"Eh, Jeng Mira, sudah lihat belum? Itu lho, rumah besar di ujung belokan yang sudah kosong dua tahun!" "Oh, yang pagarnya tinggi menjulang warna hitam itu? Memangnya kenapa, Jeng?" "Kemarin sore ada truk kontainer besar datang. Katanya, yang punya rumah itu sudah pindah ke sana. Sumpah, Jeng, waktu mobil mewahnya lewat, kacanya sempat turun sedikit. Orangnya tampan sekali! Kulitnya putih, rahangnya tegas, tapi ya ampun... mukanya datar banget kayak triplek baru diamplas. Sombong sekali, tidak ada senyum-senyunya sama sekali waktu disapa Pak RT!" Wanita bernama Alina Delisha hanya bisa menghela napas pelan mendengar riuhnya obrolan di warung kelontong milik Bu Lastri. Dengan pakaian kaku khas seragam pramuniaga kafe yang masih melekat di tubuh mungilnya, wanita itu sibuk memilih beberapa butir telur. Mau tidak mau, telinganya harus rela dijejali gosip hangat pagi ini. "Biasa itu, Jeng. Orang kaya raya mah bebas mau sombong juga. Katanya dia duda, lho. Bawa anak laki-laki satu,"
Last Updated : 2026-06-13 Read more