Mag-log in"Jangan pernah mencoba untuk jatuh cinta kepada saya, Alina. Karena saya tidak akan pernah membalasnya." "Tolong simpan rasa percaya diri Tuan yang setinggi langit itu! Pria sombong, angkuh, dan bermulut tajam seperti Tuan adalah daftar terakhir pria yang akan saya sukai di dunia ini. Jadi, Tuan tidak perlu khawatir, saya tidak akan pernah jatuh cinta!" Siapa sangka, kehidupan janda biasa seperti Alina berubah total sejak seorang duda kaya raya dan anaknya yang nakal menjadi tetangganya?! Reynard yang angkuh dan dingin, perlahan mulai terobsesi dan menginginkan wanita yang berhasil menaklukkan Sean, putranya yang nakal itu. Melalui ikatan kontrak kerja yang menjebak, Reynard sengaja menarik Alina masuk ke dalam dunianya, membuat wanita itu perlahan melupakan benteng pertahanan yang sudah dibangunnya dengan susah payah. Hingga pada akhirnya, Alina tersadar bahwa kau telah melangkah terlalu jauh, dan mulai terjerat pesona duda tampan yang semula sangat ia benci. Terjebak di antara kesepian dan ketakutan akan trauma masa lalu, bisakah Alina membiarkan hatinya kembali terbuka? Dan mampukah Reynard membuktikan bahwa tidak semua pernikahan berakhir dengan kehancuran?
view more"Tuan Reynard... saya betul-betul meminta maaf," cicit Alina lirih, berdiri menunduk kaku di balik pintu utama rumah mewah itu. Alina merekatkan kedua telapak tangannya di depan dada, tak berani mendongak menatap pria jangkung yang berdiri tegap di hadapannya. Rasa malu yang teramat sangat menyelimuti seluruh relung hatinya. Reynard yang sudah rapi dengan kemeja kerja dan jam tangan mewahnya menghentikan langkah. Pria itu menatap wanita di depannya dengan pandangan teduh, menyadari betapa gemetarnya bahu Alina saat ini. "Kenapa kau harus meminta maaf, Alina?" tanya Reynard pelan, suaranya terdengar begitu berat dan menenangkan. "Saya... saya sudah membuat keributan di rumah Tuan pagi-pagi begini," sahut Alina dengan suara yang makin serak menahan tangis, matanya membendung air mata. "Ibu saya juga bicaranya sangat sembarangan dan tidak sopan pada Tuan. Ditambah lagi... saya minta maaf karena Sean harus berangkat sekolah berdua saja dengan Andri tanpa ditemani oleh saya." Mendenga
"Tentu saja aku peduli padamu, Alina! Kau pikir aku melakukan semua ini untuk siapa?!" "Cukup, Ibu! Hentikan semua tuntutan ini, karena aku sudah tidak sanggup lagi mendengarkannya!" Suara Alina memecah kesunyian rumah yang pengap itu, suaranya bergetar menahan amarah yang telah tertahan selama berbulan-bulan. Di hadapannya, Mirna duduk dengan santai, menyesap teh manis dengan gerakan yang begitu tenang, seolah teriakan putrinya hanyalah angin lalu yang tidak memiliki arti. "Kau berteriak kepadaku, Alina? Setelah semua yang telah aku korbankan untuk membesarkanmu?" Mirna meletakkan cangkir itu dengan denting yang tajam di atas meja kayu. "Aku tidak meminta banyak, aku hanya meminta kau sadar diri. Usiamu sudah cukup matang, dan kecantikanmu adalah aset. Mengapa kau menyia-nyiakannya dengan menjadi keras kepala?" Alina tertawa getir, tawa yang penuh dengan kepahitan. "Aset? Kau menganggapku sebagai aset? Tentu saja, bagimu aku hanyalah komoditas, bukan seorang anak. Kau memandangku
"Ibu! Cukup! Jangan bicara sembarangan di depan Tuan Reynard!" Alina memotong ucapan ibunya dengan nada suara yang meninggi, nyaris menjerit. Wajahnya yang semula pucat kini berubah menjadi merah padam karena menahan malu dan amarah yang meluap-luap. Ia tidak bisa membiarkan Mirna terus melontarkan kalimat yang merendahkan martabatnya di hadapan pria yang kini menjadi kekasihnya itu. Mirna, yang mendapatkan teguran keras, justru tertawa sinis. Ia menyilangkan tangannya di dada dengan angkuh, menatap putrinya dengan tatapan meremehkan. "Kenapa kau marah begitu, Alina? Bukankah Ibu hanya bicara kenyataan? Statusmu memang janda, bukan? Dan kau memang bekerja di sini, bukan?" Alina tidak sanggup lagi menahan gejolak di dadanya. Ia segera menoleh ke arah Reynard, yang kini menatap Mirna dengan sorot mata yang sulit diartikan. "Tuan Reynard, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelancangan Ibu saya," ucap Alina dengan suara bergetar, pandangannya merunduk dalam. "Saya akan membawa
"Siapa yang mengizinkanmu berteriak-teriak di rumah saya?!" Suara berat dan penuh penekanan itu menggelegar di area foyer depan, seketika menghentikan aksi saling dorong antara Andri dan Mirna. Mirna yang tadinya menggebu-gebu mendadak bungkam. Matanya yang liar terbelalak lebar saat mendongak, menatap sosok pria bertubuh jangkung dengan kemeja abu-abu yang menguarkan aura dominan nan intimidatif. Namun, bukannya takut, pandangan Mirna justru beralih pada Alina yang bersembunyi di balik punggung bidang pria itu. "Oh... jadi ini orang kaya yang menampungmu, Alina?!" bentak Mirna tanpa menyaring kalimatnya, menunjuk Alina dengan telunjuknya yang dihiasi cincin-cincin imitasi. "Bagus ya! Pantas saja kau betah di kota dan jarang pulang, ternyata kau benar-benar jadi simpanan duda kaya!" "Ibu! Cukup! Jangan bicara sembarangan!" jerit Alina dengan suara bergetar keras. Wajahnya pucat pasi, matanya berkaca-kaca menahan malu yang tak terhingga di depan Reynard dan Sean. Mirna hendak maju






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu