登入Alara Currelan, wanita sangat cantik yang berprofesi sebagai dokter dan influencer kesehatan. Dia hobi menonton drama pendek tema kerajaan zaman kuno. Karena kelelahan setelah operasi selama 36 jam nonstop, dia meninggal dunia. Tiba-tiba, dia bangun di dalam dunia drama pendek yang ditontonnya. Alara bertransmigrasi menjadi Norabel Valedel, tokoh protagonis yang mati tragis akibat dibunuh suaminya sendiri, Diller Leonaricーpangeran ke-7 kerajaan Dragerium. Alara tak mau mengulang kisah yang sama. Pada saat pengasingan akibat fitnah, Alara berusaha mendekati antagonis pria. Dengan kemampuan medis dan pengetahuan alur cerita, dia berusaha menyelamatkan hidupnya dan mengubah alur. Sampai Alara menyadari, bukan hanya dia satu-satunya orang masa kini yang masuk ke dalam drama pendek itu. IG:misscaya88
查看更多"Aku tak mungkin menjadi wanita penggoda," celetuk Alara sambil terus berpikir. Kedua tangannya mengambil sebuah kain yang dirada cukup trbal dan lebar. Tumpukan gaun dan pakaian yang sudah ada di atas tempat tidur dipilah-pilah kembali. Alara memastikan hanya membawa pakaian dan barang yang berguna saja. "Kau berada di tubuh Norabel Valedel. Gadis bangsawan, masih berstatus istri sah Pangeran Ketujuh Diller Leonaric, kau harus jaga image-mu," Draven memberi saran. "Iya, aku tahu. Makanya itu tidak mungkin," Alara kembali menata pakaian yang sudah disisihkan. Satu buntalan kain berukuran cukup besar sudah terbentuk. Simpul ikatan kain pada bagian atas diikat dengan kuat dan kencang. Alara membuka jendela kamarnya yang ada di lantai tiga Kastil Valcon. Nampak pandangan langit malam dengan rembulan bersinar terang kekuningan. Rembulan itu bulat sempurna. Rona cahaya rembulan seolah meneduhkan siapa pun yang memandangnya. Alara menarik kursi sejenak. Tangan kanannya memang
"Hah? Masuk ke Pasukan Crimson Drakaina?" Alara terkejut mendengar gagasan Draven. Dia terdiam. Gagasan gila itu berusaha dipikirkannya. "Kau tahu sendiri kan kalung ini aneh. Satu-satunya cara menyelidiki semua keanehan ini dengan masuk ke pasukan Pangeran Varek. Jika perlu kau masuk ke garis depan peperangan," celetuk Draven lagi. Pulpen warna hitam itu diketuk-ketukkan Alara ke atas buku catatan yang masih terbuka itu. Itu saran yang cukup sulit tapi masuk akal. "Medan perang pastilah tempat yang berbahaya. Tapi kau benar, jika aku ingin maju maka harus berada di dalam pasukan itu. Tapi, bagaimana caranya?" Alara menatap ke arah Draven. "Tapi aku harus menyelidiki kakung ini. Benda ini mirip military dog tag tentara moderen.' Draven turut terdiam sejenak. Dia juga mencoba memikirkan solusi yang tepat. "Jadilah tabib relawan di pasukan itu. Jika ada kau pasti bisa mengobati anggota prajurit itu. Mintalah izin bergabung apa pun caranya," Draven menatap netra Alara dalam
"Kalung yang aneh," Netra Alara mengamati kalung yang diangkat tinggi ke udara itu. Kalung itu masih terdapat sedikit bercak darah segar. Liontin kalung yang berbentuk pipih itu Alara amati. Perpaduan titik-titik dan garis itu seperti membentuk suatu huruf dan kata. "Kurasa ini benar sandi morse, tapi aku perlu memastikannya. Sebentar istirahat dulu," Alara kembali merebahkan dirinya. Semua misteri yang munculsatu demi satu membuatnya lelah. Alara bangkit dari tempat tidurnya. Kalung itu dipegang erat-erat. Dia teringat sesuatu. "Kurasa aku tahu siapa yang bisa membantuku memecahkan misteri tas ini," Alara tersenyum. Tas selempang itu dilepaskan dari bahunya. Mulut tas itu dibuka lebar. Nampak seekor kadal kecil tertidur lelap di tas selempang itu. Kedua mata kadal itu tertutup. "Ck, apa dia benar-benar makhluk mitologi?" Alara meragukan Draven, si naga legendaris Kerajaan Dragerium. "Dia lebih mirip seekor kucing peliharaan rumahan. Setiap hari hanya makan dan tidu
"Yang Mulia Pangeran Varek ada di sini?" ujar Mireya kaget. Netra Alara membulat. Dia tak menyangka, pria itu akan datang kemari. Pintu kayu ruangan tengah itu terbuka. Seseorang dengan baju zirah yang masih lengkap masuk ke dalam. Aroma darah yang anyir tercium. Baju zirah berwarna putih keperakan itu berubah menjadi merah terkena noda darah di beberapa bagian. Tetesan darah mengalir dari bercak darah itu. Lambang singa berwarna emas di bagian dada sudah menunjukkan pemilik baju zirah itu. Helm pelindung baju zirah itu dibuka. "Yang Mulia," panggil Elhart. "Anda sudah kembali?" Varek menghiraukan panggilan itu. Dia berjalan melangkah menuju ke arah tempat tidur kayu itu. Prajurit muda yang terluka itu masih belum sadarkan diri. Dahi Varek nampak memgernyit saat melihat jahitan di luka itu. Dia nampak mengamati dalam waktu yang cukup lama. "Taren, dia terluka saat membawa pesan dari garis depan?" Varek nampak menatap ke arah Elhart. Elhart menggangguk pelan.






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
評論