah kamu sudah dua bulan nggak haid? Pergi ke rumah sakit untuk periksa ...."

Sebelum Keanu selesai berbicara, pintu kamar tiba-tiba didorong keras hingga terbuka. Dengan mata yang memerah dan ekspresi yang terlihat menahan emosi, Lydia berkata, "Kenapa kamu pukul anakku?"

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Bukan Cinta, Hanya Balas Budi Semata   Bab 8

    Kenzo yang menyadari ada yang tidak beres pun langsung terdiam dan membawa adiknya naik ke lantai atas.Mengira Keanu membelanya, Lydia berkata dengan manja, "Sayang, terima ka .... Ah!"Keanu langsung menjambak rambut Lydia dan menatapnya dengan dingin. "Mulai hari ini, kamu kembali tempat asalmu. Mengerti?"Gigi Lydia gemetar dan tatapannya terlihat tidak percaya. "Apa? Kamu mau mengusirku?""Dari awal kamu memang bukan bagian dari sini, apa hakmu tinggal di sini," kata Keanu.Lydia yang tidak rela berteriak dengan tajam, "Aku sudah lahirkan dua anak untukmu!"Keanu menganggukkan kepala dengan tanpa ekspresi. "Kalau begitu, bawa mereka pergi. Coba lihat apa mereka mau ikut kamu."Baru saja kata-kata itu selesai, kedua anak itu langsung menangis dengan tersedu-sedu sambil berlari turun dari lantai atas. "Papa, kami nggak mau ikut dia, nggak mau."Setelah itu, kedua anak itu menoleh ke arah Lydia dengan tatapan penuh kebencian. "Cepat pergi. Kami nggak mau melihatmu lagi."Sudut bibir

  • Bukan Cinta, Hanya Balas Budi Semata   Bab 7

    Keanu memijat pelipisnya karena merasa agak pusing, lalu berkata dengan nada putus asa yang tidak seperti biasanya, "Aku nggak tahu dia pergi ke mana ...."Begitu selesai berbicara, sebuah sosok tiba-tiba terlintas di benak Keanu. Tanpa ragu, dia mengambil kunci mobil dan bergegas keluar. Dengan satu injakan gas, dia pun tiba di kediaman lama keluarga. "Bu! Bu, keluarlah!"Lenna berjalan keluar perlahan-lahan sambil menyesap teh, lalu berkata dengan santai, "Kamu ini kenapa? Teriak-teriak seperti orang kesurupan."Keanu langsung ke intinya. "Ibu yang melepaskan Melinda ya?""Memangnya kenapa kalau aku yang melepaskannya?" balas Lenna.Keanu yang panik buru-buru bertanya, "Dia pergi ke mana?"Lenna menggelengkan kepalanya. "Aku nggak akan memberitahumu.""Dia itu istriku, apa hak Ibu lakukan ini?" kata Keanu."Sudah bukan lagi, aku sudah urus akta cerai kalian," kata Lenna.Otak Keanu terasa berdengung, lalu langsung terduduk di sofa dan amarah besar seolah-olah membanjiri hatinya. Dia

  • Bukan Cinta, Hanya Balas Budi Semata   Bab 6

    Lydia bereaksi sangat kuat dan berteriak untuk menghentikan mereka, "Jangan panggil dia nenek. Mulai sekarang, kalian nggak boleh panggil dia nenek lagi di depanku."Kevin yang selama ini sangat dekat dengan neneknya langsung ketakutan hingga menangis.Kenzo menenangkan Kevin sambil bertanya dengan bingung, "Kenapa? Nenek sangat baik pada kita."Lydia tidak menjawab, hanya mondar-mandir di dalam rumah. "Mana Papa kalian? Kenapa dia nggak terlihat?""Nggak tahu ...." Kenzo menggelengkan kepala.Lydia langsung menelepon Keanu. Saat terdengar nada sambung, dia akhirnya menemukannya di kamar tamu di lantai satu. "Keanu, bangun!"Puluhan detik kemudian, Keanu perlahan-lahan sadar kembali.Lydia yang merasa sangat senang langsung menerjang ke dalam pelukan Keanu. "Keanu, kamu akhirnya bangun juga, aku takut sekali."Namun, Keanu malah mendorong Lydia dengan ekspresi serius, lalu berjalan menuju ruang bawah tanah. Saat sampai di sana, dia melihat sosok Melinda sudah tidak ada di sana.Lydia m

  • Bukan Cinta, Hanya Balas Budi Semata   Bab 5

    Aku menatap Lenna dengan tatapan bersyukur, lalu masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkannya dengan tanpa penyesalan sedikit pun.Karena tubuhku benar-benar kesakitan, aku langsung pergi ke rumah sakit. Meskipun aku sudah pergi secepat itu, hasilnya tetap terlambat. "Sudah nggak bisa diselamatkan, sekarang harus segera dikuret."Ekspresiku terlihat tegang, lalu menatap perutku dengan tatapan kosong. Aku bahkan belum sempat menyadari keberadaan anak itu, tetapi kini dia sudah menghilang. Di kehidupan ini, aku dan Keanu memang sudah ditakdirkan untuk tidak memiliki anak.Setelah menandatangani persetujuan, aku didorong masuk ke ruang operasi. Setelah operasi selama tiga jam selesai, aku langsung naik ke pesawat. Aku tidak ingin tinggal lebih lama lagi di tempat ini.Yang pertama kali menyadari adanya kejanggalan adalah Kenzo. Melihat neneknya tiba-tiba datang, dia benar-benar bingung. "Nenek, kenapa datang ke sini?"Lenna mengangkat tangan dan mengusap kepala Kenzo, lalu berkata padanya

  • Bukan Cinta, Hanya Balas Budi Semata   Bab 4

    Namun, setelah mengatakan itu, Lydia mendekat ke telingaku dan langsung berbisik dengan pelan, "Wanita jalang, terus saja jadi gila. Aku mau kamu lihat siapa yang paling dicintai mereka."Setelah itu, Lydia menarik tanganku dan segera menekannya ke lukanya."Ah!" teriak Lydia dengan kesakitan, lalu jatuh ke lantai. Pada detik berikutnya, ketiga pria itu pun berlari ke arahnya.Keanu langsung memeluk Lydia, sedangkan Kenzo berdiri di depan untuk melindungi mereka seperti seorang prajurit. Meskipun aku sudah mempersiapkan diri ribuan kali, hatiku tetap terasa sakit saat melihat pemandangan ini.Pada detik berikutnya, sebuah bingkai foto tiba-tiba menghantam kepalaku dan dunia di depan mataku langsung menjadi gelap. Saat aku kembali membuka mataku, darah sudah mengalir perlahan-lahan di pipiku.Setelah memukulku, Kevin yang masih kecil terlihat agak ketakutan. "Aku nggak akan biarkan kamu sakiti mamaku lagi."Aku tidak bereaksi, hanya menatap foto di lantai dengan tatapan kosong. Itu adal

  • Bukan Cinta, Hanya Balas Budi Semata   Bab 3

    Aku tidak bereaksi dan membiarkan Keanu pergi.Saat hendak berangkat, Keanu sempat mencium pipiku seperti biasanya dan berbisik di telingaku, "Sayang, nanti pulang aku bawakan pangsit kesukaanmu."Mataku langsung basah karena masih ingat saat anak-anak masih kecil. Setiap kali Keanu diam-diam membawakan pangsit untukku, mereka akan langsung berkerumun dan merebut pangsit itu."Ayah pilih kasih, cuma beli buat Mama. Aku juga mau. Aku juga mau."Keanu melindungiku sambil tertawa. "Mama kalian pilih kasih ke kalian, aku pilih kasih ke Mama. Adil."Sementara itu, aku tersenyum sambil makan pangsit dan melihat ketiga orang itu bercanda. Ternyata, kami juga pernah memiliki saat-saat yang bahagia. Namun, semua itu seperti awan yang berlalu, langsung menghilang begitu ditiup angin.Kenzo dan Kevin melirikku, seolah-olah merasa bersalah atas kata-kata mereka tadi. Saat mereka hendak berjalan ke arahku, Lydia malah menarik mereka dari belakang dengan tatapan penuh kebencian.Setelah orang-orang

  • Bukan Cinta, Hanya Balas Budi Semata   Bab 2

    Keanu langsung melepaskanku seolah-olah tangannya tersengat dan ekspresinya terlihat panik seolah-olah aku baru selingkuhannya yang memalukan.Kenzo dan Kevin langsung berlari menghampiri Lydia, seperti dua anak burung kecil yang lemah. "Huhu. Mama, kalau Mama masih nggak kembali, kami bakal dipukul

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status