Share

Bab 263

Author: Ayesha
Brielle langsung teringat pada Lambert. Dia mengirim pesan menanyakan kondisi salah satu mikroskop di laboratorium Lambert. Pria itu segera membalas dengan detail spesifikasi dan parameternya.

[ Kapan saja kamu bisa datang menggunakannya. ]

Brielle memang membutuhkan mikroskop canggih itu. Dia pun menjawab.

[ Oke, aku akan bawa sampel jam dua siang. ]

Lambert membalas singkat.

[ Oke. ]

Siang harinya di kantin, Brielle berpapasan dengan Harvis. Belakangan ini dia ditempatkan sementara di MD, sehi
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (4)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
bukti dah di dpn mata ya Raline...Lambert yg mengejar brielle bukan sebaliknya....ingat itu...jgn berkoar2 brielle menggoda dan mengejar Lambert....faktanya sebaliknya malahan...nyesek ga...
goodnovel comment avatar
Iin Iin
setuju bgt deh Lambert sama Brielle..
goodnovel comment avatar
Suryat
jangan jadikan pak Lambert sad boy ya thor..
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1272

    Runtuhnya kepercayaan sering kali dimulai dari retakan-retakan kecil. Diamnya Raka dan keengganannya untuk menjelaskan, sama saja seperti pengakuan dan perlakuan dingin di mata Brielle. Dia mulai curiga, gelisah, dan meninjau kembali segala hal di antara mereka. Semua kemanisan dan keyakinan yang dulu dimilikinya, perlahan-lahan terkikis habis oleh rasa curiga dan kecewa.Dalam hal memahami hati manusia, Devina memang sangat tepat sasaran. Dia memanfaatkan sikap Raka yang tidak pernah menjelaskan dan rasa terlalu pedulinya Brielle, lalu merangkai kebohongan dan kesalahpahaman dengan sabar, hingga akhirnya membunuh cinta Brielle terhadap Raka."Devina, lagi mikirin apa?" panggil Freyna yang berada di sampingnya karena penasaran dengan apa yang sedang dipikirkan wanita ini lagi.Devina tersadar, lalu memandang ke luar jendela. Tatapan matanya semakin dingin. Anya, yang dulu pernah dia manfaatkan sebagai alat, kini sudah tumbuh besar. Semua senjata yang dulu digunakan Devina juga kini tel

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1271

    Perkataan Freyna memang cukup menghibur Devina, tetapi hatinya tetap terasa sesak. Dia terlalu mengenal Raka. Lelaki seangkuh itu, kalau tidak benar-benar peduli, mana mungkin mau merendahkan diri melakukan hal kecil seperti menjemput di bandara atau membawakan tas?Selama sepuluh tahun ini, Devina hanya pernah sekali meminta Raka membawakan tasnya. Waktu itu, Jay mengundangnya ke sebuah jamuan para konglomerat. Di ruang VIP ada dua pasangan keluarga kaya.Devina ingin berbaur dengan kelompok para nyonya kaya itu, jadi setelah sengaja menciptakan pertemuan "kebetulan" dengan Raka di parkiran, sebelum masuk ke ruang VIP, dia meminta Raka membawakan tasnya karena dia ingin merapikan rambut.Setelah Raka menerima tasnya, Devina pura-pura sibuk merapikan rambut dan sengaja tidak mengambil kembali tas itu, sampai mereka masuk ke ruang VIP dan kedua nyonya kaya tersebut melihat Raka membawakan tasnya masuk.Benar saja, malam itu kedua nyonya kaya tersebut langsung mendekatinya dengan ramah d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1270

    Demi memohon agar Jay membawanya menghadiri forum medis yang diminati Raka, dia bahkan bermanja-manja dan bersikap imut di tengah malam.Selama tahun-tahun itu, ke mana pun Jay, Raka, dan Lambert pergi, mereka selalu membawanya ikut. Bukan karena dia benar-benar diundang, melainkan karena dia diam-diam memohon pada Jay agar membawanya melihat dunia yang lebih luas.Saat itu, Jay selalu memenuhi semua permintaannya.Semakin lama berakting, kadang Devina benar-benar merasa dirinya adalah satu-satunya tuan putri di sisi ketiga pria itu.Perasaan dikelilingi oleh tiga pria papan atas seperti Raka, Jay, dan Lambert bagaikan candu paling memabukkan, membuat Devina tenggelam sepenuhnya.Meskipun dia tahu, Raka selalu menjaga jarak darinya, Lambert menghormatinya hanya demi Jay, sedangkan Jay sendiri hanyalah ban serap yang dia permainkan sesuka hati.Namun, tatapan iri dan kagum dari orang-orang luar, ditambah pemberitaan media yang penuh spekulasi, sangat memuaskan rasa gengsinya.Di depan m

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1269

    Freyna biasanya selalu mendapatkan informasi media secepat mungkin, tetapi untuk berita yang dirilis hari ini, dia terus ragu apakah harus memperlihatkannya kepada Devina atau tidak.Bagaimanapun, belakangan ini suasana hati Devina sedang buruk dan emosinya juga tidak stabil.Namun, setelah memikirkan bahwa Devina sudah menyinggung Raka, dia tetap perlu mengetahui perkembangan terbaru pria itu.Akhirnya, Freyna membawa tablet ke lantai dua untuk mencarinya."Devina, ini berita media hari ini. Coba lihat," katanya sambil menyodorkan berita utama yang mencolok di layar tablet ke hadapan Devina.Awalnya Devina sedang bersandar malas di sofa sambil membolak-balik majalah mode terbaru dengan acuh tak acuh.Namun, ketika matanya menangkap judul berita yang menyilaukan itu, jari yang mencubit sudut halaman majalah langsung menegang kuat.Di sampingnya, Freyna mengamati ekspresinya dengan hati-hati. Devina melempar majalah ke samping, lalu mengambil iPad untuk melihat berita tersebut."Rujuk?"

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1268

    Syahira sebenarnya sudah tidak berani bertanya lebih jauh lagi. Bagaimanapun, pekerjaan Brielle menyangkut rahasia tingkat tinggi.Dia pun bertanya, "Kalau kamu sudah nggak benci Raka lagi, terus ... kamu ... masih cinta dia?"Pertanyaan Syahira membuat Brielle tertegun beberapa detik. Namun, tatapannya segera kembali tenang dan jernih."Kamu mau dengar jawaban jujur?" tanya Brielle sambil tersenyum."Tentu saja. Aku mau dengar isi hatimu yang sebenarnya. Lagi pula semua masalah masa lalu Raka itu masih belum bisa kumaafkan." Syahira mendengus.Dalam benak Syahira, Raka masih tetap sosok pria berengsek yang selingkuh. Citra itu sama sekali belum bisa dibersihkan.Bagaimanapun, banyak hal yang terjadi pada Brielle selama hampir setahun terakhir juga tidak dia ceritakan kepada Syahira.Suara Brielle terdengar tenang tanpa sedikit pun keraguan. "Yang ada di kepalaku sekarang cuma jadwal eksperimen dan analisis data. Aku sudah sangat jelas dengan rencana masa depanku.""Jadi maksudmu di ma

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1267

    Brielle lebih dulu naik untuk meletakkan laptopnya. Dia duduk sambil memeriksa email.Hari ini, Rowan dan Zondi kembali mendapatkan data baru. Brielle sudah tidak sabar membukanya untuk melihat hasilnya.Lima belas menit kemudian, sosok Raka muncul di depan pintu ruang kerja. "Minya sudah siap, turun makan dulu."Brielle mengangkat kepala dari layar komputer dan menatapnya. "Aku langsung turun."Brielle mengikuti Raka turun, satu di depan satu di belakang.Lastri sedang menghidangkan lauk kecil racikan spesialnya, sangat cocok disantap bersama mi. Di atas kedua mangkuk mi itu pun ada dua telur ceplok. Kuahnya kental dan harum, tampak sangat menggugah selera.Raka dan Brielle sudah makan masakan Lastri selama enam tahun, dan mereka sangat memuji kemampuan memasaknya.Dulu setelah Raka pulang dari perjalanan dinas, Lastri juga sering memasakkan makan malam untuknya, kebanyakan berupa mi.Setelah duduk, Brielle makan dengan tenang. Raka di seberangnya juga tidak mengajaknya berbicara. Ked

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 435

    Niro berjalan sambil tersenyum dan meletakkan kotak camilan di atas meja kecil. "Tentu saja, perut kecil kamu lapar, ya?""Lapar!" jawab Anya sambil menatap camilan itu tanpa berkedip.Melihat tingkah putrinya yang seperti kucing rakus, Brielle tak kuasa menahan tawa. "Bilang dulu terima kasih ke Pa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 441

    "Itu karena timmu bekerja dengan sangat baik," kata Brielle sambil menerima secangkir kopi. "Begitu pekerjaan penutupan selesai, aku juga harus kembali."Frans mengangguk memahami. Dia tahu tidak bisa terus menahan waktu Brielle di pangkalan. "Aku akan minta Niro mengatur kepulangan kalian ke Kota A

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 423

    Tatapan Brielle menjadi dingin. "Aku sangat sibuk, nggak ada waktu buat berdebat sama kamu. Minggir."Faye menyeringai sinis. "Kamu serius mau menyerahkan kesempatan itu padaku atau sebenarnya kamu sendiri nggak yakin bisa melakukannya? Kamu tahu, yang akan datang nanti itu semua tokoh besar dunia r

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 416

    "Kamu mau benar-benar memutus semua hubungan antara aku dan putriku?" Raka menatap dengan tatapan tajam. Dia berjarak tiga langkah dari Brielle, pandangannya terkunci pada Brielle.Memang itulah tujuan akhir yang ingin dicapai Brielle. Membuat putrinya terlepas dari Raka dan berhenti bergantung pada

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status