Share

Bab 262

Penulis: Ayesha
Status Lambert memang cepat dihapus, tapi orang-orang di lingkaran pertemanannya yang harus tahu, tetap sudah melihatnya. Termasuk Devina dan Raline.

Terutama Raline. Saat melihat status itu, kepalanya langsung kosong selama puluhan detik. Untuk siapa Lambert memasak mie? Siapa yang membuatnya merasa bahagia?

Pesan itu diunggah pukul setengah sembilan malam. Artinya ... apakah orang itu malam ini menginap di rumah Lambert? Apakah mereka sedang menikmati malam yang indah bersama?

Ketika pikiran R
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (10)
goodnovel comment avatar
Rahma Diana Utami
brielle bukan clara..brielle vs raka klo clara vs edward
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
lgs syok kan semua...apalg Raline...ga nyangka seorang Lambert sampai turun tgn masak....mana masakannya enak lg....kalau nikah sama brielle dijamin tiap malam dimasakin yg enak2
goodnovel comment avatar
RaHmi
yup, aq juga baca edward & clara...bener2 gk ada sama skali perhatianny...klw di cerita ini, siraka masih minta jatah bulananny sm brielie..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1412

    Brielle tertegun sejenak, lalu menerima botol air itu dan mulai minum. Setelah latihan barusan, dia mulai merasa olahraga ini tidak semembosankan yang dibayangkan.Mereka berdua berjalan ke area istirahat di dekat sana. Seorang pelayan datang mengantarkan minuman dingin dan sepiring buah potong.Melihat ekspresi Brielle yang tampak lebih santai, Raka berkata dengan santai, "Dari pihak kamar dagang, ada satu kuota untuk mengikuti konferensi pertukaran riset internasional di Negara Madagasa. Acaranya bulan depan.""Temanya berkaitan dengan perkembangan mutakhir di bidang ilmu saraf. Pak Elliot sudah bantu mengajukan berkas pendaftaranmu. Kamu bisa ikut."Brielle memang sedang memperhatikan konferensi itu. Karena itu, saat mendengar bahwa Elliot telah membantu mengajukan kuota untuknya, dia benar-benar terkejut sekaligus senang."Benarkah? Kalau begitu aku harus berterima kasih padanya."Raka mengangkat sudut bibirnya. "Ini cuma karena pihak investor optimis terhadap prospek proyek ini, j

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1411

    Brielle mengabaikan pujiannya. "Ayo berangkat."Sepanjang perjalanan, mereka tidak banyak berbicara.Setelah tiba di lapangan golf, suasananya begitu tenang dan asri. Hamparan rumput hijau membentang luas sejauh mata memandang, membuat siapa pun yang menginjaknya merasa segar dan rileks.Brielle pun merasakan hal yang sama. Sudah lama dia tidak melihat padang rumput sehijau ini. Tanpa sadar, suasana hatinya menjadi lebih rileks dan nyaman."Masih ingat gerakan yang diajari Lambert waktu itu?" tanya Raka tiba-tiba.Brielle mengingat kembali kejadian saat bermain golf sebelumnya. Saat itu, Lambert hanya mengajarinya cara memegang stik dan mengayunkannya. Namun sekarang, semuanya sudah terlupakan.Raka menyipitkan mata sambil tersenyum. "Hari ini aku yang akan ajari kamu.""Boleh nggak kalau aku nggak belajar?" tanya Brielle sambil mendongak."Karena sudah datang, kenapa nggak sekalian belajar? Setidaknya biar nggak sia-sia," bujuk Raka.Brielle berpikir sejenak. Karena ini adalah harga y

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1410

    "Nggak perlu berterima kasih." Brielle berjalan menuju pintu. Namun, tiba-tiba dia merasa perlu menegaskannya sekali lagi dengan kata-kata yang lebih berat."Mungkin sekarang kamu nggak nyesal, tapi belum tentu di masa depan nggak bakal nyesal. Toh hidupmu adalah milikmu sendiri. Kalau kamu menghabiskan waktu dan energimu untukku ...." Dia berhenti sejenak, lalu menyimpulkan dengan tiga kata, "Itu sangat bodoh."Raka menyipitkan mata sambil tersenyum. "Kamu sendiri yang bilang hidupku milikku sendiri. Kalau begitu, bukankah aku berhak menentukan gimana aku ingin menghabiskan waktu dan energiku?"Brielle langsung terdiam. Memang benar, Raka berhak menentukan jalan hidupnya, sama seperti dirinya yang berhak menentukan hidupnya sendiri."Besok masih libur?" tanya Raka tiba-tiba dengan suara rendah.Brielle mengernyit menatapnya. "Ada perlu apa?""Besok temani aku main golf.""Aku nggak bisa main golf." Brielle memang tidak tertarik dengan olahraga itu."Aku bisa ajari kamu." Raka mengangk

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1409

    Ekspresi Brielle yang tiba-tiba menjadi serius membuat Raka tertegun sesaat. Tak lama kemudian, dia bergeser ke samping memberi jalan."Kita bicara di dalam."Brielle ragu sejenak, tetapi akhirnya tetap melangkah masuk ke rumahnya. Ruang tamu yang luas dan terang itu diterangi sinar matahari yang masuk dari luar, tetapi tetap terasa dingin.Raka meletakkan obat di atas meja, lalu pergi mengambilkan minuman untuk Brielle. "Mau kopi, teh, atau air hangat?""Kopi." Brielle mendongak dan menjawab. Dia ingin pikirannya lebih jernih.Raka kembali dengan secangkir kopi dan segelas air hangat. Setelah duduk, dia memandang Brielle dengan tenang, menunggu wanita itu memulai pembicaraan terlebih dahulu.Brielle mengangkat cangkir kopi dan menyesapnya sedikit. Dalam hati, dia menyusun kata-kata yang ingin disampaikan.Kemudian, dia mengangkat kepala. "Ada beberapa hal yang kurasa lebih baik kita bicarakan dengan jelas. Seharusnya ini baik untuk kita berdua ... atau lebih tepatnya ... untukmu."Rak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1408

    Kali ini, Harvis merasa perlu menyadarkan Brielle.Ucapan Harvis bagaikan sebuah kerikil yang jatuh ke permukaan danau di hati Brielle. Jemarinya yang menggenggam cangkir sedikit mengencang. Bulu matanya yang panjang terkulai, menutupi emosi di balik sorot matanya.Bagaimana mungkin dia tidak merasakannya?Awalnya Raka berinvestasi di laboratorium tanpa memperhitungkan biaya, lalu sekarang pria itu perlahan-lahan terlibat dalam setiap aspek kehidupannya. Banyak hal sudah melampaui batas sewajarnya.Brielle menghela napas pelan, lalu menatap Harvis dengan tatapan yang jernih dan tenang. "Kak Harvis, aku tahu apa yang harus kulakukan."Harvis ikut menghela napas. "Sebenarnya aku juga nggak seharusnya ikut campur. Aku cuma mengatakan beberapa hal sebagai seorang teman.""Aku tahu apa maksudnya, tapi mengetahui dan cara menanggapi adalah dua hal yang jauh berbeda." Brielle menoleh ke luar jendela."Aku berterima kasih atas dukungannya dalam karierku. Demi Anya, aku juga bersedia menjaga hu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1407

    Saat pintu lift menuju lantai 27 menutup, Raka mengucapkan satu kalimat kepada Brielle, "Terima kasih."Brielle memandangi pintu lift yang telah tertutup. Hatinya bukannya tanpa gejolak sama sekali. Dia bisa merasakan permintaan maaf dan sikap mengalah dari Raka.Namun, luka masa lalu terlalu dalam. Banyak hal telah kehilangan kesempatan untuk diulang kembali.Misalnya cinta Brielle kepadanya, antusiasmenya terhadapnya, serta hati yang sejak lama telah padam untuknya.Mereka bisa menjadi teman, bisa menjadi rekan, bisa menjadi investor dan pihak yang menerima investasi. Namun, satu hal yang mustahil adalah menjadi suami istri lagi.Setelah kembali ke rumah, Brielle memberi tahu Lastri untuk tidak menyiapkan makan siangnya. Setelah itu, dia naik ke lantai atas untuk bekerja.Pukul 11.30 siang, Brielle menerima pesan dari Harvis. Dia turun ke lantai bawah. Ketika sedang memikirkan pekerjaan, tiba-tiba dia melihat sosok yang dikenalnya berjalan dari arah depan. Itu adalah Savana, ibu Lamb

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 688

    Pukul 8 malam, Brielle meminta Lastri menemani putrinya bermain di lantai satu, sementara dia menyambungkan panggilan video dengan Smith di ruang kerja.Saat ini, buku catatan peninggalan ayahnya diletakkan tepat di sampingnya."Profesor Brielle, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berdiskusi,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 685

    Melihat Lambert masih memikirkan hal itu, Jay mengangkat pandangannya. "Brielle pindah ke Cloudwave Residence, bukankah itu justru membuatmu lebih mudah mendekatinya? Ini juga kabar baik buatmu, bukan?" Setelah itu, dia bertanya dengan penasaran, "Raka pindah ke unit sebelah Brielle?""Lebih tepatny

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 679

    Kali ini, Alice tidak lagi mengumumkan ulang daftar peserta. Keesokan paginya, semua orang tua diminta mengantar anak-anak ke sekolah untuk berkumpul, lalu berangkat bersama.Brielle menutup telepon dan segera turun ke bawah untuk memberi tahu putrinya. Anya langsung melompat kegirangan. "Hore! Aku

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 692

    Brielle mengangguk sambil berpikir, lalu melanjutkan diskusi dengan Harvis sebentar lagi. Karena penyakit itu terlalu langka, Harvis sendiri juga tidak terlalu banyak memahaminya.Saat itu, ponsel Brielle berbunyi. Dia mengambilnya dan melihat pesan dari Lambert.[ Brielle, bisa tolong jemput Vivian

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status