分享

Bab 304

作者: Ayesha
Devina mengenakan piama sutra, terlihat seperti baru selesai mandi.

Dia sama sekali tidak terkejut melihat Brielle muncul. Devina merapikan rambutnya, lalu berkata kepada pelayan, "Tolong panaskan segelas susu dan bawakan ke kamar, terima kasih."

"Baik, Nona."

Brielle cepat-cepat naik ke lantai atas menuju kamar Meira. Di sana, dia melihat Raka sedang duduk di tepi ranjang, mengompres dahi putri mereka dengan handuk basah.

Meira berdiri di samping dengan wajah cemas. Melihat Brielle datang, dia
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (2)
goodnovel comment avatar
Raden Ayu Fitriyanti Suhada
sakit banget aq sm raka ini, aq rasa devina ini bukan cewek yg ditaksirnya, mkn dia berjasa aja, raka ga ada perasaan tapi sumpah nyakitin banget
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
ih jengkel banget...ngapain tu pelakor ikut3 masuk cari muka cari perhatian..si mantan suami jg diam..malah mantan mertua bela pelakor...untung brielle tegas..ga peduli siapa mereka..semua cuma mantan...libas habis aja...suka bgt dgn karakter brielle di kisah ini...
查看全部評論

最新章節

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1248

    Devina berpura-pura malu dan menurunkan suaranya. "Malam itu kakakmu sangat bersemangat, bahkan bilang aku lebih mengerti dia dibanding Brielle ....""Diam." Raline menggertakkan gigi dan menatapnya tajam. "Devina, kamu benar-benar membuatku muak.""Muak?" Devina tertawa ringan. "Dulu waktu kamu berharap aku jadi kakak iparmu, kenapa nggak merasa muak?"Saat itu pegawai menyerahkan kotak hadiah. Raline menerimanya lalu berbalik pergi.Devina menatap punggung Raline yang menjauh. Mood belanjanya langsung hilang. Sebaliknya, dia teringat ada satu hal yang harus segera dia urus, yaitu soal meminta hadiah dari Raka. Tidak mungkin dia menyia-nyiakan hadiah bernilai miliaran begitu saja."Nggak jadi belanja, temani aku ke Grup Pramudita," kata Devina pada Freyna."Devina, mau ngapain kamu ke sana?" Freyna sedikit terkejut. Bukankah Raka sudah tidak mau menemuinya?"Tentu saja untuk menemui Raka." Devina mengeluarkan kacamata hitam dan memakainya, menutupi ambisi dan keserakahan di matanya.S

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1247

    Devina tiba-tiba merasa bosan. Ignas tidak punya waktu menemaninya, tapi memberinya sebuah kartu kredit untuk berbelanja. Batasnya tidak disebutkan, jadi sayang kalau tidak dimanfaatkan.Devina menghubungi Freyna untuk membawa mobil van menjemputnya. Mereka berdua menuju pusat perbelanjaan paling mewah di pusat kota. Di perjalanan, Freyna sudah mengecek bahwa tas edisi terbatas yang diincar Devina sudah resmi dijual.Sorot mata Devina langsung dipenuhi ambisi. Begitu turun dari mobil, mereka berdua langsung menuju butik mewah itu.Dengan sepatu hak tinggi, Devina melangkah masuk ke dalam toko. Sekilas saja, dia langsung melihat tas itu dipajang di posisi paling mencolok. Matanya berbinar. Tepat saat itu, terdengar langkah kaki dari belakang. Dia langsung menoleh, karena jelas banyak orang yang datang demi tas tersebut.Saat melihat siapa yang datang, mata Devina sempat terkejut, lalu dia segera menampilkan senyum khasnya. "Lama nggak ketemu, Raline."Raline datang bersama seorang teman

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1246

    Memasuki proses pelepasan jahitan, dokter berkata, "Akan sedikit sakit, tahan ya."Saat benang pertama dilepas, Brielle langsung menggigit bibirnya erat-erat dan memejamkan mata karena sakit.Tangannya refleks meraih ke sana kemari, hingga akhirnya mencengkeram lengan Raka di sampingnya. Rasa sakit membuatnya tidak peduli lagi, kukunya menekan masuk ke kulit lengan pria itu.Raka membiarkannya mencengkeram, lalu menenangkannya dengan suara rendah, "Sebentar lagi selesai, tahan sedikit lagi."Dokter melepas jahitan satu per satu dengan hati-hati. Setiap tarikan membuat keringat muncul di dahi Brielle. Dia menggigit bibirnya dengan kuat agar tidak bersuara, hanya bisa melampiaskan rasa sakit lewat genggaman tangannya.Akhirnya, jahitan terakhir berhasil dilepas. Brielle langsung menghela napas panjang, lalu segera melepaskan cengkeramannya. Dia menoleh melihat lengannya, tiga bekas luka panjang tampak seperti jejak lipan.Luka itu akan meninggalkan bekas, tapi Brielle sudah tidak peduli

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1245

    Teringat masa nifas dulu, Brielle sering mengalami sumbatan ASI. Anya masih terlalu kecil dan tidak bisa mengisap dengan baik. Dia sampai menangis keras dan bahkan tidak mau meminum susu formula.Jadi, Raka akan selalu masuk ke kamar lebih dulu untuk mengatasi sumbatan ASI. Saat Lastri kemudian membawa Anya masuk, wajah Brielle sudah merah padam. Lastri sudah berpengalaman, jadi hal seperti itu tidak lagi membuatnya heran.Karena tinggal di bawah satu atap, pemandangan seperti itu tentu bukan hanya sekali dua kali disaksikannya. Bahkan di tengah malam, dia sering mendengar Raka menggendong Brielle dari kamar utama ke kamar sebelah. Sebisa mungkin dia selalu menghindar agar tidak mengganggu kebahagiaan pasangan muda itu.Empat tahun pertama pernikahan mereka penuh kebahagiaan. Sampai sekarang saat Lastri mengingatnya, dia masih bisa merasakan kehangatan itu. Setelah anak tertidur, Brielle paling suka bersandar di bahu Raka sambil membaca buku. Raka merangkulnya dengan satu tangan, semen

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1244

    Ekspresi Raka seketika membeku beberapa detik, tapi hampir secara refleks dia menolak, "Nggak bisa."Reaksi itu sudah diduga Brielle. Dia lebih memilih melewatkan kesempatan berdamai daripada mengungkapkannya, ya?"Kenapa?" Brielle menatap lurus ke matanya, suaranya tenang tapi tidak memberi ruang untuk menghindar. "Sebenarnya apa yang disembunyikan di dalamnya? Sampai kamu rela membiarkan aku terus membencimu demi merahasiakannya?"Jakun Raka kembali bergerak, sorot matanya rumit dan sulit dibaca. "Kamu bisa mengajukan syarat lain untuk ditukar, tapi yang ini nggak bisa. Tapi aku bisa jamin, rahasia ini nggak ada hubungannya dengan kamu, dan nggak akan menyakiti siapa pun."Brielle menggigit bibirnya. Meskipun sudah bercerai dan Brielle sudah tumbuh lebih dewasa, setiap kali berhadapan langsung dengan Raka, sudut matanya tetap saja memerah."Raka, kamu selalu seperti ini. Kamu merasa berhak menentukan apa yang boleh aku tahu dan apa yang harus kamu sembunyikan dariku. Ini masalah terb

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1243

    "Tuan Raka, kecap di rumah habis, aku mau ke supermarket untuk beli. Tolong jaga Nyonya, ya!" Setelah berkata demikian, Lastri meletakkan hadiah di atas lemari, lalu berjalan ke arah pintu. Tak lama kemudian, dia sudah keluar.Brielle mengernyit. Lastri jelas sengaja mencari alasan untuk pergi. Tiba-tiba dia merasa canggung, lalu menutup laptopnya. Raka duduk di sofa seberangnya, tatapannya masih tertuju pada lengan Brielle yang dibalut perban. "Lukanya masih sakit?""Nggak lagi," jawab Brielle sambil menunduk."Rapat kali ini berjalan sangat lancar, aku juga dapat banyak hal." Raka menatapnya. "Jadi, kamu nggak perlu khawatir soal investasi selanjutnya."Brielle memalingkan wajah, melihat ke arah pemandangan di luar jendela, lalu menjawab pelan, "Aku tahu."Raka menunduk. "Aku tahu sekarang aku sudah nggak punya hak untuk menjelaskan apa pun kepadamu, tapi ada beberapa hal yang tetap harus aku katakan."Brielle menoleh kembali menatapnya. Dia tidak tahu apa yang ingin dijelaskan Raka,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 274

    Cahaya lembut lampu pameran museum menyinari setiap karya, Brielle sebisa mungkin menghindari posisi Raka. Dia sedang bersama Justin, sepertinya kali ini Raka memang punya kerja sama tertentu dengan pihak Universitas Medis Militer, sehingga Justin sendiri yang menyambutnya.Mereka menghabiskan waktu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 242

    Brielle menatap mereka dengan tenang. "Aku nggak menyembunyikan apa pun.""Kalau begitu, katakan saja, alur penelitian dan inovasi yang sedang kamu lakukan sekarang, itu ide sendiri atau pandangan ayahmu?" Faye menanyakan dengan nada menekan.Faye melanjutkan, "Profesor Adam dulu juga punya peneliti

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 246

    Hari itu, obrolan dengan Smith sangat bermanfaat bagi Brielle. Hingga pukul 12 siang, mereka bertiga baru pergi ke ruang makan.Ketika Brielle duduk bersama Smith untuk makan, Faye dan Devina juga ada di sana. Melihat Brielle sudah mulai berinteraksi dengan Smith, mata mereka menyiratkan rasa iri.B

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 231

    Tatapan Raka seketika mendingin. "Urusan antara aku dan Brielle, nggak ada hubungannya dengan orang luar."Harvis menatap pria yang menjadi penyebab Brielle pingsan itu, tetapi akhirnya dia memilih untuk berbalik dan keluar.Raka menekan gagang pintu dan melangkah perlahan masuk, lalu duduk di tepi

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status