Share

Mood Yang Berubah

Author: Nona Lee
last update publish date: 2026-10-10 08:08:19

"Reynard! Mengapa sepatu kerjamu ditaruh sembarangan lagi di dekat pintu?! Kan sudah berulang kali kubilang, taruh di rak sepatu!"

Lengkingan suara Alina menggelegar dari arah ruang depan, memecah ketenangan pagi di rumah utama keluarga Dirgantara. Reynard yang baru saja hendak menyeruput kopi hitamnya di meja makan sampai tersedak pelan. Pria tegap itu dengan cepat meletakkan cangkirnya, mengusap lehernya yang terasa dingin, lalu menatap sang ibu yang duduk di seberang meja.

"Lihat kan, Bu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Perasaan Khawatir

    "Mana mungkin aku melirik perempuan lain, Alina? Di mataku dan di hatiku, cuma ada kau," jawab Reynard tanpa ragu, suaranya mantap dan penuh penekanan. Alina menatap suaminya dengan mata yang masih sedikit basah. "Tapi tubuhku tidak seindah dulu, Mas. Aku gemuk, pipiku chubby, berjalan saja sudah mulai lambat..." Reynard menghela napas halus, lalu mengecup kening Alina cukup lama. "Tubuhmu berubah karena sedang memperjuangkan kehidupan buah hati kita, cantik. Bagi pria lain mungkin bentuk tubuh ideal itu menarik, tapi bagiku, setiap lekuk dan perubahan di tubuhmu saat ini adalah bukti cinta dan pengorbananmu. Kau jauh lebih memikat dari siapa pun di dunia ini." Sean yang masih merangkul leher Alina ikut menimpali dengan suara cemprengnya. "Iya, Ma! Papa tidak boleh melirik perempuan lain! Kalau Papa nakal, nanti Sean pukul pakai robot dinosaurus!" Tawa kecil akhirnya lolos dari bibir Alina. Rasa hangat membanjiri dadanya, perlahan mengikis gumpalan rasa tidak percaya diri yang sem

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Tidak Percaya Diri

    "Mas, lihat ini! Pipiku sudah seperti bapao kukus, pinggul melar, dan berat badanku naik hampir sepuluh kilo!" gerutu Alina seraya menepuk-nepuk pelan kedua pipinya di depan cermin rias yang membingkai paras mewahnya. Beberapa bulan telah berlalu sejak kehebohan malam itu. Kandungan Alina kini sudah menginjak usia tujuh bulan, membesar dengan sempurna dan memunculkan baby bump yang amat nyata di balik gaun longgar berbahan katun lembut yang dikenakannya. Perubahan fisik yang pesat, mulai dari gundukan dada yang kian padat membesar, lekuk pinggul yang makin semok dan berisi, hingga wujud pipinya yang kian mengembung halus, membuat tingkat kepercayaan diri wanita itu merosot tajam. Reynard yang baru saja selesai mengenakan jam tangan melangkah mendekat. Pria tegap itu menyusupkan kedua lengannya dari belakang, memeluk pinggang ramping istrinya yang kini jauh lebih berisi, lalu melabuhkan dagunya di bahu mulus Alina. Muach! Satu kecupan basah mendarat mantap di pipi tembam Alina, dis

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Kecoak Terbang

    "ALINA!" Reynard melompat dari sofa seperti disengat listrik, melemparkan kotak martabak di tangannya begitu saja ke atas meja hingga potongan cokelat kacang itu berhamburan. Tanpa memedulikan Tuan Richard yang ikut tersentak kaget, langkah kaki tegapnya menyambar ubin koridor lantai dua dengan kecepatan penuh. Brak! Pintu kamar utama didorong kasar hingga membentur dinding. "Alina! Kau kenapa, cantik?!" seru Reynard dengan napas memburu hebat, wajah tampannya memucat pasi. Matanya liar memindai seluruh sudut kamar, membayangkan skenario terburuk tentang pendarahan atau kontraksi hebat. Di sudut ranjang, Alina berdiri mengecil seraya membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut tebal sampai ke leher. Tangannya menunjuk-nunjuk hysteria ke arah meja rias dengan jari bergetar. "Mas! Di sana! Usir makhluk itu, Mas!" jerit Alina dengan mata membelalak lebar, wajahnya benar-benar pucat pasi oleh ketakutan. Tuan Richard yang baru saja menyusul berlari terengah-engah dengan memega

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Salah Paham

    "Bau parfum siapa, Alina? Ini baju kerjaku, parfum yang kupakai ya parfum yang biasa!" sahut Reynard dengan nada kebingungan yang teramat sangat, memegangi bahunya yang baru saja didorong kasar oleh sang istri. "Jangan berbohong, Mas!" amuk Alina dengan suara bergetar, dadanya kembang kempis menahan emosi yang meledak-ledak. "Indra penciumanku tidak mungkin salah! Ini aroma mawar dan vanila! Parfum wanita! Kau habis menemui siapa sampai baunya menempel tajam begini di kemejamu?!" Reynard menghela napas panjang, mengusap wajah mewahnya yang kelelahan. Pria tegap itu mendekatkan kerah kemejanya ke hidung sendiri, memicingkan mata saat mendapati samar-samar aroma asing yang dimaksud Alina. "Astaga, Alina... dengarkan aku dulu," pangkas Reynard berusaha setenang mungkin, melangkah satu pijakan mendekati Alina. "Tadi sore saat rapat proyek baru selesai, ada klien wanita dari Singapura yang berpamitan. Dia berjabat tangan dan memberikan pelukan formal ala barat padaku. Cuma itu! Aroma

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Mood Yang Berubah

    "Reynard! Mengapa sepatu kerjamu ditaruh sembarangan lagi di dekat pintu?! Kan sudah berulang kali kubilang, taruh di rak sepatu!" Lengkingan suara Alina menggelegar dari arah ruang depan, memecah ketenangan pagi di rumah utama keluarga Dirgantara. Reynard yang baru saja hendak menyeruput kopi hitamnya di meja makan sampai tersedak pelan. Pria tegap itu dengan cepat meletakkan cangkirnya, mengusap lehernya yang terasa dingin, lalu menatap sang ibu yang duduk di seberang meja. "Lihat kan, Bu? Baru jam delapan pagi, aku sudah kena omel dua kali," adu Reynard dengan suara berbisik, meratapi nasibnya dengan raut memelas. Nyonya Ella hanya terkekeh pelan, menyesap teh hangatnya tanpa beban. "Terima saja dengan sabar, Reynard. Dulu sewaktu Ibu mengandungmu, Ayahmu bahkan diusir tidur di sofa cuma gara-gara aroma minyak rambutnya terlalu menyengat." Alina melangkah masuk ke ruang makan dengan napas yang agak memburu. Paras cantiknya yang biasanya selalu dihiasi senyuman lembut kini t

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Hamil?!

    "Panggil sekarang, Dokter! Jangan menunda satu detik pun!" perintah Tuan Richard tegas, melambaikan tangannya penuh urgensi. Dokter umum itu mengangguk cepat, lalu segera keluar ruangan untuk menghubungi tim dokter spesialis kandungan. Di saat yang sama, kelopak mata Alina perlahan mengerjap kaku. Rasa pening yang samar masih bersarang di kepalanya, tetapi kesadarannya perlahan pulih sepenuhnya. "Mas...?" bisik Alina parau, suaranya hampir tenggelam di antara keriuhan kamar rawat. "Alina! Kau sudah sadar, Sayang?!" seru Reynard cepat, langsung menerobos berlutut di tepi ranjang tanpa memedulikan kakinya yang hanya beralaskan sebelah kaos kaki robek. Ia menggenggam erat telapak tangan istrinya, mengecupinya berkali-kali. "Mana yang sakit, cantik? Katakan padaku!" "Aku... aku cuma sedikit pusing, Mas," sahut Alina pelan, mengedipkan matanya melihat penampilan suami dan ayah mertuanya yang sangat kacau. "Kenapa kalian berpenampilan seperti ini?" Sebelum pertanyaan itu terjawab, pint

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status