Share

Bab 318

Penulis: Ayesha
"Beritahu Profesor Madeline, kita adakan rapat sore ini! Dan tolong minta dia panggil Raka untuk hadir juga."

Zondi pun keluar. Brielle bersandar pada meja laboratorium dengan wajah tegang. Pikirannya kembali terbayang pada seorang ibu di rumah sakit yang sedang menunggu obat baru ini. Tatapan penuh harap untuk tetap hidup itu membuat hatinya terasa berat.

Pukul tiga sore, suasana di ruang rapat laboratorium terasa muram. Profesor Madeline dan Profesor Louie sudah lebih dulu hadir, keduanya seda
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (15)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
mantap brielle...jwb an mu sungguh telak...ngapain takut...mantan brengsek bgitu..kalau perlu disindir dipermalukan biar tau malu
goodnovel comment avatar
Yustin Faturadja-Koto
lanjutkan ceritanya jangan terputus putus
goodnovel comment avatar
Matahari Alaska
alasan si raka apa sih ? praduga bri kan devina,apa bener demi devina ? sesekali tunjukin sisi raka dong.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1336

    "Pak Faisal terlalu memuji. Ini memang sudah menjadi tanggung jawabku," jawab Raka dengan sopan.Tiba-tiba, Niro berdiri. Wajah tampannya dipenuhi rasa haru dan kegembiraan."Terima kasih kepada semua yang telah datang hari ini. Kalian semua adalah penyelamat hidupku. Tanpa kalian, mungkin aku nggak akan pernah bisa bangun lagi." Dia mengangkat gelasnya dan berkata, "Aku bersulang untuk kalian semua."Semua orang serempak mengangkat gelas dan menerima ungkapan terima kasih dari Niro.Setelah itu, pandangan Niro menyapu seluruh ruangan sebelum akhirnya berhenti pada Brielle. Mata mereka saling bertemu sesaat. Kemudian, Faisal juga mengangkat gelasnya dan berkata kepada semua yang hadir, "Selain itu, aku juga ingin mengumumkan sebuah kabar baik."Jantung Raka seketika terasa berat. Jari-jarinya yang menggenggam gelas tanpa sadar mengencang.Apakah akhirnya dia akan mendengar kabar yang paling tidak ingin dia dengar?Seluruh ruangan terdiam. Semua orang mendengarkan dengan saksama. Briell

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1335

    Tanpa diduga, tebakannya ternyata benar. Saat Brielle membuka pintu kamarnya dengan kartu akses, Raka juga sedang membuka pintu kamar di sebelahnya. Dia tampak sedikit terkejut, lalu menatap Brielle."Aku di kamar sebelah. Kalau ada apa-apa, hubungi aku kapan saja.""Terima kasih," jawab Brielle dengan sopan.Alis Raka sedikit berkerut. Seolah ingin mengatakan sesuatu, tetapi pada akhirnya dia menelannya kembali.Benar. Memang seharusnya mereka lebih sopan satu sama lain. Bagaimanapun, tidak lama lagi Brielle akan menjadi Nyonya Harmawan. Di masa depan, mereka bukan hanya perlu bersikap sopan, bahkan juga harus menjaga jarak yang pantas.Brielle menutup pintu kamar dan mengembuskan napas pelan. Sebenarnya, dia sedikit gugup dengan perjalanan ke Kyoza kali ini. Dia bukan orang yang menyukai acara sosial atau pertemuan formal.Menurutnya, Keluarga Harmawan tidak perlu berterima kasih secara berlebihan. Dia merasa apa yang dilakukannya hanyalah hal yang wajar.Namun dari pengaturan yang d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1334

    Undangan makan malam pribadi dari Wakil Presiden adalah sebuah kehormatan yang luar biasa. Raka pun bertanya dengan penuh perhatian, "Pak Faisal, gimana kondisi pemulihan Niro sekarang?""Niro pulih dengan sangat baik." Nada bicara Faisal terdengar penuh kelegaan dan rasa syukur."Alasan aku mengundang kalian kali ini adalah untuk menyampaikan terima kasih secara langsung. Tapi karena urusan pemerintahan, aku nggak bisa pergi ke Kota Amadeus. Raka, maaf merepotkanmu untuk membawa Brielle datang ke Kyoza."Raka menjawab dengan suara rendah, "Baik. Aku dan Brielle pasti akan hadir tepat waktu.""Baik, kalau begitu sudah disepakati." Faisal berhenti sejenak, lalu suaranya menjadi sedikit lebih hangat. "Soal Brielle, aku juga akan memberitahunya secara langsung."Kemudian dia melanjutkan, "Raka, aku nggak pantas ikut campur sama urusan anak muda. Tapi, kali ini Niro bisa sadar kembali berkat usaha kalian berdua. Kamu dan Brielle sama-sama berjasa besar."Tak lama kemudian, di lantai atas,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1333

    "Baik."Suasana hati Brielle juga sedang sangat baik. Setelah melalui begitu banyak tekanan, dia akhirnya belajar untuk lebih rileks. Raline terus bercerita tentang berbagai hal menarik selama di pemandian air panas, membuat suasana semakin meriah.Anya bahkan sudah menantikan kesempatan berikutnya untuk pergi bersama lagi. Pukul delapan lewat tiga puluh malam, setelah makan buah, Brielle berniat untuk pulang.Raka juga menyadarinya dan langsung berkata, "Aku antar kalian pulang supaya bisa istirahat lebih awal."Brielle mengangkat kepala. "Aku bawa mobil sendiri.""Kalau begitu, boleh sekalian antar aku?" tanya Raka sambil menyipitkan mata.Brielle balik bertanya, "Kamu nggak bawa mobil?""Mobilnya dipakai Gavin untuk mengurus sesuatu," jawab Raka dengan sangat alami.Brielle malas mencari tahu lebih lanjut. Dia hanya mengangguk. "Baik, kalau begitu pulang sama-sama saja."Setelah berpamitan kepada seluruh anggota Keluarga Pramudita, Brielle menggandeng tangan putrinya menuju area par

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1332

    Ekspresi Brielle tetap tenang seperti biasa. Saat itu, ponselnya berdering. Yang menelepon adalah Rowan. Dia berkata kepada Emily, "Nenek, aku angkat telepon dulu."Setelah itu, Brielle menggenggam ponselnya dan berjalan agak menjauh.Raka menghampiri Emily. Wanita tua itu mendongak dan melotot kepadanya. "Kamu juga dengar apa yang dikatakan Brielle tadi, 'kan?"Raka mengangguk. "Aku memang pantas mendapatkannya."Emily menatapnya dengan kesal. "Dari awal kamu nggak seharusnya menyembunyikan semuanya darinya. Kamu menyembunyikannya dari seluruh keluarga, bahkan membiarkan Devina menindas Brielle."Tatapan Raka mengikuti sosok Brielle yang semakin menjauh. Dengan suara rendah, dia berkata, "Aku yang salah.""Sekarang baru sadar salah, memangnya ada gunanya?" Emily merasa marah sekaligus sedih. "Brielle sekarang benar-benar sudah menyerah sama kamu."Setelah mengucapkan kalimat itu, Emily sempat menunggu respons dari cucunya. Namun, dia mendapati Raka kembali terdiam. Tatapannya hanya te

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1331

    "Nenek, aku ingin makan buah." Anya menarik tangan Meira, suaranya yang lembut dan manja memecah suasana yang canggung itu."Baik, Nenek cuciin ceri untukmu, ya?""Ya."Di samping, Emily menyaksikan semua itu.Selama Meira pindah kembali ke rumah untuk menjalani masa pemulihan, dia memutuskan untuk tidak lagi menyembunyikan apa pun dari Emily. Dia telah menceritakan kondisi penyakitnya, juga fakta bahwa Devina adalah donor untuknya.Emily juga merasa sangat bersalah.Di satu sisi, dia marah karena cucunya menyembunyikan semuanya dari keluarga. Di sisi lain, dia juga membenci tipu daya dan perhitungan Devina yang telah menghancurkan pernikahan cucunya yang semula baik-baik saja.Tentu saja, orang yang paling bersalah bukanlah Devina, melainkan cucunya sendiri, Raka.Emily memandang sosok Brielle yang tampak semakin kurus, hatinya dipenuhi berbagai macam perasaan. Dia melangkah maju dan menggenggam tangan Brielle."Brielle, kemarilah. Temani Nenek berjalan-jalan sebentar dan mengobrol de

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 611

    Brielle tidur cukup lama. Saat dia terbangun, tubuhnya sudah diselimuti sebuah jas pria yang entah milik siapa.Dia mengernyit dan duduk, sempat berpikir apakah itu milik Harvis. Namun, melihat bahan jas yang merupakan buatan tangan asli, ditambah lagi dengan manset berlian safir di ujung lengan, Br

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 613

    Wajah Nicholas tetap terlihat tenang, tetapi dalam hati dia merasa sangat marah. Bagaimanapun juga, dia adalah wakil presdir Grup Pramudita, tapi Brielle berani mempermalukannya di depan seluruh pemegang saham. Itu benar-benar membuatnya tersinggung.Raka pun merasa sedikit tidak nyaman, tetapi dia

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 636

    Dengan begitu, dua orang itu duduk di ruang rawat yang tenang sambil membaca buku masing-masing. Sesekali, mereka juga membicarakan urusan pekerjaan.Pukul 2 siang, Brielle membaca sampai merasa sedikit mengantuk. Dia sedang menopang kening dan memejamkan mata sedikit ketika pintu tiba-tiba terbuka.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 645

    Jari Raka perlahan mengusap kotak beludru itu. Dia menoleh pada Brielle. Brielle langsung mengulurkan tangan dan mengambil kembali kotak hadiah yang cantik itu."Terima kasih."Bibir Raka terkatup dengan tegang. Di dalam matanya melintas kilatan gelap yang sulit terbaca. Melihat Frederick berhenti m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status