Se connecter"Kau punya dua pilihan, Lexy." "Dengar baik-baik. Opsi pertama, aku menelepon polisi dan menuduhmu melakukan penguntitan serta percobaan pemerasan. Aku punya pengacara yang bisa memastikan kau membusuk di penjara sampai kau lupa bagaimana cara memegang kamera tuamu itu." "Dan opsi kedua?" tanyanya dengan suara bergetar. "Opsi kedua, kau ikut ke kantorku, kita akan buat kesepakatan, dan jadilah tunanganku selama enam bulan ke depan.” "APA?! APA KAU SUDAH GILA? KENAPA AKU HARUS JADI TUNANGANMU?!” Malam itu, di koridor Hotel Astoria yang sunyi, Lexy—seorang fotografer—menyaksikan pemandangan mengerikan yang bisa menghancurkan citra sempurna sang billionaire, Dante Maverick. Di balik setelan jas mewahnya, Dante hanyalah monster yang tengah menghajar seseorang dengan brutal hingga darah mengotori tangannya. Kesalahan fatal terjadi saat kamera Lexy menangkap momen tersebut dalam satu jepretan tajam, membuat sang billionaire menyadari keberadaannya dan menjebaknya dalam cengkeraman kekuasaan yang tak mengenal belas kasihan. Alih-alih menjebloskan Lexy ke penjara, Dante justru menawarkan kesepakatan gila yang tak masuk akal: menjadi istrinya. Lexy awalnya menolak keras tawaran pria arogan tersebut, namun pertahanannya runtuh saat Dante menyebutkan nominal fantastis yang mampu membiayai transplantasi jantung adiknya, Leo, sekaligus menyelamatkan apartemennya dari penyitaan. Terdesak oleh kenyataan pahit, Lexy terpaksa menandatangani kontrak yang mengikat kebebasannya demi nyawa sang adik. Akankah gadis itu bertahan? Atau justru terjebak dalam dunia gila seorang Dante Maverick?
Voir plusKabut tipis menyelimuti Mayfair. Lexy berdiri di depan cermin, mengenakan gaun putih yang jatuh dengan sempurna di tubuhnya. Ia tampak lebih segar, meskipun rasa mual sesekali masih menyapanya."Kau tidak akan pergi kemanapun, sweetheart. Tidak hari ini," suara Dante terdengar dari ambang pintu.Lexy menghela nafas, melihat pantulan suaminya di cermin. "Daniel, hari ini adalah pertemuan pertama dengan dewan direksi yayasan. Aku tidak bisa membatalkannya hanya karena aku merasa sedikit pusing," balas Lexy sambil memasang anting mutiaranya.Dante melangkah masuk, mendekati Lexy dan meletakkan tangannya di pinggang istrinya. "Arvidsson bilang kau butuh istirahat total. Aku bisa mengirim Silas untuk mewakilimu, atau aku bisa membeli seluruh dewan itu dan membubarkannya jika mereka keberatan kau absen."Lexy tertawa kecil, matanya menatap Dante dengan serius. "Kau tidak bisa menyelesaikan segalanya dengan membeli orang, Daniel. Ini proyekku. Ini adalah warisan yang ingin kubangun dengan na
Matahari London menyelinap malu-malu di balik tirai sutra griya tawang, menyinari sisa-sisa malam yang intim antara Dante dan Lexy. Dante terbangun lebih dulu, seperti biasa. Namun, alih-alih langsung meraih ponsel untuk memeriksa pergerakan bursa saham Tokyo, ia memilih untuk tetap berbaring, menatap wajah istrinya yang masih terlelap.Ada sesuatu yang berbeda pada Lexy pagi ini. Wajahnya tampak lebih pucat dari biasanya. Dante mengulurkan tangan, mengusap dahi Lexy yang sedikit berkeringat."Lexy?" bisiknya pelan.Lexy mengerang kecil, perlahan membuka matanya. "Jam berapa ini?""Baru pukul tujuh. Kau terlihat sangat lelah, sweetheart. Apa kau merasa tidak enak badan?" tanya Dante."Hanya sedikit pening. Mungkin efek jetlag dari Skotlandia baru terasa sekarang. Atau mungkin aku hanya butuh sarapan yang sangat banyak."Dante terkekeh, membantunya bersandar pada tumpukan bantal. "Aku akan menyuruh pelayan membawakanmu apa pun yang kau inginkan. Tapi pertama-tama, aku punya hiburan
Pesawat jet pribadi Maverick Corp menyentuh landasan pacu Heathrow dengan keanggunan yang mematikan. London menyambut mereka dengan hujan gerimis, namun bagi Dante, udara ini terasa seperti kemenangan. Begitu pintu kabin terbuka, barisan mobil hitam mengkilap sudah menunggu di bawah tangga pesawat.Dante melangkah turun, auranya kembali menjadi sosok penguasa yang dingin dan berwibawa."Silas, kirimkan jadwal konferensi pers besok pagi ke seluruh agensi berita utama. Pastikan mereka tahu bahwa aku hanya akan menjawab apa yang ingin aku jawab," perintah Dante sambil melangkah masuk ke dalam Rolls-Royce miliknya."Sudah ku atur. Gedung bursa efek sudah gempar sejak kita meninggalkan Skotlandia. Spekulasi tentang penggabungan asetmu membuat saham Maverick Corp melonjak enam puluh persen dalam waktu empat jam," Silas melaporkan sambil menutup laptopnya.Lexy masuk ke kursi belakang, menatap Dante dengan senyuman. "Kau benar-benar tidak bisa membiarkan dunia tenang sedikit pun, ya?""Duni
Pagi di Dataran Tinggi Skotlandia menyapa dengan kabut tipis yang menari di atas permukaan Loch Ness. Di teras hotel, Dante duduk dengan angkuh, menyilangkan kakinya sambil menikmati espreso. Di depannya, Marcus berdiri dengan setelan jas hitam yang sangat rapi, namun wajahnya tampak seperti orang yang baru saja diperintahkan untuk menjinakkan bom nuklir."Tuan, saya rasa ini tidak perlu," ucap Marcus.Dante meletakkan cangkirnya, lalu melirik kartu Centurion yang tergeletak di meja. "Marcus, aku sudah menghabiskan miliaran dolar untuk riset, senjata, dan teknologi. Tapi aku belum pernah melihatmu membawa seorang wanita ke dalam hidupmu. Ambil kartunya, pergi ke Inverness, dan jangan kembali sebelum kau menghabiskan minimal sepuluh ribu poundsterling untuk dirimu sendiri dan teman kencanmu."Lexy muncul dari balik pintu, mengenakan sweter oversized yang membuatnya tampak sangat menggemaskan namun tetap elegan. Ia membawa sebuah tas kecil berisi perlengkapan dandan."Dan ini, Marcus,
Helikopter hitam itu mendarat di atap sebuah gedung perkantoran privat di pinggiran Zurich saat fajar masih berupa garis abu-abu yang dingin. Dante dan Lexy melangkah keluar, disambut oleh Marcus yang sudah menunggu dengan setelan jas rapi, seolah ledakan jet kargo beberapa jam lalu hanyalah ganggu
Fajar mulai menyingsing di atas cakrawala Manhattan, menyapu sisa-sisa hujan semalam dengan cahaya jingga yang dingin. Di dalam kediaman Maverick, suasana masih terasa seperti di tengah badai. Dante dan Lexy melangkah keluar dari lift, masih mengenakan pakaian yang sama—yang bernoda debu, darah, da
"Aku dengar ada keributan di kamarmu tadi, Dante," ucap Victoria tanpa menoleh, matanya terpaku pada daftar tamu di layar tablet."Bukan urusanmu, Bu," jawab Dante datar.Victoria meletakkan cerutunya di asbak kristal dan mendongak, menatap Dante dengan tajam."Apa pun yang melibatkan Alexandra ada
Ruang kerja Dante yang luas kini disulap berubah menjadi medan tempur. Di atas meja jati yang mahal, bertumpuk berkas profil anggota dewan komisaris Maverick Corp. Dante berdiri di depan jendela besar, sementara Lexy duduk dengan gelisah, membolak-balik foto-foto pria tua berjas formal."Hafalkan






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.