Share

Bab 303

Author: Ayesha
"Apa karena Brielle?" Jay langsung menebak isi hati Devina.

"Kamu benci dia?" tanya Devina.

Jay sedikit tertegun, lalu menggeleng sambil tersenyum. "Nggak benci."

Devina melotot dengan kesal. "Kamu tahu aku nggak suka dia, tapi masih bilang begitu."

Setelah berkata demikian, Devina melepaskan tangan Jay dan berbalik meninggalkannya, membuat Jay berdiri sendirian di lantai dansa dengan canggung.

Jay mengusap hidungnya, lalu turun dan mengambil segelas anggur. Dia menenggaknya dengan murung.

Seles
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (3)
goodnovel comment avatar
Neneng Rianah
Orang miskin aja barangnya mahal2, ngandelin laki2 buat hidupnya rp nuduh2 orang
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
kan...ngeselin....mantan bawa selingkuhan tidur dirumahnya...mmg kok..ga da yg LBH brengsek drpd si Raka ini
goodnovel comment avatar
Suryat
si Raka ini emang laki paling brengsek,..
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1284

    Devina jelas bukan wanita biasa. Dia tersenyum tipis lalu berkata, "Nyonya pintar bercanda, ya. Aku dan Raka itu sudah masa lalu. Lagi pula kami cuma teman, jadi jangan terlalu percaya gosip di luar."Kedua nyonya itu langsung saling bertukar pandang.Teman?Mereka jelas tidak buta. Kalau Devina gagal mendapatkan Raka, itu hanya berarti kemampuannya masih kurang. Namun sekarang dia malah berusaha menyangkal semuanya seperti ini, itu malah terasa lucu.Devina kemudian memandang ke arah Ignas dengan mata penuh kelembutan. "Tapi sekarang aku bertemu Ignas. Dia dewasa, tenang, dan lebih memahami diriku. Bisa bersama dia adalah keberuntungan terbesar dalam hidupku."Kedua nyonya itu saling tersenyum sambil bertukar tatapan penuh arti. Wajah mereka tetap mempertahankan senyum sopan."Kalau begitu selamat ya, Bu Devina akhirnya menemukan cinta sejati.""Iya. Cinta sejati memang langka. Lagi pula zaman sekarang bukannya ada pepatah, di depan cinta sejati, usia bukan masalah."Senyum Devina lan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1283

    Sebagai pendamping pria terpenting, Raka dan Lambert duduk di kursi paling depan di meja utama. Keduanya benar-benar ikut bahagia untuk sahabat mereka.Posisi Devina dan Ignas berada agak lebih belakang. Saat ini Devina juga menatap ke arah pintu aula, tetapi tatapannya menyimpan kebencian yang dalam. Penghinaan yang pernah diberikan Siria kepadanya jelas tidak akan pernah dilupakannya.Pada saat itu, pintu besar aula perlahan terbuka.Mempelai wanita yang mengenakan gaun pengantin putih muncul dengan anggun sambil menggandeng lengan ayahnya. Dari balik kerudung yang tipis, samar-samar terlihat wajah cantik Siria dan senyumnya yang malu-malu.Jay menatap pengantin wanita yang berjalan perlahan mendekatinya. Matanya tiba-tiba memerah. Perasaan haru dan cinta bercampur di wajah tampannya.Di tengah tepuk tangan dan sorakan seluruh tamu, sang pengantin wanita melangkah mantap menuju mempelai pria di atas panggung.Raka duduk di tempatnya sambil mengikuti sosok pengantin wanita dengan tata

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1282

    Akan tetapi, Raka bahkan tidak meliriknya sedikit pun. Di hadapan sikap dingin pria itu, semua pikiran dan usahanya terasa sangat lucu dan sia-sia.Saat itu, Ignas menyadari bahwa Devina sedang melamun, lalu diam-diam mencubit lengannya dengan tidak senang.Devina langsung tersadar dan buru-buru menarik kembali tatapannya. Dia memandang Ignas dengan lembut sambil merangkul lengannya lebih erat, seolah pria itu adalah satu-satunya penyelamat dalam hidupnya."Ignas, ayo kita masuk." Devina sengaja memanggilnya dengan suara manja yang dibuat-buat.Ignas memang sangat menyukai sikapnya seperti itu. Dia langsung merangkul pinggang Devina. "Ayo. Aku kenalkan kamu ke beberapa teman."Devina melemparkan tatapan genit kepadanya dengan penuh pesona. Namun saat matanya beralih, dia malah bertemu dengan sepasang mata lembut tetapi penuh jarak.Lambert.Pria itu sedang memegang gelas anggur sambil berbincang dengan beberapa tamu. Tatapannya kebetulan mengarah ke sini dan langsung bertemu dengan mat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1281

    Tatapan Raka sedikit meredup. Jari-jarinya yang panjang mengetik balasan.[ Oke, serahkan padaku. Kamu juga harus istirahat yang cukup, jangan terlalu capek. ]Brielle tidak membalas lagi. Raka menyimpan kembali ponselnya lalu berjalan menuju Jay yang sedang berbincang dengan para tamu. Dia menepuk bahu sahabatnya itu.Jay menoleh kepadanya. Dengan nada tenang, Raka menyampaikan pesan Brielle, "Dia suruh aku sampaikan ucapan selamat untukmu dan Siria. Dia nggak bisa datang langsung."Jay menunjukkan senyum penuh pengertian. "Nggak apa-apa. Penelitiannya sangat penting, memang nggak boleh terganggu. Nanti setelah dia selesai sibuk, kita kumpul lagi."Raka mengangguk. "Akan kusampaikan."Pada saat itu, sekelompok tamu lain berjalan keluar dari arah lift. Raka dan Jay tanpa sadar mengangkat kepala melihat ke sana. Mereka langsung melihat Ignas datang sambil menggandeng Devina yang berdandan mewah.Gaun merah penuh payet yang dikenakan Devina memang sangat mencolok di bawah cahaya lampu. D

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1280

    Setelah berkata demikian, Devina menyandarkan wajahnya ke dada Ignas. Bahunya bergetar pelan seolah sedang menahan tangis."Ignas, cuma kamu yang baik sama aku, cuma kamu yang memberiku tempat bersandar. Kalau bukan karena dia masih mengikatku dengan kontrak itu, aku ingin menjauh sejauh mungkin darinya seumur hidup."Walaupun Ignas tahu kata-katanya tidak sepenuhnya tulus, setidaknya ucapan itu cukup enak didengar. Kemarahan di wajahnya pun berkurang cukup banyak. Dia menepuk punggung Devina lalu berkata dengan nada yang lebih lembut, "Sudahlah, kenapa nangis. Karena sekarang kamu ikut aku, kamu nggak perlu takut siapa pun. Aku akan membuat semua orang tahu bahwa kamu tetap bisa hidup mewah dan terhormat bersamaku."Devina diam-diam menggertakkan gigi. Sepertinya kali ini dia benar-benar tidak bisa menghindar. Mau tidak mau, dia tetap harus menghadiri pernikahan itu."Oke, aku dengar kata-katamu. Aku akan ganti gaun sekarang. Aku pasti nggak akan bikin kamu malu." Devina mengangkat ke

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1279

    Tiga hari kemudian, pernikahan Keluarga Holden dan Keluarga Adiratna digelar dengan megah di ballroom hotel paling mewah di Kota Amadeus.Sebagai sahabat yang tumbuh besar bersama Jay sejak kecil, Raka dan Lambert datang ke hotel sejak pagi. Mereka berdiri di kedua sisi Jay sambil membantunya menyambut para tamu yang terus berdatangan.Raka mengenakan setelan jas abu-abu gelap dengan potongan sempurna. Rambut abu-putihnya ditata sangat rapi dan berkelas. Wajah dinginnya hari ini juga tampak sedikit lebih lembut. Saat ada tamu yang mengajaknya berbincang, dia pun bersedia berbasa-basi beberapa kalimat. Walaupun obrolannya hanya singkat dan padat, tetapi tetap terasa sopan.Sementara Lambert tetap tampil lembut dan elegan seperti biasanya. Jas berwarna terang membuatnya terlihat semakin tampan dan berwibawa. Senyum hangatnya membuat orang merasa nyaman.Raka yang memiliki aura dingin dan Lambert yang tampak lembut, berdiri di samping mempelai pria yang sedang bersinar penuh semangat. Ket

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 649

    Brielle mengerutkan alis. Di atas kotak itu terlihat label MD. Sepertinya robot ini memang hasil pengembangan para insinyur MD.Anya bertepuk tangan dengan sangat antusias, lalu menarik ujung baju Brielle. "Mama, cepat buka! Aku mau lihat!"Brielle dan Lastri mengangkat kotaknya ke dalam rumah, lalu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 652

    Ternyata, Brielle sejak awal bukan seseorang yang hidup bergantung pada Raka. Dia memiliki bakatnya sendiri, ambisinya sendiri, bahkan di luar sepengetahuan Raka, dua tahun lalu dia sudah berdiri di garis depan industri penelitian.Dada Raka terasa mengencang.Ekspresi Faye benar-benar berubah. Dia

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 610

    Dengan memiliki perjalanan hidup seperti itu, mana mungkin pria seperti Raka bisa dengan mudah dijatuhkan?Brielle berbincang sebentar dengan Lambert, lalu masuk ke mobil. Lambert menatap kepergiannya. Dia memiliki niat untuk membantu, tetapi dia sadar, dia tidak bisa melakukan apa pun.Karena urusa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 621

    Tak lama kemudian, ponsel Brielle berbunyi. Raka mengirim pesan.[ Aku bawa Anya makan di restoran. Mau ikut? ]Brielle membalas singkat.[ Nggak. ]Raka tidak lagi menjawab. Sampai pukul lima sore barulah dia kembali sambil menggandeng Anya."Mama! Papa ajak aku ke kebun binatang!" Anya berseru den

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status