Share

Gairah Yang Tersulut

Penulis: Nona Lee
last update Tanggal publikasi: 2026-07-28 12:35:28

"S-Saya... saya..."

Gumam lirih Alina berulang-ulang di dalam kegelapan kamar yang sepi. Bibir manisnya bergetar hebat, matanya bergerak liar menatap ke sekeliling ruangan, kebingungan dan terpojok setengah mati oleh pertanyaan sang CEO.

Reynard menatap lekat paras cantik wanita di hadapannya. Suara bisikan halus Alina yang hanya mengulang kata 'saya' justru terasa bagaikan godaan terhebat yang makin membakar dahaga di dalam dadanya.

"Kau bingung, Alina?" bisik Reynard dengan suara bariton y
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Rumah Terindah

    "PAPA! TOLONG! LILY MAKAN TANAH DI TAMAN!" Teriakan melengking Sean yang kini sudah berusia sepuluh tahun memecah ketenangan siang di rumah utama keluarga Dirgantara. Reynard yang baru saja hendak menyandarkan punggung tegapnya di sofa ruang keluarga langsung melompat berdiri, melempar remote televisi ke sembarang arah. "ASTAGA, LILY! JANGAN DIMAKAN!" Di area taman belakang, seorang bocah perempuan berusia dua tahun dengan gaun merah muda berenda dan rambut dikuncir dua tampak berlari kencang seraya tertawa melengking, memegang genggaman tanah taman dengan mulut yang sudah berlepotan hitam. "Buhahaha! Ndak mau, Papa! Ndak mau!" tawa Lily menggelegar, berlari kecil menjauhi sang ayah dengan langkah kakinya yang menggemaskan. "Lily Dirgantara, berhenti! Astaga, Sean, bantu Papa tahan adiknya!" seru Reynard setengah panik, berlari membungkuk mengejar putri kecilnya. "Aku sudah coba tahan tadi, Pa! Tapi Lily lari cepat sekali seperti kuda!" keluh Sean yang sudah mandi keringat,

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Kecemburuan Sean

    "Dengar aku baik-baik, Alina Dirgantara!" pangkas Reynard tegas, merengkuh kedua pipi pucat istrinya seraya menatap lurus ke dalam iris matanya yang basah. "Aku tidak peduli! Aku sama sekali tidak membutuhkan anak lagi!" "Tapi, Mas..." cicit Alina dengan suara tercekat, air mata bergulir perlahan di pipinya. "Seorang wanita—" "Kau adalah wanita paling sempurna di hidupku, dengan atau tanpa rahim itu!" potong Reynard penuh emosi dan kehangatan yang meluap. "Melihatmu berada di ambang maut kemarin sudah cukup membuat nyawaku rasanya melayang. Aku tidak akan pernah sudi membayangkan situasi seperti itu terjadi lagi padamu. Bagi kita, Sean dan putri kecil kita sudah lebih dari cukup. Aku cuma ingin kita hidup bahagia bersama, tanpa menuntut apa pun lagi darimu. Paham, cantik?" Alina terpaku, merasakan gelombang ketulusan yang membakar seluruh rasa rendah dirinya. Wanita itu menyembunyikan paras mewahnya di dada tegap Reynard yang terbalut baju rumah sakit merah muda, menangis terisak s

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Tidak Bisa Memberi Anak Lagi

    "Mas... baju pasien warna merah muda apa tidak terlalu mencolok untuk ukuran CEO perusahaan besar?" tanya Alina pelan dengan suara parau, menatap suaminya dari atas ranjang dengan sebelah alis terangkat lemah. Reynard, yang baru saja hendak memeluk Alina lebih dekat, mendadak membeku. Pria tegap itu menunduk menatap kemeja rumah sakit berlengan pendek berwarna pink terang yang melekat di tubuh bongsornya, baju pasien terpaksa yang ia ambil tadi saat terbangun dari pingsannya. "Ah... ini..." wajah tampan Reynard merona merah padam, merasa salah tingkah setengah mati di hadapan istrinya yang baru saja siuman. Namun, detik berikutnya, pertahanan itu runtuh. Reynard langsung menubruk tubuh Alina perlahan, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang istri sambil terisak pelan. "Peduli amat dengan baju ini, Alina! Aku hampir mati ketakutan! Saat mendengar kau belum sadar tadi, duniaku seperti runtuh seketika!" "Uhuk! Modus saja anak ini!" celetuk Tuan Richard tiba-tiba dari samping ranja

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Dimana ini?

    "Angkat yang benar! Anak ini berat sekali seperti beruang!" seru Tuan Richard dengan napas terengah-engah, memegangi kedua ketiak tubuh bongsor Reynard yang terkulai lemas tak berdaya. Dua perawat pria yang ikut membopong kaki Reynard sampai bermandikan keringat dingin. Tubuh tegap dan tinggi CEO Dirgantara Group itu benar-benar menguji ketahanan fisik mereka di tengah koridor rumah sakit. "Aduh, Tuan Richard, hati-hati kepalanya!" tegur salah satu perawat seraya merebahkan tubuh Reynard di atas ranjang ruangan rawat inap yang berada tepat di sebelah ruangan Alina. Nyonya Ella yang melangkah masuk ke ruangan itu seketika menepuk jidatnya sendiri, menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan putra tunggalnya. "Dasar Reynard!" omel Nyonya Ella gemas, memijat pelipisnya seraya menatap tubuh anaknya yang masih pingsan. "Bisa-bisanya seorang CEO besar pingsan cuma gara-gara dengar kabar begitu?! Di saat seperti ini Alina sangat membutuhkan suaminya di sampingnya, tapi dia malah ena

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Komplikasi Persalinan

    "Reynard! Bagaimana keadaan Alina?!" Suara Tuan Richard memecah keheningan koridor ruang operasi yang dingin. Pria paruh baya itu melangkah tergesa-gesa dengan napas memburu, didampingi Nyonya Ella yang menggandeng erat jemari Sean. Reynard yang terduduk lesu di lantai dingin dengan punggung bersandar pada dinding langsung mendongak. Baju mewahnya yang basah oleh air hujan, kotor oleh tanah aspal, serta bekas darah di lengan bajunya membuat penampilannya tampak teramat mengenaskan. "Ayah... Ibu..." cicit Reynard dengan suara parau. Pria tegap itu bangkit perlahan dengan kaki gemetar, lalu tangisnya pecah seketika di hadapan orang tuanya. "Alina... Alina di dalam, Yah. Dokter bilang... ketubannya pecah dan bekas luka operasinya bermasalah. Aku... aku diminta memilih antara Alina atau bayinya!" "APA?!" Tuan Richard membelalakkan mata, dadanya naik turun oleh amarah yang mendadak membakar kepalanya. "Pilihan konyol apa itu?! Dokter macam apa yang memberi pilihan seperti itu?! Rumah s

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Diantara Dua Pilihan

    Uhuk! Uhuk! Reynard tersedak hebat, menyemburkan kopi panas di mulutnya hingga mengotori meja berkas yang dipenuhi dokumen penting. "Kau bicara apa, Sean?! Mama kenapa?!" "Mama kesakitan, Pa! Airnya keluar banyak banget, terus sekarang dibawa Pak Budi sama Bi Minah ke rumah sakit!" jerit Sean di ujung telepon, suaranya parau dan gemetar karena menangis. Tuan Richard yang berdiri di sampingnya langsung menyambar bahu Reynard. "Ada apa, Reynard?! Alina kenapa?!" "Sepertinya ketubannya pecah, Yah! Alina dibawa ke rumah sakit sekarang!" seru Reynard panik luar biasa. Pria tegap itu melompat berdiri, melemparkan telepon begitu saja. "Aku harus ke rumah sakit sekarang!" "Kau tenang dulu, Reynard! Biar Ayah yang pulang ke rumah jemput Sean dan menghubungi ibumu!" tegas Tuan Richard menginstruksikan dengan suara berwibawa, meski tangannya ikut gemetar. "Cepat jalan duluan!" Tanpa membuang waktu satu detik pun, Reynard berlari menyusuri koridor kantor. Namun, saat sampai di area parkir b

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status