Share

Bab 1032

Author: Ayesha
Mendengar suara pria yang rendah dan familier itu, Devina tiba-tiba terkekeh. "Terus kenapa? Apa yang akan kamu lakukan padaku?"

Suara Raka tetap tanpa emosi saat berkata, "Hentikan tindakanmu."

Tawa Devina berubah menjadi ejekan. "Bukannya kamu sudah nggak butuh aku lagi? Lalu kenapa kamu masih mengaturku?"

"Transaksi di antara kita belum selesai." Suara Raka tetap tenang, membawa tekanan yang tidak bisa dibantah. "Jangan menantang batas kesabaranku."

Devina tiba-tiba tertawa lagi, kali ini den
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Suryat
dan selanjutnya si jay yg akan devina jadikan umpan
goodnovel comment avatar
sabiila
Devina rakus kekayaan, kekuasaan....
goodnovel comment avatar
Naya
Devina lanjut profesi pelakornya. ..Jay nikah sama Siria krn hamil duluan. Kayaknya Devina deketin om2 kaya yg nularin HIV....
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1332

    Ekspresi Brielle tetap tenang seperti biasa. Saat itu, ponselnya berdering. Yang menelepon adalah Rowan. Dia berkata kepada Emily, "Nenek, aku angkat telepon dulu."Setelah itu, Brielle menggenggam ponselnya dan berjalan agak menjauh.Raka menghampiri Emily. Wanita tua itu mendongak dan melotot kepadanya. "Kamu juga dengar apa yang dikatakan Brielle tadi, 'kan?"Raka mengangguk. "Aku memang pantas mendapatkannya."Emily menatapnya dengan kesal. "Dari awal kamu nggak seharusnya menyembunyikan semuanya darinya. Kamu menyembunyikannya dari seluruh keluarga, bahkan membiarkan Devina menindas Brielle."Tatapan Raka mengikuti sosok Brielle yang semakin menjauh. Dengan suara rendah, dia berkata, "Aku yang salah.""Sekarang baru sadar salah, memangnya ada gunanya?" Emily merasa marah sekaligus sedih. "Brielle sekarang benar-benar sudah menyerah sama kamu."Setelah mengucapkan kalimat itu, Emily sempat menunggu respons dari cucunya. Namun, dia mendapati Raka kembali terdiam. Tatapannya hanya te

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1331

    "Nenek, aku ingin makan buah." Anya menarik tangan Meira, suaranya yang lembut dan manja memecah suasana yang canggung itu."Baik, Nenek cuciin ceri untukmu, ya?""Ya."Di samping, Emily menyaksikan semua itu.Selama Meira pindah kembali ke rumah untuk menjalani masa pemulihan, dia memutuskan untuk tidak lagi menyembunyikan apa pun dari Emily. Dia telah menceritakan kondisi penyakitnya, juga fakta bahwa Devina adalah donor untuknya.Emily juga merasa sangat bersalah.Di satu sisi, dia marah karena cucunya menyembunyikan semuanya dari keluarga. Di sisi lain, dia juga membenci tipu daya dan perhitungan Devina yang telah menghancurkan pernikahan cucunya yang semula baik-baik saja.Tentu saja, orang yang paling bersalah bukanlah Devina, melainkan cucunya sendiri, Raka.Emily memandang sosok Brielle yang tampak semakin kurus, hatinya dipenuhi berbagai macam perasaan. Dia melangkah maju dan menggenggam tangan Brielle."Brielle, kemarilah. Temani Nenek berjalan-jalan sebentar dan mengobrol de

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1330

    Brielle menggenggam ponselnya sambil mendengarkan nada sambungan terputus dari seberang sana. Alis indahnya sedikit berkerut selama beberapa detik.Dia meletakkan kembali ponselnya ke nakas, tetapi sudah tidak berniat melanjutkan membaca. Ada beberapa hal yang perlu dia pikirkan baik-baik.Kali ini demi menyelamatkan Niro, tanpa sadar dia memang berutang budi pada Raka. Misalnya saat dirinya sakit dan dirawat oleh pria itu ... atau cip tersebut.Sebenarnya jika pihak Keluarga Harmawan turun tangan, Raka kemungkinan besar tetap akan membantu. Namun, karena Brielle yang lebih dulu memohon padanya, utang budi itu tetap harus dia hitung sebagai bagian darinya sendiri.Niro bisa sadar tepat waktu kali ini, penyebab terpentingnya memang cip itu. Soal tindakan cepat Raka yang langsung mengirim jet pribadi untuk membawa pulang cip itu, Brielle tidak bisa menyangkal kalau memang ada unsur pribadi di dalamnya.Misalnya itu bisa dianggap sebagai bentuk penebusan Raka atas masa lalu mereka, karena

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1329

    Tangan Raka yang terkepal perlahan mengencang di dalam air. Rasa sesak di dadanya semakin jelas, bercampur dengan perasaan tak berdaya yang begitu kuat hingga napasnya sedikit memburu.Dia tahu, cepat atau lambat dia harus menghadapi kenyataan ini. Dia juga harus belajar menerima kebahagiaan yang dipilih Brielle. Hanya saja ... itu tidak semudah yang dibayangkannya.Raka bangkit dari kolam air panas. Tetesan air mengalir turun melewati tubuhnya yang padat berotot. Angin malam berembus membawa hawa dingin.Dia mengenakan jubah mandi lalu melangkah kembali ke vila. Di dalam vila masih ada beberapa mainan putrinya yang berserakan.Dia berjongkok, membereskannya satu per satu dengan sabar, lalu berjalan menuju lemari minuman dan menuangkan segelas wiski.Cairan berwarna amber bergoyang pelan di dalam gelas, memantulkan raut wajahnya yang dipenuhi pikiran berat.Saat itulah ponselnya berbunyi. Pesan dari Gavin.[ Pak Raka, Jenderal Niro sudah kembali ke Kyoza. ]Pupil mata Raka sedikit meny

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1328

    Brielle meletakkan ponselnya, lalu mengangkat cangkir teh sambil menatap ke luar jendela tanpa daya. "Kita semua harus terus melangkah maju."Saat itu, ponselnya kembali berbunyi, bahkan berturut-turut sampai empat atau lima kali. Sepertinya ada foto yang dikirim.Brielle segera mengambil ponselnya untuk melihat. Dia yakin itu pasti foto putrinya. Benar saja, beberapa foto lucu Anya terkirim. Jelas, putrinya bermain dengan sangat senang, senyumannya cerah dan manis."Itu foto Anya ya? Coba aku lihat, sudah lama aku nggak ketemu dia."Brielle menyerahkan ponselnya agar Syahira bisa melihat foto-foto putrinya. Syahira sedang asyik melihatnya ketika sebuah pesan baru muncul.[ Anya kangen sekali sama kamu. Mau dijemput ke sini buat sekalian refreshing? ]Pesan dari Raka.Mata Syahira seketika berkedip beberapa kali. Dia menatap Brielle di depannya, lalu menyerahkan kembali ponselnya. "Raka kirim pesan lagi."Brielle mengambilnya dan melirik isi pesan itu. Alisnya langsung berkerut sedikit

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1327

    Syahira tampak agak kesal."Mana mungkin nggak penting? Luka yang terjadi itu nyata lho! Meskipun waktu itu dia memang terpaksa dan harus bekerja sama dengan Devina buat pertahankan dia, itu tetap bukan alasan buat mengabaikanmu. Toh di masa-masa sebelum Devina muncul, kalian juga pernah saling mencintai."Brielle menopang dagunya sambil berkata pelan, "Keadaan sekarang juga sudah bagus. Dia punya jalannya sendiri, aku juga punya hidupku sendiri. Kesalahpahaman diselesaikan supaya bisa kembali bersama, tapi sekarang aku sudah nggak butuh dia lagi."Syahira memandang sahabatnya lama-lama, lalu akhirnya mengerti. Dia mendekat sedikit dan bertanya, "Brie, kamu benar-benar sudah melepaskannya?"Dia bisa melihat dengan jelas, ini bukan lagi soal emosi sesaat ataupun kebencian. Brielle benar-benar sudah berdamai dengan semuanya."Sekarang aku cuma ingin menjalani hidupku dengan baik. Fokus ke pekerjaan dan Anya, sesekali bisa minum teh dan ngobrol santai sama kamu seperti ini. Aku sudah sang

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 283

    Karena ini pertama kalinya dia memberikan hadiah pada seseorang, jika ditolak memang akan cukup menyakitkan hati. Niro pun tertawa, "Ya, sebelum tahun baru aku akan cuti untuk pulang menjenguk keluarga. Saat itu kita bisa bertemu lagi.""Baik, kamu lanjutkan pekerjaanmu dulu," sahut Brielle.Setelah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 279

    "Nenek, jangan bilang yang jelek-jelek. Nenek akan panjang umur.""Nenek hanya mau kamu janji, rayakan ulang tahun Brielle." Emily tidak menyerah, tiba-tiba menekan dadanya dan terbatuk. "Aduh, dada Nenek ...."Raka segera menahan tubuhnya, lalu berkata dengan pasrah, "Jangan pura-pura lagi, Nenek.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 264

    Lambert memanggil staf laboratoriumnya yang terbaik untuk membantu Brielle menjalankan eksperimen. Penelitian itu berlangsung selama hampir dua jam, hingga akhirnya Brielle berhasil mendapatkan hasil yang dia harapkan.Matanya terasa sangat perih, dia mengusapnya berkali-kali sampai tampak memerah,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 265

    Raka terdiam beberapa detik. "Kamu suka sama Lambert?"Raline mendadak sadar dirinya sudah membocorkan rahasia hatinya. Wajahnya menampakkan kepanikan. "Apa aku nggak boleh suka sama dia?" Akhirnya dia mengaku dengan nada kesal."Raline, kamu sebaiknya mengundurkan diri."Raline langsung marah. "Kak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status