Share

Aku membencimu!

Author: Rhea S
last update Petsa ng paglalathala: 2026-09-15 00:00:41

Ayunindya masih sempat melihat Cantika yang berlari kencang ke arah ruang IGD. Ada nyeri yang kembali terbuka di hatinya. Dia seorang istri tapi seakan dialah orang kedua.

“Ayo pergi!” ajak Damar serius.

“Tapi Davin—”

“Aku akan cari tahu kabar tentangnya. Sekarang kita pergi dulu. Kamu tahu Cantika itu berbahaya. Sekali saja dia tahu kamu masih hidup, maka hidup kita tidak bakal tenang lagi, Ayu. Berpikirlah jernih. Sebentar lagi bayi ini akan lahir,” Damar mengingatkan.

Ayunindya langsung ters
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • (Bukan) Istri Pilihan Tuan Davin    Aku membencimu!

    Ayunindya masih sempat melihat Cantika yang berlari kencang ke arah ruang IGD. Ada nyeri yang kembali terbuka di hatinya. Dia seorang istri tapi seakan dialah orang kedua.“Ayo pergi!” ajak Damar serius.“Tapi Davin—”“Aku akan cari tahu kabar tentangnya. Sekarang kita pergi dulu. Kamu tahu Cantika itu berbahaya. Sekali saja dia tahu kamu masih hidup, maka hidup kita tidak bakal tenang lagi, Ayu. Berpikirlah jernih. Sebentar lagi bayi ini akan lahir,” Damar mengingatkan.Ayunindya langsung tersadar kalau rasa khawatirnya bisa berbahaya buat kehidupan calon bayinya. “Baiklah!” Ayunindya mengangguk.Ayunindya segera melangkah lebar mengikuti Damar. Mereka memilih melewati lorong-lorong yang agak sepi.“Lain kali jangan mudah kasihan. Dengan ada kamu ataupun tidak di sana, tetap saja kamu tidak bisa apa-apa Ayu. Kamu bukan dokter!” kali ini Damar sedikit keras pada Ayunindya.Ayunindya memilih tertunduk dan meresapi ucapan Damar. Dia sadar kalau tadi dia terlalu terbawa perasaan. Damar

  • (Bukan) Istri Pilihan Tuan Davin    Paket Kedua

    Damar bersiul senang kali ini. Dia sengaja menyewa jaket seorang kurir untuk mengecoh Davin. Bahkan dia menyewa motor dan mencopot plat nomor kendaraan itu dan menggantinya dengan plat palsu. Pertemanannya dengan para preman sangat luas sehingga dengan mudah dia dapatkan semuanya. Damar sendiri memilih meninggalkan Ayunindya di rumah sakit. Antrian masih lama di ruang dokter Obgyn. Sehingga Damar memanfaatkan kesempatan untuk menemui Davin sendirian. Damar sengaja memilih mall yang berada tepat di seberang rumah sakit sebagai tempat pertemuan. Selain dekat, dia tak mau meninggalkan Ayunindya lama-lama.“Aku sudah sampai.” Sebuah pesan masuk ke ponsel Damar. Dia menyunggingkan senyumnya. Damar langsung memakai sarung tangan hitamnya. Lalu helm dengan kaca gelap dan tak lupa jaket kurirnya. Dia bahkan tetap memakai masker. Beberapa kotak paket palsu berada di box belakang motor. Sehingga penampilan dia benar-benar meyakinkan sebagai seorang kurir. “Aku sudah sangat meyakinkan!” gum

  • (Bukan) Istri Pilihan Tuan Davin    Rencana Davin dan Kenzo

    Davin menelan ludahnya. Dia sadar sekarang kalau orang yang menjual foto-foto Cantika itu mengamatinya dari jauh. Sampai tahu kalau dia sebenarnya memantau tak jauh dari tempat uang berada.Davin sekarang lebih fokus pada layar ponselnya. Deretan data yang dikirim oleh nomor asing itu sudah mencuri perhatiannya. Tangannya maju mundur untuk membuka satu buah foto. “Aku harus melihatnya. Biar semuanya jelas!” putus Davin akhirnya menarik napas dalam-dalam dan menekan tombol di data. Sebuah lingkaran kecil terlihat di layar. Proses foto di mulai dan saat foto itu berhasil dibuka, mata Davin berhenti berkedip. Untuk sesaat dia lupa untuk berkedip. Cantika bersama pria yang dia kenal sebagai pengacara itu sedang berada di tempat tidur. Keduanya berfoto dengan sadar, seakan bangga dengan apa yang mereka lakukan.“Tidak mungkin!” lutut Davin rasanya lunglai. Dia bahkan harus mundur dan bersandar di mobil.Dia bahkan tak pernah membayangkan kalau foto yang dia buka adalah foto-foto panas w

  • (Bukan) Istri Pilihan Tuan Davin    Menjual Rahasia Cantika

    Kening Davin berkerut dalam saat membaca pesan dari nomor tak dikenal itu. Dia baca berkali-kali sampai dia yakin kalau yang dimaksud pesan itu adalah Cantika. Davin mencoba menelepon ke nomor itu namun teleponnya tidak diangkat sama sekali. Davin menggerutu kesal dan memilih keluar dari ruangan itu. Untuk sesaat fokusnya terpecah. Tapi lagi-lagi berkaitan dengan Cantika.“Siapa ini? Dan apa maksudmu?” tanya Davin mengirim balasan pesan setelah tiga kali teleponnya di tolak.“Aku yang tahu rahasia Cantika. Kalau kamu mau aku bisa mengirimkan buktinya kepadamu. Lengkap dengan foto dan video. Bahkan bukti perjalanan dan hotel. Bagaimana?” Pesan misterius itu kembali membuat Davin kebingungan. Dia mencoba tak mudah percaya walau saat ini nama Cantika mulai berubah buruk di pikirannya. “Jangan main-main. Aku tidak mengenalmu!” tegas Davin membalas pesan lagi.“Baiklah aku akan kirim contohnya!”Damar yang berada di seberang telepon langsung mengirim contoh foto. Cantika sedang bersama

  • (Bukan) Istri Pilihan Tuan Davin    Akhirnya Tertangkap

    Damar tersenyum puas saat melihat dari kejauhan kalau kotak coklat darinya sudah diambil oleh Cantika. Untung saja wanita itu sangat suka berfoto. Termasuk foto paket yang datang ke rumahnya, makanya Damar jadi tahu alamat rumahnya.Dan hari ini dia akan menunggu Cantika untuk datang dan membayar biaya tutup mulutnya. Sementara Cantika yang semalam merasa frustasi setelah melihat foto-foto dirinya dengan Bobby dalam berbagai pose, hari ini memilih masih berada di kamarnya. “Kenapa tidak aku hapus foto-foto Bobby?” kesal Cantika. Dia terbiasa memfoto semuanya. Termasuk saat bersama Bobby. Dia merasa masih ada pria yang mau menerima dirinya, memuja dirinya dan mengejar dirinya saat dia merasa Davin berubah. “Tapi siapa yang mengirim kotak hadiah ini? Bukannya Bobby sudah mati? Apa copet kemarin? Tapi kalau copet kemarin kenapa dia bisa tahu tentangku dan Davin? Aneh!” Cantika terus mondar-mandir di dalam kamarnya hingga tanpa sadar waktu pertemuan yang ditentukan oleh Damar sudah te

  • (Bukan) Istri Pilihan Tuan Davin    Kotak Misterius untuk Cantika

    Damar terus memindahkan data ponsel ke ponsel miliknya. Lalu dengan cepat dia menghapus semua yang ada di ponsel itu hingga memori ponsel kembali kosong. Dia bahkan menyimpan nomor Davin. Meski tubuhnya masih terasa sangat nyeri, Damar memilih tak peduli. Dia harus secepatnya menghilangkan jejak dari ponsel yang dia ambil.“Oke, sudah selesai. Sekarang tinggal satu ponsel lagi!” ucap Damar segera berusaha memecahkan sandi ponsel.“Sepertinya ponsel yang ini cuma untuk urusan pekerjaan,” gumamnya karena tak menemukan hal aneh apapun. Damar kemudian mematikan semua ponselnya. Dia kembali memakai masker dan topinya agar lukanya tak terlalu terlihat. Dia kembali menjual kedua ponsel itu. Damar tersenyum setelah segepok uang sudah ada di tangannya. “Lumayan, setidaknya setengah dari biaya persalinan sudah aku kumpulkan. Sekarang tinggal aku cari setengahnya lagi.” Selesai menjual ponsel, rasa nyeri makin terasa di tubuhnya. Tapi dia memilih pulang ke rumah. “Damar, apa yang terjadi pad

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status