Short
Jika Tak Bisa Dipertahankan

Jika Tak Bisa Dipertahankan

By:  RainCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Chapters
158views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Suamiku, sang komandan berjanji padaku bahwa dia hanya akan menemani cinta pertamanya yang depresi sebanyak sembilan puluh sembilan kali. Namun, tepat saat aku selesai mencatat kali kesembilan puluh sembilan itu, aku malah melihatnya sedang memeluk cinta pertamanya erat-erat. Setelah itu, aku tak lagi menangis atau menahannya setiap kali dia ingin pergi menemui cinta pertamanya itu. Aku hanya meminta sebuah liontin kalung darinya, sebagai hadiah untuk anak kami yang akan segera lahir. Begitu membahas soal anak, ekspresi suamiku langsung melembut, “Tunggu aku pulang, ya. Aku akan menemanimu untuk cek kehamilan di rumah sakit.” Aku hanya menjawab dengan patuh. Aku tak memberitahunya bahwa sepuluh hari yang lalu, aku sudah mengajukan permohonan cerai. Sekarang, sebenarnya status kami sudah resmi bercerai.

View More

Chapter 1

Bab 1

Hari kesepuluh setelah aku mengajukan permohonan cerai, aku tak sengaja bertemu Marvel di koridor rumah sakit.

Dia sedang memapah Luna dengan sangat hati-hati, seolah sedang menjaga sebuah permata yang sangat berharga.

Namun, begitu melihatku, kening Marvel langsung berkerut.

“Kamu apain di sini? Kamu mau cari masalah lagi dengan Luna?”

Dia menatapku dengan penuh kewaspadaan, tatapan dinginnya menusuk sampai ke lubuk hatiku.

Luna memegang tangan Marvel, lalu menatapku dengan wajah yang tidak berniat baik.

“Kak Delvy, jangan salah paham. Marvel hanya terlalu mengawatirkanku.”

Sambil bicara, pandangannya beralih ke perutku.

“Kudengar kamu juga dirawat di rumah sakit, bayimu baik-baik saja?”

Belum sempat aku menjawab, Marvel sudah buru-buru menenangkannya,

“Paling hanya gangguan kehamilan ringan saja, nggak akan terjadi apa-apa.”

“Jangan terlalu dipikirkan, fokus saja pada kesehatanmu sendiri.”

Aku mengelus perutku tanpa sadar, rasanya pahit sekali.

Iya, bakal ada masalah apa?

Bukankah hanya kehilangan anak?

Mana mungkin hal itu lebih penting dari Luna?

Kalau tidak, mana mungkin Marvel yang jelas tahu kalau aku dirawat di rumah sakit yang sama, bahkan tidak datang menjenguk atau sekadar bertanya kabar sekalipun.

Padahal, selama dia datang ke ruang rawatku sekali saja, dia akan tahu.

Tahu kalau anak kami sudah tiada.

Aku memaksakan senyuman, sambil meraba botol kaca di dalam saku yang sudah terasa hangat karena terus kugenggam.

Sejak Luna kembali, setiap beberapa hari sekali Marvel pasti menghilang tiba-tiba untuk menemaninya.

Dia selalu beralasan,

“Sejak kecil, Luna itu sangat sensitif, apalagi sekarang sedang sakit. Kalau aku nggak menemaninya, bagaimana kalau sampai terjadi sesuatu?”

“Tenang saja, aku hanya nggak ingin dia melakukan hal bodoh, nggak ada maksud lain.”

Dia berjanji padaku hanya akan menemani Luna sembilan puluh sembilan kali.

Setelah kesembilan puluh sembilan kalinya, dia akan benar-benar berhenti dan fokus melanjutkan hidup denganku.

Karena itu, setiap kali dia pergi, aku akan memasukkan sebutir kacang kedelai ke dalam botol kaca itu.

Tujuh hari yang lalu, akhirnya terkumpul genap sembilan puluh sembilan butir.

Namun, saat aku mendatanginya dengan penuh harapan….

Pemandangan yang kulihat justru Marvel yang sedang memeluk Luna dengan sangat erat.

Aku ini istrinya.

Namun saat itu, aku hanya bisa berdiri di pinggir jalan, menyaksikan kebahagiaannya dengan wanita lain dari kejauhan.

“Apa yang kalian lakukan?”

Dengan mata berkaca-kaca, aku berjalan ke arah mereka dan bertanya dengan linglung.

Marvel seperti tersengat listrik dan langsung melepaskan pelukannya dari Luna, tatapannya tampak panik.

“Delvy, jangan salah paham. Ini bukan seperti yang kamu bayangkan.”

Aku baru saja membuka mulut, belum sempat bicara, Luna sudah memotong lebih dulu,

“Ini semua salahku, aku yang sudah mengganggu kalian. Maafkan aku.”

“Kak Marvel, mulai sekarang jangan pedulikan aku lagi. Biarkan saja aku mati di jalanan.”

Usai bicara, Luna berlari ke arah jalan raya dan kebetulan terserempet sepeda hingga jatuh.

Wajah Marvel berubah drastis, dia langsung mendorongku hingga tersingkir demi bisa memeluk Luna.

Aku tak sempat bereaksi dan jatuh tersungkur dengan keras ke lantai.

Rasa sakit yang hebat langsung menyerang perutku. Dengan tatapan gemetar, aku meraba ke bawah dan yang kulihat adalah darah yang merah pekat.

“Anakku… anakku… tolong anakku….”

“Sayang! Marvel!”

Sambil memegangi perut, aku memanggil namanya dengan susah payah, berharap dia akan menoleh.

Marvel sempat terdiam sejenak, tapi saat menoleh, dia malah menatapku dengan penuh kebencian.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status