Compartir

Bab 178

Autor: Ayesha
'Ya ampun! Pak Raka benar-benar minum dari botol air yang sudah diminum Brielle?'

Saat Brielle mengangkat kepala, dari ujung matanya dia melihat botol kosong yang baru saja ditaruh Raka. Dia menoleh dan mendapati botol air yang tadi diminumnya ternyata sudah dihabiskan oleh Raka.

Raka mengira Brielle masih ingin minum. Dia pun mengambil satu botol air baru di meja yang masih tersegel, bahkan dengan hati-hati membukanya dan menyodorkannya ke arah Brielle.

Brielle menoleh ke samping dengan ekspres
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (4)
goodnovel comment avatar
Jihan Dwi Annisa
si Raka nyebelin...
goodnovel comment avatar
Wayan Nami
demi si pelakor ...berapapun uang yg akan dipergunakan utk mengganti alat2 lab......Raka pasti akan memberikannya
goodnovel comment avatar
aqillap621
cerai aja wes
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1521

    Raline menggandeng Anya menuju sebuah kios yang menjual bunga. Mawar-mawar yang dibungkus dengan kertas warna-warni itu tetap tampak segar dan indah meski di bawah langit malam.Dia membeli satu buket, lalu menarik Anya mendekat dan berbisik, "Anya, kasih bunga ini ke Papa, terus suruh Papa kasih ke Mama."Anya langsung mengangguk. Sambil memeluk buket bunga itu, dia berlari menghampiri Raka bak burung kecil yang riang. Dia mendongakkan wajah mungilnya dan berkata, "Papa, ini buat Papa."Raka sedikit terkejut melihat buket bunga di tangan putrinya. Tak lama kemudian, dia melihat Raline yang berdiri tidak jauh dari sana tersenyum penuh kelicikan sambil menggerakkan bibir tanpa suara. 'Kasih ... ke ... Kak Brielle.'"Terima kasih, Sayang." Raka menerima buket bunga itu. Tatapannya dipenuhi senyuman, bercampur sedikit rasa tak berdaya sekaligus kasih sayang.Tentu saja dia mengerti maksud adiknya. Dia menunduk melihat buket bunga di tangannya, lalu mengalihkan pandangan ke arah Brielle ya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1520

    Namun, waktu telah berlalu. Segalanya sudah berubah. Kini, Brielle menyukainya atau tidak, rasanya sudah tidak lagi berarti. Terlebih lagi, tato itu pernah menjadi sesuatu yang membuatnya sangat menderita.Permukaan air kolam bergoyang pelan, sementara sinar matahari terasa sedikit menyilaukan. Tatapan Raka tetap terkunci padanya, seolah masih menunggu jawabannya.Bulu matanya yang lebat dipenuhi butiran air, bagai deretan kipas kecil, membuat sorot matanya tampak makin dalam bak lautan."Yang penting kamu suka." Brielle menundukkan pandangannya. Jawabannya tetap sama seperti tadi. Cahaya di mata Raka sedikit meredup.Raka tahu Brielle sedang menghindari pertanyaannya, jadi dia tidak memaksanya untuk menjawab. Dia hanya tersenyum tipis, lalu berkata dengan suara rendah, "Aku suka."Dua kata itu diucapkan dengan pelan tetapi jelas, mengandung keyakinan yang tak perlu diragukan lagi.Brielle tetap menunduk sambil menggerakkan air dengan ujung jarinya. Raka mengambilkan pelampungnya, meny

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1519

    Di seberang kolam, Anya langsung panik. "Mama, Mama nggak apa-apa?"Anak kecil itu langsung hendak mengayuh pelampungnya untuk menghampiri. Namun, sebuah tangan segera menariknya."Nggak apa-apa. Ada Papa yang melindungi Mama."Dalam situasi seperti ini, mana mungkin Raline membiarkan si kecil mengganggu? Tentu harus ditahan.Sambil mengusap air di wajahnya, Brielle menenangkan putrinya. "Anya, Mama nggak apa-apa. Jangan khawatir."Brielle menyeka tetesan air yang menutupi matanya. Begitu membuka mata, yang pertama kali dilihatnya adalah garis-garis tubuh yang kencang dan kekar tepat di hadapannya.Tubuhnya seketika membeku. Wajahnya pun mulai terasa panas.Tangan Raka masih melingkari pinggangnya dengan erat. Telapak tangannya pun memancarkan kehangatan yang begitu nyata.Posisi mereka terlalu dekat. Begitu dekat hingga seolah membawa mereka kembali ke tahun-tahun ketika mereka masih sangat mesra.Tepat pada saat itu, Brielle melihat tato di dekat jantung Raka. Tatapannya langsung mem

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1518

    Kolam renang berada di teras yang memanjang dari lantai satu vila dan terhubung langsung dengan bagian dalam rumah melalui pintu kaca besar.Air kolam yang jernih berkilauan diterpa sinar matahari sore. Anya mengenakan pelampung dan sedang asyik bermain air."Papa, Mama, kalian datang!" Dia menatap orang tuanya yang datang bersama dengan wajah penuh kegembiraan.Raline juga tampak terkejut sekaligus senang melihat pemandangan itu. Sebulan yang lalu, dia bahkan tidak berani membayangkan momen seperti ini.Sekarang, dia merasa harapan yang selama ini dinantikannya benar-benar memiliki peluang untuk menjadi kenyataan.Raka melempar handuk ke kursi santai, lalu berjalan ke tepi kolam. Dengan gerakan yang lincah, dia langsung melompat ke dalam air, memercikkan cipratan yang cukup besar.Dalam sekejap, dia sudah menyelam beberapa meter sebelum akhirnya muncul kembali di samping putrinya. Tetesan air mengalir dari rambut pendeknya yang rapi hingga ke wajahnya yang tampan."Papa hebat sekali!"

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1517

    Sesampainya di pantai, Brielle memandang putrinya yang sedang bermain sambil menginjak air laut. Tanpa sadar, senyum pun merekah di wajahnya. Memang sudah lama sekali dia tidak mengajak putrinya keluar untuk bersantai."Papa, Mama, cepat ke sini! Air lautnya dingin sekali!" seru Anya sambil melambaikan tangan kecilnya dengan gembira.Brielle melepas sepatunya, lalu ikut berjalan ke air.Saat ombak kecil menyapu kakinya, dia tidak sadar gaunnya terlalu panjang. Dia berseru pelan, lalu buru-buru mengangkat ujung gaunnya hingga di atas lutut. Sepasang kaki jenjangnya yang putih mulus pun langsung terlihat.Raka berdiri beberapa meter di belakang mereka. Di balik kacamata hitamnya, dia diam-diam memandangi ketiga orang yang berada di pantai.Saat melihat kepanikan kecil Brielle barusan yang jarang sekali terlihat, sudut bibirnya tanpa sadar terangkat membentuk senyum. Dia berdiri dengan kedua tangan terlipat di dada. Angin laut mengibaskan ujung kemeja linen yang dikenakannya, sekaligus me

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1516

    Dia merasa perlu mandi dulu agar pikirannya kembali segar sebelum lanjut lembur.Sepanjang akhir pekan, Brielle sibuk mempersiapkan perjalanan ini. Dia membelikan berbagai produk tabir surya untuk putrinya, sementara untuk dirinya sendiri juga menyiapkan banyak perlengkapan. Pergi ke pantai saat musim panas membuatnya merasa lebih tenang jika membawa satu set lengkap perlengkapan pelindung dari matahari.Anya juga sangat menantikan liburan ini. Dia bahkan sudah menyiapkan tas perjalanan kecilnya sendiri, mengisinya dengan gaun-gaun kecil kesayangannya. Brielle pun senang membiarkan putrinya merasakan serunya mengemas barang sendiri.Selama dua hari terakhir, Raka sangat sibuk. Dia harus menyelesaikan beberapa urusan sebelum berangkat liburan.Hari Selasa pukul sembilan lewat tiga puluh menit, jet pribadi Raka sudah siap untuk lepas landas.Anya tampak begitu bersemangat. Raline mengenakan gaun panjang kasual, sedangkan Raka hari itu memakai kaus polo putih sederhana dipadukan dengan ce

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 424

    Brielle tertegun. "Pak Jared, bukannya aku sudah menyerahkan kesempatan itu pada Faye?""Aku tahu. Faye juga sudah menyiapkan naskah presentasinya, tapi ...." Jared ragu sejenak sebelum akhirnya berkata, "Barusan Pak Raka meneleponku. Dia secara khusus minta kamu yang naik panggung untuk presentasi.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 446

    Brielle mengira Raka punya sesuatu yang ingin dibicarakan secara pribadi dengannya. Saat dia mendorong pintu kantor Jared, Raka berdiri di depan jendela besar.Brielle tertegun sejenak. Seluruh tubuhnya seketika menegang dan tatapannya menjadi dingin.Raka berbalik, tatapannya dingin seperti biasa.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 440

    "Ya, kami harus kembali ke kota dulu," jawab Jared."Ada masalah di perusahaan?" tanya Brielle."Bukan," Jared menggeleng. "Seorang teman dekat Pak Raka masuk ICU. Dia ingin segera pulang untuk memastikan keadaannya."Dari nada suara dan reaksi Raka saat tadi menelpon, dia bisa menebak bahwa satu-sa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 445

    Meira tadi hanya sempat melihat sekilas cucunya, tapi sampai sekarang bayangan itu masih teringat jelas di benaknya. Dia mengeluarkan ponsel dan menekan nomor putranya."Raka, tadi di sekolah aku melihat Brielle dan Anya. Bisakah kamu minta dia mengantar Anya ke rumah malam ini untuk makan malam ber

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status